
Kagami dan liyana pun sampai disana dengan selamat tanpa gangguan monster dan melihat rekan yang lainnya aman dengan tentram.
"Yo semuanya apakah baik baik saja?" Kagami yang sengaja mengagetkan rekan rekannya.
"Kami baik baik saja tuan dan bagaimana kondisi anda apakah baik baik saja?" Vortex langsung bertanya kepada kagami.
"Aku baik baik saja" kagami yang berbicara dengan santai tapi liyana yang di sebelahnya kesal.
"Jangan menyombongkan dirimu itu juga masih untung tidak pingsan hmph" liyana yang kesal.
"Iya iya maaf deh liyana" kagami yang berbicara kepada liyana tapi tidak di dengar karena kesal.
Hoaxen dan Tenebris tanpa bicara langsung masuk ke dalam dunia kegelapan kagami yang sangat nyaman.
"Tuan baik baik saja dan liyana sangat menghawatirkan dirimu sampai kabur diam diam" Mikhaile yang memberitahukan kepada kagami.
"Benarkah begitu liyana?" Kagami yang tidak kesal karena kalau tidak ada liyana tidak akan bisa berhasil melawan kepribadiannya sendiri.
"Ya benar karena kesal hoaxen membawa yang lain menjauh termasuk diriku tetapi kau tidak jadi aku kesal dan pada saat mereka istirahat aku pergi diam diam mendatangimu" liyana yang berbicara jujur menkipun masih kesal dan tidak ingin melihat kagami sedikit mungkin.
"Yasudah terimakasih sudah menghawatirkanku kalau tidak ada dirimu mungkin tidak akan berhasil mengalahkan bayangan jahatku sendiri" kagami tersenyum senang lalu mengusap kepala liyana.
"Ya sama sama" liyana yang masih saja kesal.
Kagami langsung mencubit pipi liyana yang sedang marah membuat liyana makin marah tetapi kagami yang sangat senang menganggu liyana.
"Selanjutnya tujuannya kemana tuan?" Mikhaile bertanya kepada Riziel.
"Arah barat karena belum ada informasi tentang keberadaan kerajaan demons kita ikuti datangnya para iblis dan monster yang datang sebelumnya pasti mereka di kendalikan" kagami berbicara kepada Mikhaile.
"Baiklah saya menunggu saja dan jika ada apa apa panggil saja saya" vortex yang langsung masuk ke dimensi darah.
"Silahkan saja istirahat vortex nanti aku akan berikan darah yang cukup berkualitas" liyana yang berbicara kepada vortex.
"Baiklah" vortex yang menjawab yang sedang diam di dunia liyana.
"Tidak lagi aku tidak suka melihatnya" kagami yang sangat tidak suka melihatnya.
"Tidak usah dilihat dan tidak akan istirahat dahulu?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Baiklah jangan khawatir istirahat saja dahulu sebentar" kagami yang mengalah karena tau liyana sangat menghawatirkannya.
Setelah 2 jam istirahat kagami tertidur di temani oleh liyana dan Mikhaile menjaganya dan terbangun dengan tubuh yang lumayan segar dan siap untuk bertarung kembali.
"Hahhh semuanya apakah sudah siap melanjutkan lagi?" Kagami bertanya ke seluruh rekannya.
"Kami bertiga sih sudah pulih dari sebelumnya" vortex mewakili dari mereka bertiga.
"Kami berdua juga sudah memulihkan diri" liyana dan Mikhaile berbicara bersama kepada kagami.
"Baiklah ayo pergi ke arah barat" kagami berbicara kepada semua rekannya yang ada luar dan di dalam dunia buatan.
Kagami, liyana dan Mikhaile langsung pergi menuju arah barat dan 3 rekan lainnya hanya menunggu perintah untuk membantu kalau kagami dan yang lainnya terpojokan oleh musuh.
Kagami mencoba menggunakan penglihatan api hitam yang bisa melihat semuanya yang tembus pandang atau tidak terlihat lalu kagami melihat melihat sebuah kerajaan yang mengapung di udara lalu menyuruh liyana dan Mikhaile berhenti.
"Tunggu liyana, Mikhaile aku melihat sesuatu yang mengapung di udara sangat tinggi" kagami yang memberitahukan kepada liyana dan Mikhaile.
"Apa itu? Kami berdua tidak merasakan apapun disini?" liyana yang bertanya kepada kagami.
"Kalian diam akan aku tunjukan" kagami mengumpulkan energi api hitam di kedua tangannya.
"Lalu kami harus bagaimana tuan?" Mikhaile yang bertanya kepada kagami.
"Aku akan mengalirkan energi api hitam ke dalam tubuh kalian tapi langsung alirkan dalam urat syaraf mata dan buka mata pelan pelan" kagami yang memberikan arahan kepada Mikhaile dan liyana lalu kagami mengalirkan energi api hitam ke dalam badan Mikhaile dan liyana.
"Fokus Liyana jangan sampai membakar semua urat syarafmu dan harus mengatur energi dinginmu" kagami yang sangat takut gagal.
"Ba-baiklah akan aku coba" liyana yang mulai memfokuskan aliran energi di dalam tubuhnya.
Mikhaile pun selesai dengan aman karena mempunyai atribut api jadi gampang mengaturnya dan liyana sekian lama baru saja selesai dengan aliran energi yang stabil antara 3 energi.
Liyana dan Mikhaile pun membuka matanya pelan pelan dan melihat semua secara tembus pandang membuat yang pertama kali pusing dari efek sampingnya.
"Urgh pusing" liyana yang mulai tubuhnya lemas lalu kagami menangkapnya.
"Hati hati jangan lupa kontrol badanmu juga bodoh" kagami yang langsung menyandarkan pada pohon.
"Ya maaf dan bagaimana dengan Mikhaile?" Liyana yang bertanya tentang kondisi Mikhaile.
"Aku baik baik saja liyana dan bisa melihat yang tuan katakan" Mikhaile yang bisa melihatnya dengan jelas.
Liyana mencoba bangun tapi belum kuat dan kagami membantu berdiri liyana lalu mencoba melihat dengan pelan lalu terlihat benda yang mengapung besar di langit.
"Ahh iya benar itu seperti kastil dan badanku terasa hangat sekarang lalu sudah kuat coba lepas dahulu kagami sebentar" liyana yang mencoba berdiri sendiri dan menyuruh kagami melepaskannya sebentar.
"Syukurlah kau bisa berdiri dan coba control lagi energimu masih belum stabil antara es dan api yang sangat berlawanan" kagami memberikan sedikit arahan kepada liyana.
"Baiklah dan ini perasaan energi berbeda dengan sebelumnya seperti bergabung dengan energi lain entah apa coba aku cek" liyana yang diam sebentar untuk mengontrol energinya.
Lalu vortex keluar dari dunia buatan dan berbicara tentang energi ssbelumnya di berikan pada liyana.
"Ada apa vortex keluar?" Kagami yang bertanya kepada vortex.
"Lalu memangnya kenapa?" Kagami yang masih belum mengerti.
"Jika liyana gagal menggabung api dan darah bisa membakar seluruh darah di dalam dirinya tapi jika berhasil bisa mendapatkan kemampuan yang langka xi antara pengendalian darah lain yaitu api darah" vortex yang berbicara kepada kagami membuat terkejut juga.
"Apa! Jadi liyana bisa terancam nyawanya karenaku ap-" Mikhaile yang langsung menutup mulut kagami agar liyana fokus menggabungkannya.
"Biar aku luruskan saja tuan kemampuan api darah yaitu membakar darah semua jenis hewan, manusia, iblis dan lainnya yang mempunyai darah makannya di katakan istimewa" Mikhaile yang menjelaskannya kepada kagami.
"Baiklah" kagami yang merasa bersalah dengan keputusannya ssbelumnya.
Setelah menunggu 3 jam berlalu liyana baru selesai dan kagami menggunakan energi api hitam untuk melihat aliran energi di dalam tubuh liyana.
"Ahh syukurlah liyana berhasil menggabungkannya" kagami yang ssngat senang tidak harus kehilangan liyana.
"Ya aku mempunyai kemampuan api darah dan coba lihat ini" liyana melemparkan api darah kepada kelinci lewat langsung tubuhnya mengering.
"Hebat sekali dan aku khawatir kau gagal liyana" kagami langsung mendekati liyana lalu memeluknya karena ssngat takut gagal.
"A-aku tidak apa apa kagami" liyana yang sangat malu.
"Tidak maafkan aku karena aku ceroboh dan bisa mengancam nyawamu sendiri" kagami untuk pertama kali menghawatirkan seseorang.
"Tidak apa apa berkatmu juga aku mendapatkan kemampuan yang langka terdengar pada saat sebelumnya kalian membicarakan tentang itu" liyana yang malah sebaliknya berterimakasih.
"Baiklah aku kembali lagi sekarang liyana sudah baik baik saja panggil aku jika butuh bantuan" vortex berbicara lalu menghilang masuk kembali ke dunia buatan liyana.
"Ya istirahatlah" liyana lalu berbicara kepada vortex.
"Baiklah ayo kita pergi ke atas sana dan Mikhaile lakukan kemampuan kamuflase kepada kau dan kami" kagami langsung berbicara kepada Mikhaile yang sedang diam memperhatikan.
"Baiklah 'Control : Kamuflase'" Mikhaile yang selesai melakukan kamuflase pada mereka sendiri.
"Aku akan menggunakan perpindahan ruang jadi bersiap" kagami langsung melakukan kemampuan kendali ruang dan waktu
Lalu melakukan perpindahan sebanyak 3x hingga sampai di depan kerajaan iblis itu mereka pun langsung masuk tanpa di ketahui oleh para iblis yang berjaga.
"Hah hah aku kira akan jatuh tadi" liyana yang sangat terkejut dengan perpindahan tempat.
"Tidak akan tenang saja aku sudah handal kalau dengan itu dan Mikhaile jika kau ingin mencari tau keberadaan lucifer silahkan dan kami akan pergi ke arah ruang harta berada" kagami berbicara kepada Mikhaile.
"Tidak perlu di beritahu aku akan pergi mencari Lucifer sendiri" Mikhaile yang sangat senang dan menantikannya.
Mikhaile pun berpisah lalu kagami dan liyana pergi mencari keberadaan pedang Bloody Sfraksor karena hanya liyana yang bisa merasakannya saja keberadaannya.
Setelah lama mencari liyana pun baru merasakan sedikit kekuatan dari Bloody Sfraksor yang terpancar lalu mereka pun pergi kesana dengan cepat ternyata tebakan kagami salah bukan berada di ruang harta tapi ruang bawah tanah disimpan tersembunyi.
Kagami pun langsung melakukan perpindahan ruang menuju ruang bawah tanah lalu liyana mencoba mengangkat pedangnya.
"Hrgh ahh hah tidak mau bergerak sedikitpun" liyana yang mencoba mengambil pedangnya tetapi tidak mau ke angkat sedikitpun.
"Coba sambil alirkan kekuatan darahmu ke dalam pedangnya" kagami memberikan arahan kepada liyana.
"Ya aku coba" liyana yang sambil mengalirkan energi darahnya ke pedang Bloody Sfraksor.
Sihir kamuflase Mikhaile pun mulai terlihat seperti biasa lagi dan para penjaga langsung mengetahui adanya penyelinap masuk lalu hoaxen keluar dalam waktu yang tepat dan langsung menyerangnya dengan wujud serigala besar.
"Aku berhasil" liyana yang berhasil lalu pedang Bloody Sfraksor langsung mengapung mengeluarkan energi cukup kuat.
Kagami pun langsung membuat sihir [World of darkness + magnetic] langsung menarik pedangnya menuju dunia kegelapan kagami.
"Liyana masuk kesana cepat" kagami langsung menyuruh liyana masuk ke dalam dunia kegelapan kagami.
"Baiklah jaga dirimu sendiri kagami" liyana lalu masuk ke dalam dunia kegelapan.
"Ya baiklah" lalu kagami mengubah Lexalicus ke bentuk pertama : Death scyte (sabit) dan melesat menyerang membantu hoaxen yang sedang bertarung.
Kagami pun melapisi sabitnya dengan energi api hitam dan ikut menyerang bersama dengan hoaxen memberikan serangan yang lumayan fatal.
"Teknik terlarang ke-6: Aerial Rave slight!!" Kagami yang menyerang dan berhasil membunuh 2 penjaga dengan gerakan pedang yang sangat cepat.
Kagami pun langsung membantu hoaxen yang terpojok oleh 3 orang penjaga dan kagami langsung menarik 2 orang sedikit menjauh dari hoaxen dengan menggunakan sabitnya hingga 2 penjaga itu terbakar hingga lenyap karena energi api hitam yang begitu meluap luap.
Hoaxen selesai membunuh 1 orang itu lalu kagami manaiki badan hoaxen dan pergi ka arah Mikhaile untuk membantu.
Hoaxen dan kagami pun mendekati Mikhaile berada tapi 2 iblis kuat mdnghalangi jalan terpaksa hoaxen dan kagami harus bertarung lebih lama.
Hoaxen menyerang menggunakan 'Wolf of Wallace' yang hampir setara dengan kecepatan cahaya dan kagami yang hanya menebas badan iblis dengan kecepatan hoaxen yang sulit untuk menargetkannya.
"Sialan jangan main main dengan kecepatan sialan!" Astaroth yang kesal lalu melancarkan serangan bola energi berwarna merah dan melemparkannya kepada kagami dan hoaxen.
Kagami dan hoaxen yang menghindarinya tetapi terkena dampak ledakannya lumayan besar hingga terlempar menabrak tembok.
"Urgh sakit sekali awas saja kalian" kagami yang langsung menyerang sendiri meninggalkan hoaxen yang tertimpa oleh batu tembok yang hancur.
"Teknik terlarang ke-4 : Sky Moonlight cleaver" kagami menyerang secara dekat lalu melancarkan serangan tebasan sabit bulan merah menyebabkan badannya yang terbelah menjadi 2.
Lalu kagami belum selesai melancarkan 1 serangan lagi yang digunakan oleh bayangan jahatnya sendiri yaitu "Darkness Overlord : Extreme Royal Revenge" hingga menyebabkan ledakan besar.
1 iblis yang bersama dengan astaroth di lindungi oleh pergi kabur dengan luka yang tidak terlalu parah sedangkat astaroth mati di tangan kagami.