
Kagami, liyana sedang di punggung Tenebris yang pergi menuju kastil malaikat hampir mendekati dan mendengar suara ledakan yang tidak terlalu besar.
Ketika liyana yang mendengarnya lalu liyana memberikan perintah kepada tenebris untuk mempercepat kecepatannya agar cepat sampai.
"Kagami bangun! Ihh susah aku cubit aja!" Kagami yang membangunkan yang tertidur susah di bangunkan.
"Ahh sakit, ada apa sih?" Kagami yang kesal sedang tidur terganggu.
"Aku mendengar suara ledakan di depan sana dan siap menolong jangan tidur!" Liyana yang memaksa kagami bangun.
"Baiklah sabar dong" kagami langsung membangunkan badannya sambil mengambil pedang Guardians.
Ketika sampai disana banyak malaikat yang bertarung ketika hujan lalu kagami, liyana dan Tenebris langsung membantu dari penyergapan para monster yang lepas kendali.
'Lightning : Falling Thunder!' kagami langsung memanggil petir di saat hujan membuat lumayan membantu.
"Siapa itu?!" Mikhaile yang terpojok lalu terbantu oleh serangan petir.
"Kami bertiga datang membantu dengan damai" liyana yang memberitahukan kepada Mikhaile.
'Swirling Frost!' liyana yang membuat semua monster membeku lalu meledakkan.
Semua malaikat langsung melanjutkan pertarungannya sedangkan kagami dan liyana membantu menyerang sisa yang menjauh.
"GGRROAARRGGHH GGRRHH!" Para monster yang mengamuk akibat beberapa mati dengan cepat.
"Ayo serang semuanya dengan cepat" Uriel yang memberikan perintah kepada semuanya agar cepat selesai.
"Biarkan saya membantu tuan" Agares yang berbicara melalui pikiran kagami.
"Baiklah bantulah" kagami yang membiarkan Agares membantu.
Lalu agares langsung melesat menebas semua monster dengan cepat satu-persatu lalu Tenebris menyemburkan api hitam kepada semua monster sehingga ikut meleleh.
'Nighmare Grid : Judgment Blade!" Kagami yang langsung terbang di atas langit sambil hujan dan pedang Guardians langsung terkumpul energi petir hitam hingga menyerupai pedang besar.
"MATI KALIAN MONSTER SIALAN!!" Kagami langsung mengarahkan pedang petirnya ke daratan dan semua malaikat langsung Refleks menjauh karena kekuatan sangat mengerikan.
BAM! DUAR!
Suara yang di hasilkan pedang petir sangat besar menabrak pohon dan tanah hingga hancur dan menjadi debu secara langsung.
"Hahhh akhirnya selesai Fufu" kagami yang menghela nafasnya dengan energi petir yang bertambah kuat akibat hujan.
"Bagus sekali tuan dan Yo Raphael kita bertemu lagi" agares yang langsung menunjukan dirinya di depan semua malaikat.
"Bukankah kau sudah mati kenapa bisa hidup lagi?" Raphael yang sangat terkejut melihat lagi agares.
"Ya aku sudah mati dan di hidupkan kembali oleh orang di atas sana telah menemukan armor peninggalanku dahulu" agares langsung menunjuk ke arah kagami.
"Pasti Hariel senang jika ber----" Raphael yang ingin bicara lalu seseorang malaikat langsung berlari mendekati agares.
Hariel yang langsung memeluk agares akibat telah merindukannya yang sudah lama lalu terjatuh dan menembus tubuh agares lalu Hariel langsung tersungkur ke tanah.
"Hariel tidak apa-apa?" Agares yang sudah mengetahuinya hanya berjalan mendekati hariel yang terjatuh.
"Kenapa! Kenapa kau tidak hidup seperti kita lagi!!" Hariel yang kesal dan mengepalkan tangannya lalu memukul ke tanah.
"Tuan bisakah aku menenangkan Hariel" agares yang bertanya kepada kagami ingin menyentuh kepala Hariel.
"Baiklah jika itu keinginanmu biarkan aku mengumpulkan energi untukmu" kagami yang masih diam di atas langit sambil mengumpulkan energi kegelapan.
"Maafkan aku Hariel karena aku baru bisa menemukan orang yang tepat" agares yang berbicara sedangkan Hariel yang mulai membangunkan dirinya.
Lalu kagami membuka mata lagi dan petir hitam yang sangat dahsyat langsung menyambar kagami di langit.
BAM! SSTTRR!
"Kagami!!" Liyana yang terkejut melihat kagami masih di atas langit.
"Aku tidak apa apa" kagami yang langsung turun mendekati agares lalu memberikan energi kegelapan untuk menebalkan energinya agar sama seperti manusia.
"Terimakasih tuan" agares yang berterimakasih lalu kagami berjalan menjauh mendekati liyana.
"Baiklah lebih baik semuanya kembali dahulu dan istirahat sambil berbincang bincang" Uriel langsung memberikan perintah kepada semuanya.
Tenebris langsung kembali menuju dunia buatan kagami untuk istirahat dan kagami berjalan mendekati liyana.
"Kenapa menghawatirkanku?" Kagami yang mendekati liyana yang sedang melihat langit menjadi cerah.
"Siapa juga yang menghawatirkanmu hmph" liyana yang malas untuk mengakuinya.
"Yasudah terserah saja" lalu kagami merangkul pinggang liyana dan melakukan teleportasi menuju kastil malaikat yang berada di langit.
"Selamat datang kembali tuan" agares yang sudah ada disana menunggu kagami.
"Ya dan ada hubungan apa dengan malaikat sebelumnya denganmu?" Kagami yang mulai melepaskan tangannya di pinggang liyana.
"Itu sulit di katakan tuan" agares yang tidak mau mengatakannya.
"Baiklah aku tidak akan memaksamu" kagami tidak ingin terlalu mengurusinya.
Lalu agares pergi menghilang ke suatu tempat lalu kagami dan liyana berjalan jalan bertemu dengan Raphael yang sedang sendiri sambil menatap langit.
"Kagami aku ingin berjalan jalan sendiri boleh?" Liyana yang ingin menyendiri sebentar.
"Baiklah silahkan saja" kagami yang membiarkan liyana pergi untuk berjalan jalan.
Lalu kagami mendekati Raphael yang sedang diam melamun sambil memperhatikan langit.
"Bukankah ini aneh? Ada yang bisa menghidupkan kembali agares menjadi bayangan bukan?" Raphael yang belum menyadarinya bahwa kagami di sampingnya.
"Mungkin dia baru saja mencoba untuk pertama kalinya meskipun ada kekurangan sedikit" kagami memberitahukannnya.
"Tapi terkejut bisa melihat agares dan melihat Hariel juga bahagia kembali apakah agares akan memutuskan untuk diam disini atau mengikuti orang itu" Raphael yang terus bicara tanpa peduli dengan orang di sebelahnya.
"Aku rasa semua terserah pada Hariel yang berhak memutuskan untuk agares tinggal disini atau tidak karena agares sepertinya sangat dekat dengan Hariel" kagami bicara mengatakan menurut pendapatnya saja.
"Heh sejak kapan kau disini kenapa aku tidak merasakan kehadiranmu jadi tadi aku bicara denganmu?" Raphael yang baru menyadarinya.
"Hehe kau dari tadi melamun dan tidak menyadarinya" kagami yang bicara dengan jujur.
"Yasudahlah dan apa yang ingin kau tanyakan lagi kepadaku?" Raphael yang membuat kagami harus bertanya.
"Apa hubungan antara agares dan Hariel?" Kagami yang sangat ingin tau.
"Dulu agares yang masih menjadi raja iblis, Hariel di sergap oleh pasukan iblis lalu di masukkan ke dalam penjara dan disiksa habis habisan lalu agares yang bersimpati mencoba meloloskan diri dan Lucifer kesal lalu menusuk tubuh agares" Raphael yang bercerita.
"Apa yang terjadi selanjutnya?" Kagami yang mendengarkan ceritanya.
"Lalu Hariel berhasil kabur dan agares hampir mati mencoba kabur dan bertemu denganku lalu aku mengambil jiwanya dan menghidupkannya menjadi malaikat dengan kekuatan hebat dan untuk sementara menjalani hidup aman dan dekat dengan Hariel hingga bisa di sebut pasangannya dahulu" Raphael terus menerus lagi melanjutkan cerita.
"Selanjutnya bagaimana?" Kagami dengan bertanya membuat kesal.
"Agares pergi menghilang dan berjanji padaku jika dia mati jangan hidupkan dirinya lagi lalu saat agares siap menyerang balik semua iblis menyergap dan membunuh semua malaikat termasuk aku sendiri sedangkan agares berhasil pergi dengan luka yang lumayan fatal hingga saat aku hidup kembali tidak dapat mendengarkan informasi di manapun" Raphael yang begitu senang bisa bertemu lagi.
"Ahh aku mengerti dan semua terserah keputusan agares dan Hariel sendiri tunggu saja" kagami yang mengingatkan Raphael.
"Terimakasih sudah mendengarkan ceritaku meskipun sedikit memalukan juga bicara dengan orang tidak kenal" Raphael yang senang bisa bicara dengan kagami langsung.
"Terserah saja" kagami lalu berjalan menjauh meninggalkan Raphael sendiri sambil mencari liyana lagi.