
Mereka pun langsung mendatangi tempat komandan atau pemimpin dari para penjaga seluruh kota havensi itu lalu kagami, liyana, shiron langsung di bawa ke tengah kota Havensi yaitu markasnya para penjaga kota.
"Ohh ya apakah kau kekasih liyana?" Shiron yang langsung mengambil belatinya dan mendekatinya kepada kagami seperti yang ingin mengancam.
"Cih tidak sopan bicara sambil menodongkan senjata kau ingin mati yah?" Kagami langsung mengambil pedang Guardians lalu menodongkan balik kepada leher shiron secara langsung.
"Hei hei sudah jangan begitu dong" liyana langsung menengahi kagami dan shiron.
"Baiklah dia juga yang mulai" kagami yang sedikit kesal dengan kelakuan orang baru seenaknya bertindak.
"Tidak aku hanya ingin tes saja apakah kau pantas untuk liyana" shiron yang berbicara tanpa dosa.
"Dia baik kok padaku tidak perlu khawatir shiron dan meragukan kagami" Liyana masih aja menengahi kagami dan shiron.
"Ahh baiklah maafkan sikap kebiasaanku ini haha" shiron yang meminta maaf sambil tertawa.
"Nah silahkan masuk ke dalam ruangan dan juga tunggu komandan datang" penjaga kota itu langsung menyuruh kepada kagami, liyana dan shiron menunggu.
"Baiklah tolong jangan lama karena kami tidak suka menunggu lama" shiron yang berbicara seenaknya.
"Baiklah nanti saya sampaikan" penjaga itu lalu pergi meninggalkan mereka bertiga yang sudah menunggu.
"Hahhh lama sekali dan liyana kau kenal dengan dia memang sudah lama?" Kagami yang bertanya saking bosannya.
"Ya kenal sih tapi hanya 1 minggu lalu dia pergi dan tidak pernah datang lagi dan kau tidak lelah kagami setelah bertarung habis habisan?" Liyana yang bertanya kepada kagami yang sedang bosan.
"Sebenarnya lelah tapi energi dari para bayangan monster sangat berguna sehingga badanku terasa segar lagi sih" kagami yang berbicara.
"Apa kau ingin masuk ke dalam aliansiku bernama setan merah?" Shiron mengajak kagami.
"Apa alasanmu mengundangku masuk secara terang terangan?" Kagami yang bertanya dengan santai.
"Karena aku menyukai cara bertarungmu yang sangat hebat dan juga kau bisa mengalahkan peringkat pertama dan menjadi ketua aku bagaimana kau ingin?" Shiron yang masih saja mengajak kagami.
"Aku tidak tertarik dengan bergabung dengan aliansi" kagami yang memutuskan dengan langsung.
"Hei kagami ini kesempatan hanya satu kali" liyana yang menyadarkan kepada kagami.
"Aku bilang tidak, tidak!" Kagami yang menjawab dengan kesal.
"Bagaimana kalau nanti di tengah kota kita berdua akan bertarung dan jika kau menang aku tidak akan memaksamu tapi jika aku menang kau harus masuk aliansiku dan menjadi bawahanku" Shiron yang langsung memberikan pilihan kepada kagami.
"Kagami jangan itu terlalu beresiko jika kau kalah kau akan di man----" liyana yang belum berbicara langsung kagami memberikan keputusan.
"Aku terima tantanganmu dan jangan khawatir aku tidak suka di atur oleh seseorang" kagami yang memberikan keputusannya.
Lalu setelah lama berbicara lalu komandan Bataliyon pun datang masuk ke dalam ruangan dan melihat ke-3 orang sudah berkumpul.
"Kalian bertiga ternyata datang dan maaf membuat menunggu lama dan saya ucapkan terimakasih terutama untuk kalian berdua siapa nama kalian?" Tanya Bataliyon kepada kagami dan liyana.
"Kagami Youra dan Liyana Nero dan untuk apa berterimakasih?" Kagami yang merasa pusing.
"Karena kalian telah ingin membantu mengatasi para monster tanpa kalian mungkin kota akan hancur" Bataliyon yang menjelaskannya kepada kagami.
"Ohh itu kalau aku bukannya ingin menyelamatkan tapi bersenang senang sa--" kagami ingin melanjutkan langsung di tutup mulutnya oleh liyana.
"Tidak kami emang ingin bersimpati hanya membantu sambil menghibur diri juga maksudnya" liyana yang menjelaskannya kesalahan pahamannya.
"Baiklah kalau begitu ini hadiah untuk kalian bertiga yang sudah sangat membantu sebesar 10ruby masing masing maaf kalau sedikit" Bataliyon yang memberikan sekantung uang.
"Terimakasih banyak komandan dan bagaimana yang lain?" Liyana yang bertanya kepada Bataliyon.
"Itu nanti akan di bagikan oleh para penjaga lain tapi lebih banyak untuk kalian" Bataliyon langsung berbicara.
"Ahh baiklah terimakasih dan kami undur diri" kagami yang berbicara lagi.
"Baiklah tolong jangan buat keributan" Bataliyon langsung berbicara.
"Ah itu aku hampir melupakannya komandan apakah besok bisa kau sediakan tempat luas di tengah kota untuk kami berdua bertarung?" Shiron langsung berbicara.
"Untuk apa coba jelaskan jika itu sangat penting saga akan usahakan" Bataliyon langsung berbicara.
"Jadi kami berdua akan bertarung untuk mengajak dia untuk masuk ke dalam aliansi setan merah yang sangatlah penting dan akan aku tambahkan jika kota ini membantu maka akan ada beberapa orang dari aliansi setan merah untuk melindungi kota bagaimana?" Shiron yang memberikan tawaran kepada Bataliyon.
"Baiklah akan saya bantu dan terimakasih untuk hari ini" Bataliyon langsung berbicara lalu kagami, liyana dan shiron pergi keluar ruangan.
"Ba-baiklah" liyana yang sangat malu.
"Tunggu sebentar kalian tidur satu kamar?" Shiron yang bertanya sambil terkejut.
"Ya memangnya kenapa?" Kagami yang menjawabnya dengan santai.
"Liyana biar aku carikan kamar sendiri untukmu dan apakah kamu tidak di apa apakan oleh dia!?" Shiron yang sangat terkejut.
"Tenang saja kagami tidak akan berani kok melakukan yang buruk padaku sudah beberapa kali tidur bersama kagami tidak pernah melakukan buruk sepertimu dan ayo kagami pergi" liyana langsung mengajak kagami meninggalkan shiron yang sangat terkejut.
"Tidak aku harus benar benar memeriksanya dan jangan patah semangat" Shiron lalu mengikuti liyana dan kagami dari belakang.
****
Liyana dan kagami lalu berjalan menuju tempat penginapan dan kagami merasakan seseorang mengikuti mereka berdua.
"Liyana bagaimana jika berjalan jalan sebentar bersama?" Kagami yang mengajak liyana.
"Baiklah jika kau ingin berjalan jalan" liyana yang tidak menyadarinya lalu liyana langsung memegang tangan kagami.
Kagami pun melihat shiron sangat frustasi karena kalah dari kagami lalu kagami dan liyana berjalan menuju tempat ramai dan kagami langsung membuat bayangan mereka berdua dengan sangat mirip.
Lalu liyana dan kagami yang asli berjalan ke arah kanan dan yang palsu berjalan melewati arah kiri lalu melihat Shiron mengikuti ke arah kiri yang berarti masuk ke dalam jebakannya.
"Kagami ada apa?" Liyana yang bertanya kepada kagami yang sangat senang.
"Temanmu tidak percaya jadi aku mengerjainya dan ayo kita lihat selanjutnya" kagami langsung mengajak liyana mengikutinya juga.
"Dasar shiron memang begitu" liyana yang sangat kesal dengan kelakuan Shiron.
Lalu kagami dan liyana yang mengkuti dan bayangan kagami buat akan mengikuti gerakan yang di lakukan oleh kagami dan liyana asli dan sekian lama akhirnya shiron langsung mendekati kagami dan liyana palsu.
"Ternyata kalian bohong pa----, apa! Ternyata hanya bayangan" Shiron yang mulai tertipu.
"Hahaha terkena kau kenapa mengikuti kami?" kagami yang tertawa terbahak bahak sambi bertanya.
"Pfft dasar bodoh shiron" liyana tertawa juga karena melihat kelakuan shiron betapa bodohnya.
"Kalian menipuku ternyata!" Shiron yang kesal.
Lalu kagami dan liyana langsung melesat pergi menuju tempat penginapan dengan kecepatan cahaya hanya 1 detik.
"Ayo masuk aku lelah ingin tidur" kagami yang langsung merangkul liyana.
"Iya tahan sebentar lagi" liyana langsung berjalan menuju kamarnya di dalam penginapan.
Setelah masuk ke dalam kamar lalu kagami langsung tiduran di atas tempat tidur sedangkan liyana langsung membersihkan badannya bekas bertarung.
"Ohh ya liyana memangnya apa yang pernah shiron lakukan padamu dan kenapa kau bisa akrab dengan shiron?" Kagami yang melihat isi uang pemberian Bataliyon.
"Shiron pernah melakukan hal memalukan padaku apakah ingin dengar tapi aku juga sedikit malu juga" liyana yang berbicara kepada kagami.
"Ya tenang saja aku tidak akan membicarakan pada orang lain janji" kagami yang langsung berjanji dan menunjukkan kelingking tangannya.
"Ya janji dan shiron pernah mengintip pemandian air panas di tempat para hunters berkumpul lalu tidak sengaja menabrakku tapi pada saat menabrakku langsung meremas dadaku" liyana yang langsung menceritakannya tapi di bagian akhir langsung mengecilkan suaranya.
"Aku saja tidak berani dan dulu saja aku tidak pernah dekat dengan perempuan satu pun dan aku tidak mengerti pikiran laki laki" Kagami yang berbicara di dalam hatinya dan kagami hanya memukul mukanya sendiri dengan melihat sikap laki laki bajingan.
"Kagami kau kenapa?" Liyana yang sedikit aneh dengan sikap kagami.
"Maaf lalu kenapa kau bisa dekat dengan shiron?" Kagami yang melanjutkan bicaranya.
"Itu waktu itu setelah kejadian itu shiron sangat suka membawaku ke suatu tempat dan aku kira shiron akan meminta maaf tapi akhirnya tidak sampai sekarang" liyana yang terdengar sedikit kesal.
"Baiklah besok akan aku buat shiron meminta maaf kepadamu langsung jika aku menang dan tidak usah khawatir ada aku melindungimu dan cepat mandi jangan lupa ganti baju di dalam kamar mandi" kagami langsung mengusap kepala liyana agar tidak terlalu memikirkannya.
"Baiklah memang kau yang terbaik dan tidak salah aku memilihmu kagami lalu baiklah aku mandi dahulu" liyana langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
"Hahhh dasar tidak tau malu akan aku buat dia meminta maaf kepada liyana yang telah membuat liyana sedih dan baiklah tidak ada waktu santai waktunya untuk latihan" kagami langsung berbicara dan membuka portal menuju Realms Of Dark.
Liyana yang sedang membersihkan badannya hanya tersenyum dengan sikap kagami karena kagami sangat perhatian dengan dirinya.