Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
50. Kekuatan Pedang Guardians



Kagami, liyana dan Tenebris pergi ke arah utara untuk sekedar menjelajahi dunia sekaligus ingin mengetahui isi dunia di kehidupan ke 2 yang sangat berbeda sekali.


"Ohh ya Tenebris apakah kalian pernah mendengar cerita tentang pedang Guardians ini?" Kagami yang bertanya kepada tenebris.


"Tidak kami tidak mengetahui itu karena kami bertiga selalu pergi bersama tuanku yang dulu dan setelah tuanku yang dulu mati kami bertiga hanya diam sambil menjaga harta peninggalan sejarah tuan saja" Tenebris yang bercerita.


"Begitu kalian tidak tau apa apa yah" kagami yang sedikit kecewa di lubuk hatinya.


"Sabar saja kagami nanti aku akan bantu mencari informasi yang kau butuhkan" liyana yang bersandar pada badan kagami.


"Ya kau yang bantu mencari informasi dan aku yang harus melindungi bodoh" kagami yang sedikit kesal dengan perkataan liyana.


"Hihi tau juga" liyana yang menahan tawanya sendiri.


"Ohh ya Tenebris bolehkah kau berhenti dahulu aku ingin mencoba pedang baru ini" kagami yang sangat ingin mencobanya.


"Baiklah tuan" Tenebris pun langsung berhenti dan tempatnya masih saja hutan yang luas.


"Ahh kau kenapa tidak mau diam kagami aku sedang ingin bersandar!" Liyana yang marah kepada kagami.


"Hehe maaf ayo turun" kagami yang mengajak liyana turun dari badan Tenebris.


"Tidak mau! Aku mau disini saja menunggu!" Liyana yang kesal tidak mau mengikutinya.


"Yasudah" kagami langsung melompat turun menuju daratan.


Tenebris pun langsung menjauh karena firasatnya mengatakan bahaya kalau dekat dekat lalu kagami langsung membuka sarung pedangnya.


"Memang benar yang di katakan Uriel di dalam pedang Guardians energi kejahatan yang sangat kuat" kagami yang memengang knop pedangnya.


"URGH AARRGGHH" kagami yang tenaganya di telan oleh pedang Guardians.


"Tuan apa kau tidak apa apa?" Tenebris yang bertanya.


"Ya aku baik baik saja, MENURUTLAH SI*L*N!" Kagami langsung menebas pohon di sekitar dengan satu tebasan sehingga semua pohon terbelah menjadi 2 sangat luas sekali.


"Kagami apakah kau baik baik saja!" Liyana yang bertanya kepada kagami.


"Ah mulai menelan energiku lagi, KEMBALIKAN ENERGIKU! Kagami yang kesal lalu energi yang di telan oleh pedang Guardians langsung kembali lagi.


Kagami pun langsung kelelahan untuk mengendalikan pedang Guardians agar menurut pada tuannya.


"Hah hah hah terlalu banyak" kagami yang masih berdiri dengan tegak hanya saja staminanya hampir habis.


Kagami langsung memutuskan untuk naik lagi ke atas punggung Tenebris sambil mengumpulkan energinya kembali.


"Lumayan juga pedang Guardians tajam dan kuat meskipun belum sempurna juga" kagami berbicara sendiri sambil memegang pedang Guardians di tangannya.


"Lihat yang di sebabkan oleh kau kagami dan tau aku khawatir padamu ketika kau kesakitan!" Liyana yang kesal kepada kagami.


"Iya iya aku melihatnya jangan marah begitu dong aku lelah dan lumayan luas juga tebasan pedangnya" kagami yang sengaja tidak mendengar omelan liyana.


"Tuan energimu sedikit berbeda dari pada sebelumnya" Tenebris yang memberitahukan kepada kagami.


"Ahh aku tidak menyadari itu lalu apakah akibat energi yang di dalam pedang Guardians tertarik ke dalam tubuhku?" Kagami yang sedikit aneh.


"Sepertinya begitu kagami aku merasakan pancaran energi dari pedang dan tubuhmu ada sedikit kesamaan juga dan ini balasannya tidak mendengarkanku" kagami yang sedang mendengarkan lalu liyana langsung memukul kepala kagami.


"Makanya dengarkan aku bicara!" Liyana yang kesal sendiri lalu liyana berbaring di punggung Tenebris.


"Tuan apakah apakah lanjutkan pergi ke arah utara?" Tenebris yang bertanya kepada kagami yang sedang kesakitan.


"I-iya lanjutkan saja" kagami masih saja kesakitan di tambah lelah.


Lalu Tenebris pergi lurus ke arah utara sedangkan liyana yang hanya diam memperhatikan sekitarnya dan kagami sedang mengumpulkan energi untuk mengembalikan energi yang habis di pakai.


"Hei berhenti di sana naga kalian sudah memasuki wilayah kami" 3 orang menutup wajahnya dengan topeng di dan tertera nomor 57, 43 dan 32.


"Tenebris diam saja disini lalu biar aku urus" liyana yang berbicara kepada tenebris.


"Baiklah nona liyana" lalu liyana melompat dari ketinggian menuju daratan.


"Wah lihat ternyata ada seorang wanita cantik lumayan untuk bersenang se----" nomor 43 langsung di bunuh oleh liyana hingga kepalanya terputus.


"Dasar wanita j*l*ng beraninya kau membunuh temanku" Nomor 57 langsung menyerang liyana.


"Cih hanya sekelompok sampah menganggu saja" liyana langsung menebas kedua tangan nomor 57.


"Aarrgghh uhuk" Nomor 57 kehilangan banyak darah.


Zleebb! Sreet! (Suara pedang menusuk badan dan cipratan darah)


"Waktunya kau sendiri!" Liyana yang sangat kesal ada yang menganggu perjalanannya.


"Teknik terlarang ke-6: Aerial Rave slight" liyana langsung menyerangnya dengan cepat tapi serangannya di tahan mudah.


"Ohh ternyata kau lebih hebat dari sampah itu yah" liyana yang merasa senang.


"Lightning : Thunderbolt!" Kemampuan yang nomor 32.


Liyana menghindarinya semua petir yang datang kepada liyana lalu liyana mencari kesempatan yang pas untuk membunuhnya langsung.


"Celah terbuka Teknik terlarang ke-8 : Blazing row fetch!" Liyana langsung mendekati lalu menebas tubuh nomor 32 menjadi 2 bagian.


"Sisanya urus vortex untukmu" liyana yang berbicara kepada vortex.


"Baiklah nona liyana" lalu vortex lalu membersihkan bekas darah disana termasuk pada baju liyana.


Vortex yang selesai menelan semua darah disana hingga bersih dan mayat 3 orang di bakar oleh Tenebris yang menyemburkan api kecil kepada 3 mayat lalu vortex langsung kembali lagi menuju dunia buatan liyana setelah selesai memberikan sedikit energi pada vortex.


"Baiklah waktunya maju ke arah timur kembali Tenebris" liyana yang naik ke punggung Tenebris.


"Liyana kau sudah menguasai sepenuhnya gerakan pedang?" Kagami yang bertanya kepada liyana di sampingnya.


"Sudah menguasai sepenuhnya kok dan apakah kau tidak ingin kembali ke azteria untuk mengecek kondisi keluargamu?" Liyana yang bertanya kepada kagami lagi.


"Nanti mungkin terlalu jauh jaraknya kalau kita kembali ke kota Azteria" kagami yang ingin pulang tapi sudah terlanjur jauh.


"Apakah energimu sudah pulih kagami?" Liyana yang bertanya tentang kondisi.


"Sudah dari tadi pulih kok" kagami yang memberitahukan kepada liyana.


Kagami, liyana dan Tenebris pun masih pergi ke arah utara yang belum terlihat apapun dan juga belum muncul tanda tanda masalah yang besar.