Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
18. Ungkapan Perasaan



Setelah kagami pergi Mikhaile pun pergi ke tempat yang telah raja zhiyu siapkan untuk istirahat dan kagami sedang sibuk mencari liyana yang pergi akibat ayahnya bicara begitu.


"Ohh iya aku lupa bisa melihat tembus pandang dengan maksimal 50 meter aku coba pakai saja" ucap kagami sambil mencari jejak liyana menghilang dan mengalirkan sihir api hitam ke mata [ black fire eyes ] dan bisa melihat tembus pandang kejauhan dan setelah lama mencari ketemu juga tempat liyana bersembunyi dan kagami berkata "Ternyata ada di sana dia aku mencari lama" kagami pun langsung pergi menuju tempat liyana.


Dan kagami pun sampai di halaman belakang kerajaan yang terlihat ketika sampai liyana yang sedang melamun di tempat duduk sendiri dan kagami mencoba mendekatinya dan mengajak mengobrol dengan liyana kagami berkata "Liyana sedang apa kau disini aku mencari kamu dari tadi?" tanya kagami pada liyana dan liyana menjawab "Maaf membuatmu khawatir aku pergi tanpa bicara padamu" bicara liyana yang meminta maaf.


"Tidak apa harusnya aku yang minta maaf karena ayahku bicara begitu membuatmu malu dan melarikan diri" ucap kagami memberi penjelasan kepada liyana dan liyana pun menjawab "Ya tidak apa sebenarnya aku memang suka kepadamu tapi aku terlalu malu untuk membicarakannya denganmu" liyana yang memberanikan diri untuk berbicara langsung dengan kagami.


"Kalau aku memang sama suka padamu tapi aku terlalu sibuk sampai melupakan hal itu dan kamu ada orang tua disini?" tanya kagami kepada liyana.


"Aku punya kok apa kamu mau bertemu dan kenalan bersama keluargaku?" tanya kembali liyana.


"Ya mau saja tapi untuk sekarang aku ingin menyelamatkan ibuku terlebih dahulu dan nanti aku siap menanggung beban dan rasa malunya" ucap kagami sambil tersenyum senang.


"Mau aku antar dulu ke kamar untukmu istirahat?" tanya kagami pada liyana.


"Ya aku kurang tau tempatnya bisa tunjukan tempatnya sambil pergi bersama" ucap liyana dan kagami langsung menunjukan jalan ke kamar yang telah di sediakan oleh ayahnya kagami.


"Ya aku juga sama mau istirahat terlebih dahulu terlalu banyak mengeluarkan energiku hampir habis dan sekarang sedikit kelelahan" ucap kagami dan sampailah di kamar dan di sana kagami ingin masuk tapi di tahan oleh liyana.


"Tu-tunggu aku ada sesuatu untukmu tutup mata coba dulu" ucap liyana.


"Untuk apa?" tanya kagami penasaran.


"Lakukan saja" ucap liyana memaksa kagami menutup mata dan liyana memberikan kecup di pipi kagami dan liyana langsung masuk ke dalam kamar dan kagami terkagetkan ternyata akan di kecup di pipinya.


"kirain apaan ternyata hanya memberi kecupan bikin kaget saja dan ini untuk pertama kalinya aku ada yang menyukaiku hehe" bicara di batin kagami dan kagami pun tersenyum bahagia untuk pertama kalinya.


Dan kagami langsung masuk kamarnya sendiri sambil meningkatkan kekuatan nya dan setelah 1 jam terlewatkan kagami berhasil menembus batasan dan terlihat lah pancaran pilar cahaya hitam keluar dan menembus langit yang berasal dari dalam kerajaan ternyata sumbernya dari kagami yang sedang meningkatkan kekuatannya.


"Hah selesai juga menembus kekuatan yang lebih tinggi lagi sebelum tidur push up, sit up masing masing 50 saja jadi semuanya 100 dan setelah itu baru tidur" ucap kagami sambil mengawali olahraga sebelum tidur.


Dan setelah selesai olahraga 50 push up dan 50 sit up kagami berkata "Hah hah hah lelah sekali lebih baik mandi dan tidur sepertinya enak" dan kagami langsung pergi mandi setelah olahraga untuk bersih bersih dan selesai mandi kagami langsung naik ke tempat tidur dan langsung tidur.


"Ahh bodoh apa yang aku lakukan memalukan saja ada apa sih dengan diriku!apa aku menyukai kagami san dari sejak awal bertemu dan menyukainya apa kagami juga suka padaku?" ucap liyana yang kesal dan bertanya tanya pada dirinya sendiri akibat tidak terlalu pede bersama kagami.


"Yasudah lah tidur saja semoga saja besok baik baik saja tidak ada yang aneh seperti kejadian seperti tadi" ucap liyana yang langsung terlelap tidur.


...*Normal POV*...


Hari berjalan dengan cepat cahaya matahari pagi menyinari ke dalam kamar liyana dan kagami karena bersebelahan dan Mikhaile berada di tempat perpustakaan itu adalah tempat tinggal nya.


"Hoamm sudah pagi ternyata ganti baju dan bersiap siap untuk menyelamatkan ibu dan menghancurkan kerajaan kodama" dan kagami memakai baju untuk bertempur dengan orang kuat.


"Aku sudah siap tinggal membangunkan yang lain" ucap kagami dengan penuh semangat bertarung karena sudah menembus tingkatkan yang lebih kuat dan kagami langsung pergi dan mengetuk pintu kamar laiyana untuk memeriksa apa liyana sufah bangun.


"Liyana apa sudah siap untuk berangkat" ucap kagami dan pintu kamar liyana pun terbuka yang di bukakan oleh liyana yang sudah siap.


"Ohh ternyata kagami kirain siapa dan aku sudah siap kok mau berangkat sekarang?" tanya liyana kepada kagami.


"Ya ini aku dan mari kita berangkat sekarang dan menjemput Mikhaile dan menyusun rencana penyelamatan ibuku dan sandera lainnya" jawab kagami dengan penuh semangat.


"Ya mari pergi" ucap liyana penuh semangat entah kenapa.


Dan setelah mereka semua siap dan mereka berkumpul di ruangan rapat untuk membuat taktik dan rencana untuk menyelamatkan ibunya dan sandera lainnya dan kagami berkata "aku ingin kalian kalau sudah menyelamatkan sandera lainnya pergi sejauh mungkin dari area sana karena aku akan menghancurkan nya dengan kekuatanku sendiri" ucap kagami dan langsung yang mendengarkan nya lansung terkejut oleh kata kata yang kagami keluarkan dan muka liyana dan ayahnya kagami berubah menjadi khawatir.


"Sudah sudah jangan khawatir begitu doakan saja semoga aku selamat saja dan kembali dengan baik baik saja" ucap kagami.


"Ya baiklah ayah tidak akan melarangmu lagi asalkan bisa pulang baik baik saja" ucap ayahnya kagami.


"Ya sekarang mari kita pergi menyerang dan membawa kedamain" ucap kagami.


"YYAAAAAA" ucap semua prajurit dan lainnya bersama dengan penuh semangat.


Dan mereka semua bersama kagami berangkat menuju kerajaan kodama yang tidak mengikuti hanya ayahnya dan 4 penjaga untuk menjaga ayahnya di kerajaan.