Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
46. Keputusan



Pada saat Gabriel dengan Mikhaile masuk ke ruangan semua malaikat yang berada di sana melihat Mikhaile terkejut karena Mikhaile masih hidup dan baik baik saja.


"Yo semuanya bagaimana kabar kalian?" Mikhaile yang menyapa semua malaikat.


"Ehh Mi-mikhaile!" Semua malaikat berbicara bersama lalu berlari mendekati Mikhaile.


"Ternyata kau masih hidup" Maitimo yang memeluk badan Mikhaile.


"Ahaha begitulah kalian ternyata benar yang apa di katakan oleh Gabriel" Mikhaile yang senang bisa bertemu dengan temannya.


"Selamat datang kembali Mikhaile di angle kastil" Uriel yang berbicara sambil mengucapkan selamat kepada Mikhaile.


"Ya tidak sia sia tuanku bertarung demi membalaskan dendam kepada kalian" Mikhaile yang berbicara kepada semua malaikat.


"Apakah orang itu laki laki yang bertarung dengan lucifer?" Uriel bertanya kepada Mikhaile.


"Ahh iya benar dia" Mikhaile yang berbicara lalu membuat semua di sana terkejut.


"Hebat pasti dia kuat sekali dan sudah melebihi Uriel sendiri" Maitimo yang mengakui kagami hebat dalam kemampuan bertarungnya.


"Apakah dia sudah bangun dari pingsannya?" Raphael bertanya kepada Mikhaile.


"Mikhaile sih bicara tadi dia masih pingsan dan di sana di temani oleh kekasihnya di dalam ruangannya" Gabriel yang berbicara kepada Raphael.


"Baiklah nanti kita akan datangi setelah mereka sudah terbangun dari tidurnya dan pulih baru kesana" Uriel yang berbicara kepada semuanya.


"Aku kira dia pasanganmu Mikhaile" Maitimo yang mengejek Mikhaile di depan malaikat lain.


"Urgh Sembarangan kau bicara dia hanya tuanku tau" Mikhaile yang langsung memukul kepala Maitimo hingga terjadi pertengkaran antara teman sebentar.


"Sudah sudah kalian ini dari dulu gak pernah akur banget sih" Varane yang memisahkan Mikhaile dengan Maitimo.


"Ya haha benar sekali" Gabriel yang tertawa terbahak di sana.


***2 hari kemudian POV*****


Setelah melewati beberapa hari kagami yang terbangun dan pada saat membuka matanya terkagetkan oleh liyana yang tidur di tempat tidurnya berdua.


"Ah liyana mengagetkanku saja untung tidak di dorong dan terjatuh" kagami yang terbangun dari tidurnya dan melihat liyana yang tertidur di sebelahnya.


"Hmm mm" liyana yang tidurnya tidak mau diam.


"Tidur lagi saja" kagami langsung mengusap kepala liyana agar tidur kembali


Liyana menangkap tangan kagami lalu memegangnya sambil tidur kembali setelah itu kagami mengubah posisinya menjadi duduk dengan sebelah tangannya di pegang oleh liyana.


Pintu pun terbuka ternyata perawatan datang untuk memeriksa kesehatan kagami dan melihat liyana yang begitu dokternya langsung berbicara.


"Apa perlu saya bangunkan dia?" Perawat itu bertanya kepada kagami.


"Tidak perlu biarkan liyana tidur saja dan dia memang suka begini" kagami yang berbicara kepada perawat.


"Baiklah biarkan saya memeriksa tubuhmu sebentar" perawat itu langsung melakukan beberapa pemeriksaan.


Setelah beberapa lama lalu melakukan pemeriksaan ternyata stamina dengan energi di dalam tubuhnya sudah pulih dan luka luka juga sembuh.


"Baiklah anda sudah sembuh total dan saya akan memberitahukan kepada para atasan malaikat lain" perawat itu berbicara kepada kagami.


"Baiklah terimakasih atas perawatannya" kagami yang berbicara kepada perawat.


"Apakah perlu saya siapkan tempat tidur untuk dia" perawat itu yang masih membicarakan tentang liyana.


"Tidak perlu!" Riziel yang mengeluarkan aura membunuh kepada perawat.


"Ba-baiklah" perawat itu langsung pergi melarikan diri karena sangat takut oleh ancaman kagami.


"Huh dasar tidak mengerti" kagami yang berbicara lalu bersandar pada dinding sambil memperhatikan aliran energi liyana menggunakan kekuatan api hitam.


Tidak lama kemudian lalu perawat yang kabur dari ruangan kagami lalu pergi menuju tempat perkumpulan atasan yaitu teman teman malaikat Mikhaile.


"Permisi saya ingin memberitahukan bahwa pasien yang bernama kagami sudah kembali sembuh total dan sekarang sedang menunggu di ruangannya" perawat itu memasuki ruangan berkumpul para atasan malaikat.


"Ternyata dia sudah bangun dan lama sekali juga pulihnya sekarang ayo kita pergi kesana bersama" Uriel yang berbicara lalu mengajak semuanya masuk.


"Ayo Mikhaile kita bersama pergi" Maitimo yang berbicara di dekat Mikhaile.


"Berisik berangkat ya berangkat saja jangan banyak bicara!" Mikhaile yang kesal kepada sikap Maitimo.


"Ohh ya tolong siapkan tempat makan yang besar untuk kami semua" Raphael berbicara kepada perawat.


"Ta-tapi itu bukan tugasku" perawat itu berbicara kepada Raphael.


"Lakukan saja apa susahnya!" Raphael yang mengeluarkan aura membunuh kepada perawat juga.


"Ba-baiklah" perawat itu di takuti 2x oleh 2 orang lalu perawat pergi ke dapur untuk memberitahukan kepada para pembuat makanan di sana.


"Kau seharusnya jangan melakukan itu Raphael" Varane yang menepuk pundak Raphael lalu berbicara.


"Dia yang menyusahkan saja tidak mengerti" Raphael berbicara sambil kesal.


"Gampang saja seseorang yang bertarung mati matian dan pada saat sudah pulih pasti mereka ingin sekali makan dan coba tanya Mikhaile terakhir kali makan kapan sebelum bertarung?" Raphael bertanya kepada Mikhaile.


"Itu sudah sangat lama dan sepertinya ada 2 minggu belum makan mereka" Mikhaile yang berbicara kepada Raphael.


"Dengar Mikhaile energi bisa bertambah dari makanan serta energi tambahan sang pengguna apa itu juga berguna" Varane yang menjelaskannya kepada Maitimo.


"Ohh begitu aku setuju dengan Raphael" Maitimo berbicara tapi semuanya diam.


Setelah beberapa lama sampai juga di depan ruangan kagami lalu Uriel membuka pintu dan melihat laki laki itu sedang diam sambil menunggu perempuan yang tertidur di depannya.


"Kalian apakah kalian para petinggi malaikat?" Kagami yang bertanya kepada Uriel.


"Ya kami adalah teman Mikhaile atau petinggi disini dan bagaimana kondisimu?" Uriel yang berbicara kepada kagami.


"Sudah pulih ingin sekali melakukan pemanasan badan tapi dia belum bangun" kagami yang sedikit mengeluh.


"Tidak akan kau bangunkan?" Maitimo berbicara kepada kagami tapi tidak terlihat.


"Biarkan dia bangun aja sendiri" kagami mengeluarkan aura membunuh untuk kedua kalinya.


Lalu semua disana tidak kuat dengan tekanan auranya kagami sampai terdorong ke belakang hanya Uriel yang hanya terdorong sedikit.


"Jangan hiraukan dia tuan dan tolong maafkan dia" Mikhaile yang berbicara lalu memukul kepala Maitimo lagi.


"Suara Mikhaile baiklah aku maafkan" kagami menghilangkan tekanan aura membunuhnya.


Suara yang sangat berisik lalu liyana bangun dan melihat banyak orang lalu liyana yang malu langsung memeluk kagami sekaligus menghalangi mukanya oleh baju kagami yang tidak ingin melihat banyak sekali malaikat.


"Maaf membangunkanmu liyana" kagami mengusap kepala liyana.


"Permisi ruangan makan sudah di siapkan" perawat yang sebelumnya datang dan berbicara.


"Baiklah kau boleh pergi" Raphael yang berbicara kepada perawat itu.


"Kami berterimakasih kepada kau sudah menghukum lucifer" Uriel yang berbicara kepada kagami.


"Tidak apa apa dan apa saja asal rekanku senang dan baik baik saja" kagami berbicara kepada Uriel.


"Bagaimana kalau kita makan dahulu?" Uriel mengajak kagami dan liyana.


"Baiklah kalian pergi dahulu" kagami memberitahukan kepada Uriel dan yang lainnya.


"Baiklah dan saya akan meninggalkan Varane disini untuk mengantar kesana" Uriel berbicara kepada kagami.


Semua malaikat pun keluar dari ruangan kagami keluar lalu mereka pergi kecuali Varane yang menunggu di luar.


"Mereka sudah keluar dan aku pegal jadi ingin meregangkan otot-otot badan ini boleh tidak?" Kagami bertanya kepada liyana.


"Benar tidak ada malaikat lainnya lagi?" Liyana yang masih tidak percaya.


"Ada sih tapi di luar ruangan tidak ada di dalam ruangan" kagami memberitahukan kepada liyana.


"Syukurlah kau selamat dan aku kira kau mati bodoh hiks" liyana yang menangis lalu memeluk kagami.


"Maafkan aku karena aku tidak akan mati semudah i--" kagami yang belum selesai berbicara lalu liyana langsung mencium kagami karena khawatir sambil menangis.


"Jangan buat aku khawatir lagi atau aku membunuhmu!" Liyana yang selesai mencium kagami lalu mengancam kagami.


"Ya tenang saja dan aku akan bertahan hidup demi kau" kagami langsung menghapus air mata liyana.


"Yasudah ayo pergi mereka sudah menunggu pasti akan membicarakan sesuatu kepada kita" liyana langsung menarik tangan kagami.


"Ya tu-tunggu nanti aku jatuh santai dulu" kagami lalu turun dari tempat tidur lalu berjalan keluar sambil tangannya di gandeng oleh liyana.


Lalu liyana dan kagami setelah keluar melihat Varane yang telah menunggu lalu Varane langsung menunjukan jalan dan kagami dengan liyana mengikuti dari belakang.


Setelah lama berjalan sampai juga di ruang makan yang begitu luas dan banyak makanan lalu terdapat 3 kursi kosong dan mereka langsung duduk di kursi yang tersisa.


"Jadi apa yang ingin di bicarakan?" Kagami angkat bicara pertama kali.


"Itu Mikhaile yang ingin mengatakannya kepada kau" Gabriel yang menjawabnya.


"Jadi tuan karena anda sudah membalaskan dendam kita semua disini kepada lucifer jadi berterimakasih lalu saya akan menetap disini dan mengakhiri petualanganku lalu menjalani hidup baru disini tapi jika kalian terjadi sesuatu saya siap menolong kalian" Mikhaile yang berbicara membuat liyana terkejut.


"Aku sudah menduganya sejak awal sebelum bertarung dengan lucifer dan aku pun sebagai tuanmu berterimakasih kembali sudah dulu menjagaku dan liyana lalu jalani hidup barumu dari sekarang" kagami berbicara kepada Mikhaile lalu menggunakan pengendalian ruang dan memindahkan liyana ke belakang Mikhaile.


"Terimakasih kagami kau mengerti juga dan Mikhaile aku pasti akan kangen denganmu jika kau akan tingga disini dan terimakasih sudah melindungiku dari dulu sampai sekarang" liyana yang memeluk Mikhaile dengan erat untuk terakhir kalinya.


"Kalian tidak akan keluar mengucapkan selamat tinggal kepada Mikhaile?" Liyana bertanya kepada 3 monster bersaudara.


"Malas keluar kalian saja" vortex dan hoaxen menjawab bersama.


Tenebris tidak menjawab apapun hanya diam dan liyana setelah selesai salam perpisahan dengan Mikhaile langsung melepaskan pelukannya lalu kagami memindahkannya kembali dengan pengendalian ruang dan waktu.


"Silahkan makan sepuasnya" Uriel yang berbicara untuk memulai makannya.


Kagami dan liyana pun melihat sikap aslinya Mikhaile sangat pemarah, sombong dan juga tidak peduli ternyata memang di sembunyikan lalu mereka semua makan dengan senang.