Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
25. Bersiap Pergi Berpetualang



Kagami yang sedang beristirahat di dalam kamar untuk istirahat dan liyana yang sudah selesai mengobrol dengan ayahnya pergi ke kamar untuk istirahat juga dan hari berjalan menuju hari selanjutnya dengan cepat.


"Hooaamm jam berapa sekarang tumben liyana belum bangun?" tanya kagami.


"Sebaiknya aku pergi mandi saja" ucap kagami sambil mengambil handuk milik liyana di lemarinya dan masuk ke kamar mandi dan selesai mandi langsung ganti baju setelah selesai ingin melihat liyana.


"Ternyata belum bangun dan aku lupa lihat jam" ucap kagami sambil melihat jam di sebelah tempat tidurnya liyana.


"Pantas saja sekarang baru Jam 05 : 45 lebih baik ngapain yah masih pagi begi--" ucap kagami Kagami di kejutkan dengan liyana yang telah bangun dan menutupi matanya.


"Hayo ngapain disini atau mau mengerjai aku?" tanya liyana kepada kagami masih menutupi matanya kagami untuk melihat.


"Ti-tidak kok aku baru saja selesai mandi dan ingin lihat jam berapa sekarang? dan sekalian membangunkanmu juga eh malah di beginikan" ucap kagami menjelaskan.


"Baiklah aku percaya perkataanmu kagami" ucap liyana.


"Sekarang lepaskan tanganmu ini aku ingin lihat jam!!" ucap kagami kesal matanya masih di tutupi oleh tangan liyana.


"Ya pantas saja kamu sudah wangi pagi pagi begini" ucap liyana sambil melepaskan tangannya yang menutupi mata kagami.


"Ya dong aku kan rajin bangun pagi hehe" ucap kagami.


"Dasar sombong begitu juga" ucap liyana dengan nada ketusnya.


"Yasudah sana mandi atau aku tinggalkan dan kamu ingin ikut aku ke kerajaan atau tunggu disini?" tanya kagami kepada liyana yang sedang mengambil handuk bekas kagami mandi.


"Aku ikut saja ke kerajaan dan aku tidak suka menunggu lama dan kagami tunggu di luar sana nanti aku ke depan tunggu saja" ucap liyana sambil berbicara dan pergi menuju kamar mandi.


"Ya baiklah aku pergi aku tunggu di depan rumah saja" ucap kagami dan pergi ke depan tetapi terlihat lucia sedang bermain dengan ayahnya yaitu rizel.


"Selamat pagi kak gami" ucap lucia yang menyapa kagami yang baru keluar dari kamar tidurnya.


"Pagi juga lucia" ucap kagami menyapa kembali lucia.


"Nak kagami dimana liyana apakah masih tidur?" tanya rizel kepada kagami.


"Ohh liyana sedang mandi jadi saya keluar kamar agar tidak terjadi kejadian seperti kemarin" ucap kagami sambil menjelaskannya kepada rizel.


"Ahaha maaf karena saya menempatkan kalian di sana berdua harusnya di kamar itu tempat tidur lucia dan liyana" ucap rizel meminta maaf kepada kagami.


"Tidak apa asalkan bisa tidur dan aku bisa tidur di mana saja asalkan nyaman" ucap kagami.


"Baiklah kalau begitu sekarang apakah jadi berangkat?" tanya rizel kepada kagami.


"Ya jadi saya sudah siap tinggal menunggu liyana dan melanjutkan perjalanan berpetualang" ucap kagami dengan penuh semangat.


"Tolong jaga liyana baik baik saya sebagai ayahnya selalu khawatir sejak kecil liyana selalu bercita cita ingin menjadi petualang hunters" ucap rizel dengan penuh nada khawatir.


"Ya saya akan usahakan menjaga liyana sampai titik darah penghabisan atau lewati diriku ini" ucap kagami sedikit menyombongkan dirinya kepada rizel.


"Baiklah aku percaya kepadamu nak kagami" ucap rizel dan setelah selesai berbicara liyana pun keluar dari kamar dengan memakai baju yang kemarin di beli.


"Halo bagaimana apakah sekarang berangkat berpetualangnya?" tanya kepada kagami yang sedang terpukau melihat betapa cantiknya liyana.


"H-hai maaf, jadi kok liyana tidak akan pamit dengan keluargamu dahulu?" tanya kagami kepada liyana.


"Itu sudah pasti dan kewajiban dong" ucap liyana ibunya pun keluar rumah.


"Hati hati yah kalian berdua semoga bisa kembali lagi kesini dengan selamat" ucap sanita kepada kagami dan kagami.


"Ya baiklah ibu kami pergi dahulu" ucap liyana dan kagami pergi menuju kerajaan untuk menjemput Mikhaile.


"Ohh iya liyana aku ada yang ingin di tanyakan?" tanya kagami kepada liyana.


"Apakah itu tanyakan saja" ucap liyana.


"Itu hanya yang tadi malam sedang bicara tentang apa dengan orangtuamu sampai berteriak?" tanya kagami kepada liyana.


"Itu hanya ingin tau apakah aku punya hubungan denganmu atau tidak" ucap liyana.


"Terus kamu mengatakan apa?" tanya kagami kepada liyana.


"Ya aku jawab hanya pacar saja dan membuat ayah dan ibu kaget sekaligus senang karena ada yang bisa menjaga diriku" ucap kagami.


"Pantas saja tadi pagi aku keluar rumah mereka baik kepadaku dan apa lagi?" tanya kembali kagami kepada liyana.


"Itu sebelum pembicaraan itu ayahku menyuruh untuk berhenti menjadi hunters untuk berpetualang sendirian karena ayahku sangat khawatir sekali takut kehilanganku dan aku menolaknya mentah mentah dan ingin pergi tetapi di tahan oleh lucia dan melanjutkan pembicaraan lagi meskipun aku masih marah" ucap liyana yang seketika sedih.


"Ohh begitu maaf yah aku hanya terdengar saja dan ingin berbicara pas sebelum tidur tetapi liyana masih marah karena itu nanti saja pas kita berangkat saja baru aku tanyakan dan apakah orangtuamu tidak tau identitas asliku?" tanya kagami kepada liyana.


"Ohh itu orangtuaku belum tau mungkin nanti sebagai serprise pasti membuat keluargaku heboh seketika hehe" ucap liyana kembali ceria.


"Yasudah tidak apa apa sekarang mari masuk kerajaaan" ucap kagami dan prajurit yang mrlhat kagami langsung memberi hormat dan langsung memberi tau orang tua kagami.


"Selamat datang kembali tuan muda kagami" ucap prajurit penjaga gerbang.


"Ya terima kasih" ucap kagami sambil memasuki kastil kerajaaan.


"Liyana memakai baju itu sangat cantik sekali dan sangat pas sekali denganmu" ucap kagami yang memuji liyana yang langsung tersipu malu.


"Mau ikut mencari ibu dan ayahku tidak atau kamu ingin pergi perpustakaan untuk menjemput Mikhaile?" tanya kagami memberi pilihan kepada liyana.


"Aku ikut saja denganmu kagami" ucap liyana yang mengambil keputusan.


"Baiklah lebih baik cari di mana yah?" tanya kagami kepada diri sendiri dan seketika prajurit melewat kagami dan liyana.


"Tu-tuan apa melihat raja zhiyu?" tanya liyana yang berbicara dengan gugup.


"Ohh raja ada di ruang makan sedang sarapan" ucap prajurit itu kepada liyana.


"Terima kasih" ucap liyana dan kagami melihatnya liyana yang berbicara dengan prajurit sangat bangga.


"Bagus harus begitu terbuka dan jangan takut" ucap kagami sambil mengacungkan jempolnya.


"Ya mari kesana tempat makan" ucap liyana sambil berjalan menuju ruang makan dan kagami menahannya.


"Emang liyana kamu ingat dimana ruang makan?" tanya kagami kepada liyana.


"Lupa lagi hehe" ucap liyana terkekeh karena lupa tempatnya.


"Hah biar aku saja ayo ikuti aku" ucap kagami yang tersenyum kecut karena liyana sambil menggandeng tangan liyana agar cepat jalannya.


"I-ya sabar jangan di gandeng segala" ucap liyana kesal.


"Biarkan saja asalkan aku senang ahaha" ucap kagami langsung membuat liyana tersipu malu lagi.


Dan setelah mereka sampai di ruang makan bertemu juga dengan zhiyu, Xiandan juga Mikhaile baru sedang makan.


"Ahh aku baru sadar ada tamu tidak di undang" ucap Mikhaile membuat zhiyu dan Xian melihat kepada kagami dan liyana.


"Halo anak anak apa mau ikut makan disini?" ucap zhiyu.


"Ok lah boleh saja ayo liyana ikut makan kamu belum makan ya kan?" tanya kagami kepada liyana.


"Ya baiklah mari ikut makan" ucap liyana dan langsung mendekati meja makan dan Xian menyuruh kepada pelayan untuk membawakan kursi tambahan 2 dan makanan untuk kagami dan liyana.


"Jadi ada urusan tuan muda kesini lagi?" tanya Mikhaile kepada kagami langsung ke intinya tanpa basa basi dan kursi sekaligus sarapannya pun datang kehadapan semuanya dan kagami dan liyana pun duduk dan makan.


"Ya jadi aku kesini untuk menjemputmu sekaligus mengajak melanjutkan berpetualang apa mau?" tanya kagami kepada Mikhaile.


"Baiklah apa yang tuan inginkan saya akan mengikutinya" ucap Mikhaile yang langsung menuruti perintah kagami.


Dan setelah memberi tau Mikhaile dan mereka pun setelah selesai makan dan langsung mengobrol dengan zhiyu dan Xian bersama kagami sendiri dan liyana dengan Mikhaile sedang pergi ke perpustakaan untuk mencari buku yang liyana cari sekaligus kagami yang titip.


"Jadi nak kamu ingin melanjutkan petualanganmu kemana?" tanya zhiyu kepada kagami.


"Tidak tau aku tadi mau tanya tapi ayah sudah tanya terlebih dahulu" ucap kagami berbicara jujur tidak tau.


"Kalau tidak tau bagimana kalau ke kota Ferdinia dimana ras Demi-human atau bisa di katakan kota manusia setengah hewan dan setelah itu bisa memperkuat badan dan selanjutnya ke kota iblis dimana kota banyak sekali iblis yang kuat" ucap zhiyu.


"Tapi kamu harus hati hati banyak perangkap disana" ucap Xian yang khawatir kepada kagami.


"Aku akan berusaha dan akan berjuang sekarang aku bukan anak kecil lagi bu aku akan berusaha melindungi orang yang ada disisiku juga bu" ucap kagami menjelaskan dan sangat bersemangat mendengar apa yang di katakan oleh zhiyu atau ayahnya kagami.


"Baiklah aku pergi dahulu ayah, ibu" ucap kagami pergi tapi di tahan oleh ayahnya.


"Nak apakah uangmu masih ada?" tanya zhiyu kepada liyana.


"Sedikit lagi sih ayah" ucap kagami dan zhiyu menyuruh mengambil uang di gudang sedikit untuk kagami lumayan banyak dan setelah di ambil langsung di simpan di depan hadapan kagami.


"Sebelum ayah beri uang ini ayah mau tau uang kau di habiskan untuk apa?" tanya zhiyu.


"Habis untuk penginapan, makan bertiga, membeli baju, dan senjata baru sekaligus armor" ucap kagami sambil memberi tau.


"Jadi tidak berfoya foya?" tanya zhiyu lagi sedikit tegas.


"Ti-tidak kok untuk apa berfoya foya aku punya gadis yang cantik di sebelahku setiap hari" ucap kagami membuat ayah dan ibunya terkejut.


"Apa kalian sudah sama sama suka?" tanya Xian kepada liyana.


"Sudah kok" Ucap kagami.


"Bagus bagus ayah dan ibu tidak sabar punya cucu lagi ahaha" ucap zhiyu yang tertawa.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi mencari liyana dan Mikhaile dahulu" ucap kagami kepada ayah dan ibunya.


"Ya silahkan kami akan kerja lagi" ucap ayah dan ibu kagami.


Kagami sendirian pergi ke perpustakaan untuk mencari liyana dan Mikhaile dan setelah sampai di sana bertemu dengan mikhaile dan liyana langsung menuju sana dan langsung meminta mereka pergi berlanjutnya para petualang.


"kagami apa sudah bilang kepada ayah dan ibumu?" tanya liyana khawatir tidak sopan.


"Santai sudah kok sekaligus ini" ucap kagami sambil memperlihatkan uang yang lumayan banyak di kantung uangnya lalu di simpan kembali ke dalam cincin penyimpanan.


"Itu dari ayahmu?" tanya liyana.


"Ya sekarang mari pergi berpetualang ke kota Ferdinia" ucap kagami.