
Sesudah kejadian semalam mereka pun kembali ketika sesudah selesai pesta pergi ke dalam kamar masing masing untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan menuju hari besok.
Hari pun sudah menjelang pagi Riziel sedang masuk ke dunia kegelapannya untuk berlatih dengan giat untuk menembus batasan selanjutnya dan liyana, Mikhaile sedang tidur akibat lelah pesta tadi malam yang tidak mau pulang.
"HHRRGGHH DARKNESS COLECTION : DARK RISESTION..!!" kagami yang berhasil menembus batasan selanjutnya karena terus menerus memaksa kekuatan kegelapan masuk ke dalam tubuhnya sampai hancur 2x tidak kuat menahannya.
"Hahhhh lelah sekali lebih baik keluar dari dimensi kegelapan dan mencari yang lain di luar sana mungkin sudah bangun" ucap Riziel yang menghancurkan dimensi kegelapan yang dia buat tadi lalu pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih akibat tadi berolah raga di dalam dimensi kegelapan.
Setelah keluar dari kamar mandi langsung memakai baju dan celana lalu keluar dari kamarnya menuju kamar liyana dan Mikhaile.
(Tok tok tok suara ketukan pintu)
"Liyana, Mikhaile apa sudah bangun?!" tanya kagami yang tidak ada jawaban dan prajurit yaitu evans datang menghampiri kagami.
"Tuan kagami sudah bangun mereka tidak ada di kamarnya sekarang sedang makan di ruang bersama tuan wali kota serta rekan rekan tuan kagami" ucap evans memberi tau kepada kagami.
"Sebenarnya aku sudah bangun dari pagi sekali juga hanya saja ini baru selesai olahraga di dalam dimensi buatanku sendiri dan Baiklah terimakasih sudah memberi tau aku akan kesana sendiri karena sudah tau tempatnya" ucap kagami memberi sedikit penjelasannya kepada evans.
"Baiklah saya akan pergi kembali" ucap evans kembali ke tempat semula dan kagami langsung pergi ke tempat makan.
Setelah berjalan sendiri mencari dan tersesat sedikit arah kagami mengandalkan ingatannya dan sampai juga di ruang makan yang sudah menunggu liyana, Mikhaile dan wali kota adelio.
"Yo kagami disini, ayo kita makan bersama" ucap wali kota adelio menyapa kagami yang baru sampai.
"Ya aku kesana" ucap kagami yang langsung duduk di atas kursi.
"Sepertinya baru menembus batasan yah kagami? soalnya terasa begitu aura kegelapan di dalam tubuhmu meningkat" ucap liyana sekaligus bertanya kepada kagami.
"Haha ternyata ketahuan juga sebenarnya aku tidak akan memberi tau kalian tadi agar supaya hadiah tapi sudah ketahuan" ucap kagami tertawa di depan mereka dan makanan untuk kagami pun langsung datang dan di simpan di depan kagami yang langsung di makannya.
"Pelan pelan saja tuan seperti tidak makan berapa hari saja" ucap Mikhaile yang perhatian untuk pertama kalinya.
"Iya iya maaf aku baru saja berlatih jadi kekuatanku naik tingkat tapi staminaku habis haha" ucap kagami berbicara setelah itu lanjut makan.
"Baiklah kalau begitu aku pesankan lagi 2 mangkuk makanan lagi yah tidak?" tanya wali kota adelio yang mengerti kondisi kagami.
"Ya baiklah tidak apa dan terimakasih loh wali kota adelio" ucap kagami yang berhenti makan karena mangkuknya sudah habis dan setelah itu datang lagi 2 mangkuk isi makanan.
Setelah beberapa lama dan kagami sudah selesai habis makanan 3 mangkuk, mereka pun langsung diam sebentar di sana dan mengobrol tentang selanjutnya pergi kemana.
"Jadi kalian akan pergi berpetualang lagi?" tanya wali kota adelio kepada mereka.
"Sepertinya ingin mencoba melaju lagi ke dalam hutan terlarang yang di dalamnya banyak iblis, undead, dan banyak hal lagi" ucap kagami memberi sedikit penjelasan kepada wali kota adelio.
"Bersikap yang wajar saja kagami" ucap liyana yang marah melihat perilakunya sesudah makan.
"Sepertinya kalian ingin kesana jadi apakah ada barang yang ingin minta dari kami sebagai kenang kenangan?" tanya wali kota adelio.
"Tanya saja pacarku dan Mikhaile saja tuh aku tidak ingin memilih yang berharga" ucap kagami menyerahkan kepada liyana dan Mikhaile.
"Baiklah sebenarnya kami tidak ingin membawa sesuatu dari kalian tapi kalian memaksa bagaimana kalau kami ambil baju yang kemarin saja" ucap Mikhaile angkat bicara dahulu membuat kagami dan Mikhaile tidak bisa bicara apapun.
"Baiklah kalau kalian tidak membawa yang lain aku tidak akan memksa silahkan saja bawa baju yang kalian pakai kemarin" ucap wali kota adelio yang sedikit kecewa.
"Baiklah terimakasih pengertiannya kami juga tidak ingin memberatkan di pihak kalian" ucap kagami yang berbicara untuk menjelaskannya agar tidak ingin ada kesalah pahaman.
"Ya kami tidak ingin sekali baju baju yang kemarin pasti sangat berharga untuk kami" ucap liyana menambahkan beberapa kata.
"Baiklah saya tidak akan melarang kalian apa saja yang kalian mau saya ikhlas saja kalau kalian mau itu tolong terima ini" ucap Wali kota adelio memberikan giok.
"Apakah itu giok gunanya apa?" tanya liyana kepada wali kota adelio menanyakan kegunaannya.
"Ini hanya untuk berjaga jaga dan ini adalah giok yang bisa menyelamatkan nyawa sendiri ini hanya satu jadi harus di simpan salah satu dari kalian" ucap walikota adelio sambil memberikannya kepada liyana.
"Ya terimakasih kami simpan benda berharga dari kalian" ucap kagami pergi dari ruangannya.
Setelah mereka bersiap siap dan merapikan barang barang yang harus di bawa lalu keluar dari kerajaan wali kota adelio tinggal disana dan pada saat melihat beberapa orang diam di depan kerajaaan wali kota.
"Ada apa ini?" tanya Mikhaile bertanya kepada semua orang disana.
"Kami meminta maaf sikap kami" ucap benerapa petualang yang di ancam oleh liyana sebelumnya.
"Ahh iya itu kau baiklah aku maafkan dan lain kali jaga mulutmu jangan asal bicara atau aku sobekkan mulutmu itu" ucap liyana bicara dengan nada bicara marah kepada mereka yang membuat mereka mendengar perkataan liyana membuat merinding.
"Baiklah kami minta maaf sekali lagi" ucap salah satu petualang itu.
"Ya sudah aku maafkan" ucap kagami baru bicara lagi.
"Kak hati hati di sana dan jangan lupa mengunjungi kami lagi" ucap lilia langsung memeluk kagami.
"Baiklah lain kali kami kembali lagi jaga diri sendiri dan biasakan melawan dan pakai kekuatanmu meskipun badanmu kecil dan mempunyai kekuatan setengah serigala ok" ucap kagami yang berbicara kepada lilia.
"Baik kak lain kali aku akan bisa menggunakan kekuatanku dan tidak akan kalah dengan amarah hewan di dalam tubuhku" ucap lilia penuh dengan semangat.
"Bagus kami pergi dahulu jaga diri kalian" ucap kagami lalu mereka pergi menjauh dari kota Ferdinia.
Mereka pun pergi menjauh dari kota Ferdinia menuju hutan monster untuk menambah kekuatan yang lebih kuat.
"Hah bosan tidak ada yang menyenangkan kah?" tanya kagami merasa bosan karena perjalannnya tidak adapun sesuatu yang menyerang padahal ingin mencoba kekuatan barunya.