
Setelah melewati masa masa sulit akhirnya kagami terbangun dengan tubuhnya yang lumayan membaik.
"Ugh apa yang terjadi?" Kagami mencoba membangunkan badan tapi tidak bisa.
"Hei jangan banyak gerak dahulu dan cobalah pelan" seorang pemuda datang menuju Kagami.
"Dimana ini? Dan siapa kau?" Kagami yang cukup berhati hati.
"Adelard hizaru sang manusia biasa yang kebetulan melewat dan melihat kau di kelilingi oleh 2 monster menunggumu dan juga ini di rumahku sebuah gubuk lalu aku sudah mengeluarkan racun di tubuhmu 50%" Adelard bicara kepada kagami yang mencoba membangunkan badan pelan pelan.
"Ahh begitu terimakasih sudah menyembuhkanku dan dimana 2 monster itu berada?" Kagami tidak mengetahui keberadaannya.
"Kami berdua disini tuan" Tenebris bicara kepada kagami.
"Ohh begitu dan dimana hoaxen, agares dan bayangan diriku?" Kagami yang tidak merasakan energi keberadaannya.
"Mereka belum kembali semenjak nona liyana di culik dan juga tuan pingsan" Tenebris mengingatkan kepada kagami.
"Iya aku ingat dan aku harus menolong liyana secepatnya" kagami yang memaksa membangunkan badannya.
"Jangan banyak gerak tubuhmu belum pulih dan sekarang sudah malam" Adelard sedikit kesal kepada kagami.
"Maaf tolong keluarkan racun di tubuhku dan segera menyelamatkan seseorang yang sangat berharga bagiku" kagami yang meminta bantuan kepada Adelard.
"Baiklah kalau kau bicara seperti itu dan ini sedikit sakit jadi tahan rasa sakitnya" Adelard mulai pergi dan mengambil lagi barangnya lagi.
"Hm kau melakukan apa padaku?" Kagami yang merasa tubuhnya sedikit berbeda.
"Itu aku hanya melakukan menusuk titik urat syarafmu di sebut dengan akupuntur dan juga mengeluarkan darah yang kotor beserta racun dengan bekam dan juga itu adalah warisan nenek moyangku" Adelard mengingatkan kepada kagami.
"Ugh baiklah akan aku coba percaya dan menahan rasa sakitnya" kagami yang sudah siap melakukannya untuk menyelamatkan.
Kagami langsung melakukan pengeluaran racun di dalam tubuh kagami dan Adelard langsung memulai menusuk jarum pada urat saraf tubuh kagami untuk mengeluarkan racun yang tersisa.
"Uhuk uhuk apakah sudah?" Kagami yang sedikit merasa sakit di bagian punggungnya.
"Ya sudah selesai dan kau kalau mau cepat cepat pergi cobalah untik memulihkan tubuhmu dahulu" Adelard langsung merapikan jarumnya ke tempat semula.
"Baiklah terimakasih bantuannya dan akan aku ingat bantuanmu" kagami langsung memulihkan tubuhnya.
Beberapa lama memulihkan tubuhnya sampai tengah malam lalu kagami melepas semua perban yang menutupi tubuhnya lalu memakai Armor Devil's langsung untuk mencobanya.
"Kau akan pergi sekarang?" Adelard yang baru selesai menyimpan barangnya.
"Ya dan terimakasih atas bantuan untuk menyembuhkanku" kagami yang bicara.
"Baiklah kawan jaga dirimu baik-baik jangan sampai terkena dampak seperti sebelumnya" adelard yang langsung menepuk pundak kagami.
"Ya lain kali aku datang kesini dan jika butuh bantuan datang saja ke kerajaan Azteria mungkin kau ingin hidup lebih nyaman akan aku bantu sebagai balasannya" kagami bicara lalu berdiri.
"Baiklah nanti aku akan kesana untuk bermain" adelard langsung mengajak berjabat tangan.
"Ya akan aku tunggu" kagami langsung menjabat tangannya adelard.
Lalu kagami langsung pergi keluar gubuk tidak terlalu besar lalu pergi dengan cepat melesat menuju arah markas besar Black Scorpions.
Kagami yang melesat pergi menuju markas besar Black Scorpions di tengah perjalanan melihat Hoaxen yang penuh dengan luka dan agares yang baik baik saja.
"Dimana 1 bayangan diriku?" Kagami melihat keadaan hoaxen sangat penuh dengan luka.
"Dia pergi menyusul untuk menyelamatkan liyana sendiri" Hoaxen yang menjawab dengan kembali menjadi wujud humanoid.
"Baik tuan" Hoaxen langsung menghilang di hadapannya yang tersisa hanya agares.
"Ternyata kau memakai bajuku pantas saja merasakan energiku yang telah bercampur dengan energimu yang menjadi sangat kuat" agares yang terkejut dengan baju yang di pakai kagami.
"Haha tidak apa karena aku sedang ingin memakainya dan kau kembali sekarang serahkan padaku" kagami yang memberikan perintah juga kepada agares kembali.
"Ya aku serahkan padamu" agares lalu memberikan pukulan pada dada kagami lalu berubah menjadi kumpulan energi dan masuk ke dalam tubuhnya.
Lalu kagami yang sudah menemukan semuanya lalu kagami lalu melesat mengikuti pancaran energi bayangan dirinya menuju markas besar Black Scorpions.
******
"Ugh dimana aku?" Liyana yang terbangun dari pingsannya.
"Ternyata kau sudah bangun nona dan juga kau lumayan cantik lebih baik aku apakan yah?" Seorang laki laki yang mengangkat dagu liyana sambil melihat tubuh liyana.
"Hrg tidak sudi akan aku bunuh kau olehku" liyana yang mencoba membebaskan diri.
"Percuma saja kau tidak akan bisa mengeluarkan kekuatanmu karena kau sudah di borgol oleh batu laut yang bisa menyegel kekuatan" laki laki itu melepaskan tangannya dari dagu liyana.
"Urgh si*l*n" liyana yang sangat kesal dan tidak berdaya.
"Percuma saja" laki laki itu lalu lalu bersiap merobek baju liyana.
"Hrg grh" liyana yang langsung menggigit tangan laki laki itu yang ingin memegang tangannya.
"Dasar wanita j*l*ng bawa dia ke dalam penjara dan nanti akan aku urus untuk sekarang mengobati luka ini dahulu" laki laki itu menendang tubuh liyana dengan kuat.
Liyana yang langsung di bawa ke dalam penjara yang begitu sangat gelap lalu liyana langsung di lemparkan masuk ke dalam penjara lalu menguncinya.
"Huh untung saja" liyana yang mulai bicara di dalam penjara yang gelap.
"Hei apakah baik baik saja?" Bayangan kagami yang berhasil menemukan liyana.
"Siapa itu aku tidak bisa melihat" liyana yang bicara pelan.
"Aku bayangan yang kau benci datang untuk membantu" bayangan kagami bicara kepada liyana.
"Ahh kau dan tolong hancurkan borgol ini karena tidak bisa mengeluarkan energiku" liyana yang meminta tolong.
"Borgolnya tidak bisa di buka" bayangan kagami yang mencoba menghancurkan borgolnya tidak bisa hancur.
"Bicara dengan siapa kau!" Penjaga tahanan bertanya kepada liyana sambil meneranginya dengan obor.
"Aku hanya merasa sakit karena seseorang" liyana yang berbohong.
"Itu sudah biasa disini di pukul tahan saja jangan cengeng dan jangan harap bisa kabur!" Penjaga tahanan berbicara kepada liyana.
"Cih awas saja kau" liyana yang terbawa kesal.
Lalu ketika obor itu menjauh lalu bayangan kagami juga berbicara untuk menemani liyana yang di kekang oleh penjara.
"Dimana kagami?" Liyana yang sedikit khawatir.
"Hama itu sedang kemari untuk melakukan penyerangan balik ke dalam markas besar Black Scorpions secara terang terangan tadi dia bicara dan aku mencari kunci borgol dahulu" bayangan kagami langsung pergi meninggalkan liyana.
Liyana yang hanya merenungi nasibnya di dalam penjara dengan mengingatnya bahwa ada beberapa orang juga yang di tangkap.