
Kagami yang langsung mengeluarkan senjata Lexalicus lalu mengubahnya ke bentuk ke 2 Thusilent (Spear) dan mengeluarkan semua bayangan monster yang baru di di bangkitkan sebelumnya menjadi bayangannya.
"Huft mulai Serang bersama" kagami yang langsung bersiap bertarung latihannya.
"Graa Roaarrgghh" monster yang langsung menyerang langsung ke hadapan kagami.
'Thousand Blade : Mutilation!' kagami menebas dengan cepat menggunakan senjata hingga memotong semua bayangan hingga hancur berkeping keping.
"Lagi maju masih belum cukup" kagami ingin melakukan yang lebih kuat.
Semua bayangannya yang hancur langsung meregenerasi lagi menjadi bentuk semula lalu semua monster itu memyerang kagami dengan bersama.
Kagami yang mulai sangat bersenang senang untuk terus untuk berkembang lagi sendiri menjadi kuat dari siapapun.
Kagami yang berlatih selama 1 jam di dalam Realms Of Dark yang sangat menegangkan sekaligus menyenangkan.
"Hahhh sudah cukup sekarang kalian semua kembali" kagami sambil mengubah bentuk awal senjata Lexalicus.
Lalu semua monster bayangan kagami menghilang dalam sekejap mematuhi perkataan kagami.
"Tuan itu sangat hebat bisakah ajarkan padaku?" Igris yang bersemangat ingin mempelajarinya sambil berjalan mendekati kagami yang kelelahan.
"Aku pernah bilang bukan aku bukanlah orang yang bisa mengajarkan sesuatu padamu karena aku selalu memaksa diriku untuk melampaui batasan dengan cara ekstrim" kagami yang mengingatkan kembali kepada Igris.
"Tapi bukankah kalau tuan mengajarkanku cara memakai senjata? Tapi ucap teman tuan kalau bagian tentang sihir akan di ajarkan oleh teman tuan yaitu agares" Igris yang mencoba membujuk kagami.
"Hufftt baiklah kalau begitu di lain waktu karena aku ingin istirahat dan ingin kembali mungkin liyana kembali" kagami yang langsung membuka portal kembali ke penginapan.
"Baiklah aku akan menunggu tuan hingga siap" Igris yang penuh semangat tapi harus menunggu hingga kagami siap mengajarkannya kepada Igris.
"Ya sekarang kalian istirahat saja" kagami sambil melambaikan tangannya kepada hoaxen dan Igris.
Kagami yang langsung pergi meninggalkan Hoaxen dan Igris di dalam Realms Of Dark setelah itu kembali ke penginapan mungkin liyana menunggunya.
Kagami yang sudah sampai di penginapan di dalam kamarnya tidak melihat liyana di mana pun.
"Dimana liyana kenapa tidak ada disini?" Kagami tidak merasakan hawa keberadaan liyana.
Seketika pintu kamar langsung terbuka oleh orang yang tidak di kenal oleh Kagami lalu kagami langsung mengubah tubuhnya bayangan kegelapan.
"Tidak ada siapapun di mana kedua orang itu dan kenapa aku harus menyerahkan tamu baru datang kepada para mon----" pria itu langsung di bungkam oleh tangan kagami sambil menutup pintunya lagi.
"Apa tujuanmu kemari? Dan apa maksudmu tentang kau bicarakan tadi?" Kagami yang langsung mengeluarkan pedang untuk mengancamnya tapi tubuhnya masih dalam wujud bayangan.
Pria itu langsung mencoba melepaskan diri dari tangkapan tangan kagami yang tidak mungkin bisa lepas.
BRAK! DRAK!
Lalu pintu langsung terbuka dengan keras yaitu liyana yang baru pergi menuju seuatu tempat dan kembali dalam keadaan penuh luka.
"Ehh kau siapa kenapa ada di dalam kamarku?" Liyana yang tidak bisa melihat kagami karena hari mulai sore dan lampunya di matikan jadi tidak terlihat.
Kagami langsung membuka portal kembali menuju Realms Of Dark sambil membawa liyana dan seorang pria misterius itu.
"Kyaa kemana?" Liyana yang begitu terkejut tubuhnya di bawa ke suatu tempat oleh kagami yang tidak terlihat oleh liyana.
Lalu kagami langsung menunjukan dirinya di hadapan liyana sambil membuat tali dari energi kegelapan.
"Kagami dari mana sih sebenarnya kau?" Liyana yang langsung memarahi kagami.
"Sstt harusnya aku yang harus tanya kau dari mana sampai mendapatkan banyak luka begitu?" Kagami yang menanyakan balik kepada liyana.
"Itu sebenarnya aku mendengar suara seseorang di bawa paksa oleh sesuatu jadi aku mengikutinya setelah sampai di sana banyak sekali High Orc begitu banyak dan aku ketahuan mengikuti hingga mendapatkan luka ini" liyana yang muali menceritakan kepada kagami.
"Yasudah pulihkan dirimu dahulu dan katakan apa tujuanmu memasuki kamarku?" Kagami sambil menodongkan pedang di bagian leher pria itu langsung.
"Se-benarnya aku di perintahkan oleh monster yang melindungi kota ini untuk membawa kalian untuk menjadikan kalian bawahan mer---" pria itu sekejap langsung mati di tempat entah apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" Kagami yang terkejut melihat pria itu langsung mati di hadapannya.
"Kagami sebenarnya apa yang telah terjadi?" Liyana yang terlihat sangat terkejut.
'Darkness: memory traveler!' kagami langsung menyentuh kepala pria yang sudah mati.
***** [Di dalam Pikiran POV] *****
Kagami yang melihat banyak sekali ingatan di dalam pikiran orang yang sudah mati entah apa yang tidak di ketahui dan pada saat itu juga kagami menemukan sedikit petunjuk di dalam ingatannya.
Di kota itu tidak bisa di sebut besar tapi hanya kota yang lumayan untuk di tempati oleh beberapa orang yang tinggal di sana.
Suatu waktu ada yang datang untuk menghancurkan kota yaitu segerombolan High Orc yang ingin melenyapkan manusia yang berada di dalam kota.
Lalu seketika kota hancur oleh serangan habis habisan dari Segerombolan High Orc menyerang kota lalu seorang nenek tua yang masih selamat dari pembantaian warga di dalam kota.
"A-apa yang inginkan kalian dari kami hingga menghancurkan tempat tinggal kota kami?" Nenek tua itu bicara dengan sedikit takut oleh energi besar dari High Orc.
"Kami sebagai Orc sangat membenci manusia karena kalian mempunyai segalanya dan apa yang kau inginkan dari kami sampai masih bisa hidup dengan luka fatal begitu?" Orc yang melihat nenek tua itu seperti ada yang menarik.
"Bisakah kalian membiarkan kami penduduk kota hidup?" Nenek tua yang tidak ingin mati dengan cepat.
"Baiklah karena kau cukup menarik bisa berbicara dengan kami para High Orc dan akan kubiarkan kalian para manusia yang tersisa untuk hidup dan kalian semua bawa manusia yang tersisa kemari" pemimpin Orc itu memberikan perintah kepada bawahannya.
"Baik kami akan mencari manusia yang tersisa" semua High Orc langsung pergi mencari manusia yang tersisa.
Lalu setelah 1 jam Orc yang lain langsung kembali sambil membawa manusia yang tersisa lumayan banyak meskipun penuh dengan luka di tubuhnya.
"Dan aku tambahkan lagi 3 permintaan yang harus di penuhi jika ingin kalian hidup yaitu pertama Carikan tempat untuk kami bersembunyi dekat kota ini, kedua kalian harus membawakan para manusia yang datang ke kota ini kepada kami" Pemimpin Orc yang langsung memberitahukan 3 permintaan jika ingin hidup.
"Tidak mungkin aku tidak percaya kepada monster seperti kalian yang hina sepe---" seorang pria yang mencoba melawan tapi pria itu seketika mati karena kepalanya di makan oleh pemimpin Orc.
"Lezat sekali tapi sayang padahal sudah kuberikan keringanan tapi melawan jadi mati dan yang terakhir yang harus pahami adalah aku akan memasangkan mantra kepada kalian semua pada tubuh kalian jika berani melawan kalian akan mati!!" Pemimpin Orc yang langsung mengancam membuat semua manusia takut.
"Baiklah saya mengerti tapi jangan membuat mereka semua takut dan bisakah kalian bantu kami membangun kembali kota yang sudah kalian hancurkan?" Nenek tua yang masih ingin bernegosiasi dengan pemimpin Orc.
"Baiklah kalian semua bantu mereka tapi kalian harus menepati 3 permintaanku atau kau yang akan mati dahulu" Pemimpin Orc langsung mengancam nenek tua.
Lalu pemimpin Orc langsung memasangkan mantra pengikat pada tubuh manusia yang tersisa dan setelah itu semua Orc langsung pergi membantu membangun kota yang lebih luas dengan terpaksa karena kesepakatan.
Lalu kagami langsung keluar dari ingatan pria yang sudah mati dan melihat liyana sedang memulihkan diri sedangkan Hoaxen dan Igris menunggu kagami.
"Seharusnya ini tidak terjadi dan sudah pasti banyak petualang Hunters sudah mati" kagami sambil mengeluh.
**** [Di sisi lain Pemimpin Orc POV] ****
Pemimpin Orc yang menyadari ada sesuatu yang telah terputus dari mantra pengikat kepada manusia yang berada di dalam kota sejak lama sampai generasi yang baru lahir sekarang.
"Bagaimana apa sudah tertangkap perempuan yang sebelumnya mengikuti kemari?" Pemimpin Orc itu bertanya kepada bawahannya.
"Maaf tuan Orchid perempuan itu melarikan diri entah kemana tidak di ketahui hingga tidak bisa di temukan" Orc yang langsung memberitahukan kesalahannya kepada pemimpin Orc.
"Sial! Dengan begini kita semua bisa ketahuan! DASAR TIDAK BERGUNA!" Pemimpin Orc yang langsung kesal dan marah.
"Maaf kami akan berusaha lagi menangkap dia" Orc yang langsung mulai menenangkan pemimpin Orchid.
"Tidak usah! Bawakan para manusia kemari ke hadapanku untuk membuatku senang!" Pemimpin Orchid yang ingin melihat manusia untuk bertarung 1 sama lain demi hidup.
Lalu 2 Orc langsung pergi untuk mengambil 5 manusia kehadapan pemimpin Orc yaitu Orchid untuk membuatnya senang kembali.
Lalu 5 manusia langsung di bawa ke hadapan pemimpin Orc yaitu Orchid yang langsung di buat mereka paksa bertarung demi membuat tontonan yang menarik.
"Apa yang inginkan kalian pada kami?" Salah satu dari 5 orang bertanya kepada Orc yang membawanya.
"Bertarunglah hingga tersisa 1 orang dan 1 orang itu boleh pergi dari sini atau kata lain bebas" Orchid mengatakan di depan 5 manusia.
"Apa itu benar? Dan kau tidak akan membunuh kami jika tersisa 1 orang?" 1 orang itu langsung bertanya untuk memastikan.
"Buatlah aku senang dan jika salah satu dari kalian menang akan aku bebaskan" ucap Orchid sang pemimpin para Orc.
Lalu 5 orang yang merasa cukup yakin karena tidak terlihat tipu daya dari Orchid langsung bertarung satu sama lain hingga Orchid bersama para Orc lainnya sangat senang menontonnya.