
Perahu Layar langsung berhenti di depan Dermaga setelah itu semua orang yang berada di alam Perahu Layar langsung turun bersama dengan para prajurit yang di bawa oleh Kagami.
"Kagami bagaimana keadaanmu sudah membaik?” Liyana yang berjalan di samping Kagami.
"Ya lumayan tapi diriku telah gagal untuk memaksa diriku sendiri untuk melewati batasanku” Kagami yang sedikit kecewa karena tubuhnya tidak kuat menahan lebih banyak energi.
"Yang penting kita selamat dan berhasil mengalahkan monster Leviathan” Liyana yang langsung menghibur Kagami.
"Benar tapi jika saat itu dirimu terlambat sedikit saja mungkin kita akan mati karena aslinya kekuatan yang sangat mengerikan dan lebih kuat dari yang kita bayangkan” Kagami yang masih belum siap untuk bertarung lebih lama.
"Ehh iya aku juga merasakannya” Liyana yang juga merasa tidak akan ada kesempatan untuk bertahan hidup.
"Sudah sudah yang penting semuanya selamat dan ikuti saya akan menunjukkan jalan menuju kota Gradeuz yang jaraknya lumayan jauh” Tuan Alexi yang langsung bicara untuk mencairkan suasana yang suram karena pertarungan besar sebelumnya.
"Ya baiklah” Kagami yang untung sempat mengganti pakaian yang lebih tebal karena udaranya lebih dingin dari pada biasanya.
"Kagami apa selanjutnya dirimu akan kuat menggunakan lebih banyak energimu?” Liyana yang masih merasa kondisi Kagami masih belum stabil.
"Entahlah diriku juga tidak tau namun yang pasti diriku tidak boleh menggunakan kemampuan yang menguras banyak energi seperti sebelumnya” Kagami langsung memberitahukan kepada Liyana.
"Kalau begitu biarkan aku melindungimu hingga kau pulih boleh ya?” Liyana yang langsung memohon kepada Kagami.
"Lakukan sesukamu saja” Kagami yang langsung berjalan mengikuti Tuan Alexi.
"Hehe baiklah” Liyana langsung berjalan di sebelah Kagami.
Tuan Alexi yang memperhatikan Kagami bersama Liyana yang melihat sepasang kekasih yang sangat cocok satu sama lain dan saling melindungi meskipun salah satu dari mereka berdua ada kondisinya belum pulih karena suatu hal.
"Lihat bukan meskipun mereka berdua seumuran seperti anak kita tapi sikapnya lebih dewasa dan bisa menghargai semua orang meskipun orang itu hanyalah rakyat jelata sama persis seperti ayahnya sendiri lalu mempunyai kemampuan hebat ataupun kekayaan tidak pernah sombong” Tuan Alexi yang langsung mengajak bicara kepada istrinya Meisya.
"Dirimu bersikap seperti itu karena mereka lebih kuat dan hebat dalam pertarungan jarak dekat lalu dirimu sebagai ayah pun selalu sibuk hanya untuk memberi waktu bersama anakmu sendiri” Meisya yang langsung kesal dan tidak mau mendengar perkataan Alexi suaminya sendiri.
"Maksudku sebagai seorang ibu juga harusnya bisa mengajarkan anak kita dengan baik bukannya memanjakan seharusnya sebagai anak laki-laki tau seberapa besar pengaruh sebagai penerus jika terus menerus bersikap sombong dan tidak mau mengerti apapun” Alexi yang langsung menjelaskan kepada istrinya sendiri yaitu Meisya.
"Kalau begitu didik saja anakmu sendiri” Meisya yang mulai diam.
Disisi lain barisan paling belakang Liyana yang tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Tuan Alexi dan nyonya Meisya namun Liyana hanya tidak ingin terlalu terlibat lebih jauh karena urusannya hanya ingin menolong kemudian kembali ke rumahnya lagi.
"Oh ya Liyana saat sebelum pergi aku lihat kau memberikan sesuatu kepada ayahmu apa itu?” Kagami yang ingin mengetahuinya.
"Ah itu aku memberikan buku yang aku dapat waktu itu di perpustakaan kerajaan saat itu karena ayahku terlihat bersemangat” Liyana yang langsung memberitahukan kepada Kagami.
"Memangnya dirimu sudah membacanya secara keseluruhan? Lalu teknik saat itu apa ciptaanmu?” Kagami melanjutkan perjalanan sambil melihat sekeliling penuh dengan Salju di mana pun.
"Belum sih tapi tidak apa-apa asalkan ayahku senang dan benar itu teknik ciptaanku sendiri aku sebut teknik terlarang zero lalu di sekeliling penuh dengan salju sekali” Liyana yang tidak merasakan aura dari para monster maupun hewan sekalipun.
"Ya benar sepertinya kota Gradeuz masih sangat jauh” Kagami yang tidak melihat kota di manapun.
Setelah berjalan cukup jauh hingga memakan waktu cukup lama akhirnya terlihat dan sampai di kota Gradeuz yang sangat luas hampir sama seperti ibukota Azteria.
Saat sudah sampai di depan kota Gradeuz hingga masuk ke dalam gerbang kerajaan terlihat seorang anak yang seumuran dengan Kagami yang sedang berlatih sendiri.
"Ibu akhirnya pulang” Seorang anak itu langsung menyambut kepulangan Meisya.
"Ya kamu sehatkan bagaimana makanmu?” Meisya yang langsung berlaru mendekati Anaknya.
"Ibu tidak perlu khawatir” Anak itu dengan senang ibunya kembali.
"Nak apa tidak akan menyambut ayahmu ini?” Tuan Alexi yang langsung memberanikan berbicara.
"Aku membencimu ayah jadi enyahlah dari sini!” anak itu langsung mengeluarkan serangan tulang tajam dari dalam tubuhnya begitu banyak.
Bam! Bam! Bam!
Serangan anak itu yang menyerang dengan membabi buta mengarah ke segala arah hingga menyerang Kepada Tuan Alexi beserta orang yang di bawa termasuk Kagami dan Liyana.
"Apa ini?” Tuan Alexi yang terkejut karena serangan itu tertahan oleh sesuatu.
"Kagami ini sisik Monster Leviathan?” Liyana yang terkejut juga.
"Aku juga tidak tau berasal dari mana” Kagami juga benar benar tidak menyadarinya.
"ENYAHLAH! DARI HADAPANKU!!” Anak itu langsung menyerang hingga mengeluarkan tulang membentuk Monster di bentuknya karena kemarahannya.
Kagami langsung melesat melindungi semuanya termasuk Tuan Alexi dan Kagami langsung mengeluarkan pedang Guardians sambil menyelimutinya dengan energi petir hitam.
‘Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End..!!’ Kagami yang langsung menebas monster tulang.
Blam! Duarr!
Monster tulang yang langsung hancur sekaligus tulang yang berasal dari tubuh belakangnya yang menyerang segala arah dan semua serangan itu hancur hingga membuat tebasan di pipi anak seumuran Kagami.
"Arrgghh ibu sakit!” Anak itu yang langsung menjerit kesakitan sambil memegangi pipinya berdarah.
"Ibu akan sembuhkan dan mohon maafkan sikap anakku” Meisya yang memohon agar memaafkan sikap anaknya sendiri.
"Baiklah tapi jika selanjutnya bertindak seperti itu hingga menyerang orangku akan aku bunuh dengan tanganku sendiri!” Kagami sambil mengangkat pedangnya di tambah aura membunuh sangat besar.
"Tuan muda Kagami saya mohon maafkan anakku ini membuat anda marah” Tuan Alexi yang langsung menengahi Kagami agar menghentikan niatnya.
"Kagami sudahlah” Liyana yang langsung mendekati kagami dan langsung menahan amarah Kagami dari belakangnya.
Bam!
Kagami yang langsung melancarkan tebasan yang meleset hingga membuat membuat tanah bergaris sangat dalam namun tidak mengenai keluarga dari Tuan Alexi sendiri.
"Itu peringatan diriku” Kagami langsung memasukkan kembali ke sarung pedang Guardians miliknya.
Kagami langsung berjalan kembali keluar dari kerajaan Gradeuz untuk mencari penginapan di kota Gradeuz yang luas.
Liyana langsung mengejar Kagami yang langsung berjalan Kagami sedangkan Tuan Alexi langsung menyuruh para prajurit yang di bawa oleh Kagami.
"Kagami kenapa kamu harus bertindak lebih kejam saat tadi?” Liyana yang langsung membujuk Kagami agar bicara.
"Karena diriku seumuran dengannya tapi sikapnya lebih buruk dariku dan orang seperti itu pantas di tunjukan bagaimana pemandangan neraka seperti apa!” Kagami yang tangannya masih gatal ingin membunuh orang buruk.
"Sudahlah dan bagaimana jika berjalan jalan dahulu kagami untuk melihat lihat?” Liyana langsung menggandeng tangan Kagami untuk meredam amarah Kagami.
"Hm baiklah setelah itu mencari penginapan” Kagami yang membuang nafas lega untuk meredam amarahnya sendiri.
"Hehe iya kalau begitu beli makanan dahulu aku lapar sekali” Liyana yang langsung mengajak Kagami pergi.
"Iya” Kagami yang hanya menuruti kemauan Liyana inginkan.
Setelah lama berkeliling sekaligus mencari sesuatu yang bagus dan setelah selesai langsung mencari penginapan di dalam kota Gradeuz, setelah mencari akhirnya ketemu tempat penginapan yang masih kosong.
Lalu Liyana bersama Kagami langsung masuk ke dalam penginapan untuk bertanya tentang kamar yang kosong.
"2 kamar kosong apakah ada?” Kagami langsung bertanya kepada Kasir.
"Tunggu sebentar saya akan cek dahulu” Gadis yang langsung mengecek kamar kosong dahulu.
"Baiklah” Kagami yang hanya berdiri sambil memperhatikan sekitar tempat sambil memperhatikan Liyana yang sedang melamun.
"Anda pasti orang baru disini ya?” Tanya seorang Pria penjaga penginapan.
"Haha iya ada sesuatu yang harus di lakukan di kota ini” Kagami yang menunggu kunci kamarnya.
"Pantas saja terlihat dari pakaian anda dan apa anda seorang petualang?” Pria penjaga penginapan sambil mengajak bicara Kagami.
"Begitulah seperti yang anda lihat” Kagami yang senang ada yang mengajak ngobrol dengannya.
"Jarang ada orang sepertimu datang kemari karena kebanyakan bangsawan takut datang kemari karena jika datang kemari harus melewati pulau kematian yang di jaga oleh Seekor Monster Leviathan atau salah satu dari Mythical Beast yang sangat melegenda dan bagaimana anda bisa datang kemari?” Pria penjaga penginapan langsung bertanya kepada Kagami.
"Ah itu aku berhasil selamat dari kejaran Monster Leviathan hingga perahu layarku juga hancur namun diriku selamat” Kagami yang mencoba berbohong.
"Hanya sebagian kecil orang yang selamat itu saja bisa terjadi jika monster Leviathan mengamuk pulau pun bisa hancur namun hanya 2 orang yang bisa mengalahkan monster Leviathan meskipun salah satunya mati saat menghadapinya namun gagal mengalahkannya karena temannya mati oleh monster Leviathan” Pria itu langsung memasang wajah kecewa.
"Siapa dia? Pasti sangat kuat sekali” Kagami yang sangat ingin tau.
"Ohh begitu ya” Kagami yang baru sadar yang di bicarakan adalah ayahnya sendiri.
Lalu Liyana yang kesal menunggu lebih lama lagi langsung mendekati Kagami yang sedang mengobrol dengan Seorang Pria lebih tua dari usianya.
"Kagami kok lama sih?” Liyana langsung mendekati Kagami.
"Li-yana sabar dahulu sedang memeriksa kamar kosong” Kagami yang baru sadar Liyana mendekatinya.
"Uh baiklah” Liyana sambil memasang wajah lelah.
"Baiklah tuan baru saja ada 2 kamar yang sudah kosong dan untuk berapa malam?” Tanya gadis berjaga sebagai kasir.
"Mungkin 2 hari saja tidak akan lama” Kagami yang langsung memberitahukan berapa hari ingin menginap.
"Baiklah ini kunci kamar nomor 11 dan 15 silahkan di terima” Gadis seumurannya langsung memberikan kunci kamar kepada Kagami.
"Bagus aku bisa tidur sendiri” Liyana yang dengan semangat.
"Ya ini kunci kamar nomor 15 untukmu dan segeralah istirahat” Kagami langsung memberikan kunci kamar.
"Iya aku juga tau dan dirimu juga harus istirahat kondisimu masih belum stabil” Liyana yang langsung memarahi Kagami.
"Iya iya aku tau” Kagami yang langsung ikut pergi juga.
Kagami bersama Liyana langsung pergi menuju kamar masing-masing untuk istirahat total sambil menunggu keputusan tuan Alexi selanjutnya.
"Mereka berdua masih muda tapi sangat berani bisa datang kemari apa lagi menjadi seorang Petualang” Pria itu hanya senang bisa melihat seseorang yang berani datang ke pulau ini.
"Ayah masuk ke dalam nanti sakit lagi lho” Gadis kasir penginapan yang langsung menyuruh Pria yang berjaga untuk masuk ke dalam kamar.
"Kapan dirimu mendapatkan pasangan nak?” Tanya Pria dewasa kepada anaknya.
"Ayah berhenti tanyakan hal itu terus! Cepat masuk” Gadis itu langsung mendekati ayahnya dan langsung membawa masuk ke dalam kamar untuk istirahat karena sedang sakit.
******
Kagami yang langsung masuk ke dalam kamar sambil memikirkan tentang cerita monster Leviathan sebagai salah satu dari Mythical Beast yang sangat sulit di temukan atau sering di anggap sebagai mitos belaka.
Di tambah lagi dengan cerita di mana Pria hampir tua sebelumnnya membicarakan tentang ayahnya sekarang bersama kakeknya Liyana yang Kagami belum berani bertanya dan adanya suatu masalah antara ayahku dengan keluarga Liyana yang selama ini menjadi Rakyat Jelata.
Kagami yang sedang melamun sendiri kemudian pintu kamarnya sendiri terbuka ada seseorang masuk.
"Kagami sedang memikirkan apa?” Liyana yang langsung masuk melihat Kagami sedang melamun memikirkan sesuatu.
"Ahh Liyana apa yang membuatmu datang kemari?” Kagami yang baru tersadar karena ada bisikan dari bayangan miliknya untuk berhenti melamun.
"Tadi aku dengar dirimu membicarakan tentang kakekku bisa beritahukan kepadaku?” Liyana yang sangat ingin mengetahuinya.
"Uh ya benar tentang kematian kakekmu terbunuh oleh Monster Leviathan yang telah kita berdua bunuh” Kagami yang tidak berani bicara lebih jauh lagi.
"Jika tentang itu aku sudah tau sejak kecil dan itulah di balik alasan ayahku membenci ayahmu hingga melarangku lalu karena kejadian tersebut membuat kakekku mati saat bersama ayahmu hingga sekarang mayatnya belum di temukan” Liyana yang langsung mengatakan rahasianya kepada Kagami.
"Maaf aku tidak mengetahui ini tentang masalah ayahku” Kagami yang tidak menyangka akan mengetahui rahasia ayahnya sendiri.
"Ti-tidak aku juga salah seharusnya aku memberitahukannnya sejak dulu lagi pula ayahku sudah tidak terlalu dendam padamu karena sudah mendapatkan pedang kebanggaan kakekku” Liyana yang langsung mencairkan suasana yang begitu suram dari Kagami.
"Semoga saja semua akan baik baik saja” Kagami sambil tiduran di atas tempat tidur.
"Sebenarnya sejak awal diriku ingin menjadi Hunters karena melatih diriku menjadi kuat dan menemukan mayat kakekku yang hilang bersamaan pedang Bloody Sfraksor yang sekarang ada di tanganku sekarang” Liyana yang langsung mengakui tujuannya.
"Hahh aku tidak tau apapun tentang dendam ayahmu kepada ayahku” Kagami sambil mengeluh.
"Dirimu sudah mengetahui rahasiaku dan juga sudah berjuang keras hingga sekarang sebaiknya istirahatlah jangan banyak berlatih lebih baik banyak istirahat untuk memulihkan tubuhmu” Liyana ssmbil mengusap kepala Kagami.
"Baiklah aku akan mandi dahulu baru istirahat untuk bersiap besok mungkin Tuan Alexi akan datang kemari besok” Kagami yang langsung kembali membangunkan badannya.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku sendiri sampai jumpa besok” Liyana yang langsung berjalan keluar kamar Kagami.
"Iya” Kagami langsung mengeluarkan handuk dan baju ganti dari cincin penyimpanan yang sudah sangat lama di pakainya.
Liyana langsung menutup kembali pintu kamar Kagami dan Kagami langsung pergi menuju dimensi kegelapan/ Realms Of Darkness tempat latihan Pribadinya.
Kagami Sengaja beralasan kepada Liyana karena ada yang ingin mengetahui tentang kejadian Kakek Liyana sekaligus kemampuan sebelumnya melindungi dengan bertanya kepada Monster Leviathan secara langsung di dalam tempat latihan Pribadinya.
Setelah Kagami membuka Portal yang menghubungkan kepada tempat latihan Pribadinya ternyata yang kagami ingin tanyakan bayangan monster Leviathan sudah menunggu Kagami.
"Tuan saya sudah menunggumu dan pasti anda ada yang ingin tanyakan kepada saya?” Monster Leviathan yang sudah menunggu Kagami.
"Benar ada yang ingin aku tanyakan tentang seluruh kemampuanmu dan orang-orang yang telah kau bunuh selama ini jadi jangan berbohong padaku” Kagami sambil mengeluarkan aura membunuh.
"Saya tidak berani karena saya sudah mati oleh anda” Bayangan Monster Leviathan yang bicara dengan jujur.
"Hm apa waktu itu aku di serang ada pelindung berbentuk sisik apa berasal darimu?” Kagami yang langsung mencoba memastikannya.
"Benar karena anda tuan saya jadi saya berhak melindungi anda” Monster Leviathan langsung merubah dirinya menjadi lebih kecil.
"Lalu apakah kau bisa mengingat kembali kepada 2 orang yang berani bertarung bersamamu sebelum diriku? dan salah satunya mati olehmu?” Kagami yang ingin mengetahui lebih banyak.
"Saya tidak ingat karena sudah sangat lama tapi bisa memperlihatkan ingatan saya saat hidup” Monster Leviathan dengan wujud kecilnya langsung dengan cepat diam di pundak Kagami.
**** [ Dalam ingatan POV ] ****
Kagami banyak sekali melihat dari awal kehidupannya hingga melihat ingatan dimana 2 orang yang ingin melewati pulau kematian yang tersembunyi sesuatu.
Dua orang itu adalah Zhiyu Hizage bersama Raimond Nero yang ingin menyebrangi pulau tersebut untuk sampai di kota Gradeuz.
"Itu ayah saat muda sama persis seperti di dalam Pagoda saat itu dan dalam teknik bertarung pun hampir sangat mirip” Kagami yang tidak terlalu terkejut karena pernah melihat ayahnya saat muda sebelumnnya di tempat tes peringkat.
"Apa itu benar ayah anda yang berambut cokelat itu tuan?” Tanya Monster Leviathan kepada Kagami.
"Ya benar” Kagami yang kembali fokus memperhatikannya.
Kemudian ingatan yang di perlihatkan oleh Bayangan Monster Leviathan mulai memperlihatkan kejadian di mana kakek Liyana hampir mati dengan kata lain sekarat hingga masuk ke dalam air.
Zhiyu yang masih bertahan dan kuat melawan Monster Leviathan yang sudah hampir mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Monster Leviathan yang langsung mengeluarkan kemampuan yang sangat menakutkan dari binatang Mythical Beast hingga lautan yang bergerak menyerang semaunya Monster Leviathan yang di inginkan hingga Zhiyu yang tidak mempunyai kesempatan menyerang hingga menyelamatkan rivalnya sendiri.
Zhiyu yang tidak memiliki kesempatan sedikit pun sampai kehabisan energi sekaligus mana hingga akhirnya terjatuh ke dalam ombak laut dan terbawa kembali.
Namun Raimond yang terluka parah hingga masuk ke dalam ombak laut sampai melepaskan pedang kebanggaan dirinya sendiri terjatuh ke dasar laut.
Tidak lama dari itu sendiri ada seseorang langsung menghentikan amukan dari Salah satu dari Mythical Beast dengan sekejap lalu melesat menolong Raimond di tenggelam di lautan dan membawanya ke atas langit.
Setelah hal itu terjadi ingatan demi ingatan tidak di perlihatkan kembali tentang keberadaan kakek Liyana bersama seseorang misterius.
Namun saat ingatan sudah terlewat beberapa tahun terlihat seorang iblis yang mencoba mengambil pedang Bloody Sfraksor di bawah laut namun gagal hingga akhirnya ada yang berhasil namun sama seperti sebelumnya berasal dari ras Iblis namun lebih kuat.
Ingatan pun berakhir saat akhirnya mati oleh Kagami bersama Liyana dengan cara bekerja sama.
"Sebenarnya siapa yang membuat seorang monster Leviathan yang mengamuk dengan sekejap? Di tambah lagi apa tujuan orang misterius itu menyelamatkan kakek Liyana ke atas langit?” Kagami yang hanya ingin mengetahui identitas tapi di dalam pikiran Kagami hanya terpikir itu Zhigen tapi tidak mungkin karena dirinya belum terlahir saat ayahnya muda.
"Tuan jika anda ingin mengetahui orang yang menghentikan saya dengan sekejap hingga saya merasakan ketakutan yang sangat dahsyat dan orang itu bukan manusia melainkan dewa karena kekuatannya yang sangat besar” Monster Leviathan yang langsung memberitahukan kepada Kagami yang sedang berfikir.
"Apa! Kau bercanda bukan?” Kagami yang terkejut dengan Jawaban yang di berikan bayangan Monster Leviathan.
"Tidak saya tidak berani karena saya dari dulu saya merasa orang misterius itu seperti dewa meskipun anda berhasil mengalahkanku tapi anda tidak akan berhasil jika tuan ingin membunuh orang misterius tersebut” Bayangan Monster Leviathan yang mengetahui isi pikiran Kagami sendiri.
"Sudahlah aku ingin istirahat” Kagami langsung membuka portal kembali menuju kamarnya.
"Selamat istirahat tuan” Bayangan Monster Leviathan langsung mengompresi tubuhnya menjadi besar kembali dan melingkar istirahat di dalam tempat latihan Pribadi Kagami.
Kagami yang hanya melambaikan tangan saja kemudian menutup Portal dan mulai kembali tidur karena mempersiapkan hari besok sambil mengumpulkan banyak energi dalam tubuhnya.
Kagami yang terlalu memakan banyak waktu melihat isi pikiran Bayangan Monster Leviathan yang sudah mati di tangannya hingga hari sudah menjelang malam hari yang damai.