
Kagami bersama Liyana yang meninggalkan Elaina karena belum merapikan barang-barang milik masing-masing yang berada di dalam kamar karena hari ini waktunya kembali ke ibukota Azteria bersama Tuan Alexi.
Bersamaan dari itu Tuan Alexi sebagai kepala kota Gradeuz yang datang ke penginapan dengan disana banyak orang yang minum-minum bersama temannya yang sangat ramai.
Hingga Tuan Alexi bertemu dengan Elaina yang sedang melayani para pengunjung penginapan dengan bantuan ayahnya bersama para bayangan Kagami yang membantu di bagian dalam menyiapkan minuman.
"Pak mau minum bersama dengan kami?” Tanya seseorang menawarkan kepada Tuan Alexi.
"Tidak hari ini saya sedang tidak mau minum nanti mabuk” Tuan Alexi menolak dengan sopan.
"Eh Tuan Alexi apa mencari Liyana dengan Kagami?” Tanya Elaina kepada Tuan Alexi sambil melayani beberapa pelanggan.
"Benar dimana mereka ya mereka kalau boleh tau?” Tuan Alexi bertanya kepada Elaina.
"Katanya sedang membereskan barang-barang dahulu lebih baik Tuan Alexi duduk saja dahulu sambil menunggu mereka” Elaina langsung menyarankan kepada Tuan Alexi.
"Hahh baiklah” Tuan Alexi langsung duduk di sebuah meja dan kursi yang tidak terlalu banyak orang untuk menghindari beberapa orang yang sering mabuk agar bisa menjaga informasi yang di sembunyikan olehnya.
Tidak lama dari itu Liyana bersama Kagami yang baru saja selesai membereskan barang-barang milik masing-masing selesai lalu berjalan ke bawah yang sudah ada Tuan Alexi menunggu.
"Yo apakah aku membuatmu menunggu lama?” Kagami yang menyapa tuan Alexi sedang melamun.
"Ah maaf, tidak apa sudah siap?” Tuan Alexi langsung bertanya kepada kagami dan Liyana.
"Tunggu sebentar ada yang perlu aku lakukan dahulu” Kagami langsung berjalan mendekati pak tua yaitu ayah Elaina.
"Apa yang ingin kagami lakukan?” Tuan Alexi langsung bertanya kepada Liyana.
"Lihat saja jangan tanya padaku” Liyana langsung menepuk pundak tuan Alexi.
"Pak ini untuk anda tips dariku” Kagami langsung memberikan uang satu ruby kepada ayah Elaina.
"Ini terlalu banyak untukku Tuan Kagami” Pak tua tersebut tidak percaya Kagami memberikan uang sangat besar.
"Dimataku semua uang sama saja dan ini uang 1 ruby untuk anda sekaligus aku akan bawa putri bapak lalu gunakan uang itu untuk kebutuhan anda” Kagami kembali menambahkan satu ruby lagi ke tangan pak tua tersebut.
"Terimakasih banyak tuan Kagami saya tidak pernah bertemu orang sebaik anda” Pak tua tersebut dengan sedikit menangis hingga Elaina langsung dengan cepat memeriksanya.
"Tidak perlu di pikirkan aku janji putrimu kembali dengan aman dan kembalikan bekerja kembali dan jangan paksakan dirimu jika sudah kelelahan” Kagami menepuk pundak Pak tua tersebut.
"Ada apa ini Kagami?” Elaina langsung bertanya kepada Kagami.
"Tidak ada keluarkan barang-barang yang ingin di bawa milikmu” Kagami bicara kepada Elaina.
"Ah sebentar” Elaina dengan terkejut langsung pergi mengeluarkan barang-barang miliknya.
Setelah beberapa menit Elaina baru saja selesai mengeluarkan barang-barang miliknya lalu Kagami langsung menyimpan barang-barang milik elaina ke dalam cincin penyimpanan miliknya sendiri.
"Nak jaga dirimu jangan sampai menyusahkan Tuan Kagami” Pak tua langsung mengingatkan putrinya.
"Iya aku akan menjaga diriku ayah tenang saja dan aku pergi dahulu jadi jaga diri ayah” Elaina langsung memeluk perpisahan kepada ayahnya.
"Yasudah hati-hati” Pak tua yang senang bisa melihat putrinya punya teman.
"Tenang saja ayahmu akan baik-baik saja” Kagami langsung mengingatkan kepada Elaina.
Lalu saat Kagami bersama yang lainnya berjalan meninggalkan penginapan bersama Elaina seseorang berlari menghentikan Elaina pergi.
"Tunggu dia milikku jadi tidak ada siapapun yang boleh membawanya” Seseorang yang sebelumnya manawari minum Tuan Alexi.
"Oh kau! Berani juga hama sepertimu menghentikanku untuk membawa Elaina” Kagami mengeluarkan sejumlah hawa membunuh yang masih terbawa dari efek Devils Sentence.
"Kau ternyata yang waktu itu! Monster!” Pria tersebut sekujur tubuhnya ketakutan efek dari Devils Sentence milik Kagami.
"Tuan tidak perlu di pikirkan kakakku terlalu banyak minum jadi tolong maafkan sikap buruknya” Seorang anak seumuran Lucia yang langsung mencoba minta maaf kepada Kagami.
Kagami yang malas bicara langsung pergi tanpa bicara apapun bersama yang lainnya berjalan meninggalkan penginapan.
Perasaan Kagami yang kembali semula efek dari Devils Sentence mulai menghilang dan setelah lama berjalan kaki akhirnya sampai di Dermaga yang sudah ada kapal layar milik Tuan Alexi.
"Wah apa kita akan menaiki itu Liyana?” Elaina yang melihat kapal pribadi milik Tuan Alexi.
"Iya benar jika tidak percaya coba tanyakan Tuan Alexi benar bukan?” Liyana mencoba memastikannya kepada Tuan Alexi.
"Benar sekali dan sekarang ayo naik agar segera berangkat” Tuan Alexi langsung memberitahukan kepada Liyana bersama Elaina.
"Ayo Liyana kita naik yang pertama” Elaina langsung mengajak Liyana.
"Iya baiklah” Liyana langsung pergi terlebih dahulu bersama Elaina.
"Uh Alexi dimana orang-orang yang waktu itu aku bawa?” Kagami yang mencoba mencari orang-orang yang di bawanya.
"Haha maksudmu beberapa prajuritmu itu sudah ada di kapal layar jangan khawatir” Tuan Alexi sangat senang bisa mendengar Kagami memanggilnya dengan nama saja.
"Apa anda tidak akan membawa istrimu lagi?” Kagami yang tidak bisa merasakan keberadaan Meisya sama sekali.
"Tidak karena istriku sering menyebabkan masalah padaku jadi saya tinggalkan untuk merawat anakku yang masih dalam waktu hukuman” Tuan Alexi langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Ah begitu pantas saja tidak terlihat” Kagami yang hanya tertawa kecil.
Lalu sambil berjalan menuju kapal layar kagami bersama Tuan Alexi mengobrol bersama tentang yang ingin tuan Alexi ingin ketahui.
Ketiga bayangan yang berada di dalam Domain Kagami sedang melakukan peningkatan atau Evolusi menjadi lebih kuat masih belum selesai hingga siang hari.
"Hei Elaina apa kamu tidak akan mabuk laut?” Liyana langsung membisikkan kepada telinga Elaina.
"Eh tidak akan sepertinya” Elaina yang ragu memastikannya.
Wu!
Rubah kecil yang mulai penasaran mulai memperlihatkan wajahnya dari dalam saku baju Kagami pakai sekarang.
Kemudian Kapal layar mulai pergi sesuai perintah dari Tuan Alexi yang mulai berangkat menuju dermaga Ibukota Azteria yang masih sangat jauh.
"Menurut anda jika ada seseorang yang berani masuk ke dalam pulau kematian apa banyak monster lebih mematikan yang lebih kuat dari pada monster Leviathan yang sudah diriku bunuh?” Kagami yang hanya sekedar ingin tau.
"Menurut yang saya tau pulau tersebut terdapat banyak monster kuat dan orang-orang yang tidak berani kesana karena pulau tersebut di selimuti oleh racun mematikan yang asalnya belum di ketahui entah itu dari monster atau tumbuhan” Tuan Alexi langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Kagami apa kamu tertarik dengan pulau kematian yang waktu itu kita lewati?” Liyana yang mendengar pembicaraan Kagami bersama Tuan Alexi.
"Tidak sama sekali hanya ingin tau saja aku denganmu sudah membunuh monster Leviathan dan menurut informasi dari Alexi ada beberapa orang yang mencoba memasuki pulau tersebut memangnya ada apa disana hingga orang-orang mencoba berdatangan kesana?” Kagami yang tidak terpikir apapun.
"Jika tentang itu aku sering mendengar dari para pelanggan penginapan yang sering minum disana membicarakan mencari cara bisa kesana katanya terdapat beberapa harta karun tapi entah apa itu” Elaina yang langsung mengatakan kepada Kagami.
"Itu sih informasi tidak terlalu berguna untukku tapi untuk saat ini bukan waktunya aku fokus memikirkan hal tersebut” Kagami yang harus berpikir siap untuk melawan jika bertemu Zhigen kembali musuh Kagami.
"Ah benar juga maaf aku bertanya tentang hal tersebut” Liyana yang baru ingat juga ada yang harus kagami uruskan.
"Tidak perlu di pikirkan” Kagami langsung berjalan mendekati Liyana lalu mengusap kepala dengan lembut.
Kagami lalu memberikan Rubah kecil kepada Liyana yang ingin keluar dari dalam saku baju Kagami.
"Oh ya sebelumnya kenapa aku merasa ketakutan padahal Kagami bukan bicara padaku?” Elaina yang ingin tau kenapa tubuhnya merasa takut hingga bergetar ketakutan.
"Itu efek dari Devils Sentence yang bisa membuat seseorang ketakutan hingga tidak bisa bergerak karena ketakutan” Kagami memberitahukan kepada Elaina.
"Uh dari namanya saja menakutkan” Elaina merasakan jelas pertarungan sebelumnya sekujur tubuhnya takut ternyata itu memanglah berasal daru Kagami sendiri.
Kagami yang merasakan energi dalam tubuhnya bergejolak seperti energi yang ingin keluar lalu Kagami tiba-tiba langsung duduk dan memfokuskan diri untuk menyatukan energi miliknya sendiri dengan tabrakan 3 energi di dalam tubuhnya berasal dari ketiga bayangannya.
"Ada apa dengan Kagami Liyana?” Elaina yang tidak mengetahui Kagami tiba-tiba duduk.
"Kagami akan melakukan menerobos batasan tubuhnya sendiri untuk mencapai kekuatan lebih kuat” Liyana yang mengetahui bisa merasakan jelas energi Kagami yang bergejolak dalam tubuhnya.
Lalu langit juga mulai berubah menjadi gelap dan turun begitu banyak energi kegelapan yang berasal dari langit berkumpul di dekat Kagami kemudian masuk ke dalam tubuh Kagami membantu proses menerobos batasan tubuhnya sekaligus menyatukan ketiga kekuatan yang berbeda berasal dari ketiga Bayangan Utama Kagami sendiri.
Enam jam berlalu Kagami masih belum selesai lalu Liyana memutuskan untuk menemani kagami sambil melakukan penyerapan energi dalam Blood Stone yang sudah Kagami dapatkan dan memberikannya kepada Liyana.
Satu hari berlalu Kagami berhasil menerobos batasan dalam dirinya sendiri bersama Liyana menerobos batasan dirinya di bantu oleh Blood Stone di tangannya yang sudah kosong.
Cahaya warna merah bersama hitam bersamaan muncul sampai menembus langit yang gelap berubah menjadi cerah kembali menyinari Kapal layar yang masih berlayar di atas laut yang luas.
"Hahh perasaan ini sangatlah hebat diriku merasakan keberadaan sesuatu dari jauh” Kagami merasakan keberadaan semua hewan yang berada di sekelilingnya.
"Aku juga tidak menyangka Blood Stone ini membantuku lebih banyak dari pada yang aku bayangkan” Liyana langsung menyimpan wadah kosong Blood Stone ke dalam cincin penyimpanan miliknya.
"Selamat untuk kalian berdua sudah menembus batasan kalian masing-masing dan aku menunggu 1 hari lamanya menunggu kalian” Elaina langsung memberitahukan kepada Kagami bersama Liyana.
"Haha maaf apakah perjalanan lancar?” Kagami yang tidak merasakan energi buruk di sekitarnya.
"Berjalan lancar kok tidak ada gangguan” Elaina yang langsung mencoba mengingat kembali.
Wuu!
Rubah kecil yang menunggu Kagami bersama Liyana yang sudah ada diam di pundak Kagami yang sudah Kagami sadari sebelumnya.
"Foxyel kamu itu terlalu sering menempel kepada Kagami tau tidak!” Liyana langsung mengambil Rubah kecil di pundak Kagami lalu mengelitiki tubuh kecilnya.
Wuu! Awwuu!
"Kamu ini sangatlah menggemaskan hingga aku ingin mengelitiki tubuhmu terus” Liyana yang tanpa memberikan ampun kepada Rubah Kecil.
"Hahh rasanya tubuhku terasa berbeda sekarang tubuhku merasa lebih kaku dan kuat di bandingkan sebelumnnya” Kagami merasakan sesuatu yang di dalam tubuhnya aliran energinya sedikit ada yang berbeda.
"Apa yang kamu bicarakan tubuhmu sama seperti sebelumnya kok dan sini akan aku coba periksa” Liyana memeriksa tubuh Kagami dengan menyentil kepala Kagami.
"Apa yang kamu lakukan padaku?” Kagami tidak merasakan apapun.
"Ugh jariku sakit sekali” Liyana yang memperlihatkan jarinya yang menjadi merah.
"Coba aku sembuhkan Liyana” Elaina membantu menyembuhkan jari Liyana yang memerah.
Liyana yang memperbolehkan Elaina menyembuhkan jarinya yang memerah karena menyentil kepala Kagami dengan tenaga sedang.
"Sudah selesai bagaimana tanganmu sekarang?” Elaina yang baru saja menyembuhkan jari Liyana.
"Sudah tidak terasa memerah lagi tapi masih terasa sakit sedikit” Liyana sambil memperhatikan Kagami yang sedang di lakukan.
"Maaf aku tidak bisa menyembuhkan rasa sakitnya Liyana” Elaina yang langsung meminta maaf.
"Tidak apa-apa dan terimakasih sudah mau menyembuhkan jariku” Liyana yang senang bisa mengenal Elaina.
"Iya kalau begitu aku ke kamar dahulu lupa mengambil sesuatu” Elaina langsung berdiri dan pergi meninggalkan Liyana.
Liyana yang masih terduduk lalu diam sambil melihat yang Kagami ingin lakukan karena sikapnya terlihat cukup aneh setelah melakukan menembus batasan dirinya sendiri.
Lalu muncul sebuah bayangan di pundak Kagami yaitu Leviathan yang ingin memberitahukan Kagami tentang ketahanan fisiknya bertambah kuat karena kemampuan milik Kagami dengan Leviathan menyatu menjadi ketahanan fisik sangat kuat seperti milik Leviathan semasa hidupnya.
"Tuan cobalah atur kembali nafas anda dan hilangkan perasaan sebuah ancaman lalu cobalah untuk rileks agar tubuh anda kembali menjadi normal” Bayangan Leviathan yang langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Baiklah akan aku coba” Kagami yang mencoba fokus untuk tidak memikirkan sebuah ancaman di sekitarnya.
Tidak perlu waktu lama tubuh Kagami kembali menjadi normal kembali sekaligus sudah bisa mengontrol tubuh fisik Leviathan di tubuh Kagami sendiri.
"Liyana apakah tanganmu jari sudah membaik?” Kagami langsung melihat kepada Liyana.
"Huh iya sudah agak membaik meskipun masih terasa sakit” Liyana sambil memegangi jarinya yang masih sakit.
"Yasudah maaf dan kemarikan tanganmu yang terdapat jarimu yang merah karena menyentil kepalaku” Kagami langsung memegang tangan Liyana yang kesakitan.
"Mau di apakan tanganku?” Liyana yang melihat Kagami langsung menyentuh tangannya.
Kagami langsung menyembuhkan rasa sakit di jarinya Liyana setelah selesai Kagami langsung melepaskan tangan Liyana lalu berdiri menghadap laut yang luas sambil merasakan tubuhnya yang sudah mulai terbiasa kembali.
"Terimakasih Kagami jariku sekarang sudah tidak terasa sakit lagi” Liyana yang langsung ikut berdiri sambil melihat lautan yang luas.
"Aku hanya bertanggung jawab saja atas kamu mencoba memeriksa tubuhku merasa keras, kaku namun sekarang sudah menjadi normal kembali dan aku tidak menyangka ketahanan tubuhku menjadi lebih kuat” Kagami bicara sendiri sambil melihat laut yang luas.
"Tuan bisa menguasainya dengan cepat kemampuan fisik saya yang saya miliki anda memang sungguh berbakat di tambah lagi kemampuan kegelapan anda miliki cukup langka dimana itu berhubungan dengan sikap yang anda miliki yaitu kegelapan melahap semuanya yang anda inginkan tapi anda tidak berniat melahap di sekitar anda dengan kemampuan anda namun sebaliknya anda ingin melindungi semuanya yang anda miliki dengan melahap semua yang ingin mencoba menghancurkan milik anda namun anda masihlah ragu melakukannya” Bayangan Leviathan langsung memberitahukan betapa besarnya potensi Kagami menjadi kuat.
"Aku masih belum bisa mempercayai diriku sendiri karena jika aku percaya kepada diriku sendiri tiba-tiba semua di rebut oleh bagian dari diriku hingga semuanya yang aku miliki harus menghilang dan kehancuran menunggu menghancurkan diriku sendiri” Kagami yang masih ragu-ragu dalam hatinya.
"Tuan waktu yang anda miliki masihlah banyak jadi temukan jati diri anda yang sebenarnya agar tidak ragu di dalam menjalani kehidupan anda” Bayangan Leviathan langsung menghilang dari pundak Kagami.
"Entahlah aku masih mencari jawaban dalam diriku apakah aku bisa menanggung beban banyak seperti itu karena aku tidak ragu mengeluarkan semua bayangan yang aku miliki namun aku masih takut dengan bayanganku sendiri yang mempunyai rencana lain yang aku tidak ketahui” Kagami dengan murung sambil menghadap ke laut.
Liyana yang hanya mendengarkan pembicaraan Kagami bersama Bayangan Leviathan yang kemudian Liyana langsung memeluk Kagami dari belakang untuk menghibur Kagami yang sedang bimbang.
Disisi lain Bayangan Kagami sendiri yang berada di dalam diri Kagami jarang memunculkan diri hanya kecewa dengan jawaban untuk mempercayai dirinya yang lain yaitu diri Kagami sendiri.
"Kagami~jangan~murung~lagi~ya?” Liyana yang langsung bicara di telinga Kagami.
"Kamu ini menghiburku tapi cara menghiburmu itu salah” Kagami yang langsung berbalik lalu memegangi kedua pundak Liyana dengan sedikit mendorongnya ke belakang.
"Terus aku harus bagaimana?” Liyana tidak bisa bergerak karena kedua pundaknya di pegangi Kagami.
"Tidak perlu melakukan apapun lalu kamu hanya harus perlu bertanya saja padaku itu sudah cukup” Kagami lalu melepaskan tangannya yang memegang pundak Liyana.
"Ehh itu saja?” Liyana yang merasa Kagami sedikit berbeda.
"Iya” kagami langsung menghadap ke lautan lagi.
Kagami lalu mengalihkan pandangannya ke laut kembali yang sangat luas lalu Liyana kembali berdiri di sebelah Kagami sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Kagami.
Rubah kecil yang mengantuk langsung mencoba mencakar celana Kagami namun Kagami sudah menyadari Rubah kecil yang setelah berkeliling langsung kembali lalu Kagami langsung mengangkat Rubah kecil lalu memasukkannya kd dalam saku bajunya.
Perjalanan Kapal layar yang lancar tanpa gangguan dengan tidak terlalu lama hanya membutuhkan waktu satu hari satu malam dengan cuaca yang mendukung membuat sampai di dermaga ibukota Azteria dengan aman.
Saat sampai disana Dermaga Ibukota Azteria ada seseorang yang menunggu anaknya kembali setelah mengetahui sudah membantu pekerjaannya dalam mengurus kehidupan rakyatnya sendiri.
Kapal layar pribadi milik Tuan Alexi mulai berhenti di dermaga Ibukota Azteria Liyana bersama Kagami langsung turun pertama kali.
"Kagami lihat disana siapa itu?” Liyana melihat ayah Kagami.
"Ah ayah!” Kagami yang benar-benar senang bisa melihat keadaan ayahnya kembali membaik.
Zhiyu yang melihat anaknya dengan keadaan sehat langsung membalas Kagami dengan melambaikan tangan kepada Kagami lalu Kagami dengan rindu kepada ayahnya langsung langsung dengan cepat melakukan teleportasi dengan ada salah satu bayangan yang bersembunyi di balik bayangan Zhiyu dan Kagami langsung muncul di hadapan Zhiyu langsung seorang anak yang sudah bertumbuh dewasa.
"Ayah! syukurlah ayah sudah sadar kembali” Kagami yang langsung memeluk rindu kepada ayahnya yang saat itu baru saja kembali melihat keadaan ayahnya yang tidak baik.
"Kamu sudah besar dan tumbuh menjadi anak yang baik, berbaikti pada ayahmu ini setelah meninggalkan kedua orangtuamu selama hampir 3 tahun lamanya” Zhiyu yang melihat putranya berubah menjadi yang kuat dan pemberani.
"Maafkan anakmu ini ayah yang telah meninggalkan ayah, ibu hingga aku tidak mengetahui kondisi ibu tentang terkena penyakit Eternal Sleep jika ayah marah boleh hukum aku” Kagami yang langsung melepaskan pelukannya dengan tidak berani menatap wajahnya.
"Lihatlah ayahmu ini, anak yang jujur dengan membantu banyak hal mengurusi masalah yang ayah sudah uruskan tapi di selesaikan olehmu ayahmu ini cukup bangga padamu” Zhiyu langsung memegang kedua pundak Kagami.
"Maaf mengganggu sepertinya harus ganti tempat karena terlalu banyak orang disini” Seorang Gadis dengan rambut merah cerah yaitu Liyana langsung mengingatkan kepada Kagami bersama Zhiyu.
Kagami bersama Zhiyu yang baru juga manyadarinya juga langsung saling mengalihkan perhatian matanya ke arah lain.
"Baiklah tunggu yang lain turun dari kapal layar setelah itu baru pergi” Kagami yang langsung mengatakan kepada Liyana.
"Iya Elaina bersama Tuan Alexi juga masih ada disana juga” Liyana langsung berjalan mendekati Kagami.
"Hei kalian berdua meninggalkanku lagi” Elaina yang langsung berlari menuruni tangga Kapal layar.
"Kamu terlalu lama keluar sih” Liyana langsung menjawab pertanyaan Elaina.
"Jahat sekali” Elaina dengan ngambek.
Dengan pertemuan yang di kejutkan dengan adanya Zhiyu sang kepala ibukota Azteria yang sudah berhasil membangun kota Azteria yang awalnya kecil berubah menjadi sebuah ibukota Azteria yang sangat luas.
Dengan kehadiran di dermaga ibukota Azteria membuat Kagami cukup bahagia bisa melihat ayahnya sehat kembali dengan perasaan rindu sekaligus bersalah.