
Kagami yang sudah menyiapkan beberapa penjagaan dari semua bayangannya untuk bersembunyi di balik bayangan semua orang untuk memeriksa keadaan Ibu kota yang baik baik saja.
Liyana yang sangat senang berjalan bersama Kagami untuk bertemu keluarganya kembali berkat bantuan kagami yang selalu bersamanya.
"Kagami apa aku cocok menggunakan baju ini?” Liyana yang sebelum berangkat ingin mengganti pakaiannya.
"Sangat cocok untukmu dan lagi terlihat cantik” Kagami dengan cukup senang bisa melihat Liyana.
"Hm Kagami kamu curang tidak mengganti bajumu dan lagi kamu tidak membersihkan tubuhmu huh” Liyana yang sedikit kecewa dengan yang ingin Liyana inginkan.
"Haha Aku malas dan tadi aku sibuk mengurus sesuatu” Kagami yang tertawa.
"Hmph” Liyana yang kesal sambil mempercepat langkahnya untuk meninggalkan Kagami.
Kagami langsung berjalan menuju rumah keluarganya Liyana dan Liyana mengikuti Kagami dari belakangnya.
"Kakak akhirnya pulang” Lucia yang langsung menyambut kepulangan Liyana.
"Sudah besar ternyata Lucia saat kakak pergi masih kecil sekarang sudah besar” Liyana yang langsung memeluk Lucia dengan erat.
"Kak aku beritahukan kepada ayah dan ibu kakak sudah kembali” Lucia yang mencoba melepaskan pelukan kakaknya kemudian langsung pergi ke dalam rumah.
Kagami bersama Liyana langsung mengikuti saja masuk ke dalam rumah Orangtua Liyana yang sudah sangat Liyana rindukan.
"Ayah, Ibu aku pulang” Liyana langsung dengan cepat mendekati Orangtuanya.
"Akhirnya sudah kembali ibu sangat merindukanmu” Ibu Liyana yang langsung memeluk Liyana.
"Aku juga merindukan kalian semua selama ini” Liyana tidak mau melepaskan pelukannya untuk beberapa saat.
"Syukurlah pulang dengan baik baik saja dan terima kasih sudah menjaga Putriku Nak Kagami” Ayah Liyana yang langsung berjalan kepada Kagami.
"Tidak juga Putri anda juga hebat dalam bertarung dan bisa melindungi dirinya sendiri” Kagami yang tidak merasa sepenuhnya menjaga Liyana.
"Begitukah tapi saya lihat perkembangan Putriku sangat berbeda itu pasti sudah memberikan keberaniannya kepada Putriku untuk bisa melindungi dirinya sendiri” Ayahnya Liyana yang merasa berhutang banyak kepada Kagami.
"Haha tidak perlu di pikirkan” Kagami sedikit merasa tidak nyaman.
"Nak kenapa dengan rambutmu menjadi warna merah gelap jangan jangan kamu menggunakan teknik terlarang keluarga kita yang sudah lama ibu larang selama ini?” Ibu liyana yang sangat khawatir.
"Maaf Bu tapi aku sudah bisa mengontrol kekuatan dan juga aku telah mendapatkan kembali Pedang Founder/Bloody Sfraksor dengan Bantuan kagami” Liyana langsung mengeluarkan pedang Bloody Sfraksor di hadapan ayah, Ibunya.
"Benar ini sangat mirip dengan milik Kakekmu yang sudah 10 tahun menghilang” Ibunya yang langsung menyentuh Bloody Sfraksor.
Kemudian pedang Bloody Sfraksor Langsung mengeluarkan Cahaya marah langsung menyinari ayah, Ibu, dan Lucia.
"Badan ayah merasa ringan dan merasakan energi yang mengalir dalam tubuhku jangan jangan setiap titik Merdianku kembali pulih” Ayah Liyana yang sangat senang bisa merasakan kembali aliran energinya kembali.
"Tubuh ibu pun merasa lebih segar kembali” Ibu Liyana juga merasakannya pembagian energi yang Liyana kumpulkan selama ini.
"Iya kak jadi sekarang aku bisa belajar mengendalikan kekuatanku?” Lucia yang juga bersemangat untuk berlatih bersama teman temannya.
"Iya nanti aku yang akan mengurusi pembuatan akademi untuk seluruh anak anak di Ibukota Azteria” Kagami yang langsung mendekati Lucia.
"Tu-tunggu jangan jangan anda adalah anak dari Raja Zhiyu?” Ayah Liyana dengan terkejut tidak mengenali Kagami.
"Haha benar apa aku membuat kalian terkejut?” Kagami yang tidak menyangka bahwa orangtua Liyana tidak mengenalinya berbeda dengan Liyana.
"Maafkan sikap kami dan kami sebagai orangtua Putri saya minta maaf jika membuat anda kesal dan marah” kedua orangtua Liyana meminta maaf.
"Sudah berdirilah tidak perlu sesopan itu membuatku tidak enak saja haha” Kagami sambil menggaruk kepalanya.
"Ayah aku kira ayah sudah mengenal Kagami hmph” Liyana yang yang baru mengetahuinya kedua orangtuanya tidak mengenali identitas Kagami.
"Maaf ayah tidak terlalu mengetahui identitas aslimu nak kagami dan terima kasih sudah melindungi Putriku selama ini” ayah Liyana yang berhutang banyak kepada kagami.
"Tidak masalah Ayah mertua jangan terlalu sopan kepadaku” Kagami sengaja memberitahukan kepada orangtua Liyana.
"Kagami!!” Liyana yang langsung mendekati kagami kemudian membungkam mulutnya dengan cepat.
"Bukan apa-apa ayah, ibu jangan dengarkan kagami” Liyana yang masih belum siap mengakuinya.
"Haha ternyata hubungan kalian sudah sangat dekat ya?” Ibu Liyana sambil tersenyum kecil mendengar perkataan Kagami.
Ayah Liyana yang keluar dari dalam rumah sambil berfikir bahwa Putrinya akan mendapatkan masa depan yang baik bersama anak dari Rivalnya dulu adalah Raja Zhiyu di masa lalu.
"Ohh ya ibu mau mempelajari ini bersama sama?” Liyana langsung mengeluarkan Buku yang baru di dapat dari perpustakaan kerajaan.
"Ibu kurang mahir jadi ibu akan masak apa kalian sudah makan? Dan ayahmu coba tawarkan mungkin mau mempelajarinya” Ibu Liyana yang langsung pergi untuk memasak makanan.
"Baiklah bu akan aku tanyakan pada ayah” Liyana langsung mencari ayahnya yang melihat pergi keluar dari rumah.
"Oh ya apa anda ingin sebagai tambahan daging binatang Liar masih tersisa” Kagami yang langsung menawarkan kepada Ibu Liyana.
"Boleh terima kasih simpan saja dahulu di atas meja” Ibu Liyana yang sangat jarang makan daging hewan.
"Hore hari ini makan daging bu?” Lucia yang mendengar membuat Lucia ingin merasakan masakan ibu.
"Iya dan bagaimana ikut denganku dahulu berjalan jalan bersama?” Kagami langsung mengajak Lucia.
"Boleh saja kak dan ayo aku akan ajak berkeliling untuk bertemu dengan teman temanku” Lucia yang langsung mengajak pergi kepada teman temannya.
"Jangan terlalu lama nanti makan” Ibu Liyana yang mengingatkan.
"Baik bu” Kagami bersama Lucia langsung pergi keluar dari rumah.
"Um ayah mau mempelajari buku ini bersama tidak?” Liyana yang memberanikan bicara kepada ayahnya di luar rumah.
"Ehh ini buku teknik bertarung kakekmu yang selama ini ingin cari ayo baca bersama” ayah Liyana yang sangat bersemangat ingin mengembalikan kemampuan bertarung di masa lalu.
Liyana bersama ayahnya langsung masuk ke dalam rumah tidak melihat kagami bersama adiknya dimana pun di dalam rumah.
*****
Kagami yang di ajak berkeliling bersama Lucia adik Liyana yang sangat manis kemudian Kagami sampai di suatu tempat yang tidak di ketahuinya
Disana lahan Kosong yang lumayan luas untuk beberapa anak bermain disana dan Lucia langsung memperkenalkan Kagami kepada seluruh temannya lucia yang belum terlalu bisa mengontrol kekuatannya sendiri.
Semua anak anak disana tidak mengenal identitas aslinya sebagai putra kerajaan tapi kagami lebih menyukainya seperti itu karena tidak terlalu mencolok kepada beberapa orang disana.
Kagami langsung kembali bersama Lucia menuju rumahnya untuk makan dan mungkin semuanya sudah menunggu mereka berdua.
Sampai di depan rumah kemudian kagami bersama Lucia langsung masuk dan melihat orangtuanya yang sudah selesai memasak dengan tambahan daging dari kagami.
"Huh dari mana sih kalian berdua aku sudah lelah menunggu kalian lama” Liyana sambil mengembungkan pipinya kesal.
"Cemberut mulu coba senyum atau aku mengelitiki lagi” Kagami sambil mengancam Liyana.
"Iya iya senyum deh dan aku akan balas dendam lihat saja hmph” Liyana yang masih kesal dengan Kagami.
"Sudah ayo makan bersama” Ibu Liyana yang langsung makan bersama.
Lucia duduk disisi ayahnya sambil mengambil beberapa daging di tambah sayuran agar sehat dan cepat menjadi besar.
"Oh ya bagaimana keadaan ibumu nak kagami? Kemarin mendengar Ibumu terkena penyakit Eternal Sleep?” Ayah Liyana yang langsung menanyakan kondisi Orangtuanya.
"Ya ibu sudah tertidur sedangkan ayahku kesehatannya menurun jadi besok aku akan menggantikan ayah untuk sementara dan jika kalian ingin datang ke kerajaan boleh saja apa lagi kalau ingin latihan aku memperbolehkannya” Kagami yang membuat ayah Liyana tersedak saat makan.
"Uhuk uhuk ingin menggantikan ayahmu itu sulit lho” Ayah Liyana yang langsung mengambil minum.
"Ya sulit masa semua harus di tunda lebih baok aku bantu dari pada tidak sama sekali” Kagami yang tidak punya pilihan lain kecuali harus meringankan beban ayahnya sendiri.
"Ya jika ingin membantu tidak apa-apa itu sebagai pengalaman pertamamu juga sih” Ayah Liyana sambil menatap kagami dengan bangga.
"Haha begitulah” Kagami langsung melanjutkan makan masakan ibu Liyana.
Setelah Semuanya selesai makan kemudian Kagami langsung membantu merapikan sedangkan Liyana bersama ibunya langsung membawa sambil membersihkan tempat makan.
"Masakan Ibu memang yang terbaik” Lucia sambil memuji masakan Ibunya.
"Haha itu juga berkat nak Kagami memberikan tambahan makanan daging yang sangat jarang ibu masak” Ibunya yang cukup senang Putri keduanya yang menyukai masakan Ibunya.
"Oh ya apa kalian akan menginap disini hari ini?” Tanya ayah Liyana kepada Liyana dan Kagami.
"Satu hari ini saja ayah dan besok aku akan ikut bersama kagami untuk membantu kagami saja hmph” Liyana yang melihat ayahnya dengan Reaksinya sedikit berubah menjadi senang membuat Liyana kesal.
"Oh ya Lucia besok mau ikut tidak kenalkan dengan seseorang sekaligus belajar mengendalikan kekuatanmu sendiri?” Kagami yang langsung mengajak bicara Lucia.
"Aku ingin ikut bersama kak gami bolehkan ayah, ibu?” Lucia yang meminta izin kepada orangtuanya.
"Boleh saja asalkan ikut perintah kakakmu” Ayah Liyana yang berharap bisa menjaga Putri kecilnya.
"Baik ayah” Lucia dengan senang bisa mengikuti kagami.
"Ibu hanya titip Putri kecilku nak kagami” Ibu Liyana yang minta tolong menjaga Putri keduanya yang masih kecil.
"Baiklah” Kagami berjanji kepada kedua orangtua Liyana untuk menjaga Lucia.
Hari menjadi malam dan seperti biasa Kagami tidak bisa tidur membuatnya berkeliling sambil memperhatikan langit yang penuh dengan bintang yang indah.
"Ibu apa melihat Kagami kemana?” Liyana yang baru saja selesai mandi.
"Tadi melihatnya keluar coba saja cari?” Ibu Liyana yang hanya melihat Kagami keluar dari rumah.
"Iya bu” Liyana yang langsung mencari Kagami di luar rumah.
Kagami yang merasakan malam hari yang sangat tenang membuat dirinya berjalan menuju tempat bermain anak anak.
"Udara yang sangat tenang dan juga sangat cocok untuk mencoba sedikit mempelajarinya dari buku” Kagami yang merasa waktunya sangat tepat dan pas sekali untuk di pakai berlatih.
Kemudian Kagami langsung menambah penghalang sihir untuk tidak ada yang mengganggunya.
"Fyuh pertama coba ingat kembali bela diri di dunia dulu” Kagami tidak menggunakan pedang melainkan hanya hanya butuh gerakan tubuh saja.
Wuss! Wuss!
Kagami yang terus mencoba sambil menggunakan energi di setiap pukulannya membuat angin di sekitarnya bergerak menyatu dengan gerakan Kagami.
Liyana yang tidak menemukan kagami sama sekali lalu merasakan angin yang sangat kuat mendorongnya hingga Liyana merasakan aliran energi Kagami juga hingga mengikuti asal angin besar.
Liyana yang tidak lama melihat sebuah penghalang sihir kemudian Liyana langsung menghancurnya.
Krak! Trang!
Penghalang sihir yang langsung hancur tapi kagami tidak menyadarinya hingga Liyana langsung mendekati Kagami.
"Aku cari dari tadi ternyata disini!” Liyana yang sudah lelah berkeliling menghabiskan staminanya.
"Ehh Liyana kapan disini?” Kagami yang baru saja tersadar.
"Sudah lama! Aku mencarimu dari tadi ternyata disini” Liyana yang langsung memarahi Kagami.
"Yasudah kembali” Kagami yang tau pasti Liyana marah pada dirinya sendiri.
Liyana yang tidak menanggapi Kagami kemudian berjalan kembali dan Kagami dengan cepat langsung mengejar Liyana karena mengetahui Liyana yang marah.
"Nih mandi sana” Liyana langsung melemparkan handuk miliknya kepada Kagami.
"Iya makasih” Kagami langsung menangkap handuk dari Liyana.
Lalu Liyana langsung masuk ke dalam rumah dan Kagami langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
"Ah segar mandi malam hari memang terbaik” Kagami yang sudah mengganti pakaian sambil mencari kamar Liyana.
Tidak lama mencari kamar Liyana berada akhirnya ketemu dan Liyana sedang membaca buku yang baru saja di dapatkan.
Kagami yang tidak mau mengganggu Liyana sedang membaca buku kemudian Kagami langsung tiduran di atas tempat tidur sebelah Liyana yang fokus membaca buku yang sangat cocok dengan teknik bertarungnya sendiri.
Di hari yang malam sangat tenang Kagami sangat ingin melindungi tempat kelahiran ini yang sangat Kagami pertahankan meskipun pertaruhan nyawa untuk melindunginya.
"Aku akan menggapai semuanya di tanganku untuk melindungi semua yang diriku miliki sekarang dan menghukum siapapun ya!” Kagami sambil bicara sendiri sambil mengangkat satu tangan sambil di mengepallkan.
Liyana yang mendengar perkataan Kagami di sebelahnya hanya tersenyum tipis dengan bangga kepada Kagami yang mempunyai semangat tinggi.
Malam hari yang lumayan panjang Kagami bersama Liyana sambil membaca buku masing masing yang baru saja di dapatkan dari perpustakaan kerajaan.