Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
57. Pantas Atau Tidak



Kagami yang membuka portal menuju Realms Of Dark langsung melakukan meditasi di sana dan terpikir oleh perkataan bayangkan dirinya sendiri untuk bertarung lalu kagami membuat bayangan dirinya disana.


"Apakah sudah waktunya untuk menepati janji?" Bayangannya sangat menantikannya.


"Ya benar sekali ini waktunya" kagami langsung berdiri dan melakukan sedikit pemasaran badan.


"Apakah bertarung dengan senjata?" Bayangan kagami yang bertanya kepada kagami.


"Hmm apa saja lah" kagami berbicara.


"Baiklah ayo kita mulai" bayangan kagami langsung bersiap dan menunjukan kuda kuda bertarung tidak memakai pedang.


Lalu kagami bersiap bertarung sama dengan menunjukan kuda kuda bertarung juga sambil menunjukan seni bela dirinya juga.


Lalu bayangannya langsung menyerang kagami yang asli tapi kagami asli langsung menyerang bayangannya dengan telapak tangan sehingga menyebabkan bayangannya terlempar lumayan jauh.


Lalu bayangannya melesat lagi menyerang kagami lalu kagami menangkap tangannya dan langsung membantingnya dengan sangat kuat.


"Aku tidak akan kalah untuk kali ini" bayangannya langsung mengubah senjata Lexalicus di hadapan kagami.


"Baiklah kalau begitu" kagami yang tidak menarik senjata Lexalicus dan kagami hanya bersiap dengan merapatkan giginya dan mengepalkan tangannya.


"Akulah pemenangnya untuk kali ini!" Bayangannya langsung melesat ke arah kagami yang bersiap untuk bertahan.


"Eksplosion Destruktif : End Death!" Kagami langsung mendekati bayangannya dan menyentuh bagian badannya dan langsung melakukan ledakan cukup besar.


"Ternyata aku kalah lagi memang ini lah diriku" bayangannya lalu menghilangkan menjadi butiran energi kegelapan.


"Tenang saja kau akan kuat ketika merasakan kekalahan dan tenang saja aku akan mengajak kau berjuang bersama denganku" kagami yang menangkap butiran energi kegelapan lalu mengepalkan tangannya.


Lalu kagami membuka portal menuju kamarnya dan melihat liyana yang sedang meditasi meningkatkannya lalu liyana membuka matanya melihat kagami baru saja kembali.


"Selamat datang kembali kagami apakah latihanmu lancar?" Liyana yang bertanya kepada kagami.


"Lancar kok cepat tidur akan aku buat kejutan di besok hari" kagami mengusap kepala liyana yang sangat menyukainya.


"Ya dan kau mandi dahulu bau" liyana yang berbicara kepada kagami sambil mengejek.


"Iya lupa hehe dan cepat tidur" kagami langsung mengingatkan kepada liyana lalu mengambil handuknya.


"Iya iya selamat malam" liyana langsung tidur di tempatnya sendiri.


Lalu kagami langsung langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya lalu setelah mandi lalu kagami langsung mengganti bajunya dan segera tidur untuk bersiap bertarung di hari besok.


"Hmm mm" liyana yang tidak kau diam lalu kagami yang ingin tidur langsung tangannya di tarik oleh liyana yang sedang tertidur.


"Dasar kebiasaan" kagami langsung menarik selimutnya dan tidur karena sudah tengah malam.


*****


Cahaya matahari pagi yang menyinari semua bagian dunia dan liyana yang membuka matanya perlahan melihat tangan kagami di pegang oleh liyana pada saat tidur dan liyana menganggu kagami yang sedang tidur.


"Argh hmm" kagami yang tidur di ganggu oleh liyana.


"Biarkan saja tidur pasti lelah berlatih dan nanti jika sudah mendekati siang baru aku bangunkan" liyana langsung bangun dan melepaskan tangan kagami yang sedang tertidur pulas.


Lalu liyana melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuannya selama 3 jam dan setelah beberapa jam kemudian akhirnya menembus batasannya lalu liyana membangunkan kagami yang sedang tertidur.


"Kagami bangun saatnya menepati janji" Liyana yang membangunkan kagami.


"Urgh baiklah dan tolong bangunkan badanku masih lemas" kagami yang meminta bantuan kepada liyana.


Lalu kagami pun di bantu di bangunkan oleh liyana setelah itu kagami mencuci mukanya dan melakukan beberapa pemanasan badannya untuk sebelum bertanding 1 vs 1.


"Argh baiklah aku siap dan ayo kita pergi liyana" kagami yang sudah siap.


"Baiklah ayo" liyana langsung memegang tangan kagami sambil berjalan keluar pintu kamarnya.


Liyana dan kagami berjalan keluar dari penginapan menuju tengah kota yang sudah banyak orang menunggu di sana lalu liyana menunggu di suatu tempat yang tidak terlalu ramai.


"Tunggu disini dan akan aku selesaikan semuanya dengan cepat" kagami mengusap kepala liyana agar tidak khawatir.


"Baiklah dan jangan khawatir aku bisa melindungi diriku sendiri" liyana yang berbicara kepada kagami.


"Dan akan aku tinggalkan bayanganku jika ingin berbicara tanya saja" kagami langsung membuat bayangan dirinya lalu berjalan menjauh.


Kagami lalu berjalan mengarah menuju lapangan untuk mulai bertarung melawan shiron yang sudah menunggu disana dengan sangat bosan.


"Lama sekali kau datang dan aku hampir bosan disini" shiron yang berbicara.


"Ha aku tidak peduli" Kagami yang bersikap tidak ingin bicara.


"Baiklah karena kalian berdua sudah masuk ke dalam tempat pertarungan biar aku umumkan peraturannya" Bataliyon yang langsung menyampaikan informasi.


[Pertama : dilarang saling membunuh]


[Kedua : tidak boleh menggunakan energi eternal]


"Baiklah boleh aku tambahkan sedikit?" Kagami yang bertanya langsung.


"Apa itu bolehkah aku tau?" Shiron yang ingin tau.


"Kau harus meminta maaf kepada liyana atas perbuatan busukmu dulu secara langsung di depan umum jika aku menang dan jika aku kalah berhak kau ingin apa dariku" kagami yang memberikan kesepakatan yang baru.


"Baiklah kau memang kekasih yang liyana mau dan ayo kita mulai" shiron langsung bersiap bertarung.


"Baiklah aku akan bertarung tanpa pedang" kagami langsung diam menenangkan dirinya sendiri.


"Hahhhhh ayo kita mulai" kagami langsung merubah matanya menjadi hitam dan merah.


"Baiklah pertandingannya di-mulai!" Bataliyon langsung berbicara langsung.


****


"Kumohon kagami menang" liyana yang sedikit khawatir.


"Tenang saja dia kuat kemarin kami baru berlatih dan hasilnya dia menang dariku" bayangan kagami berbicara kepada liyana.


"Tapi yang aku khawatir adalah lawannya mempunyai kemampuan cahaya atau disebut kelemahan kegelapan" liyana yang memberitahukan kepada bayangannya.


"Tenang saja percayakan pada dia untuk sekarang" bayangannya berbicara kepada liyana.


*****


Shiron langsung menyerang kagami dengan sangat cepat tapi kagami sudah mengetahuinya lalu hanya menghindari semua serangannya yang shiron lemparkan kepada kagami.


"Army Breaker X!" Kagami langsung armor kegelapan barunya dan terdapat tanda x pada kepalanya.


"Kenapa menghindar kau tidak bera---" kagami langsung menangkap tangannya shiron lalu membantingkan tubuhnya ke tanah.


"Ohok uhuk si*l*n ternyata gampang di tebak" Shiron yang batuk darah segar dari mulutnya.


"Ini belum sepenuhnya" kagami yang tidak terlalu menikmati pertarungannya.


"Light Burst" lalu shiron langsung membuat ledakan cahaya dan langsung mengeluarkan 3 bayangannya menuju kagami.


"Huh ini lagi tidak berdampak padaku" kagami langsung memfokuskan diri.


Lalu kagami melihat bagian badan dan pada saat ingin menggapai tangan shiron lalu tangan shiron berpindah dan berganti lalu saat shiron ingin melemparkan 'light Burst' untuk kedua kalinya tapi kagami sudah melakukan sesuatu pada shiron.


"Eksplosion Destruktif: End Death!" Kagami menyentuh bagian badannya dan alhasil membuat shiron terlempar sehingga Barier yang di buat khusus hancur hingga menghancurkan tembok.


"Ups tenagaku tidak teratur" kagami yang menyebabkan ledakan besar.


"Baiklah pemenangnya adalah kagami Youra selamat kau telah memenangkannya" Bataliyon yang melihat pertandingan sebentar.


*****


Lalu kagami langsung mendekati gedung yang rusak oleh kagami dan menarik baju dari shiron yang dan membawanya kepada liyana dan kagami langsung melesat lagi ke arah Komandan Bataliyon untuk mengganti kerusakan yang telah di buatmya.


"Komandan ini saya kembalikan semuanya yang kemarin untuk mengganti kerusakannya mungkin akan membutuhkan uang untuk memperbaikinya" kagami langsung memberi sekantung uang yang kemarin kepada Bataliyon.


"Baiklah terimakasih" Bataliyon berbicara lalu kagami langsung ke arah liyana.


*****


"Apa yang terjadi? Apa aku kalah?" Shiron yang tidak sadar.


"Lihat bajumu saja itu belarti apa?" Kagami yang bersikap cuek.


"Tidak aku kalah" shiron langsung melihat bajunya sobek besar oleh serangan kagami.


"Sekarang waktunya kau menepati janjimu" kagami yang berbicara lagi.


"Aku-aku sudah pernah meminta maaf dan juga tidak pantas untukku untuk meminta maaf untuk ke-2 kalinya" shiron yang masih tidak mau mengatakan yang sebenarnya.


"MANA ADA! DAN JUGA ITU PANTAS UNTUKMU!!" Kagami langsung menginjak kakinya dengan keras.


"Argh baiklah baiklah aku minta maaf liyana sikapku dulu padamu yang tidak sopan" shiron yang berbicara sudah babak belur.


"Kau tidak tau betapa malunya sebagai wanita dasar tidak tau malu" liyana yang masih sedikit kesal.


"Hei bukankah kau ingin bersenang-senang?tapi ingat jangan membunuhnya" Kagami yang berbicara kepada bayangannya.


"Kau memang mengerti dan aku akan menyiksanya sedikit" bayangan kagami langsung tersenyum ingin membunuh.


Lalu kagami dan liyana melesat kembali ke dalam penginapan dan masuk ke dalam kamarnya.


"Sudah melihat dia disiksa puas sekarang?" Kagami yang tidur di atas paha liyana.


"Lumayan terimakasih tapi kau terlalu kejam" liyana yang kesal kepada kagami yang terlalu kejam.


"Hehe itu pantas untuknya" lalu butiran energi kegelapan mendatangi kagami.


"Apa itu kagami?" Liyana yang melihat butiran kegelapan.


"Ini butiran energi yang belarti sudah selesai menyelesaikan tugas dan kau apakah sudah siap menjadi milikku sepenuhnya?" Kagami yang bertanya kepada liyana yang langsung malu mendengarkannnya.


"Tidak aku belum siap mesum" liyana yang langsung menampar pipi kagami langsung.


"Aduduh sakit bercanda juga sedangkan aku juga belum siap menjadi raja dan aku ingin melihat isi dunia ini" kagami yang memegang pipinya yang merah.


"Iya iya makanya jangan bercanda begitu kau tidak tau perasaan wanita bagaimana" liyana lalu melihat kondisi pipi kagami lalu menyembuhkan dengan sedikit energi esnya.


"Iya maaf deh dan ahh dingin liyana" kagami yang terkejut dengan tangan liyana dingin sedingin es.


"Kan agar tidak memar lagi diam" liyana langsung menyembuhkan bekas tamparannya.


"Baiklah" kagami yang tidak bisa menahan dingin dari tangan liyana.


Kagami dan liyana yang di dalam kamarnya dengan tentram tapi di luar penginapan sangat ricuh dengan hasil kemenangan melawan shiron dan akhirnya shiron kalah serta babak belur oleh kagami.