
Setelah mereka sampai di kota Ferdinia mereka langsung memasuki kota sekaligus mengantarkan lilia bertemu dengan keluarganya.
"Kak itu rumahku ayo kita kesana aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu"ucap lilia yang bersemangat untuk bertemu dengan keluarganya.
"Ya sabar mari kita kesana tapi jangan buru buru masih belum pulih stamina" ucap kagami dan mereka pun sampai di depan rumahnya lilia.
"Apakah itu rumahmu lilia? mari kita kesana dan setelah itu kami akan pergi mrncari tempat tinggal" ucap liyana langsung mendatangi rumah tinggalnya lilia.
"Ya baiklah terimakasih kak" ucap lilia dan setelah sampai di depan rumah lilia mereka langsung mengetuk pintu.
"Siapa yah? dan ehh lilia syukurlah kamu sudah pulang nak ayah dan ibu sangat khawatir sekali" ucap ibu dari lilia yang keluar dari rumahnya ketika mendengar suara ketukan pintunya.
"Kami hanya seorang petualang biasa yang tidak sengaja bertemu dengan lilia yang sedang di kejar kelompok Black Scorpions" ucap Mikhaile menjelaskannya yang langsung ikut angkat bicara.
"Iiibbuu aku kangen sekali dengan kalian untung saja ada mereka yang menyelamatkanku di perjalanan saat pergi dari sana huhu" ucap lilia yang langsung memeluk tubuh ibunya dan sambil berbicara di pelukan ibunya.
"Ya jadi kami hanya ingin mengantarkan lilia saja pulang dan hati hati kami akan pergi untuk istirahat mencari penginapan apakah tau tempatnya bu?" tanya kagami dengan sopan berbicara dengan ibunya lilia.
"Di sebelah selatan ada penginapan yang lumayan nyaman di sana dan terimakasih telah mengantarkan sekaligus menyelamatkan anakku lilia" ucap ibunya lilia yng berterimakasih kepada kagami dan lainnya.
"Ya kami juga ikhlas membantunya kok kami pergi dahulu" ucap liyana dan yang lain langsung pergi tapi lilia menahannya.
"Kak nanti kita akan bertemu lagi kan?" tanya lilia kepada mereka.
"Ya pasti" ucap kagami.
"Dan bolehkah saya tau nama kalian?" tanya ibu lilia.
"Saya kagami youra dan yang di sebelah kiri liyana nero dan sebelah kanan Mikhaile kalau boleh tau untuk apa yah?" tanya kagami kepada ibu lilia.
"Tidak hanya saja mungkin ada sesuatu untuk membalas kebaikan saja atas telah menyelamatkan anakku" ucap ibu lilia.
"Baiklah kalau mencari kami bisa cari saja di penginapan kota Ferdinia nanti kami akan datang" ucap kagami memberi tau dan mereka pun langsung pergi menjauh dan pergi menuju penginapan di kota Ferdinia.
***
"Kagami pasti kamu lelah tidak akan istirahat dahulu kamu kan sudah mengeluarkan terlalu banyak stamina hari ini" ucap liyana yang mengajak istirahat.
"Tidak apa lah aku masih kuat kok untuk berjalan ayo agar segera sampai aku bisa tidur dengan tentram hehe" ucap kagami yang terkekeh dan setelah mencari selama 15 menit ketemu juga tempat penginapannya dan langsung pergi menuju kesana.
"Tuan aku lelah sekali mungkin aku sebentar lagi akan pingsan" ucap Mikhaile yang sudah kelelahan akibat pertarungan tadi.
"Tahan dulu Mikhaile aku juga sama dan kita sudah sampai mari masuk dan pesan kamar untuk tidur" ucap liyana dan setelah masuk langsung liyana menyuruh kagami dan Mikhaile menunggu dan liyana yang memesan 2 kamar.
"Pe-permisi saya pesan 2 kamar" ucap liyana yang sedang memesan kamar.
"Ohh baiklah untuk selama berapa hari menginapnya?" tanya pelayan itu.
"Untuk 3 hari saja" ucap liyana yang memberi tau.
"Baiklah kamar yang kosong yaitu nomor 156 dan 159 dan ini kunci kamat masing masing" ucap pelayan langsung memberikan dan liyana segera memberi tau dan mendatangi kagami dan Mikhaile yang sedang menunggu.
"Maaf lama ayo sekarang saatnya istirahat dan memasuki kamar masing masing" ucap liyana mengajak kagami dan Mikhaile.
"Hahhh baiklah ayo aku sudah terasa lemas sekali badan sudah mulai kerasa" ucap kagami dan mereka langsung mencari kamar masing masing dan setelah ketemu langsung masuk dan bersiap untuk tidur.
***Normal POV***
Seorang penjaga kota berlari menuju memasuki ruangan wali kota untuk memberi laporan dari seorang petualang.
"Wali kota ada laporan dari seorang petualang yang bicara menyuruh memperketat keamanan kota karena ada penculikan penduduk kota oleh kelompok Black Scorpions" ucap penjaga kota kepada wali kota Ferdinia yaitu adelio.
"Siapa nama petualang yang memberi laporan semacam itu?" tanya adelio kepada penjaga kota itu.
"Kalau tidak alah namanya kagami youra seorang petualang hunters yang sekarang sedang menginap di penginapan kota ini sambil mengantarkan penduduk kota yaitu seorang anak kecil" ucap penjaga kota menjelaskan secara detail.
"Baiklah mulai sekarang perketat penjagaan kota Ferdinia agar tidak terjadi lagi dan nanti siang pada saat jam 2 siang segera panggil petualang serta teman-temannya itu dan bawa kehadapanku secepatnya!" ucap adelio kepada seluruh penjaga yang berada di kota ferdinia memerintahkan membawa kagami membawa ke ruangan wali kota.
"Siap laksanakan tuan" ucap seluruh penjaga kota yang setengah untuk memperketat penjagaan kota dan setengah memanggil kagami sekaligus temannya.
"Pelayan apakah ada nama pengunjung di penginapan yang masih menginap dengan namanya kagami youra?" tanya penjaga kota itu kepada pelayan penginapan.
"Tunggu sebentar kalau tidak salah ada? ahh ini dia ada 3 orang yaitu liyana nero, kagami youra dan Mikhaile memesan 2 kamar yaitu kamar 156 dan 159" ucap pelayan penginapan itu menjelaskan kepada penjaga itu.
"Baiklah kami akan segera kesana terimakasih infonya" ucap penjaga kota dan segera mendatangi kamar kagami, liyana dan juga Mikhaile.
"Tok tok tok permisi" kedua penjaga mengetuk pintu kamar kagami dan liyana.
"Hooaamm ada apa sih suara pengganggu aku sedang tidur sebaiknya buka pintu saja" ucap kagami langsung membuka pintu kamarnya dan kagami kaget saat membuka pintu penjaga kota yang kemarin bertemu di gerbang kota.
"Ohh anda sudah bangun ternyata ada panggilan dari wali kota Ferdinia" ucap penjaga itu.
"Baiklah aku akan kesana tunggu saja di bawah aku mandi dan siap siap dahulu" ucap kagami segera menutup pintu dan langsung mandi.
"Baiklah saya akan menunggu" ucap penjaga itu lalu pergi ke bawah dan bertemu teman penjaganya lalu mereka menunggu di bawah untuk menunggu kagami dan temannya siap.
Setelah kagami dan lainnya selesai dan memakai baju yang sopan langsung keluar dari kamarnya dan langsung pergi ke kanar liyana tapi liyana dan Mikhaile sudah keluar dari kamarnya dan segera turun tangga menemui penjaga kota yang menunghu di bawah.
"Yo maaf menunggu lama" ucap kagami menyapa penjaga yang menunggu di di ruang tunggu.
"Ya tidak apa mari ikuti kami akan menunjukan jalannya menuju tempat wali kota berada ada yang ingin dia bicarakan dengan kalian" ucap penjaga itu memberi tau kepada kagami dan yang lain.
"Ya baiklah kami akan mengikuti kalian dari belakang dan liyana, Mikhaile tumben kalian sangat cantik sekali dan sangat menawan" ucap kagami yang merayu liyana dan Mikhaile.
"Ti-tidak juga ah tuan saya biasa saja seperti waktu itu dan terimakasih pujiannya" ucap Mikhaile yang tersipu malu oleh pujian kagami.
"Ahh biasa aja atau aku memakai baju yang sangat cocok dengan diriku yah?" tanya liyana kepada kagami.
"Mungkin karena itu sekarang kamu jadi kelihatan cantik di tambah baju yang waktu itu kita beli yah?"tanya lagi kagami kepada liyana.
"Hehe iya dan apakah itu tempat wali kota Ferdinia berada di sana sangat besar dan tinggi sekali" ucap liyana.
"Ya betul sekali itu adalah tempat tinggal wali kota dan mari kita masuk ke dalam ruangan yang telah tuan kami siapkan dan tunggu sebentar kami akan memanggilnya" ucap penjaga itu pergi memanggil wali kota dan kagami, liyana dan Mikhaile menunggu di sana sambil berbincang bincang dan datang lah wali kota langsung masuk ke ruangan.
"Terimakasih telah ingin datang dan sebelumnya perknalkan nama saya adelio sang wali kota Ferdinia dan apakah kamu yang bernama kagami youra yang memberi laporan kepada penjaga tentang perketat penjagaan kota?" tanya adelio kepada kagami.
"Ya betul itu saya dan ada apakah tuan wali kota memanggilku kesini?" tanya kagami kepada adelio.
"Saya hanya ingin memberi tau kepada kalian untuk mengajukan beberapa pertanyaan dan mengucapkan terimakasih kepada kalian menyelamatkan 1 orang penduduk kota Ferdinia" ucap adelio kepada kagami.
"Baiklah apakah yang ingin di tanyakan?" tanya kagami kepada adelio.
"Apakah kalian tau kelompok Black Scorpions itu kelompok yang bagaimana?" tanya adelio lagi kepada kagami.
"Tidak emangnya ada apakah itu dan kelompok bagaimana" ucap kagami bertanya lagi kepada adelio
"Kelompok Black Scorpions itu adalah kelompok terkejam dan terkenal di mana pun karena memonopoli sebagian kota yang dan membuat penduduk kota bekerja secara paksa di bawah perintahnya dan kalian baru saja menyelamatkan penduduk kotaku jadi bisa saja kalian dalam bahaya menjadi incaran mereka karena itu saya ingin berdiam diri di sini atau membantu kota ini agar terhindar dari kelompok Penjahat itu" ucap adelio menjelaskan nya kepada kagami dan liyana yang mendengarnya langsung terkejut.
"Lebih baik diam saja disini dan membantu penduduk kota disini bagaima kagami" tanya liyana yang memberi pilihan yang bagus untuk kagami.
"Boleh saja sih dan aku setuju bagaimana denganmu Mikhaile" tanya kagami kepada Mikhaile.
"Saya mengikuti saja tuan" ucap Mikhaile yang mengikuti saja dari belakang.
"Baiklah kalau begitu kalian tinggallah disini saja dan saya akan jamin keamanan kalian" ucap adelio kepada kagami, liyana dan Mikhaile.
"Tidak usah repot repot saya tinggal di penginapan saja" ucap kagami memberi keputusan dan adelio setelah mendengarnya seeikit kecewa.
"Ya tidak apa apa lah dan bawalah 2 prajurit ku ini untuk berjaga jaga" ucap adelio kepada kagami dan yang lainnya.
"Ya baiklah aku akan bawa mereka dan kami akan kembali lagi" ucap kagami.
"jangan pergi dahulu mari kita makan bersama dahulu pasti belum makan apalagi pasanganmu sepertinya masih lelah belum bertenaga" ucap adelio kepada kagami dan liyana yang mendengarnya langsung tersipu.
"Ahaha baiklah dan tau saja dia pasanganku" ucap kagami tertawa.