
Kagami pun langsung pergi menuju tempat manalah itu tidak di ketahui tapi pada saat masuk ke dalam ruangan tersebut ada 6 demon lord serta Mikhaile yang sedang ragu ragu untuk menyerang tapi kagami datang untuk membantu Mikhaile yang terlihat senang ada tuannya datang yaitu kagami dan hoaxen.
"Baiklah sekarang waktunya aku memakai kekuatan secara maksimal" kagami yang mulai serius langsung menggunakan wujud Darkness Risestion.
"Akhirnya tuan datang juga" Mikhaile yang senang adanya kagami.
"Ya aku datang membantu" kagami berbicara kepada Mikhaile.
"Aku juga ingin membantu" hoaxen yang kesal tidak di anggap.
"Iya maaf hoaxen" Mikhaile yang meminta maaf kepada hoaxen.
"Kemungkinan hanya 10% untuk menang karena 6 vs 3" lucifer berbicara dengan santai.
"Aku tidak akan menyerah untuk membantu balas dendam rekanku" kagami yang berbicara.
"Ternyata kau rekannya Mikhaile untuk membalaskan dendamnya kepadaku coba saja datangi a--" lucifer yang belum selesai bicara langsung tubuhnya di bantingkan ke dinding hingga hancur menggunakan energi listrik hitam yang cukup menambah kecepatan lumayan cepat.
(Duaar! : Suara yang di sebabkan kagami melemparkan badan lucifer)
5 iblis yang tersisa sangat terkejut dengan serangan yang sangat cepat hingga bisa melemparkan lucifer cukup jauh.
"Mikhaile dan hoaxen serang sekarang mereka" kagami memerintah kepada hoaxen dan Mikhaile.
"Baiklah tuan tugas akan di mulai" Mikhaile yang langsung melesat ke arah 2 iblis.
"RROOAARRGG" hoaxen yang ikut menyerang langsung menggunakan teknik 'Wolf of Wallace' sekaligus memojokkan 2 iblis.
Kagami pun mengubah senjata Lexalicus ke bentuk pertama yaitu Death Scyte dan melapisinya dengan energi listrik hitam lalu kagami menyerang 1 iblis yang tersisa.
"Kagami kapan kami harus membantu kalian?" Liyana yang menghubungi melalui telepati langsung kepada kagami yang sedang bertarung.
"Nanti jika lucifer kembali maka aku akan keluarkan kali--" kagami yang belum sempat selesai bicara lucifer datang langsung melempar kagami lagi.
"Ohok baru saja di bicarakan malah datang ternyata" kagami yang membersihkan darah diri bibirnya.
Kagami langsung membuka pintu teleportasi menggunakan pengendalian ruang lalu kagami menyerang lucifer sendirian.
"Aku akui kau lumayan hebat sama halnya dengan rekan malaikatmu" lucifer yang menyerang balik kepada kagami yang memberikan beberapa tebasan tetapi seseorang menahan semua.
"Tuan ayo serang bersama" Mikhaile ternyata yang menahan semua tebasan pedang lucifer lalu Mikhaile mengulurkan tangan kepada kagami.
"Baiklah ayo" kagami yang bangun lalu bersiap menyerang berdua.
Kagami dan Mikhaile langsung menyerang dengan kecepatan tinggi hingga memberikan tebasan pada tubuh lucifer.
"Teknik terlarang ke-7 : Rapid knife shot" liyana yang langsung menyerang 1 iblis yang ingin menyerang kagami di belakangnya.
"Bukannya itu teknik pedang yang aku pelajari ya?" Kagami sambil memperhatikan yang menggunakan teknik pedangnya.
"Jangan lengah kagami fokus saja bertarung bersama Mikhaile" liyana yang langsung berbicara sambil menyerang lagi.
"Liyana ternyata sudah bisa mengendalikan pedangnya" kagami langsung tidak mau kalah lalu menyerang lucifer tanpa henti.
"Begitulah buku teknik pedang yang kau berikan kepada tenebris memberikannya lagi kepadaku" liyana berbicara melalui telepati lalu melanjutkan menyerangnya.
"Baiklah aku akan mulai serius sekarang lucifer" kagami langsung menjauh sejauh mungkin lalu kagami.
'Pandarus Spengler Control' kagami melakukan perubahan hingga semua musuh terbawa arus angin akibat perubahannya.
"Biarkan saya yang melindungi tuan" tenebris langsung pergi ke arah kagami berada.
"Hahhh Pandarus Spengler" kagami yang berhasil melakukan perubahan senjata Lexalicus ke bentuk terakhir hingga bajunya pun berubah menjadi yang lebih panjang dan pas untuk bertarung.
"Bentuk pedangnya kok berbeda dengan sebelumnya tidak ada seperti akar pohon begitu" liyana yang memperhatikan perubahan senjatanya.
"Bersiaplah menerima kematianmu lucifer!" Kagami melesat dengan gerakan yang meningkat cukup tinggi.
"Teknik terlarang ke-7 : Rapid knife shot" kagami langsung menodongkan senjata ke depan lucifer lalu menusuknya cukup kuat oleh energi di dalam pedang hingga mengeluarkan darah segar lumayan banyak.
"HRGH AARRGGHH BAJINGAN AKAN AKU BUNUH KALIAN!! Lucifer mulai mengamuk hingga mengeluarkan energi laser merah ke berbagai arah.
"Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End" kagami langsung menyerang dsngan beberapa tebasan pedang hingga badan lucifer hancur tetapi meregenerasi sel kulit dengan cepat.
***Mikhaile berada POV***
"Hei Mikhaile kenapa membawa kami menjauh?" Hoaxen bertanya kepada Mikhaile.
"Itu karena lucifer terlalu kuat hingga aku pun dengan kekuatan sekarang dengan sekarang tetap kalah tapi kalau tuan kagami dan tenebris masih ada harapan karena mereka belum mengeluarkan seluruh kekuatan yang di simpan" Mikhaile yang menjelaskannya kepada yang telah di selamatkannya.
"Jadi kita harus bagaimana Mikhaile aku tidak ingin meninggalkan kagami disana" liyana yang ragu ragu meninggalkan kagami disana.
"Terlalu beresiko disini kita harus keluar dan juga bangunan ini akan hancur seluruhnya jika tuan kagami dengan lucifer menggunakan seluruh kekuatannya" Mikhaile langsung berbicara kepada liyana yang sedikit kesal.
Vortex dan hoaxen langsung masuk ke dalam dunia liyana dan Mikhaile langsung keluar dari sana sambil terbang dan membawa liyana menjauh dari sana kembali menuju hutan terlarang dengan memaksa liyana menjauh secara paksa.
"Apakah kagami akan selamat Mikhaile?" Liyana yang sudah putus asa.
"Kemungkinan besar iya meskipun tuan kagami pingsan masih ada harapan dari Tenebris yang akan baik baik saja" Mikhaile yang berbicara kepada liyana agar tenang lalu sampailah di hutan terlarang cukup jauh dari kastil demons.
"Baiklah akan mencoba menenangkan diri" liyana yang beristirahat sambil bersandar di pepohonan besar.
"Baiklah tuan semua sudah beres dengan aman dan selamat kalau tuan ingin melanjutkannya jangan ragu" Mikhaile yang berbicara melalui telepati.
***Kagami POV***
Di tempat lain kagami sangat senang mendengarnya hingga tersenyum puas bisa mengeluarkan kekuatan sepuasnya.
Lucifer selama ini menganggap kagami lemah tetapi sebaliknya kagami yang lemah hanya diam dan Lucifer selalu menghinanya.
Lucifer dan kagami sambil memberikan serangan yang sama sama mematikan hingga bangunan hancur oleh pertarungan mereka berdua.
"Willow Dance Mace" lucifer menyerang kagami hingga terpental ke dinding hingga hancur dan hampir jatuh lalu kagami membuat sayap dari sihir kegelapannya.
"Huh untung saja" kagami hampir saja terjatuh dari kastil demons lalu terjatuh yang lumayan tinggi tapi terhindari oleh pemikiran cepat untuk terbang.
"Tuan kau tidak apa apa?" Tenebris yang keluar dari dunia buatan kagami lalu melihat kagami dalam kondisi menjauh dari kastil dan hampir jatuh hingga sekarang terbang.
"Tidak apa apa hanya terdorong saja lumayan kuat" kagami yang berbicara kepada Tenebris.
"Baiklah biarkan saya bertarung bersama tuan" Tenebris yang berbicara kepada kagami.
"Hei hei sialan berbicara sampai mengabaikanku lebih baik kalian mati saja" lucifer yang kesal kerena kagami mengabaikannya.
Kagami langsung melesat ke arah lucifer dengan kecepatan tinggi dan melancarkan serangan ['Dancing Crescent Death'] dengan senjata dengan bentuk sedikit berbeda.
Lalu lucifer yang mengenai serangan dari senjata kagami yang cukup menyakitkan lalu lucifer melancarkan serangan bola energi berwarna merah pekat kepada kagami dan tenebris.
"RASAKAN INI SIAL*N!!" Lucifer melemparkan serangannya kepada kagami.
"Sial aku harus menahannya agar tidak terkena daratan" kagami langsung membuat ['Darkness Barier'] dan tenebris juga membuat tebal dan kuat pelindung juga.
BAM! DUAR! (suara ledakan cukup kuat)
"Argh uhuk uhuk" kagami yang terlempar ke daratan dan saat terbangun lalu muntah darah yang tidak terlalu banyak dan daratan di sekitar hancur sangat dasyat.
"Haha rasakan itu Sial*n" lucifer yang menghina kagami yang terlempar menuju daratan dengan pohon yang banyak tumbang.
"Baiklah akan aku pertaruhkan semua kekuatanku dan Tenebris pergi menuju liyana berada aku merasakan bahaya yang besar di sana" kagami memberikan perintah kepada tenebris.
"Baiklah tuan jaga diri anda baik baik" Tenebris berbicara kepada kagami lalu pergi menjauh dari sana.
Kagami lalu bangun dan terbang kembali lalu melakukan peningkatan kekuatan secara paksa ['Dark Of Hard : tingkat 200 miliar'] dan langit pun langsung gelap dan penuh dengan energi kegelapan yang sangat banyak hingga menampung energi kegelapan di tubuh kagami.
"Masih kurang aku butuh lebih banyak lagi" kagami yang masih kuranlg dengan kekuatannya.
"Percuma saja dan sia-sia kau melakukan itu" lucifer yang berbicara kepada kagami yang tidak mendengarkannya.
Kagami lalu membuat pil petir hitam yang masih ragu ragu tetapi Kagami berfikir harus mengalahkan karena jika tidak rekannya akan bahaya lalu kagami memutuskan untuk memakan pil petir hitam yang sudah di padatkan.
BAM! DUAR! (ledakan petir yang sangat kuat)
"HAHHHH AARRRGGHH" kagami yang mencoba menahan kekuatan yang sangat kuat di dalam tubuhnya hingga Sambaran petir hitam membuat kulitnya mengelupas.
Kagami pun selesai dalam keadaan baik baik saja hingga luka sebelumnya sembuh lagi lalu kagami bersiap bertarung untuk lanjutannya.