Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
84. Kemunculan Seseorang Misterius



Liyana yang langsung di bawa menuju tempat yang aman untuk istirahat bersama yang lainnya.


Liyana yang sampai di suatu tempat yang telah ada Igris, Vortex, Hoaxen dan 2 teman baru yang baru di kenalnya yaitu Luzy dan Alisha.


"Ehh kalian berdua kenapa di sini?” liyana yang langsung bertanya kepada Alisha.


"Itu karena bersamamu sebelumnnya menyarankan kami berdua untuk istirahat bersama di sini jadi aku menurutinya saja sih karena menurutku dia bersikap baik kepada kami” Alisha yang membicarakan sikap peduli kagami.


"Maksudmu seseorang itu kagami Alisha?” Liyana yang menebak seseorang yang peduli kepada Alisha dan Luzy.


"Ya memangnya siapa lagi, Alisha memang pelupa jika baru berkenalan dengan seorang yang baru di kenal” Luzy yang langsung menjelaskannya.


"Ohh ya dia maaf aku memang pelupa, Liyana kau hebat bisa naik ke peringkat ke 8 bisa masuk 10 besar aku benar benar mengagumimu” Alisha yang langsung mendekati Liyana karena mulai mengaguminya.


"Haha aku tidak kuat begitu mungkin hanya sedang beruntung saja” Liyana yang tertawa canggung karena sangat memalukan dirinya terlihat bodoh karena pujian dari Alisha.


"Ohh iya liyana pasti kau lelah ayo duduk bersamaku sambil bercerita yang kau telah lalui di dalam sana” Alisha yang ingin mendengar cerita dari liyana sendiri.


"Ehh baiklah” liyana yang langsung mengikuti Alisha untuk istirahat sambil mengembalikan staminanya.


******


Di sisi lain seseorang yang misterius ssperti sedang mencari seseorang di dalam menara yang begitu banyak ras di dalam sana sambil mengeluarkan aura membunuh yang sedikit.


"Dimana Fanzi berada kenapa tidak bisa menemukannya sama sekali, Informasi yang di katakan oleh Dewa Shiva seharusnya tidak salah” seseorang yang ternyata mengincar kagami yang sudah memasuki ruang Tes Peringkat kekuatan.


"Sepertinya terpaksa harus menggunakan kemampuan the mind untuk segera membunuhnya” seorang misterius itu langsung mencoba mencari melalui membaca ingatan semua orang langsung.


Agares yang merasakan kehadiran seseorang misterius yang mengikuti liyana dari belakang sambil mengeluarkan aura membunuh yang begitu sedikit.


Saat seseorang misterius itu ingin memghentikan liyana yang menjauh karena di tarik tangannya oleh Alisha.


Seketika muncul agares dari balik bayangan liyana dan agares langsung menodongkan pedang pemberian kagami.


"Siapa itu?" Liyana yang langsung Refleks berhenti dan melihat ke belakang karena merasakan energi seseorang yang di kenalnya.


"Nona segera menjauh dia mengincar anda” agares yang langsung memberitahukan kepada liyana.


"Hahh padahal aku ingin tau kenapa kau msncegahku sih Bangs*t! Lebih baik kubunuh saja dengan cepat wanita j*l*ng itu" Seseorang itu langsung mengeluarkan aura membunuh yang kuat karena menemukan seseorang yang di carinya.


"Lawan kami dahulu jika ingin membunuh nona Liyana” Tenebris dan Hoaxen langsung melesat menyerang seseorang misterius itu untuk menyelamatkan liyana.


"Menyingkir samp*h bangs*t menyingkirlah!!" Seseorang itu langsung melemparkan serangan yang begitu besar.


‘Solar Blaze!!’ orang Misterius itu langsung menimbulkan ledakan besar hingga membuat sebagian ras di sana terluka.


Bam! Duar!


Lalu seseorang datang melindungi semua orang menggunakan kekuatan kegelapannya dengan Barier yang luas.


Sebagian ras yang mengalami luka yang lumayan fatal karena Barier kegelapan tidak kuat menahannya ledakan sebelumnya.


"Hah hah hah" seorang yang melindungi rekan rekannya bersama teman barunya dengan menahan tubuhnya sendiri hingga mendapatkan luka yang sangat fatal dari siapapun.


Liyana yang langsung membuka matanya melihat kagami di hadapannya di penuhi dengan darah di sekitar tubuhnya mengalir keluar dari tubuh kagami begitu banyak.


"Ka-kagami kenapa kau ada di sini?" Liyana yang sangat terkejut melihat seseorang yang selalu melindunginya hampir terbunuh lagi.


"Tu-tuan bertahanlah kami akan membantu tidak akan membiarkan anda mati" Tenebris, Hoaxen, Vortex dan Igris yang langsung bicara bersama sambil mencoba berdiri.


"Hehe jangan khawatir aku baik baik saja uhuk” kagami yang langsung terduduk lemas kehabisan banyak darah.


"Ternyata kita bertemu lagi sekian lama kematianmu Fanzi Youra!” Seseorang misterius yang sudah terlihat wajahnya yaitu sosok seseorang teman baiknya dahulu.


"Siapa kau kenapa bisa mengetahui namaku dan menyakiti semua orang Ha!?” kagami yang mencoba ingin menghajarnya.


"Memilukan sekali kau melupakanku dan aku perkenalkan lagi namaku Zhigen Shitaro Sahabatmu yang sudah kau bunuh kau masih mengingat wajahku bukan?" Zhigen yang langsung mencekik leher kagami dan mengangkatnya.


"Ternyata kau Bajing*n! Kenapa kau bisa ada di sini?” kagami yang tidak berfikir akan bertemu teman lamanya.


"Tentu saja untuk membunuhmu!” Zhigen langsung menendang di perut kagami hingga terhantam ke dinding menara.


Bam!


"Berhenti di situ dan jangan buat keributan di sini” beberapa penjaga menara langsung datang mengelilingi 2 orang yaitu Kagami dan Zhigen.


"Ck ck dasar sampah, Untuk sekarang aku akan melepaskanmu tapi lain kali aku akan menghancurkan semuanya yang kau miliki dan terakhir membunuhmu dengan kejam Ingat Itu Fanzi” Zhigen yang langsung menghilang dari hadapan kagami dengan cepat.


"Semuanya bawa yang terluka menuju ruang perawatan dan yang baik baik saja lanjutkan antriannya sekaligus perketat penjagaan” Komandan menara langsung memberikan perintah memgevakuasi yang terluka.


"Sial apakah aku akan mati hari ini” Kagami yang langsung seluruh badan lemas dan pingsan kehabisan darah.


Bruk!


Lalu seseorang mencoba mendekati kagami yang pingsan yaitu Igris tidak terluka sama sekali di bandingkan yang lainnya.


"Tuan hiduplah aku masih ingin berlatih denganmu hiks” Igris yang langsung mencoba menyembuhkan luka luka fatal Kagami.


Muncul sosok bayangan setianya yaitu agares juga muncul di sebelah Igris membantu memulihkan luka luka Kagami yang lebih parah di bandingkan semua orang di dalam menara.


Kagami yang terbangun dari mimpi buruknya tentang kejadian dulu saat membunuh Zhigen di belakang sekolah.


"Hahh! Ugh badanku sakit sekali” Seluruh badan kagami yang sudah di balut oleh perban yang mengelilingi semua badannya membuat sangat sulit bergerak.


"Tuan anda sudah sadar?” agares yang langsung muncul dari celah kegelapan.


"Ya aku terbangun karena teringat masa lalu waktu aku membunuh orang itu karena selalu dia yang paling bersinar di sebelahku dan dia juga yang merebut segalanya dariku” Kagami yang bicara sendiri tentang ingatan buruknya.


"Tuan sebaiknya jangan di pikirkan dahulu lebih baik tuan Fokus memulihkan diri anda saja” Agares yang berusaha membujuk kagami agar terus istirahat.


"Apa yang lain baik baik saja?” Kagami yang langsung menanyakan keadaan rekan rekannya.


Lalu seseorang yang bersembunyi di balik dinding langsung menunjukan diri dan mendekati kagami dengan cepat dan memukul pipi kagami dengan keras.


Plak!


"Khawatirkan kondisimu jangan pedulikan yang lain mereka semua baik baik saja!” liyana yang langsung memarahi kagami.


Kagami yang menyentuh pipinya yang merasakan sakit sama seperti dulu pernah di pukul berkali kali oleh ibunya sendiri.


Kagami yang mengerti perasaan seseorang yang peduli padanya hingga tidak menyadari dirinya tidak berguna dan tidak mau keluar dari mimpi buruknya.


Air mata mengalir tanpa sadar sehingga kagami akhirnya mengerti untuk tidak boleh manja dan harus berjuang semampunya sendiri.


"Ehh kagami maafkan aku terlalu keras memukulmu” liyana yang terkejut melihat kagami tiba tiba menangis.


"Tidak aku baik baik saja dan maaf aku membuat kalian terbawa masalahku sendiri” kagami langsung menghapus air matanya sendiri.


"Tidak apa aku akan menemanimu sama seperti dulu sampai sekarang” liyana yang bersyukur kagami sudah sadar.


"Ugh badanku sakit sekali” seluruh badan kagami merasakan lagi sakit di seluruh badannya lagi.


"Tidurkan saja badanmu agar segera pulih dan aku ingin bertanya aku mendengar bahwa orang misterius itu pernah kau bunuh aku tidak mengerti boleh kau bercerita sedikit?” liyana yang ingin tau masalah antara Zhigen dan Fanzi yaitu dirinya sendiri yang dulu.


"Huhh baiklah boleh saja jadi Zhigen dan aku adalah sahabat sejak bersekolah, Zhigen adalah orang yang sangat baik dan mempunyai banyak teman termasuk aku sendiri” Kagami yang bercerita masa lalu di hadapan agares dan Liyana.


"Zhigen adalah anak yang pintar sedangkan aku adalah seseorang yang tidak memperdulikan keberadaannya karena kepribadianku yang cuek dan dingin membuat seseorang yang berada di sekelilingku menjauh”


"Tapi suatu saat Zhigen datang bersama teman lainnya dan di situ juga aku merasakan kesenangan dengan adanya teman tapi semua itu berakhir dalam 1 bulan sikap Zhigen mengalami perubahan dan aku sering melihat dia membully seseorang yang lebih rendah darinya”


"Di situ juga Zhigen melihatku setelah itu aku berpura pura tidak melihat dan pergi ke kelas saat perjalanan menuju kelasku sendiri aku di hentikan oleh teman teman Zhigen entah apa yang mereka inginkan”


”Setelah itu aku di bawa ke suatu tempat bagian sekolah yang begitu sepi dan teman teman Zhigen mengikatku lalu datanglah Zhigen sambil membawa Pisau catter lalu tanpa bicara sedikitpun langsung menusukkan pisau itu ke tanganku hingga mengeluarkan banyak darah tanpa henti tidak ada yang menolong”


"Mereka semua malah memfotoku lalu aku melawan dan berhasil mengambil pisau itu dan saat itu pula sesuatu di dalam diriku bicara ‘Bunuh, Bunuh, Bunuh’ hingga badanku bergerak sendiri seketika kondisi di sana berubah menjadi penuh ketakutan ternyata aku berhasil membunuh Zhigen tanpa sadar”


"Setelah kejadian itu aku di keluarkan dari sekolah dan di masukan penjara di tambah kematian ayahku lalu ibuku mabuk mabukan dan tergila gila pada laki laki”


"Saat aku keluar dari penjara berusaha mencari kerja tapi selalu gagal hingga putus asa dan kematianku datang dan bertemu ayahku dan di hidupkan kembali di sini”


"Aku tidak menyadarinya bahwa dia akan kesini juga dan mengetahui identitasku, Tapi yang pasti aku di hidupkan di sini untuk menyelesaikan sesuatu entah apa itu masih aku belum ketahui” kagami yang baru menyadarinya bahwa ada sesuatu yang harus di sesuatu seperti game misi terakhir.


"Pantas saja sejak pertama kali kau sangat berani menentang Jackli dan membunuhnya lalu menghidupkannya lagi aku masih ingat jelas dan membunuh kakaknya jackli juga waktu pergi dari sana kalau tidak salah” liyana yang mengingat jelas awal pertemuannya bersama kagami dan mikhaile juga.


"Padahal aku sudah lupa jadi aku seperti pembunuh gitu mukaku ini saat dulu dan tidak pernah menyesali bahwa aku telah membunuh orang untuk pertama kalinya karena itu bukan aku yang dulu” kagami yang mau membunuh berapa orang pun tidak akan menyesalinya karena di dunia ini yang kuatlah akan bertahan dan yang lemah akan di injak-injak.


"Itulah kagami yang aku kenal dan aku tidak ingin kau pergi menghilang” liyana yang senang kagami masih ada di sisinya.


"Tuan saya mengambil kesimpulan seperti seseorang yang bernama Zhigen itu memiliki kemampuan yang sangat langka yaitu the mind sama persis kemampuan anda yaitu ‘Fire memory travelers!’ milik anda saat melawan Beelzebub” agares yang mengambil kesimpulan.


"Hei hei bukannya kau aku bangkitkan sesudah kejadian kok kau bisa mengetahui kejadian itu sih?” kagami yang terkejut agares bisa mengetahuinya.


"Iya benar juga kok kau bisa tau agares?” liyana mencoba mengingat kembali.


"Itu karena sejak saya menjadi bayangan tuan saya bisa membaca ingatan milik anda" agares yang langsung memberitahukan hal yang di rahasiakan.


"Terserah saja deh, Jadi intinya Zhigen bisa membaca pikiran orang lain tanpa harus meminta izin begitu?” kagami yang mencoba mengambil inti pembicaraannya.


"Tuan ada 1 hal lagi yang berhubungan dari sejak anda dan Zhigen kembali hidup di dunia ini yaitu Zhigen memiliki kepribadian yang baik dan banyak di sukai banyak orang yang artinya kekuatan cahaya menerangi semua orang”


"Tapi seketika cahaya itu mulai redup atau gelap karena kebencian dan kesombongan dan anda sendiri adalah kekuatan paling penting anda adalah kegelapan karena kepribadian anda yang cuek dan tidak peduli sekitar anda dan jati diri sejati anda adalah kegelapan” Agares yang membicarakan kekuatan sejati Zhigen dan kagami yaitu Cahaya gelap dan Kegelapan Tiada akhir.


"Baiklah terimakasih sudah memberikan informasi yang berguna agares” kagami yang senang mempunyai agares.


"Sama sama tuan karena aku hanya ingin berguna saja bagi anda dan saya pergi dahulu” Agares yang ingin memeriksa keadaan lainnya.


"Baiklah silahkan dan liyana kau tidak terluka dari kejadian sebelumnya?" Kagami ingin mengetahui keadaan liyana.


"Aku tidak terluka hanya terluka hanya terkejut saja karena kau melindungiku dengan tepat waktu jadi aku tidak terluka dan aku datang ke sini untuk menjengukmu saja dan cepat sembuh dan ayo latihan bersama” liyana yang ingin meningkatkan kekuatan bersama.


"Baiklah akan aku coba pulih secepat mungkin, jika ingin latihan pergi saja” kagami yang mencoba menarik energi kegelapan ke dalam tubuhnya.


"Jaga dirimu kalau begitu kagami aku pergi dahulu” liyana yang langsung meninggalkan kagami di ruangan perawatan sendirian.


Kagami yang terus mencoba memulihkan dirinya sendiri untuk secepat mungkin musuhnya yang tidak akan kagami lupakan penghinaan di sini.