Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
54. Semangat untuk bertahan hidup



Semua orang disana bertarung untuk menjaga kota Havensi dari para monster menyerang sedangkan untuk liyana dan kagami bertarung dengan bos para monster 1 vs 1 tanpa adanya gangguan sedikit pun.


"Arrggh uhuk uhuk" beberapa penjaga serta petualang ada yang sudah kelelahan dan juga terluka parah.


"Lakukan penyembuhan di barisan belakang dan pulihkan diri kalian lalu buat Barier untuk menahan semua serangan dadakan" komandan Bataliyon yang memberikan perintah kepada para penjaga yang terluka dan para petualang untuk melakukan pemulihan.


"Serahkan kepadaku komandan" Shiron langsung berbicara dan menarik beberapa para petualang dan penjaga yang terluka di bawa ke bagian belakang.


Setelah selesai melakukan penyelamatan beberapa penjaga dan petualang yang terluka untuk membawa ke barisan belakang untuk pemulihan.


*****Liyana POV*****


Liyana yang bertarung habis habisan dengan seekor minotaur yang lumayan bear dengan membawa senjata sebuah kapak yang sangat sulit di ayunkan dan liyana yang hanya menghindari untuk menghancurkan senjatanya dengan mudah.


"GRR HRG" Minotaur itu sangat kesal lalu kapak besarnya di arahkan ke arah depan dengan sangat keras hingga tanah bergetar.


"Kesempatan monster senjatamu kurang cocok" liyana yang melihat kesempatan dengan kapaknya yang menghantam tanah dan sulit untuk di angkat kembali.


"Frozing Zab!" Liyana lalu membekukan kapak besar itu langsung bersamaan dengan tangan seekor minotaur yang ikut terkena dampaknya.


"GGRROAARRGGHH HRRGGH" Minotaur itu semakin kesal yang tangannya susah.


Lalu liyana melemparkan api darah ke semua badan minotaur itu yang sangat tertutup oleh armor yang sangat kuat.


"Nona apakah perlu bantuanku?" Vortex yang memperhatikan di dalam dimensi buatan liyana.


"Tidak perlu aku bisa sendiri" liyana yang menghancurkan dengan cepat senjata kapak seekor minotaur dengan cepat lalu datang seekor 2 hewan kegelapan membantu liyana.


"Flame Vulcano" liyana yang membuat ledakan api darah langsung di depan minotaur itu langsung.


Akhirnya senjatanya hancur berkeping keping menjadi abu berkat ledakan api darah yang membakar menjadi meleleh tidak kuat panasnya.


"HHRRGGHH GRRH" minotaur itu langsung mengambil senjata yang kecilnya.


"Gawat aku harus menja--" liyana yang tidak sempat menghindar hingga terkena sedikit luka dengan beberapa kapak yang di lemparkan.


"GROARGH!" Minotaur itu langsung melemparkan 1 kapak kecil dengan lumayan cepat kepada liyana.


Lalu liyana yang terluka tidak bisa berdiri lalu seekor macan dan serigala datang membawa liyana pergi menjauh sambil melindungi liyana.


"Urgh sakit sekali" liyana yang merintih kesakitan di kakinya yang terdapat luka tidak terlalu fatal sambil di bawa oleh serigala bayangan.


2 hewan itu langsung menurunkan liyana yang kondisinya sudah aman lalu serigala dan macam itu langsung menyerang Minotaur itu dengan semangat.


"Tenang saja nona aku akan sembuhkan segera" Vortex yang langsung keluar di hadapan liyana lalu menyembuhkannya luka liyana di kakinya.


"Baiklah aku sementara menyerahkannya kepada 2 hewan bayangan kagami saja dahulu urgh pelan pelan" liyana yang masih di obati oleh vortex.


"Baiklah sudah selesai coba anda berdiri" vortex yang menyuruh kepada liyana berdiri pelan pelan.


Liyana dan vortex serta 2 hewan bayangan langsung melakukan melakukan kombinasi langsung agar cepat selesai dan 2 hewan itu langsung menyerang dengan cepat untuk menghancurkan armor lalu serangan berhasil armornya hancur sehingga lepas.


Dan vortex langsung menyerang dengan cepat ke arah minotaur tanpa armor dan senjata lalu minotaur langsung melemparkan lagi kapak kecilnya ke semua arah dan liyana hanya menghindari semuanya dengan mudah.


"Ice Flowers : Frosting Drive!" Langsung liyana melemparkan bunga es kecil ke arah minotaur.


Lalu vortex yang merasakan bahaya lalu melihat serangan liyana bunga kecil mendekati minotaur lalu vortex memutuskan untuk menjauh.


Lalu bunga itu langsung menyentuh badan minotaur dan terjadilah pembekuan yang membentuk bunga sangat besar sehingga semua orang yang melihat terkejut.


"Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End" liyana langsung menebas semua bunga es itu menjadi beberapa bagian dan bunga itu langsung hancur terbelah dan tersisa hanya bagian tubuh minotaur yang terbelah.


"Vortex jika kau ingin ambil, ambil saja" liyana dengan badan yang lemas lalu hanya duduk di atas tanah karena lelah.


"Serahkan padaku" Vortex yang melihat liyana lalu menarik semua darah ke arah vortex yang sangat senang.


Vortex yang sangat senang sekali karena darah monster yang sangat enak untuknya yang sangat berkualitas dan liyana lalu berhasil menyelesaikan tugasnya.


"Urgh sakit sekali padahal aku ingin membantu kagami" liyana yang sudah lelah dan kakinya semakin sakit karena lukanya belum sepenuhnya sembuh.


Lalu 2 hewan bayangan mendekati liyana dan memegang menjilati lukanya yang mulai membiru lalu macan bayangan itu menghilang di hadapan liyana.


"Tenang saja lukamu akan segera sembuh dan jangan khawatir aku baik baik saja nanti aku akan segera kembali" serigala bayangan itu mengeluarkan suara kagami dan liyana hanya mengangguk mengerti lalu menyimpan kembali pedang Bloody Sfraksor di pinggangnya.


Lalu liyana menaiki serigala bayangan itu bersamaan dengan vortex dalam wujud manusia menjaganya sebagai tugasnya lalu liyana dan vortex langsung di bawa oleh serigala hitam kembali menuju dalam kota dan di barisan belakang untuk melakukan pemulihan tubuhnya liyana.


"Vortex jangan lupa tugasmu jaga liyana di dalam kota jangan ada seseorang yang membuat liyana menangis atau apapun itu atau aku bunuh tanpa ampun" serigala itu berbicara lagi kepada vortex.


"Baiklah tuan serahkan padaku" Vortex yang berbicara dengan yakin.


"Tenanglah aku bisa menjaga diriku sendiri" liyana yang berbicara kepada kagami melalui serigala.


"Heh baiklah jaga dirimu disana" serigala berbicara untuk terakhir kalinya.


Akhirnya liyana dan vortex sampai di depan kota melihat banyak orang yang terkejut dengan kondisi liyana baik baik saja lalu serigala bayangan itu langsung masuk ke dalam kota.


Setelah sampai di dalam kota serigala bayangan itu pun menurunkan liyana dan vortex lalu serigala itu langsung menyembuhkan luka liyana hingga sembuh dan bayangan serigala itu menghilang di hadapan liyana dan vortex.


"Dia bukannya yang pergi dengan laki laki sebelumnya bukan?" Para pengecut petualang hanya diam dan memperhatikan.


"Iya betul dia dan perempuan itu sangat cantik sedangkan laki lakinya sangat sombong dengan kekuatan yang besarnya" liyana yang tidak suka lagi mendengarkannya lalu liyana berdiri mendekati laki laki tersebut tapi di tahan oleh vortex.


"Tugasku untuk melindungi nona jadi jangan bertindak aneh" vortex yang berbicara lalu liyana tidak bisa berbuat apa apa.


"Tenang saja aku akan melindungimu sebagai sesama petualang" Shiron yang langsung mendekati liyana.


"Kau bukannya Shi-ron" liyana yang mengenal mukanya.