Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
60. Baju peninggalan



Kota Havensi yang ramai dan juga damai jadi kagami sedikit merindukan kota asalnya sambil ingin melihat keluarganya yang semoga saja baik baik saja.


Kagami dan liyana yang berkeliling kota Havensi dengan sedikit pusing karena entah ingin mencari apa lalu liyana yang mengajaknya suatu toko.


"Permisi" liyana yang masuk ke dalam toko baju.


"Selamat datang di toko kami dan ingin memilih baju?" Seorang kasir toko mendatangi kagami dan liyana.


"Ya memilih baju" liyana berbicara.


Lalu kagami yang berpisah dengan liyana melihat baju dan terlihatlah oleh kagami baju di tambah penutup kepala yang motifnya lumayan bagus lalu kagami langsung mengambilnya.


"Ini berapa harga baju ini?" Kagami yang menunjukkan baju yang telah di pilih.


"Itu sepertinya saya tidak pernah melihatnya dan tunggu saya akan tanyakan dahulu" pelayan itu langsung pergi bertanya.


"Kau kenapa meninggalkanku sih aku baru saja ingin mencarimu" liyana yang kesal.


"Maaf aku melihat baju yang sedikit bagus sih" kagami yang berbicara.


"Maaf saya lama tuan dan apa ya--" seorang yang mempunyai toko mendekati kagami dan liyana.


"Ada apa?" Liyana yang memperhatikannya seperti yang lumayan terkejut.


"Bukannya kalian yang menyelamatkan kota ini di serang dan juga baju yang tuan pegang adalah baju yang sebenarnya sedikit aneh mengeluarkan energi iblis dan tidak ada yang berani membelinya" laki laki itu berbicara.


"Hm itu sih benar dan juga baju ini sama seperti biasanya menurutku" kagami yang berbicara.


"Baiklah bagaimana kalau kalian pilih yang kalian suka sebagai hadiah untuk kalian gratis sebagai tanda terimakasih atas menjaga kota serta warga kota" laki laki itu berbicara.


"Terimakasih tapi itu terlalu berlebihan" liyana yang berbicara.


Lalu kagami langsung memegang baju tersebut sambil di alirkan energi kagami lalu energi kagami langsung meluap keluar dengan kuat.


"Tunggu apa yang terjadi aliran energiku" kagami yang tidak terlalu panik.


"Kagami fokuskan dirimu" liyana yang sangat sesak.


Kagami yang memfokuskan diri sehingga matanya berubah menjadi merah dan hitam seperti iblis dan aliran energinya kembali lagi menjadi teratur.


"Hahhhh memang ada yang aneh dengan baju ini tapi aku menyukainya dan kau baik baik saja liyana?" kagami yang memberikan bajunya kepada pelayan yang ketakutan.


"Ya hampir saja aku mati oleh sesak nafas" liyana yang kembali bernafas karena sebelumnya hampir kehabisan nafas.


"Aku ingat mata itu dulu pernah terjadi seorang petualang dan mungkin tidak sanggup menahannya hingga mati di tempat secara langsung" laki laki itu berbicara.


"Hahhh baiklah tapi aku menyukainya dan ingin membeli ini" kagami yang menetralkan lagi matanya lalu matanya berubah menjadi biasa.


"Baiklah kalau tuan menyukainya" seorang pelayan di dalam toko mendekat sambil tubuhnya bergetar.


"Kenapa kau suka sekali dengan sesuatu yang aneh sih dan itu membahayakan nyawamu sendiri" liyana yang berbicara kepada kagami yang baik baik saja.


"Karena itulah cara untuk menjadi kuat dengan cepat dan cepat pilih bajumu" kagami yang langsung mendorong liyana memilih baju.


"Terserah kau saja" liyana langsung pergi memilih baju.


"Ini tuan bajunya dan sebenarnya baju ini peninggalan raja iblis yang paling kuat jadi berhati hatilah dan aku melupakan namanya" laki laki itu berbicara.


Lalu kagami pergi mendekati liyana yang sedang memilih baju yang masih pusing memilihnya karena kebiasaan dari wanita.


Liyana yang baru saja ingin mencari kagami lalu kagami ada di belakangnya.


"Ahh kagami mengagetkan saja dan bawakan ini ke kasir" liyana yang menunjukan 4 baju yang sudah di pilih.


"Hei hei kau ingin mengambil baju banyak sekali" kagami yang kesusahan membawanya.


"Cepat bawa sana" liyana yang mendorong kagami.


Kagami yang membawa baju ke kasir untuk membayarnya lalu setelah sampai di kasir pembayaran lalu.


"Hargh untung saja tidak jatuh" kagami langsung menyimpan di tempat Kasir.


"Maaf aku bayar saja yah dan kalau gratis aku tidak enak karena kalian akan rugi" kagami yang bicara.


"Santai saja tuan kami masih punya banyak dan anggap saja ini sebagai tanda terimakasih kami" laki laki yang mempunyai tokonya bicara.


Setelah lama menunggu akhirnya selesai juga di rapihkan lalu liyana menyimpannya dan lalu berjalan keluar.


"Terimakasih telah berkunjung tuan" penjaga toko itu bicara.


"Ya" kagami menjawabnya lalu berjalan menjauh.


Lalu selanjutnya berjalan menuju tempat yang lainnya tapi liyana mengajak berjalan kembali menuju penginapan lalu setelah sampai di kamarnya lalu liyana yang langsung membereskan baju yang sudah di beli sedangkan kagami mengeluarkan baju yang sudah di beli sambil mengeluarkan kartu pengenal Hunters.


Lalu kagami langsung melakukan scan kepada baju yang baru saja di belinya lalu muncul informasi tentang baju tersebut.


Devils Armors


Devils Armors di pakai oleh seorang iblis yang sangat kuat dan mempunyai ambisi untuk membersihkan semua kejahatan yang telah di lakukan oleh manusia, iblis, malaikat dan lainnya dan iblis itu bernama Agares Shizuoka yang sangat menyukai kedamaian yang sangat ingin melakukannya.


Tapi agares mati di tangan Lucifer yaitu seorang penghianat malaikat yang menginginkan kekuasaan dan kekuatan yang di miliki agares tapi agares yang sebelum mati berjanji untuk menghidupkan 1x jika mati dan agares yang mati lalu di bangkitkan oleh Raphael dengan sedikit tambahan malaikat di dalam tubuhnya dan berjanji untuk melakukan pembalasan.


Dan setelah itu agares hidup kembali melakukan pembalasan tapi hasilnya malah seluruh kerajaan malaikat hancur oleh lucifer yang sudah menyiapkan semuanya yang sudah di siapkan dengan matang.


Lalu agares yang bertarung mati matian lalu setelah terluka cukup parah lalu melarikan diri ke Tanah kota Havensi lalu agares mati dan mayatnya berubah menjadi abu dan bajunya tertinggal kekuatan agares yang di simpan di dalamnya terdapat 50% kekuatan agares Shizuoka yang harus di balaskan kepada lucifer.


Sehingga tidak ada yang bisa menaklukan kekuatan Yang agares simpan di dalam baju tempurnya tersebut.


"Hah pantas saja bajunya mudah di taklukkan olehku ternyata aku adalah orang yang sudah membalaskan dendamnya meskipun Lucifer yang belum mati" kagami yang berbicara yang terdapat beberapa pertanyaan.


"Kagami kau melihat apa?" Liyana yang melihat layar di depan mata kagami.


"Melihat informasi tentang baju ini ternyata ada hubungannya dengan kastil malaikat yang hancur di ceritakan oleh Mikhaile" kagami yang berbicara membuat liyana ikut terkejut.


"Coba aku ingin lihat" liyana langsung mendekati kagami dengan cepat untuk membaca informasinya.


Setelah sekian lama membaca akhirnya liyana mengetahuinya kenapa Mikhaile sangat kesal dengan perbuatan lucifer.


"Kagami bagaimana kalau kita besok pergi ke kastil malaikat untuk bertemu lagi dengan Raphael dan yang lainnya?" Liyana yang bertanya.


"Boleh saja dan juga aku ingin tau kebenarannya aslinya dan apa pedang Guardians juga peninggalan dari Raja iblis itu juga" kagami yang ingin mengungkapkannya.


Lalu kagami langsung menyimpan kembali bajunya dan liyana yang masih terkejut sama masih ingin mengungkapnya bersama.