Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
19. Waktunya Penyerangan



Setelah mereka semua pergi dan semuanya ada 13 orang untuk bantuan bila nanti kesulitan diantaranya : 10 prajurit, liyana, kagami, dan Mikhaile semuanya pergi menuju kerajaan kodama untuk menyerang diam diam dan menyelamatkan para Sandera dan setelah mendekati wilayah kerajaan kodama mereka berhenti dahulu di sana untuk menyuruh kagami melihat penjaga kerajaan kodama ada berapa banyak yang berjaga di sana.


kagami dan yang lainnya berhenti karena sudah mendekati wilayah kerajaan kodama untuk melakukan penyerangan dan kagami "tunggu disini dahulu aku akan memeriksa di mana tempat tahanan di tempatkan dan berapa banyak yang berjaga disana" ucap kagami langsung menyalurkan energi api hitamnya kedalam bola matanya dan terlihat berapa banyak penjaga dan tempat para tahanan.


"Bagaimana apa sudah terlihat kagami?" tanya liyana kepada kagami yang sedang mempersiapkan kerajaan kodama.


"Ya disana para Sandera di tahan di bawah tanah dan sebelum menyerang aku akan memasang ilusi yang bisa menggangu konsentrasi seluruh penjaga dan aku akan memasangnya di seluruh penjuru kerajaan kodama dan aku beri tanda bila sudah selesai dan siap menyerang" ucap kagami memberi tau rencananya.


"Baiklah kami akan menunggu disini" ucap prajurit kerajaan Azteria.


"Ya aku pergi dahulu bila aku sudah selesai akanku kasih tanda bersiap menyerang" ucap kagami tapi di tahan oleh liyana yang khawatir.


"Maaf aku suka terlalu khawatir dan jangan memaksa diri" ucap liyana kepada kagami.


"Ya semoga saja aku sudah melatih tubuhku kok agar kuat dalam bertarung" ucap kagami sambil tersenyum agar tidak ada yang khawatir.


...*Normal POV*...


Kagami pergi untuk memasang ilusi untuk menjebak dan agar memudahkan dalam penyerangan, penyergapan dan menyelamatkan para sandera agar mudah dan bagian yang lain sedang menunggu di beri tanda oleh kagami untuk mulai menyerang dan setelah semua sudah siap kagami langsung memberi tanda untuk memulai pertarungan antar kerajaan.


Kelompok kagami pun langsung pergi menyerang dan membunuh semua prajurit yang berjaga di sana dan sebagiannya mereka langsung pergi ke tempat para sandera di tahan di bawah tanah kerajaan kodama yang di pimpin oleh mikhaile dan liyana agar cepat selesai.


setelah selesai menghajar semua penjaga di luar kelompok kagami langsung masuk ke dalam kerajaan untuk bertemu pemimpin kerajaan atau orang yang kuat di kerajaan kodama dan terlihatlah salah seorang yang duduk di singgasana kerajaan dan berkata "Ohh ada tamu yah? pasti kalian berasal sari kerajaan Azteria untuk membebaskan para tahanan itu dan sepertinya ketua kelompok nya dia yah siap saja mati di TEMPAT!" ucap pria misterius sambil menunjuk kepada kagami dan kagami membalasnya "Ya aku pemimpin mereka apa kau orang kuat disini dan bisakah memperkenalkan dahulu? sebelum kau mati di sini!" ucap kagami menjawab nya dengan nada sedikit kejam.


"Ya baiklah namaku frinzi raja dari kerajaan kodama yang paling kuat dan tidak ada yang menandingi diriku soal kekuatan dan sekarang bagian kamu memperkenalkan dirimu sendiri?" tanya raja frinzi kepada kagami.


"Orang yang mau mati tidak usah mengetahui identitasku siapa dan aku hanya punya misi menyelamatkan para tahanan dan menghancurkan kerajaan kodama saja" ucap kagami.


"Baiklah kalau kau tetap keras kepala tapi yang pasti kamu ada kaitannya dengan ratu Xian dari kerajaan Azteria dan bersiap aku akan mengetes kekuatanmu sebesar apa" ucap raja frinzi kepada kagami.


"Ya baiklah aku juga ingin mencoba sihir terbaruku dan kau sepertinya tidak berpengaruh dengan ilusi buatanku! kalian pergi bantu yang lain membantu menyelamatkan para tahanan" ucap kagami memberi perintah kepada prajurit yang mengikuti kagami.


"Ya sihir itu juga lumayan kuat tapi tidak berpengaruh padaku dan tidak akan ada yang bisa pergi dari hadapanku" Ucap frinzi kepada prajurit kerajaan Azteria dan melesat menyerang mereka tapi kagami menahannya dan berkata "Di sini hanya ada pertarungan kita saja ada yang boleh mengganggu dan jika mengalihkan perhatian kepada yang lain belarti kau menghina diriku ini" ucap kagami sambil memberikan senyuman yang menyeramkan seperti ingin membunuh.


"Baiklah kalau kau ingin itu maka akan beri lolos mereka tapi kau tidak akan dan bersiap untuk mati" ucap raja frinzi kepada kagami sambil bersiap saling menyerang.


"Aku siap kapan pun mari kita mulai" ucap kagami penuh semangat dan mereka pun saling melesat menyerang.


Dan kagami langsung meluncurkan serangan [Fire blaze] memunculkan kan ledakan api yang mengenai frinzi membuat luka lumayan luka Fatal dan frinzi pun membalas serangannya dengan [Blazing strome] meluncurkan banyak meteor api yang berjatuhan dan kagami langsung menghindari serangan tetapi terkena tetapi hanya mengakibatkan luka yang terlalu fatal.


"Hah hah kamu lumayan kuat juga seperti raja zhiyu tapi ini belum selesai akan aku cabik cabik kau breenggseeek" ucap raja frinzi yang kesal hampir terkalahkan oleh kagami yang lebih muda.


"Bersiap aku baru saja ingin memulainya lagi bersiap lah" ucap kagami sambil mengeluarkan pedang Blackstrome untuk pertarungan yang baru di mulai.


"Hoh kau punya barang yang bagus nak tapi aku akan merebutnya sekarang" ucap raja frinzi kepada kagami yang bersiap mengambil pedang yang kagami pegang.


"Coba saja rebut dan tangkap ini ini jurus rahasia yaitu AIM ini dan coba tahan" ucap kagami langsung melempar pedangnya dengan lurus agar menusuk menuju badan raja frinzi.


KRATRAK suara benturan antara besi dan besi Dan raja frinzi pun berkata "AAARRRGGGG TIDAK KUAT MENAHANNYA LAGI" ucap raja frinzi yang kelelahan dan kehabisan tenaga dan terdengar suara ZLEBE yang seperti pedang itu berhasil menembus badan raja frinzi dan memuntahkan darah segar dari badannya.


"AKAN AKU AKHIRI SEKARANG BRENGSEK BERSAMA DENGAN KERAJAANMU YANG KAU BANGGAKAN ITU!! AAARRRGGGGG FULL FORCE [DRAGON FIRE STROME]" ucap


kagami memaksa dirinya untuk mengisi tenanganya berlebihan sehingga mengubah wujud kagami menjadi naga hitam kekuatan dasyat.


"SIALAN KAU AKAN KU JADIKAN DAGINGKU CABIK CABIK SAMPAI HABIS [THOUSAND ATOMIC BLAZE]" Ucap raja frinzi yang memunculkan ledakan untuk melawan petir hitam halilintar yang menyambar.


"AARRGG SIALAN FFRRIIINZZI [SPEAR BREAKER LIGHTNING STROME]" ucap kagami memunculkan tombak listrik hitam yang terkumpul di dalam tombak listrik itu untuk menghapuskan satu kerajaaan kodama dan serangan itu langsung di lempar menuju kerajaan kodama tapi di tahan oleh raja frinzi.


"SIALAN TERKUTUK KAU SIIAALLANNN" ucap raja frinzi yang menahan tapi serangan itu menghapus raja frinzi bersama kerajaaan nya.


Dan kagami langsung kehabisan tenaga dan terjatuh dari ketinggian dan seseorang langsung menangkap badan kagami dan membawa pergi dari sana menuju kerajaan Azteria.


"hah...hah...tu..run...kan...aku..seka...rang....aku...belum...menye...lamatkan...ibu..ku" ucap kagami yang setengah sadar tetapi tidak kuat untuk bangun badannya lemas.


"Bodoh bodoh kenapa kamu buat hal gila seperti itu aku dan lainnya hampir saja mati gara gara kau tau hikss...hikss...hikss" ucap orang misterius yang menyelamatkan kagami ternyata liyana yang terbang menuju kerajaan Azteria sambil menangis.


"Ma..aff..kan..aku...terl...alu in...gin keku..atan...le...bih...be..sar" ucap kagami dengan nada sedikit gagap.


"Yasudah istirahat saja nanti akan aku bagunkan kok" ucap liyana yang terseyum meskipun tersakiti melihat kondisi badan kagami.


"Ya..te..ri..ma..ka..sih" ucap kagami langsung pingsan di pelukan liyana.


...[1 Minggu Setelah Kejadian Penyelamatan ]...


"Hah..hah ini dimana coba bagun saja acckk sakit sekali" ucap kagami mencoba bangun dari tempat tidurnya dan membangun liyana yang sedang tidur di sebelah kasur nya kagami yang duduk diatas kursi.


"Kagami apa kamu sudah bangun aku takut sekali kehilanganmu hikss hikss" ucap liyana yang melihat kagami terbangun dan tangan kanannya kagami memaksakan bangun untuk menggapai muka liyana untuk mengelap air matanya liyana.


"Sudah jangan menangis lagi aku sekarang sudah bangun dan dimana yang lain seperti ayah dan ibuku tolong beri tau aku sudah bangun ya?" ucap kagami memohon kepada liyana.


"Kamu itu yah kebiasaan kondisimu begini malah tanya kondisi orang lain tapi baiklah aku akan memberi tau kepada ayah dan ibumu tapi jangan banyak bergerak badanmu belum sembuh total" ucap liyana memberi tau.


"Baiklah tuan putri acckk" ucap kagami sambil memaksa dirinya tersenyum tapi terasa menyakitkan untuk mengurangi rasa khawatirnya liyana.


"Hah aku terlalu memaksa diriku sampai begini apa Mikhaile dan yang lain baik baik saja sampai aku bisa mendapatkan wujud naga hitam dengan kekuatan api hitam dan listrik hitam bersatu apa itu hasil latihanku" bicara di batin kagami.


Dan datang lah 4 orang masuk ke dalam kamar kagami ternyata liyana, Mikhaile, ayah, ibu masuk kamar untuk melihat kondisi kagami dan ibunya berkata "Nak bagaimana kondisimu apa sudah baikan?" tanya ibu kagami.


"Ya aku sudah agak baikan tenagaku sudah setengah kembali tapi kondisi badanku belum masih ada yang sakit" ucap kagami.


"Ohh begitu maaf ayah dan ibu merepotkan kamu nak kamu istirahat saja nanti bila sudah sembuh ada yang ingin bicarakan yah?" ucap ibunya kagami dan ayahnya kagami hanya tersenyum membuat kagami bertanya tanya.


"Ya" ucap kagami.


"Tuan kekuatan anda dalam sihir kegelapan sudah berkembang pesat apa nanti sudah semuh mau mencoba bertarung untuk ke 2 kalinya sudah lama" ucap Mikhaile ingin mencoba merayu tuannya untuk bertarung di lain waktu.


"Baiklah aku siap nanti lawan mu Mikhaile" ucap kagami ada semangat untuk sembuh.


"Kagami maafkan aku tidak membantu aku terlalu lemah selalu saja kau yang membantu tapi aku tidak bisa membalas budi dirimu maafkan aku hikss hikss" ucap liyana dengan penuh kesedihan.


"Tidak apa jangan di pikirkan kamu sudah menyelamatkan ibuku dan warga yang lain itu sudah balas budi kok untuk membalasnya.


"Janji nanti kita menemui ayah dan ibuku yah aku akan menunggumu kok sampai sembuh" ucap liyana berjanji.


"Ya tunggu saja aku sembuh aku akan menepati janjiku bersama kalian dan aku sayang kalian terimakasih" ucap kagami mempunyai niat untuk sembuh.