
Kagami yang tertidur dengan nyaman di tengah malam dengan malam yang begitu tenang tanpa di sadari akan terjadi hal besar ketika hari yang mulai mulai berubah menjadi pagi.
Pada saat mendekati pagi yang biasanya kagami yang terbangun terlebih dahulu tapi yang bangun adalah liyana yang memiliki perasaan aneh lalu liyana tidak memperdulikannya.
Setelah beberapa jam berlalu liyana sedang melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuannya lalu terdengar pengumuman yang membuat liyana terkejut lalu memutuskan untuk berhenti meditasi.
"Pengumuman untuk para petualang untuk bersiap untuk bertarung karena monster di luar gerbang kota telah menyergap kota Havensi dengan ketat sedang untuk para penduduk mohon pergi ke tempat aman yang sudah kami sediakan" Suara yang berasal dari tengah kota.
"Kagami bangun cepat ini gawat sekali!" Liyana yang membangunkan kagami yang sedang tidur karena lelah tadi malam berlatih.
"Hmm ada apa liyana?" Kagami yang baru setengah sadar.
"Ayo bangun cepat cuci muka dahulu dan ayo bantu yang lain mengamankan kota dari sergapan para monster di luar kota Havensi" liyana yang membangunkan kagami yang baru setengah sadar.
"Baiklah baiklah tunggu sebentar" kagami yang langsung berdiri lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Kagami yang setelah selesai lalu keluar dan mendengarkan liyana bercerita lalu kagami dan liyana bergegas untuk keluar dari penginapan.
"Hahhh liyana pegang tanganku sebentar saja untuk menjernihkan pikiranku ini" kagami yang meminta kepada liyana sambil membuang nafas.
"Baiklah ini hanya untukmu saja" liyana yang langsung memegang tangan kagami yang dingin untuk beberapa saat sambil diam di depan penginapan.
"Apa yang mereka lakukan?" Beberapa orang yang merasa aneh.
"Ya dasar tidak berguna hanya diam dengan pasangannya!" Beberapa orang yang memperhatikan liyana dan kagami.
"Jangan dengarkan mereka liyana" kagami yang masih menutup matanya.
"Tidak akan asalkan kau ada di sisimu" liyana yang sama menenangkan pikirannya.
Kagami pun lalu selesai dan melakukan perpindahan dengan kecepatan cahaya menuju barisan depan yang banyak penjaga disana.
"Siapa mereka? Dan kenapa mereka tiba tiba langsung muncul di barisan depan kita?" Sekelompok penjaga yang berjaga jaga sedikit terkejut dengan kedatangan seseorang.
"Ahh mereka yang baru saja datang ke dalam kota ini apakah mereka berdua orang yang sangat hebat" penjaga berbicara mengenal kagami dan liyana.
"Liyana buka matamu dan bersiap bertarung" kagami yang membuka matanya dengan mata yang berubah menjadi hitam dan merah.
"Ya baiklah dan terimakasih sudah membuatku mengerti" liyana lalu melepaskan tangan kagami sambil mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor yang masih menutup matanya.
"Aura yang sangat kuat sekali!" Penjaga itu berbicara sambil terkejut.
"Dark Shadow : Thousand Animal Plant!" Kagami langsung memunculkan ribuan hewan dari Phoenix, serigala, naga, macan dan lain lain.
"Apa dari mana semua bayangan hewan itu berasal?" Komandan Bataliyon bertanya.
"Dari laki laki yang di depan kita semua pak" salah satu penjaga memberitahukan kepada komandannya.
"Kagami kenapa kita ada disini!" Liyana yang terkejut ketika membuka matanya dan melihat banyak monster di depannya yang sangat banyak.
"Ya kan agar cepat beres" kagami yang berbicara santai.
"Baiklah terserah kau saja" liyana yang langsung pergi menyerang semua monster.
"Baiklah saatnya menyelesaikan semuanya" kagami langsung mengambil pedang Guardians di pinggangnya dan senjata Lexalicus di simpan dahulu.
"Belum tentu komandan karena bos dari para monster belum datang" penjaga berbicara.
Lalu kagami langsung melesat menyerang balik kepada segerombolan monster di depan kota Havensi.
"Crescent Cleave!" Kagami langsung memunculkan 5 tebasan pedang kepada para monster sambil di bantu oleh bayangan hewannya yang di buat sebelumnya.
"GROAR GRR" Monster yang marah di serang mendadak oleh kagami.
"Marah yah? Sini serang kemari kalau bisa" kagami yang mengejek para monster kecil lalu segerombolan monster langsung mendekati kagami tapi gagal dan mati di tangan para bayangan hewan.
Lalu ada juga beberapa Hob Goblin yang lolos dan masuk ke dalam kota lalu bayangan hewan kagami mengejarnya sambil di bunuh oleh para petualang di barisan depan.
"Hah Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End!" Kagami langsung melancarkan serangan sehingga puluhan monster mati langsung.
"HAHAHA AKU MENYUKAINYA CEPAT KELUARKAN BOSNYA" kagami yang berteriak dengan penuh kesenangannya lalu setelah beberapa saat kagami berbicara akhirnya muncul 2 bos keluar dari dalam hutan.
Kagami yang tersenyum puas ingin membunuh lalu kagami melesat menyerang bos dari para monster itu langsung.
"Liyana aku serahkan satunya padamu lalu sisanya aku serahkan juga kepada kalian agar tidak diam saja haha" kagami yang langsung melesat dengan kecepatan cahaya.
"Baiklah Bloodlust!" Liyana langsung melesat juga menyerang bos satunya lagi.
"Dasar bersikap seenaknya saja dia bertindak!" Para petualang kesal kepada kagami.
Kagami sengaja mengurangi jumlah bayangan hewannya menjadi 50 hewan agar para penjaga dan petualang lainnya ikut bekerja.
"Apa bayangan hewannya kalah dan mulai mengurang tamatlah riwayat kita" suara petualang yang mulai putus asa.
Kagami yang hanya mendengarkan semuanya hanya bisa tersenyum menyukai menyiksa mental mereka dengan sangat senang lalu pergi mendekati bos dari para monster.
"Baiklah kalau begitu bagian kita untuk menjaga kota ayo semuanya jaga kota agar aman" Komandan Bataliyon berbicara kepada seluruh penjaga dan petualang lainnya.
"Serang jaga kota" suara serempak dari barisan depan yaitu kumpulan para penjaga.
"Habislah hidupku disini aku akan mati" suara petualang yang sudah pasrah.
"Tidak akan mati coba lihat yang di depan barisan pertama saja tidak takut masa kau menjadi pengecut kawan dan kau kalah dengan wanita dan laki laki di sana melawan bos yaitu seekor minotaur sama saja menghadapi mati" seseorang yang merasa bangga dengan liyana dan kagami.
"Kau tidak akan mengerti di posisi kami semua si*l*n!" Petualang itu berbicara kasar kepada orang yang bicara dengan baik baik.
"Minta di hajar atau ingin mati langsung disini kau" laki laki itu sikapnya langsung berubah.
"Maafkan dia karena tidak mengetahui dirimu siapa" temannya baru saja sadar.
"Memangnya siapa sih sial---" petualang itu langsung menodongkan pisau kecil di lehernya.
"Sudah sudah dia adalah salah satu kelompok Setan merah peringkat 3 namanya adalah Shiron Makuzi" temannya yang memberitahukan identitas orang yang telah di tentangnya.
"Ahh ternyata aku di kenal juga oleh seseorang dan baiklah sampai jumpa lagi aku pergi membantu yang lain dahulu di barisan depan dan kau jaga perkataan dari mulutmu atau kau akan mati dengan mengenaskan oleh seseorang selainku" Shiron lalu pergi menghilang dengan cepat.
Mereka semua bertarung terkecuali para pengecut yang takut oleh kematian hanya diam di dalam zona aman sedangkan para penjaga, komandan dan petualang pemberani pergi menyerang dengan cepat di tambah dengan bayangan hewan kagami yang terus menerus melakukan evolusi menjadi semakin kuat karena kekuatannya semakin kuat.