
Kagami yang melihat isi ingatan pria yang sudah mati di hadapannya dan kagami entah harus bagaimana bertindak untuk mengamankan semua manusia dari para Orc yang menyamar menjadi manusia.
"Agares tolong bantu aku karena membutuhkan bantuanmu" kagami yang memanggil agares yang sudah menjadi milik Igris.
"Saya siap membantu anda kapanpun jika anda butuh bantuan meskipun diriku bukan berada di bayangan tuan kagami lagi" agares langsung muncul di hadapan kagami dan siap membantu.
"Baiklah karena aku hanya bisa menunjukmu saja untuk memimpin para bayanganku membawa para manusia dari para Orc yang menyamar apa bisa?" Kagami sambil mengeluarkan beberapa puluh monster bayangannya.
"Saya akan usahakan" agares yang langsung mematuhi perintah kagami.
"Igris karena ini sangat sulit akan di tangani jadi aku pinjam agares dahulu sebentar dan sisanya akan aku jelaskan" kagami yang menyuruh kepada Tenebris dan Vortex menunjukan diri.
"Bagaimana dengan aku Kagami?" Liyana yang tidak mau berpisah.
"Aku, liyana akan menyerahkan diri kepada para Orc sedangkan Vortex, Tenebris diam di dalam Dunia liyana sampai aku menyuruhmu keluar dan Igris, Hoaxen bertarung bekerja sama di bagian belakang dan diam di sini hingga menyuruhku keluar" kagami yang merancang rencana sebelum bertarung.
Para monster bayangan yang ingin tau tugas yang akan di berikan oleh kagami sebagai pemimpin asli mereka.
"Terakhir adalah saat aku keluar dari tempat ini kalian harus menyebar dan membawa para manusia menjauh dari para Orc yang menyamar sekaligus bunuh para Orc yang menyamar dengan diam diam tidak di ketahui" kagami yang memprioritaskan manusia yang harus di lindungi dahulu.
Lalu sebagian monster bayangan ada yang setuju dan sebagian ada yang sedikit kecewa dengan tugas yang tidak menyenangkan karena ingin ikut bertarung dengan pemimpin mereka.
"Baiklah aku mengerti kalian ada yang ingin ikut dan aku kan bisa memanggil kalian untuk membantuku jika kalian sudah selesai melakukan tugas yang aku berikan jadi jangan kecewa begitu jadi semangatlah dan terakhir agares ini energiku gunakan agar aku bisa memanggilmu kembali" kagami mendekati agares sambil memasukkan energi kagami ke dalam tubuh bayangan agares.
Lalu kagami melupakan sesuatu yaitu mayat manusia yang mati di hadapannya lalu kagami seketika langsung terpikir untuk menghancurkan saja menjadi energi tambahannya.
'Dark Eater!' energi kegelapan sekitar langsung menyelimuti mayat manusia secara langsung hingga liyana ingin tau apa yang kagami lakukan.
"Kagami apa yang kamu lakukan?" Liyana yang ingin tau.
"Tidak perlu tau dan ayo kembali" kagami langsung membuka portal kembali.
Kagami yang menyadarinya jika liyana tau pasti kagami akan di sebut kejam yang telah di lakukannya jadi terpaksa harus di sembunyikan dari liyana.
Lalu liyana yang tau bahwa ada yang kagami sembunyikan dengan wajah marah dan kesal liyana malas bertanya kepada kagami.
"Bagaimana lukamu sudah pulih semua?" Kagami mencoba membujuk liyana agar tidak marah lagi dan melupakan hal sebelumnya.
"Sudah dan disana ada banyak High Orc memangnya kau benar berani?" Liyana yang bertanya kepada kagami yang masih tidak percaya.
"Ya mau bagaimana lagi jika ingin keluar dari kota harus membantai semua Orc dan menyelamatkan semua sanderanya" kagami yang malas harus melarikan diri di tambah lagi membuat orang lain menderita.
"Huhh baiklah aku ikut dan kapan kita akan membantai para Orc itu" liyana yang mulai percaya karena itulah sikap kagami yang tidak ingin melihat orang menderita.
"Sebentar lagi malam jadi aku akan mencoba berkeliling sambil membiarkan semua orang di dalm kota bisa pergi menjauh dan kau liyana tunggu saja di sini" kagami langsung pergi keluar melalui jendela dan menyatu menjadi kegelapan.
Lalu sore menjelang malam kagami langsung duduk di atas atap rumah sambil mengeluarkan semua bayangannya beserta agares.
"Apa yang harus di lakukan sekarang?" Agares yang langsung memberikan hormat.
"Pergi bunuh para Orc yang menyamar jadi manusia saja tugas kalian dan berpencar!" Kagami yang langsung menyuruh semua monster bayangannya pergi.
Lalu semuanya monster bayangan pergi berpencar sedangkan kagami langsung bersiap memindahkan semua orang secara langsung sekaligus jarak oara sandera yang sangat jauh.
'Dark Dimension : Shadow Extrection!' kagami langsung pindah ke tengah kota setelah itu langsung memindahkan semua orang ke dimensi kegelapan secara langsung bersama para sandera.
*********** [Situasi kota POV] *************
Semua orang yang di buat tidak sadar oleh kagami langsung menghilang di pindahkan menuju dimensi kegelapan yang baru di buat khusus tidak bisa menganggunya siapapun.
Di sisi lain para Orc yang menjaga di dalam markas besar Orcs para tahanan langsung menghilang sehingga Para monster Orc mulai kesal dan marah sehingga menghubungi para orc yang menyamar menjadi manusia tidak bisa di hubungi menggunakan kemampuan telepati sesama Orcs.
Semua Orc yang yang menyamar menjadi manusia sudah berhasil di bantai oleh pasukan bayangan kagami dan sekarang sudah kembali menuju tempat kagami berada.
"Sial Siapa yang melakukan ini kepada para sang pemimpin para Orcs" sang pemimpin Orc yaitu Orchid begitu kesal entah apa yang terjadi.
Lalu 2 manusia masuk ke dalam markas para Orcs yang begitu luas dan terdapat banyak sekali Orc sekaligus High Orcs dintambah lagi dengan pemimpinnya.
"Hama pengganggu tidak perlu tau urusan denganku enyahlah!!" Kagami langsung menendang hingga High Orcs itu terpental ke belakang.
Lalu kagami langsung berjalan memasuki markas makin ke dalam hingga meninggalkan liyana di belakangnya.
"Jadi kau yang membuat kacau kota dan menghilangkan para tahananku bukan!?" Pemimpin Orc itu sangat marah.
"Siapa bilang mana buktinya bahwa aku yang melakukannya" kagami yang mencoba memprovokasi Orchid di hadapan para High Orcs yang begitu banyak.
"Kau sudah bosan hidup ternyata dan bunuh dia secepatnya" Pemimpin Orcs itu sangat kesal hingga menyuruh sebagian High Orcs menyerang kagami.
Lalu liyana yang melesat ke arah para High Orcs yang ingin menyerang kagami dan liyana langsung menebas semua High Orcs langsung sambil melempar api darah ke segala arah.
Kagami yang sudah mengetahuinya bahwa liyana akan datang membantu tanpa harus di perintah oleh kagami dengan diri kagami sangat senang melihat perkembangan liyana.
Liyana yang hampir membantai sebagian besar dari para High Orcs dan ada juga yang mati akibat terkena oleh api darah yang liyana lemparkan.
Di sisi lain api darah yang liyana lemparkan ke segala arah kagami hanya menghindarinya karena sangat sekali mudah di tebak oleh kagami.
"Hahhhh kenapa diam saja dan meninggalkanku seenaknya sih" liyana yang sudah selesai membantai sebagian High Orc sambil mendekati kagami.
"Haha santai aku lupa hehe" kagami yang tidak ingin memanjangkan masalah jadi mengalah seperti biasanya.
"Bawakan kepala mereka berdua kepadaku cepat tunggu apa lagi kalian semua bunuh mereka dan bawa kepadaku" Pemimpin Orc yaitu Orchid langsung memerintah semua High Orc dan Orc bekerja sama untuk menyerang kagami dan liyana.
"Bicara apa sih monster itu aku tidak mengerti?" Liyana yang mulai bersiap bertarung.
"Membawakan kepala kita kepada sang pemimpinnya" kagami yang kebetulan bisa mendengar jelas.
"Bagaimana kau bisa bahasa monster?" Liyana yang terkejut karena baru tau.
"Diamlah dahulu itubahas nanti saja dan sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan" kagami yang langsung menutup matanya untuk mengeluarkan kekuatan aslinya.
Semua High Orc dan Orc langsung mendekati kagami dan liyana masih bejaga jaga lalu saat semua Orcs mendekati langsung terjadi sesuatu.
'Darkness : Domain Evocation!' semua monster bayangan, agares di tambah lagi dengan Igris dan Hoaxen dalam wujud serigala putih sangat besar dari sebelumnya.
Keluar dari kegelapan di bawah kaki kagami hingga berhasil membunuh semua Orcs yang mendekati dan Orcs yang sudah mati berubah menjadi bayangan hidup kagami bertambah.
"Itu tidak mungkin kekuatan itu bukan milikmu kembalikan kepadaku" sang pemimpin Orcs yang sangat ingin kemampuan itu.
"Bacot kau lawan aku jika ingin" kagami yang menantang pemimpin Orc langsung sambil menunjukan jari tengah untuk menghinanya agar terprovokasi.
"SIALAN KAU MANUSIA RENDAHAN BERANINYA MENANTANGKU!! Orchid yang langsung melompat ke hadapan kagami sambil membawa sejata pedang besar seukuran 5 meter.
Kagami yang tersenyum senang bisa bertarung sepuasnya bersama King Orcs yaitu Orchid yang begitu besar.
"Majulah semuanya" kagami langsung memberikan tanda untuk menyerang semuanya.
"Vortex, Tenebris keluar waktunya penyerangan" liyana yang langsung mencoba bicara kepada Vortex dan Tenebris karena terkejut dengan energi yang di hasilkan oleh King Orcs.
Lalu Tenebris langsung keluar dalam wujud naga hitam dan Vortex yang tidak bisa merubah wujud tubuhnya tapi bisa membantu liyana dari belakang.
BAM! JDUAR! DUAR! BAM!
Suara yang di hasilkan pertarungan besar di dalam tempat mulai pembantaian besar besaran dimana seorang pun yang tidak tentang pembantaian besar besaran.
"Apa itu cara bermain senjatamu hanya bergantung pada senjata?" Kagami sambil menghindari semua serangan dari King Orchid.
"Berisik itu bukan urusanmu!!" Lalu Orchid langsung menyerang kagami yang selalu menghindari tebasan pedangnya.
"Cih baiklah akan aku tunjukan mana yang lebih baik dalam bermain senjata denganmu hama" kagami langsung menunjukan mata kegelapan yang belarti sudah akan melakukan pertarungan seriusnya.
Kagami langsung mengeluarkan pedang Guardians sambil menyelimutinya dengan energi kegelapan untuk membuat kota damai harus membantai para Orc.