
Malam yang sangat sangat lama mulai berganti menjadi pagi yang sangat cerah untuk kota Gradeuz yang kedua kalinya dimana sudah tidak ada badai salju sekaligus konflik masalah lagi yang datang menyerang kota Gradeuz lagi.
Kagami yang sudah terbangun sejak pagi sambil melakukan Push up sebanyak 500x dengan back up sebanyak 500x hingga matahari mulai terbit terlihat menyinari dunia.
"Hah..hah baru saja aku mencoba menaikan latihanku menjadi 500x ini sangatlah melelahkan” Kagami yang langsung tiduran di lantai.
Wu! Wuu!
"Selamat pagi Foxyel” Kagami yang melihat Rubah kecil baru saja bangun di atas tempat tidurnya.
Kemudian Rubah kecil langsung mendekati Kagami yang baru saja selesai melakukan sedikit melatih fisiknya yang tubuhnya sudah sangat lemas dan lelah.
"Diamlah dahulu di atas tempat tidur aku akan mandi dahulu dan akan aku tinggalkan bayangan indukmu tuh” Kagami langsung mengambil handuk lalu mengeluarkan salah satu bayangan miliknya yaitu induk Rubah untuk menemani Rubah kecilnya agar tidak kabur keluar kamar.
Wuu!
Rubah kecil yang sangat senang bisa bertemu induknya lagi yang langsung ikut diam bersama induknya sedangkan Kagami langsung mandi membersihkan badannya yang bau keringat bekas latihan fisiknya.
Setelah beberapa menit berlalu Kagami yang baru saja selesai mandi langsung memakai pakaian yang bersih atau yang kemarin beli bersama Liyana berjalan-jalan berdua.
Setelah selesai memakai pakaian baru kemarin di beli bayangan induk Rubah langsung kembali bersembunyi di balik bayangan Kagami lalu Rubah kecil juga langsung berlari mendekati Kagami dan untungnya Liyana kemarin menyarankan membeli pakaian yang sakunya cukup dalam bisa untuk bersembunyi Rubah kecil di dalam sakunya.
Kagami langsung mengangkat Rubah kecil lalu memasukkannya ke dalam saku setelah itu pergi menuju kamar Liyana yang masih tidur karena berlatih semalaman.
Tok! Tok!
Kagami yang langsung mengetuk pintu kamar Liyana yang tidak ada jawaban sama sekali hingga Kagami penasaran membuka kamar Liyana.
"Ternyata masih tidur apa sebaiknya aku bangunkan saja?” Kagami yang ragu-ragu.
Saat Kagami yang masih ragu untuk membangunkan Liyana dari tidurnya tiba-tiba Rubah kecil yang mengeluarkan kepalanya untuk memastikan banyak orang lalu langsung melompat keluar dari saku baju Kagami ke tempat tidur Liyana untuk membangunkannya.
Wuu! Wuu!
Rubah kecil yang langsung mencoba membangunkan Liyana yang masih tidur dengan mengganggunya agar cepat bangun tidur.
"Uh 5 menit lagi lalu jangan ganggu diriku” Liyana langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Rubah kecil langsung mencari lubang masuk ke dalam selimut saat melihat lubang selimut yang terbuka sedikit langsung masuk lalu mencoba diam di leher Liyana yang terasa geli oleh bulunya yang putih seperti salju.
"Geli tau, baiklah aku akan bangun” Liyana langsung membuka selimut dan saat membuka matanya melihat ternyata yang membuat geli adalah Rubah kecil yang diam di pundaknya.
"Pfftt baru saja aku berfikir cara membangunkanmu tapi Foxyel bertindak sendiri” Kagami yang tertawa melihat Liyana terbangun kerena di ganggu okeh Rubah kecil.
Wu! Wu!
"Hmph dasar pengganggu aku kan masih mengantuk tau” Liyana langsung bangun.
"Memangnya apa yang kamu lakukan semalaman hingga pagi ini masih mengantuk?” Kagami yang langsung bertanya kepada Liyana.
"Uh itu aku tidak bisa tidur jadi berlatih saja hingga jam tengah malam” Liyana bicara dengan nada bicara sedikit pelan karena takut di marahi oleh Kagami.
"Hm Yasudah cepat mandi sana aku akan menunggu di bawah sambil memeriksa Elaina” Kagami langsung memberitahukan kepada Liyana.
"Ya baik---”
Lalu ada seseorang yang membuka pintu kamar kembali yaitu adalah Elaina sudah memakai pakaian yang sangat rapih sekali.
"Eh Liyana baru bangun ternyata aku kira sudah siap” Elaina yang melihat Liyana yang masih berantakan.
"Kenapa kamu kesini dengan pakaian sangat rapih?” Kagami yang melihat Elaina sudah siap.
"Ayahku mengizinkanku pergi bersama kalian dan aku sudah menyiapkan beberapa pakaian juga untuk nanti berangkat” Elaina dengan penuh semangat.
"Hahhh baiklah kalian berdua keluarlah dahulu aku mau mandi dan Kagami kamu langsung memakai baju yang kemarin aku pilihkan?” Liyana langsung memperhatikan pakaian Kagami.
"Iya menang apa aku tidak cocok pakai yang ini?” Tanya Kagami sambil menunjuk pakaian barunya.
"Sangat pas untukmu kok sekarang keluarlah dari kamarku” Liyana langsung bangun lalu mendorong Kagami pergi keluar dari kamar.
Wu! Wuu!
Rubah kecil yang langsung ikut bersama Kagami dan Kagami yang sudah mengetahuinya langsung mengambilnya lalu memasukkan ke dalam saku bajunya kembali.
"Hei apa kamu sudah siap untuk bertarung denganku?” Kagami langsung bertanya kepada Elaina yang berada di sisinya.
"Hm aku sudah siap dan tidak akan kalah darimu” Elaina yang juga tidak sabar.
"Heh begitu ya” Kagami yang juga tidak sabar menantikannya.
Lalu Kagami bersama Elaina langsung berjalan ke tempat biasa orang-orang minum bersama disana namun tidak banyak orang di tempat duduk itu.
"Ah anda masih disini ternyata saya hampir tidak mempercayai perkataan putriku sendiri” Pak tua langsung bicara saat melihat Kagami.
"Huh ayah tidak percaya pada perkataanku sih” Elaina sambil marah karena ayahnya tidak percaya padanya.
"Ada apa memangnya mencariku?” kagami langsung bertanya kepada pak tua tersebut.
"Yasudah maafkan ayahmu yang sudah tua ini, Sebenarnya tidak ada sih hanya ingin berterimakasih untuk sebelumnya beberapa Bayangan milik anda sangat membantuku lalu putriku katanya ingin ikut bersama anda tolong jaga putriku dan bisakah saya minta tambahan beberapa bayangan lagi?” Pak tua yang minta bantuan kepada Kagami.
"Hmph!” Elaina yang masih merasa kesal.
"Ya akan aku jaga kok dan akan aku berikan 8 bayangan milikku agar tidak terlalu membebani anda lagi seperti sebelumnya” Kagami langsung mengirim sejumlah 10 bayangan langsung berpindah bersembunyi di balik bayangan pak tua.
"Terimakasih banyak” Pak tua merasakan sesuatu yang berpindah tempat hingga bersembunyi di balik bayangannya.
"Oy gadis cantik yang disana berikan aku satu gelas bir lagi” Seorang Pria yang ternyata orang yang tadi malam menabrak Kagami.
"Iya tunggu sebentar” Elaina dengan cepat mengurus pesanan.
Kagami yang hanya memperhatikan sekitarnya beberapa orang yang sangat senang minum-minum bersama meskipun Kagami sangat tidak terlalu suka minuman yang membuat mabuk.
Lalu setelah beberapa menit berlalu Liyana dengan memakai pakaian barunya yang juga terlihat lebih cantik dan menawan.
"Maaf apa membuatmu menunggu lama Kagami?” Liyana dengan memakai pakaian yang cukup menawan untuk Liyana.
"Ah tidak kok lalu kamu terlihat sangat menawan sekaligus cocok untukmu Liyana” Kagami langsung memuji Liyana dengan pakaian barunya.
"Em aku jadi malu padahal kemarin aku menanyakan pendapat saat beli kamu bersikap biasa saja tapi sekarang malah memujiku” Liyana yang di wajahnya sedikit merona.
"Haha maaf kemarin aku tidak terlalu memperhatikanmu” Kagami tertawa pelan karena sekitarnya mulai banyak orang.
"Hmph kebiasaan sangat sulit jika aku bertanya sesuatu cocok untukku atau tidak!” Liyana sambil mengembungkan pipinya.
Liyana bersama kagami langsung duduk di sebuah kursi yang kosong sambil menunggu Elaina selesai melayani para pelanggan di penginapan.
"Maaf menunggu kalian menunggu lama” Elaina yang baru saja selesai melayani pesanan para pelanggan.
"Santai saja memangnya sudah siap sekarang?” Tanya Liyana kepada Elaina.
"Sudah kok dan ayah aku serahkan padamu” Elaina langsung memberitahukan kepada Pak tua atau ayah Elaina.
"Baiklah serahkan pada ayahmu ini sekarang juga” Pak tua yang langsung bersemangat.
"Yasudah sekarang mari pergi dan untuk latihan sekarang di domain milikku saja” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Elaina.
"Bukankah jika seperti itu kamu yang punya keuntunganmu sendiri Kagami?” Liyana langsung langsung merasa keberatan.
"Liyana aku baik-baik saja mau itu di tempat latihanmu atau kagami semua tidak ada bedanya karena aku sudah siap menghadapinya” Elaina langsung bicara kepada Liyana.
"Oh begitu ya tentu saja tapi alasanku mengajakmu berlatih untuk terakhir kali di tempat latihanku adalah mengontrol beberapa bayangan yang sering ingin bergabung bertarung jika aku tidak suruh bukan belarti aku memanfaatkan keuntungannya dan juga aku akan menahan diri kok jadi semua akan aman” Kagami langsung berdiri mendekati Liyana.
"Hmph awas saja curang dan tidak menahan diri karena Elaina itu berada di bawahmu” Liyana langsung mengingatkan kepada Kagami.
"Aku tau sekarang mari pergi” Kagami langsung menjentikan jarinya.
Seketika Liyana, Elaina bersama Kagami langsung seperti di lahap oleh kegelapan dari bawah kakinya hingga ada beberapa orang yang memperhatikan Kagami yang seketika menghilang membuat mereka cukup terkejut.
Setelah beberapa saat kegelapan yang menutupi penglihatan masing-masing langsung mulai memperlihatkan sebuah pemandangan pegunungan yang sangat indah dan disana ada beberapa bayangan yang ikut muncul yaitu King Orcs, Leviathan dan Induk Rubah.
Wuu!
Hingga membuat Rubah kecil yang merasakan hawa keberadaan setiap orang seketika menghilang langsung mencoba mengecek dengan memunculkan kepalanya dan terlihat bayangan induknya dengan 2 bayangan tidak di kenalnya namun tidak mempunyai niat jahat.
Ketiga bayangan tersebut langsung mendekati Kagami yang saat melihat Kagami bersama 2 orang yang di kenalnya yaitu Liyana bersama Elaina.
"Tuan berikan saya izin untuk melakukan evolusi” Ketiga Bayangan langsung bicara bersama kepada Kagami.
Kagami yang tidak mengerti hanya diam memikirkan maksudnya namun saat mencoba merasakan energi masing-masing dari ketiga bayangan yang sudah hampir memenuhi tubuh asli ketiga bayangan yang ikut di lahap energi kegelapan sudah ingin melakukan peningkatan hingga Kagami baru mengerti.
"Baik tuan dan kami mengerti” Ketiga bayangan langsung memberikan hormat kepada Kagami.
Lalu energi dalam tubuh Kagami seketika mulai mengalir keluar tubuhnya menuju tiga bayangannya yang langsung menyelimuti ketiga bayangannya secara langsung sedangkan energi Kagami yang terus terserap energi dari domain kegelapan membantu memulihkan juga.
Wu?
Rubah kecil yang tidak mengerti seketika hanya bisa memiringkan kepalanya karena tidak mengerti namun Kagami langsung menggerakkan tangannya menarik keluar Rubah kecil dari dalam sakunya.
"Baik-baik saja dan sekarang keluarlah dahulu” Kagami langsung mengeluarkan Rubah kecil dari dalam sakunya.
"Kagami apa yang terjadi?” Liyana yang tidak mengerti.
"Ketiga bayangan ingin melakukan peningkatan kekuatan sekaligus ketahanan tubuh bayangan dariku atau kita sebut evolusi dan sebaiknya kamu istirahat sepertinya masih lelah jadi sambil jaga Foxyel bersama ketiga bayangannya” Kagami yang memperhatikan Liyana yang masih kelelahan.
"Hump kamu tau ya tapi yasudah tidak apa-apa aku akan istirahat” Liyana yang memang berniat ingin istirahat karena masih lelah.
"Apa sudah siap?” Tanya Kagami kepada Elaina.
"Sudah apakah kamu tidak akan menggunakan pedang?” Elaina yang tidak melihat Kagami menarik pedangnya.
Brak! Brak!
"Tidak perlu karena untukmu hanya perlu ini saja, yang tidak akan membuatmu sakit” Kagami langsung melepaskan kedua pedangnya dari pinggangnya.
Lalu Kagami langsung menciptakan dari energi api hitam yaitu ‘Excalibur Of Dark Fire’ yang langsung tercipta di tangan kanannya sudah siap untuk bertarung.
"Mau satu lawan satu atau aku harus pakai beberapa bayangan?” Kagami yang sudah siap dengan kuda-kuda bertarung.
"Satu lawan satu sepertinya menyenangkan boleh saja” Elaina sudah siap dengan segala serangan yang Kagami buat.
"Tch baiklah akan aku tunjukkan setengah dari kemampuanku” Kagami yang masih bersiap-siap.
‘Devil Sentence : Army Breaker!’ Kagami langsung menggunakan hukuman Kematian Iblis yang bisa membuat manusia juga takut.
‘Roots Of The Binding Tree!’ Elaina langsung menyerang Kagami dengan serangan jarak jauh.
Kagami yang sudah mengetahuinya langsung bergerak maju menebas semua akar pohon yang menyerang dari bawahnya secara tiba-tiba.
Bam! Bam! Srek!
‘Treed Dragon..
"Tch Menyebalkan juga hingga membuatku terpojok tapi ini tidaklah cukup” Kagami yang hanya tersenyum hingga dadanya menggebu-gebu bersemangat.
‘Teknik terlarang ke-7 : Rapid Knife Shot!’ Kagami langsung bergerak menghancurkan Naga pohon yang membuatnya terpojok.
‘Eksplosion..!!’ Elaina langsung meledakkan naga pohon yang sedang di kendalikannya.
Blam! Duar!
"Akh sial jebakan ternyata” Kagami hingga terdorong mundur oleh ledakan dekatnya.
‘Teknik terlarang ke-8 : Blazing Row Fetch!’ Kagami yang langsung memberikan sebuah tebasan energi hitam dengan energi cukup tebal hingga bisa menghancurkan serangan pohon yang merepotkan hingga membuka jalan.
Kagami langsung melesat menyerang Elaina yang jaraknya tidak terlalu jauh darinya sambil mencoba fokus agar tidak terkena jebakan yang bersembunyi oleh Elaina.
‘Teknik terlarang ke-10 : Heavy Rain Swords!’ Kagami langsung menciptakan puluhan pedang yang terbuat dari energi petir.
Bam! Bam! Bam!
"Uh ini menyakitkan sekali” Elaina yang tidak memperhatikan di atasnya ada puluhan hujan pedang petir.
‘Teknik terlarang ke-6: Aerial Rave Slight!’ Kagami mulai menebas setiap akar pohon yang mendatanginya selalu.
"Akhirnya datang juga” Elaina yang melihat Kagami semakin mendekat.
Kagami yang melihat celah langsung melesat mendekati Elaina yang sedang kesulitan bertahan dari serangan hujan pedang petir yang belum berhenti juga.
‘Teknik terlarang ke-4 : Sky Moonlight Cleaver!’ Kagami langsung memberikan sebuah tebasan pedang api kepada Elaina.
"Ugh sial aku terpojok” Elaina langsung mengubah kedua tangannya menjadi logam.
Lalu Elaina langsung mengubah kedua tangannya yang menjadi logam membentuk sebuah benda tajam langsung menghancurkan serangan dari Kagami.
Elaina dengen cepat menyerang Kagami yang berada dekat langsung dengan kedua tangannya yang sudah berubah menjadi logam.
"Akh akhirnya kamu memutuskan maju ya” Kagami sambil menahan kedua tangan Elaina dengan pedang energi apinya.
Tanpa sadar Kagami yang tidak menyadarinya kemudian sebuah akar-akar pohon yang langsung mengikat kakinya dengan begitu cepat.
‘Treed Prison!’ Elaina langsung membuat penjara yang sangat tertutup hingga tidak ada celah sedikitpun.
"Ugh sial” Kagami yang kakinya tidak bisa di lepaskan dari ikatan akar pohon.
‘Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End!’ Kagami menebas menggunakan energi api hitam hingga membara cukup besar di tangan kanannya.
Blam! Duarr!
Kagami yang berhasil keluar langsung melemparkan pedang api hitam di tangannya ke Elaina yang berada di dekatnya.
"Apa bisa berhasil di hancurkan” Elaina dengan terkejut sambil menahan pedang energi api yang kagami lempar dengan kedua tangannya.
"Meledaklah!” Kagami yang langsung menggerakkan tangannya hingga kembali mengepalkan tangannya.
Blarr!
Elaina yang terlempar cukup jauh hingga Kagami ikut langsung melesat tanpa menciptakan satu pedang pun dari energinya untuk bermaksud menyelesaikannya.
‘Kick Of Destruction!’ Kagami langsung melakukan perpindahan mendekati Elaina lalu menghantamnya dengan kaki tangannya.
Elaina yang tidak bisa berbuat apapun yang terlempar dengan cukup jauh dengan tubuhnya yang sudah kelelahan saat melihat Kagami yang tiba-tiba ada di hadapannya Elaina langsung melindungi tubuhnya dengan mengubah semua tubuhnya menjadi logam.
Bam!
Elaina dengan posisi tubuh yang masih terlindungi dengan mengubah semua tubuhnya menjadi logam dengan sudah terhantam ke tanah dengan tubuh yang sudah tidak bisa di gerakkan kembali
"Uhuk uhuk hah aku kalah!” Elaina yang sudah kehabisan energi dan tubuhnya sudah kelelahan.
"Hahhh pertarungan yang bagus kamu layak pergi bersamaku” Kagami langsung mendarat kemudian mengulurkan tangannya kepada Elaina.
"Ugh ternyata memang kamu itu benar-benar kuat padahal aku ingin mengalahkanmu” Elaina langsung menggapai tangan Kagami.
"Jika ingin mengalahkanku kamu pasti akan mati karena sejak awal aku hanya ingin mengetes seberapa banyak keahlian bertarung yang kamu pelajari sebelumnya” Kagami sambil menepuk pundak Elaina dengan bangga karena kemampuannya sangatlah hebat.
"Uh baiklah dan terimakasih pertarungannya yang cukup banyak yang aku pelajari” Elaina sambil mengembalikan tubuhnya ke bentuk semula dengan pakaian yang masih aman.
Lalu Kagami langsung membawa Elaina ke tempat Liyana bersama ketiga bayangannya yang masih belum selesai dengan Foxyel yang berada di pangkuan Liyana.
"Pertarungan yang sangat bagus Elaina dan sekarang kamu sudah mengerti bukan kenapa aku melarangmu?” Liyana yang bertanya kepada Elaina.
"Iya aku tau karena aku hanya ingin di akui olehnya saja dan katamu kagami paling kuat di antara kalian berdua jadi aku ingin di akui oleh orang kuat karena kebanyakan yang aku tau orang kuat itu sombong sekali tapi ternyata Kagami itu berbeda” Elaina yang kemudian duduk di samping Liyana.
"Aku itu tidaklah kuat tau dan aku hanyalah seseorang yang di bantu oleh sosok monster bayangan yang selalu mendorong hingga membantu meningkatkan kemampuanku ini” Kagami yang kemudian tiduran di atas rumput hijau di sekelilingnya.
"Memang kagami itu sejak dulu aku sering mendengar kabarnya Kagami itu seorang anak yang sangat jenius bisa menciptakan sihir yang sangat mematikan dan menakutkan sekali lalu saat aku pertama kali bertemu dengannya berita itu memanglah benar hingga Kagami sanggup membunuh seseorang lalu membangkitkannya lagi tanpa takut dan tanpa menyesali perbuatannya sendiri” Liyana langsung menceritakan kepada Elaina.
"Kamu terlalu berlebihan aku hanyalah suka menyendiri belajar di dalam perpustakaan bersama mikhaile saja yang sering membantu sekaligus mengajarkanku banyak hal hingga saat ini aku bisa menjadi kuat berkat Mikhaile sendiri hingga orangtuaku saja tidak bisa berkata apapun saat melihat yang selama ini aku latih” Kagami langsung menjelaskan kembali kepada Liyana.
"Iya aku tau dengan kata lain kamu itu berbakat Kagami sejak kecil coba saja bandingkan dirimu dengan Vernon anak Tuan Alexi karena Vernon itu terlalu di manja sedangkan dirimu ingin mencoba belajar sendiri dan sangat menyukai buku” Liyana yang langsung mengatakan kepada Kagami.
"Iya aku iya mengakuinya aku lebih suka menyendiri sekaligus membaca buku” Kagami yang malas berdebat bersama Liyana.
"Aku jadi iri jika mengetahui seperti cerita Liyana katakan” Elaina sedikit murung.
"Semua orang punya waktu untuk menjadi kuat jika mempunyai keinginan tinggi jadi tidak ada gunanya iri kepada seseorang jika kamu selalu iri kepada kemampuan seseorang kamu tidak akan bisa mengalahkan orang itu” Kagami mengingatkan kepada Elaina sambil menatap langit.
"Huh benar ucapan Kagami asalkan kamu punya niat pasti kamu bisa menjadi kuat sepertiku dan kagami suatu hari nanti” Liyana juga memberikan semangat kepada Elaina.
"Baiklah jika kalian berdua bicara seperti itu aku akan lebih banyak berlatih lagi” Elaina dengan penuh semangat.
Setelah istirahat di dalam Domain milik Kagami selama 2 jam memulihkan diri Rubah kecil yang mendengar perkataan Liyana langsung masuk ke dalam saku baju Kagami yang masih sedang tiduran di atas rumput hijau yang luas.
Lalu mereka pun langsung kembali oleh bantuan Kagami yang langsung mengeluarkan mereka bertiga termasuk kagami sendiri dari dalam Domain milik Kagami.
Saat kembali banyak pengunjung yang terkejut dengan kembalinya 3 orang yang langsung sengaja tidak memperhatikan Kagami, Liyana dan Elaina karena kelihatannya 2 orang itu sangalah kuat.
Dengan Suasana disana sangatlah canggung Kagami bersama Liyana langsung kembali ke dalam kamarnya masing-masing karena mereka berdua belum merapikan barang-barang milik masing-masing di dalam kamarnya.