
Hari yang sudah pagi menyinari sebagian tempat sehingga membangunkan beberapa orang di pagi hari.
"Ah sudah pagi lebih baik melakukan latihan saja" kagami langsung membuka portal menuju Realms Of Dark.
Kagami yang melakukan latihan beberapa jam tanpa di ketahui siapapun dan juga keberadaan kagami juga tidak bisa di deteksi.
Kagami yang berlatih di dalam Realms Of Dark lalu beberapa energi kegelapan berkumpul membentuk sebuah tubuh yaitu agares yang ingin bicara dengan kagami.
"Ehh agares ada apa?" Kagami yang terkejut melihat agares muncul.
"Hanya ingin memberitahukan saja bahwa saya ingin mengikuti tuan hingga tubuh ini lenyap" agares yang langsung memberitahukan keputusannya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan dan sebaiknya kau bicara untuk terakhir kali kepada Hariel karena sepertinya marah" kagami sambil melakukan push up.
"Tidak usah jika tuan ingin berangkat hari ini tolong sampaikan saja pada Hariel 'saya bukan tidak ingin tinggal disini tapi saya merasakan sebuah kehancuran yang menunggu yaitu terlahirnya iblis yang kuat menunggu saya jika hidup kembali' jadi mohon di sampaikan" agares yang meminta tolong.
"Baiklah jika kau inginkan begitu" kagami yang baru saja selesai melakukan push up.
Lalu agares langsung berubah kembali menjadi butiran energi kegelapan setelah itu kagami membuka portal kembali menuju kamarnya kembali.
"Sepertinya hari ini pergi atau tidak ya? Argh nanti saja deh sekarang mandi dahulu baru memutuskan nanti!" Kagami yang langsung membuka pakaiannya setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
Kagami yang setelah selesai mandi lalu memakai pakaian yang bersih setelah selesai dan saat membuka pintu seseorang langsung mendorongnya hingga kagami terjatuh.
"Aduh baru saja mau buka pintu" kagami yang kesal.
"Ehh maafkan aku dan tidak apa apa kagami biar aku bantu berdiri" liyana yang langsung mengulurkan tangannya.
"Tidak hanya kepalaku saja sakit" kagami langsung memegang tangan liyana lalu membangunkan badannya.
"Ayo makan semuanya sudah menunggu" liyana yang langsung mengajak kagami pergi.
"Ya dan kebetulan kau kesini sebenarnya hari ini bagaimana jika pergi kembali berpetualang sesudah makan ini?" Kagami yang memberitahukan kepada liyana.
"Baiklah dan juga aku akan mengikuti kemanapun kau pergi" liyana yang langsung tersenyum di depan muka kagami dengan begitu senang.
"Ehh tumben nurut" kagami yang langsung mengejek liyana.
"Sudah ayo cepat perutku sudah tidak bisa di ajak menunggu lagi" liyana yang langsung mengajak kagami agar cepat.
"Baiklah" kagami yang menuruti kemauan liyana langsung mempercepat langkahnya.
Kagami yang berjalan menuju ruang makan yang sudah di siapkan sambil terpikir tentang liyana yang sikap liyana yang sedang bagus entah ada apa.
Sampai di depan ruangan makan lalu langsung masuk ke dalam ruangan setelah itu duduk untuk makan bersama malaikat yang lain.
"Ehh seperti ada beberapa yang tidak ikutan makan ya?" Liyana yang baru menyadarinya.
"Ah itu mereka sedang melakukan pemantauan sekaligus melakukan misi lalu ada juga yang tidak mau ikutan sih" Maitimo yang langsung angkat bicara.
"Ahh begitu padahal sekarang kami berdua akan pergi menjelajah lagi" liyana yang kecewa.
"Sudah jangan pikirkan tentang itu" Mikhaile yang mengajak liyana agar membiasakannya.
"Ya benar jangan khawatir" kagami langsung mengambil beberapa makanan untuk dirinya dan liyana yang sedikit kecewa.
"Ya baiklah" liyana yang langsung mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh kagami.
Lalu mereka pun makan bersama setelah selesai langsung membantu merapikannya barang sekaligus alat makan sekian membantu merapikannya lalu kagami dan liyana langsung bersiap untuk pergi kembali.
"Baiklah waktunya pergi" kagami yang sudah siap bersama liyana di sebelahnya.
"Memangnya mau kemana lagi sekarang?" Liyana yang ingin tau tujuannya.
"Tidak tau" kagami yang berjalan keluar dari lorong kastil malaikat yang sangat luas sekaligus panjang.
"Setidaknya kau tau tujuannya" liyana yang kesal.
"Memangnya aku dewa yang bisa tau segala tempat, bukan" kagami yang mengatakan yang masuk akal.
"Yasudahlah sebaiknya pergi menuju arah selatan saja karena aku merasakan energi sedikit aneh" liyana yang mengajak kagami.
"Siap selalu mengikuti" kagami yang berjalan keluar dari kastil.
Lalu saat sudah keluar dari kastil sekaligus sudah menginjak daratan lalu sampai beberapa malaikat mendekati yaitu Uriel, Raphael dan Varane.
"Kalian ingin pergi?" Uriel yang terkejut.
"Ya benar dan maaf kami tidak memberitahukannnya" kagami yang sangat merasa bersalah tidak memberitahukannnya.
"Sudah tau soal informasi itu dari agares" kagami yang sedikit terkejut dengan soal iblis yang sudah terlahir dengan cepat.
"Ehh bisakah aku berbicara dengan agares sebentar" Raphael yang meminta tolong.
Lalu kagami mengeluarkan energi kegelapan membentuk agares tapi seketika langsung hancur dan kembali ke dalam tubuh kagami.
"Agares sedang tidak ingin bicara dan berpesan ini saja 'saya bukan tidak ingin tinggal disini tapi saya merasakan sebuah kehancuran yang menunggu yaitu terlahirnya iblis yang kuat menunggu saya jika hidup kembali' jadi maaf" kagami yang memberikan pesan terakhir agares.
"Baiklah jika keinginan agares begitu akan aku sampaikan juga kepada Hariel" Raphael sedikit kecewa dengan keputusan agares.
"Jangan pikirkan dan kami pergi" kagami langsung berjalan melewati Uriel, Raphael dan Varane.
******
Kagami yang berjalan meninggalkan mereka bertiga lalu liyana yang di sebelah kagami sangat mengerti perasaan agares jika di hidupkan kembali akan ada kehancuran yang muncul.
"Kagami baik baik saja?" Liyana yang ingin tau kondisinya.
"Tidak apa apa aku baik baik saja" kagami yang tidak terlalu memikirkan perkataan sebelumnya.
"Oh ya kau tadi malam keluar dari kamarmu sendiri ya?" Liyana yang tadi malam menyadari energi Kagami pergi dari kamar.
"Ya aku tidak bisa tidur" kagami yang bicara jujur.
"Kebiasaan!" Liyana yang langsung mencubit pipi kagami.
"Sakit liyana" kagami yang kesal pipinya di cubit dengan keras.
"Iya iya aku lepas dan kita terus jalan nih?" Liyana yang mulai bosan.
"Ya tidak ada satupun monster juga meskipun kita pergi ke arah selatan juga" kagami yang melanjutkan jalannya.
"Ya makanya sudah curiga akan terjadi sesuatu yang besar di arah selatan sekaligus alasanku mengajakmu pergi menuju arah selatan" liyana yang memberitahukan kepada kagami.
"Yosh baiklah sepertinya akan ada pertarungan lagi" kagami yang mulai bersemangat.
"Oh ya apakah agares baik baik saja?" Liyana yang ingin tau keadaan agares.
"Ya baik baik saja dan lagi agares sedang berlatih sendiri tidak mau di ganggu" kagami yng memberitahukan liyana.
"Begitu sebagai wanita aku mengerti keputusan agares sangat berat baginya" liyana yang mengerti keputusan agares.
"Maksudnya aku tidak mengerti?" Kagami yang tidak mengerti perkataan liyana.
"Ya agares tidak ingin di hidupkan karena takutnya membawa kehancuran kepada semua malaikat jadi agares memutus pergi sekaligus menahan rasa sakitnya sendiri" liyana yang menjelaskannya.
"Memang sedikit egois tapi hanya itu yang bisa menghindarinya jadi harus sabar saja" kagami yang memberikan sedikit pendapat sendiri.
Lalu kagami dan liyana yang melanjutkan perjalanan sambil berjalan dengan kondisi yang lumayan aman meskipun sedikit menimbulkan rasa curiga.
"Hoaxen, Tenebris sekarang waktunya kalian keluar" kagami yang memberikan perintah kepada hoaxen dan Tenebris.
"Ya ada apa tuan?" Hoaxen dan Tenebris langsung menunjukan dirinya.
"Periksa sekitar arah selatan apa ada yang aneh?" Kagami yang langsung menugaskan kepada Tenebris dan hoaxen.
Lalu Hoaxen dan Tenebris langsung merubah wujudnya menjadi seekor naga dan serigala putih yang sangat besar setelah itu pergi untuk memeriksa keadaan.
"Memangnya ada apa kagami?" Liyana yang tidak mengerti tujuan mengeluarkan hoaxen dan Tenebris.
"Aku merasakan hal aneh semenjak sebelum tidak ada gangguan monster dan juga yang di katakan oleh Uriel banyak monster yang lepas kendali karena ketakutan oleh iblis yang baru terlahir kembali" kagami yang berusaha menjelaskannya.
"Iya ya aku tidak menyadari hal itu dan sebenarnya apa yang terjadi kenapa sepi sekali tapi kita pergi ke arah selatan merasakan energi jahat cukup kuat dan itu berasal dari mana?" Liyana yang mulai sedikit kebingungan.
"Memangnya lalu apa yang harus lakukan sekarang?" Kagami yang meminta saran kepada liyana.
"Mm istirahat saja dahulu dan juga kita sudah berjalan cukup lama sekali?" Liyana yang memberikan tawaran kepada kagami.
"Bolehlah kalau begitu, padahal lagi bersemangat ingin bertarung tapi gagal" kagami yang mengeluh.
"Sudah kalau itu pikir nanti lebih baik cari tempat yang aman dahulu" liyana yang langsung menarik tangan kagami menuju suatu tempat.
"Ya ya" kagami yang mengikuti liyana dari belakangnya.
Kagami dan liyana yang sekian lama mencari tempat memutuskan diam di bawah banyak pohon yang begitu sejuk sambil istirahat sementara meskipun sedikit berbahaya dan juga harus senantiasa hati hati.