Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
58. Tekad



Kagami dan liyana yang berdiam diri di dalam kamar berdua sambil mengobrol beberapa hal lalu kagami yang mendengar suara perut liyana yang lapar.


"Kruyuk krucuk" suara perut liyana yang sudah lapar belum makan apapun.


"Kau lapar Liyana bagaimana kalau keluar mencari makanan" kagami yang masih tiduran.


"Mmm ba-baiklah maaf perutku tidak bisa di atur" liyana yang malu di hadapan kagami.


"Santai jangan sungkan" kagami langsung berdiri lalu mengajak liyana berkeliling kota.


Kagami pun langsung manarik tangan liyana lalu berjalan bersama mengelilingi kota dan para petualang sangat ricuh di tengah kota lalu kagami tidak menghiraukannya dan melanjutkan jalannya.


"Liyana kalau aku menghilang untuk beberapa tahun dan kau sendiri apa yang akan kau lakukan?" Kagami yang terpikir sesuatu yang tidak mungkin.


"Hm mungkin aku akan menangis selama beberapa hari di suatu tempat lalu setelah itu berusaha mencarimu memangnya kau kenapa bertanya begitu?" Liyana merasa aneh.


"Tidak hanya saja aku terpikir jika aku mati untuk kedua kalinya apakah seseorang yang sangat menyayangi menghilang dan melupakanku seperti duniaku dulu?" Kagami yang terpikir yang seharusnya tidak berpikir seperti itu.


"Aku tidak akan melepaskan dan merelakanmu pergi dan jika kau mati tanpa ada bukti aku akan berusaha mencari lalu berjuang bersama lagi" liyana yang berbicara lalu memegang tangan kagami dengan erat.


"Baiklah terimakasih aku akan menjadi kuat untuk bertahan hidup" kagami yang melanjutkan jalannya sambil mengusap kepala liyana.


"Hehe baiklah dan ayo lanjut jalan" liyana yang berjalan lagi mencari.


"Itu dia liyana tempat makan dan ayo kesana" kagami langsung mengajak liyana.


Lalu liyana dan kagami langsung mempercepat langkahnya lalu masuk ke dalam tempat makan tersebut lalu kagami dan liyana langsung mencari meja yang kosong dan terdapat meja kosong di bagian depan di bagian kanan.


Kagami dan liyana pun memesan makanan lalu setelah memesan banyak sekali orang yang memperhatikan kagami dan liyana.


"Kagami banyak orang yang memperhatikan kepada kita loh?" Liyana yang tidak enak di pandang oleh banyak orang.


"Hm biarkan saja dan besok kita pergi dari sini" kagami berbicara dengan tidak menghiraukan sekitarnya.


"Besok? Kan aku masih ingin istirahat" liyana yang tidak setuju dan semua orang langsung memperhatikan kagami dan liyana menjadi pusat perhatian.


"Hahhh baiklah terserah kau saja dan menambah bayar sewa kamar lagi untuk berapa hari?" Kagami yang berbicara santai.


"Hm 2 hari saja lagi yah?" Liyana yang masih ingin istirahat.


"Ya tapi bayar olehmu" kagami yang masih santai saja.


"Baiklah sekali sekali aku saja yang bayar sekaligus makanan yang sudah di pesan di bayar olehku" liyana berbicara kepada kagami.


"Maaf menunggu lama dan selamat makan" pelayan perempuan itu berbicara.


"Ya terimakasih" liyana yang menjawabnya lalu pelayan itu pergi.


"Maaf tidak kok dan makan saja dahulu kau mungkin lapar" kagami yang berbicara langsung hanya memikirkan liyana.


"Tidak ayo makan bersama saja" liyana yang mengajak kagami makan bersama.


"Ya baiklah" kagami pun langsung mengambil beberapa makanan.


Lalu kagami dan liyana pun makan bersama hingga habis setelah itu lalu liyana langsung membayar harga pesanan yang sudah di pesan dan setelah membayar lalu mereka berdua lalu berjalan kembali menuju penginapan.


"Hahh kenyang sekali" kagami sambil berjalan menuju penginapan kembali.


"Iya tapi semua orang masih meributkan sesuatu tapi apa yah?" Liyana yang masih memperhatikan banyak orang yang berkumpul.


"Sebelumnya aku sedikit dengar itu adalah uang taruhan karena mereka kalah jadi tidak setuju dan hiraukan saja" kagami yang berbicara kepada liyana.


"Sepertinya iya dan kenapa kau mengajak kembali ke penginapan?" Liyana yang masih ingin berjalan jalan.


"Karena ingin mengajakmu untuk melihat galaksi di tempat latihanku mau?" Kagami yang mengajak liyana.


"Boleh sudah lama aku ingin lihat tempat latihanmu yang berbeda" liyana langsung berjalan bersama.


Lalu mereka sampai di dalam kamarnya lalu kagami langsung membuka portal menuju Realms Of Dark yang terlihat indah setiap kagami berlatih disini.


"Wah indah dan banyak bintang yang sangat indah menghiasi langit" liyana yang sangat senang.


"Syukurlah kau menyukainya dan apakah ingin berlatih disini? Atau melihat saja dahulu?" Kagami yang bertanya kepada liyana.


"Aku masih ingin melihatnya dan jika kau ingin berlatih silahkan" liyana yang langsung diam memperhatikan langit yang indah dan damai.


"Meskipun aku menghilang liyana tapi aku akan berlatih disini tidak akan berpindah lagi" kagami yang langsung mengeluarkan beberapa bayangan hewan.


Kagami pun langsung berlatih di Realms Of Dark dengan penuh semangat dan kagami mencoba lebih bisa lagi mengendalikan pedang Guardians yang belum sempurnanya.


Kagami yang menyerang semua hewan bayangannya dengan cepat menebas seluruh badan para binatang bayangan dengan cepat.


"Hah hah hah" kagami yang kelelahan lalu seluruh hewan bayangan juga diam tidak menyerangnya.


"Ksu sudah banyak berkembang kagami dan melihatmu latihan aku jadi ingin melakukannya juga" liyana juga ingin ikut latihannya.


"Baiklah kalau kau ingin berlatih juga dan kalian semua berlatih dengan liyana dahulu" kagami yang berbicara langsung kepada liyana dan semua hewan bayangan yang tersisa.


Liyana pun langsung berlatih dan kagami hanya istirahat karena lelah dan anehnya pedang Guardians setiap menebas hewan bayangan energi kegelapan terserap ke dalam pedang Guardians dan juga semakin kuat juga energinya.


Lalu kagami tidak terlalu memikirkannya lalu kagami memutuskan untuk meditasi untuk sementara waktu sambil meningkatkan kemampuannya sendiri.


Kagami akhirnya selesai dan memutuskan untuk berhenti karena tubuhnya sudah lelah dan tidak kuat lagi lalu Riziel langsung diam istirahat sambil memperhatikan liyana yang masih belum lelah.