
Setelah 2 jam berlalu kagami pun terbangun di atas ranjang yang sudah pingsan bekas pertarungan dan melihat sosok 2 perempuan yang setia menunggu dan merawat dirinya ketika pingsan sampai luka luka.
"Kagami kamu sudah bangun? syukurlah maaf aku tidak bertarung bersamamu tadi jafi kamu pingsan menghadapi mereka" ucap liyana yang terbangun dan melihat kagami siuman dari pingsannya.
"Sudah jangan menyalahkan diri sendiri aku sudah senang kok tadi melihatmu berjuang sendiri serta membela aku pas pingsan dari para petualang" ucap kagami menjelaskannya kepada liyana.
"Baiklah kok kamu bisa tau aku berbuat seperti itu pada saat pingsan kagami?" tanya liyana.
"Sebenarnya aku setengah sadar dan mendengarkan pembicaraan kalian dan sekarang tidur saja kasihan Mikhaile lihat di sebelahmu yang kelelahan menjagamu dan kamu lebih baik tidur saja lagi biar staminamu kembali atau mau tidur bersama denganmu disini" ucap kagami menggoda liyana di kamarnya.
"Huh mesum baik baik aku tidur kamu juga harus tidur lagi loh tapi jangan pergi kemana mana" ucap liyana mengancam kagami.
Dan setelah itu mereka tidur kembali dan pagi menjelang ke sore dan kagami bangun dari tidurnya karena tenaga dan juga staminanya sudah kembali pulih.
"Hooaamm jam berapa sekarang dan berada di mana ini seperti berbeda dari penginapan" ucap kagami yang heran dan segera bangun untuk melihat lihat.
"Yo Riziel ternyata sudah bangun yang lain belum bangun tuh" ucap wali kota yaitu adelio menyapa kagami.
"Loh kok belarti aku ada di dalam kerajaanmu Wali kota kenapa bukan di tempat istirahat para petualang yah?" tanya kagami pada adelio.
"Harusnya kalian berada di sana tapi pasanganmu ingin aku memberi tempat untuk kalian Istirahat karena banyak para petualang yang menjelekkan kalian" ucap adelio menjelaskan kepada kagami.
"Ohh begitu mohon maaf atas sikap pasanganku liyana jadi menyusahkan kalian" ucap kagami meminta maaf atas sikap liyana.
"Tidak perlu sungkan dan lagi kamu dudah menyelamatkan kota dan bertaruh nyawa melawan mereka aku hanya membalas budi saja" ucap adelio yang berbalas budi dengan kagami.
"Yasudah aku ingin melihat yang lain dahulu" ucap kagami yang ingin pergi tetapi di berhentikan oleh adelio.
"Tunggu kalau rekanmu sudah bangun langsung datang ke ruanganku ada yang akan di bicarakan" ucap Adelio memberi tau kepada kagami.
"Baiklah sampai nanti" ucap kagami yang langsung pergi menuju ke tempat liyana dan Mikhaile.
Kagami pun sampai ke kamarnya liyana dan Mikhaile yang melihat mereka tertidur pulas sekali dan kagami masuk untuk menjahili liyana dan kagami yang mengilikitinya memakai dengan kain ke pipi liyana.
"Hmm pergi sana jangan ganggu tidur" ucap liyana yang mengigau saat tidur.
"Hmm apakan lagi yah" ucap kagami yang langsung mencubit hidungnya agar tidak bisa bernafas.
"Hah hah aku tidak bisa bernafas lepaskan" ucap liyana yang tidak bisa bernafas membuat kagami tertawa terbahak bahak hingga membangunkan Mikhaile.
"Ahahaha kasihan kasihan hidungmu nanti mancung kalau di buat begitu loh liyana" ucap kagami yang tertawa sambil meledeknya.
"Bukannya mancung malah aku tidak bisa nafas sini biar kamu merasakan juga" ucap liyana yang marah akibat sikap kagami yang jahil.
"Ad-dududuh sakit iya maaf maaf aku hanya ingin membangunkan kalian tapi pulas sekali" ucap kagami yang di balas karena jahil oleh liyana.
"Harusnya mengerti dong" ucap liyana yang masih memarahi kagami.
"Ya ya baiklah tuan putri liyana" ucap kagami dan liyana melepas siksaan kepada kagami.
"Haduh berisik apa sih dan tuan ada apa membangun kami?" ucap Mikhaile bertanya kepada kagami.
"Wali kota sudah menunggu kita ada hal yang ingin di bicarakan dan kalian sudah tidur lama" ucap kagami menjelaskan nya.
"Baiklah kami akan mengikuti dari belakang" ucap liyana dan Mikhaile berbicara bersama.
Dan setelah semuanya bangun lalu mereka pergi menuju ruangan pribadi wali kota adelio setelah mencari dan bertanya ketemu juga tempatnya.
"Halo maaf kami telat jadi ada apa yang akan di bicarakan?" tanya kagami lalu duduk dan liyana dan Mikhaile ikut duduk disisi kagami.
"Jadi malam ini akan di adakan pesta perayaan atas kalian sudah membantu kota atas penyergapan jadi aku berterimakasih kepada kalian dan maukah kalian ikut pesta malam ini?" tanya adelio kepada mereka.
"Kalau aku bisa saja tapi aku akan membicarakannya dahulu dengan liyana dan Mikhaile" ucap kagami bertanya kepada Mikhaile dan liyana.
"Aku mau juga" ucap liyana yang ikut serta.
"Aku ikut dengan tuan" ucap Mikhaile juga ikut serta.
"Baiklah kami ikut serta untuk pesta perayaan" ucap kagami memberi keputusan kepada adelio.
"Kalian punya pakaian untuk di pakai kalau tidak ada bisa aku meminjamkannya kepada kalian?" tanya adelio kepada mereka.
"Kalau aku dan liyana ada tapi kalau Mikhaile sepertinya tidak ada yah?" jawab kagami ragu ragu jarang mengajak Mikhaile berbelanja bersama.
"Baiklah coba saja pakaian yang aku punya untuk kalian mungkin ada yang cocok dan evans antar mereka ke ruangan baju agar bisa memilih baju yang cocok dengan mereka" ucap adelio memberi perintah kepada evans mengantarkan mereka ke ruangan pakaian.
Dan setelah beberapa lama sampai di ruangan dan setelah selesai memilih baju langsung membawa bajunya ke kamarnya masing masing karena sebentar lagi malam.
"Halo untuk semua masyarakat kota Ferdinia malam ini akan di adakan pesta perayaan di dalam istana bagi yang mau datang kalian bisa datang terbuka bebas" ucap adelio yang mengumumkan sesuatu tentang pesta perayaan.
"Baiklah aku sebaiknya mandi saja dan pakai baju yang sudah di pilih di sana karena adelio memaksa menyuruh memakai pakaian yang adelio simpan" ucap kagami yang langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih bersih bekas pertarungan tadi.
Dan setelah selesai mereka langsung berkumpul di tempat ruangan bersama wali kota adelio untuk bersama sama berangkat ke tempat pesta yang sudah di sediakan.
"Ayo sekarang kita pergi menuju ruangan pesta pasti sudah banyak orang menunggu di sana" ucap Wali kota adelio kepada mereka.
"Ya baiklah ayo" ucap liyana sambil menerima tangan kagami lalu menggenggam tangannya lalu berangkat.
"Ayo tuan pasti mereka menunggu" ucap Mikhaile mengajak kagami dan liyana.
Mereka pun langsung berangkat menuju ruang pesta dan sesudah sampai di ruang pesta melihat banyak orang yang menunggu di sana dan melihat sosok anak kecil yang memanggil kagami dan liyana.
"Kak kagami disini" ucap lilia yang melambaikan tangannya kepada kagami, liyana dan Mikhaile.
"Ayo kesana Mikhaile, liyana" ucap Kagami mengajak liyana dan Mikhaile.
"Ayo kagami kita kesana dan Mikhaile apakah mau ikut?" tanya liyana kepada Mikhaile.
"Silahkan saja aku nanti kesana untuk sekarang aku diam saja di sini" ucap Mikhaile.
"Yasudah kami pergi" ucap kagami dan liyana bicara bersama.
kagami dan liyana pun langsung turun menuju tempat keluarga lilia berada di sana.
"Halo apakah menunggu kami dari tadi?" tanya liyana kepada keluarga lilia.
"Ohh sebenarnya tidak tapi sesudah masuk lilia selalu mencari kalian berada di mana" ucap ibu lilia.
"Ohh begitu baiklah tidak apa" ucap liyana yang langsung melepas gandengan tangannya karena malu di lihat orang.
"Kenapa dilepas malu?" tanya kagami menggoda liyana.
"Hmph ya kalau tau kenapa nanya" ucap liyana dengan nada bicara ketus kepada kagami.
"Baiklah kalau tidak suka aku tidak akan lagi" ucap kagami yang sadar liyana tidak mau akibat dilihat banyak orang.
"Bu--bu-bukan itu maksudku aku hanya--" ucap liyana yang belum selesai bicara karena gugup takut salah bicara lagi.
"Yasudah aku mengerti" ucap kagami sambil memberi senyuman di mengerti liyana lalu membuat usapan di kepala liyana.
"Ini kak minuman untuk kalian berdua" ucap lilia yang memberikan 2 minuman untuk liyana dan kagami.
"Terimakasih lilia pintar masih kecil juga" ucap kagami berterimakasih sekaligus memuji lilia.
"Ya kak hehe" ucap lilia tersenyum karena senang di puji oleh kagami.
"Baiklah tuan dan nyonya terimakasih sudah datang ke pesta yang sudah aku sediakan dan terimakasih kepada rekan rekan kagami youra yang sudah memberi tau dalam penyergapan dan menyelamatkan para warga dan mempertaruhkan diri untuk melawan para kelompok penjahat sekali lagi terimakasih banyak dan ayo laksanakan pestanya" ucap wali kota adelio berbicara sambil memuji kagami sekaligus liyana, Mikhaile.
Lalu mereka pun langsung melaksanakan pesta yang meriah dan Mikhaile hanya melihat kondisi pesta dari atas sambil memakan beberapa makanan.
"Liyana bolehkah aku mengajakmu menari?" tanya kagami sambil mengulurkan tangannya kepada liyana yang di dalam pikirannya masih merasa bersalah.
"Tapi aku tidak bisa menari dan aku minta maaf atas kejadian tadi" ucap liyana yang akhirnya sadar.
"Tidak apa jangan di pikirkan dan aku akan ajarkan meskipun aku hanya pernah melihat ayah dan ibuku saja tapi tidak ada salahnya mencoba" ucap kagami masih mengulurkan tangannya dan belum ada jawaban dari liyana.
"Baiklah aku mau dan kamu terlihat tampan pakai baju itu" ucap liyana memuji kagami lalu menangkap uluran tangan kagami.
"Hehe kamu juga sama apa lagi rambutmu di di ikat terlihat sekali cantiknya" ucap kagami sambil berdansa.
***
"Sepertinya tuan sudah sangat dekat dengan liyana jadi sedikit iri melihatnya" ucap Mikhaile yang memperhatikan kagami dan liyana.
"Bolehkah aku duduk disini juga nona Mikhaile?" tanya adelio yang duduk di meja tempat duduk Mikhaile.
"Boleh saja kenapa tidak" ucap Mikhaile yang masih memakai wujud wanita biasa dan tidak memakai wujud aslinya karena di perintahkan oleh kagami.
"Apakah anda bisa berdansa denganku nona Mikhaile?" tanya adelio mengajak Mikhaile berdansa.
"Mungkin bisa" ucap Mikhaile yang langsung menggapai tangan adelio.
*****
"Kamu hebat kagami hanya melihat ibu dan ayahmu saja sekarang sudah bisa berdansa seperti ini" ucap liyana memuji kagami.
"Haha biasa saja dan jaga hatimu untukku jangan berpaling denganku karena sikapku yang jelek ini aku hanya punya kau yang berharga" ucap kagami menjelaskan kepada liyana.
"Kenapa memangnya? aku hanya suka dari sikapmu saja kok yang ceria dan tidak takut akan sesuatu atau pemberani melawan yang meskipun kesempatan nol dan kau memberi harapan untuk menang" ucap liyana.
"Itu hanya takut saja kamu pergi karena bisa di bilang kamu mungkin kelemahanku" ucap kagami memberi tau.
"Meskipun aku kelemahanmu aku akan berjuang dari yang lemah menjadi kuat dan tidak ada namanya kelemahan lagi" ucap liyana mendekatkan badannya kepada kagami.
"Ya baiklah kamu adalah setengah kekuatan hebat dari dalam diriku" ucap kagami langsung memeluk liyana di dekapan dirinya.
"Ya aku akan berusaha hehe" ucap liyana terkekeh geli meskipun sedang dansa.
Setelah pesta berjalan sampai jam 12 malam lalu pesta pun selesai pada saat jam 2 malam dan mereka pun bubar dan kembali ke tempat untuk istirahat kembali.