
Setelah kagami dan liyana sampai di tenda depan gua melihat Mikhaile yang sedang menunggu disana yang kebosanan yang menyiksa diri Mikhaile sendirian.
"Yo maaf membuat menunggu lama Mikhaile" ucap kagami meminta maaf kepada Mikhaile.
"Dari mana saja lama sekali aku membersihkan goa dan mendirikan tenda tidak ada yang membantu dan siapa itu yang di belakangmu tuan apakah itu ras demi-human atau ras setengah hewan setengah manusia?" tanya Mikhaile kepada kagami.
"Ya betul aku menemukan dia saat di kejar oleh penjahat dari Black Scorpions itu adalah nama kelompoknya dan kenalkan nama dia adalah Lilia nanti kita akan mengantar dia kembali menuju kota ferdinia tempat tinggalnya" ucap kagami menjelaskannya.
"Dan aku akan menyiapkan makanannya sendiri saja" ucap liyana yang langsung pergi untuk memasak daging yang sudah di cuci tadi.
"Liyana biar aku bantu jangan sendiri sekalian ajari aku memasak dan lilia kamu bersama dengan mikhaile dahulu yah" ucap kagami kepada lilia dan kagami pun pergi mengikuti liyana pergi.
"I-iya baiklah" ucap lilia sambil diam bersama dengan mikhaile yang tidak bicara apa apa.
***
"Kenapa mengikutiku terus sih lebih baik jaga saja tuh lilia" ucap liyana yang sedang kesal.
"Apa kamu cemburu liyana?" tanya kagami kepada liyana.
"Tidak kok hmph" ucap liyana yang cemburu tapi tidak mau mengakuinya.
"Maaf aku melupakanmu liyana karena lilia kan masih kecil gak mungkinlah kalau aku ini pedofil" ucap kagami meminta maaf kepada liyana.
"Ya aku juga ngerti kok dan kagami yang aku kenal tidak terlalu suka anak kecil karena merepotkan yah?" tanya liyana yang sudah terbuka yang belarti sudah memaafkan kesalahan kagami.
"Ya begitulah kadang kadang anak kecil itu sangat merepotkan sekali" ucap kagami menjelaskannya kepada liyana.
"Ohh begitu tapi kenapa kamu bisa akrab dengan lucia?" tanya liyana kepada kagami.
"Tidak terlalu akrab juga tapi anak kecil lah yang menganggap kita akrab" ucap kagami memberi tau kepada liyana.
"Iya yah aku lupa dan Sini aku ajarkan caranya memasak memang tidak di ajari oleh ibumu kagami?" tanya liyana kepada kagami.
"Tidak tuh setiap masak pasti oleh pelayan jadi aku tidak payah susah susah" ucap kagami kepada liyana.
"Ohh baiklah" ucap kagami yang mulai memasak daging buruannya di masak oleh liyana sambil mengajarkan kagami.
***
"Jadi lilia asalmu dan dimana keluargamu kenapa kamu bisa di tangkap oleh kelompok penjahat Black Scorpions?" tanya Mikhaile membuka pembicaraan.
"A-aku dari kota Ferdinia dan keluargaku masih ada di kota dan hanya aku saja yang di culik oleh kelompok Black Scorpions secara diam diam akupun suka melihat penduduk kota yang di culik diam diam" ucap lilia yang menjawab banyak pertanyaan dari mikhaile.
"Baiklah nanti aku antarkan ke rumahmu kembali" ucap Mikhaile menjelaskan agar lilia tidak curiga apapun dan setelah itu melihat kagami dan liyana membawa makanannya.
"Ayo kita makan sekarang bersama dan lilia apa senang bersama dengan mikhaile?" tanya kagami kepada lilia.
"Iya senang kok dan kak mikhaile itu tidak menyeramkan dan menakutkan" ucap lilia sangat senang.
"Baiklah mari kita makan dan ini piringnya" ucap liyana agar tidak menakuti lilia.
"Ya selamat makan" ucap mereka semua dan setelah makan selesai karena sudah menjelang malam hari mereka pun langsung tidur dengan nyenyak dan bagian kagami pun yang berjaga malam ini.
"Hah malam berjaga begini sangat membosankan sekali yang hanya bisa menatap langit" ucap kagami yang mengeluh dan seseorang pun keluar dari tenda yaitu liyana.
"Kagami kenapa seperti yang kebosanan menunggu pagi hihi" ucap liyana yang meledek kagami.
"Hei apa sih dan kenapa kamu keluar dari tenda tidak ikut yang lain tidur?" tanya kagami kepada liyana.
"Tidak bisa tidur gara gara tidurmya lilia ekornya tidak mau diam" ucap liyana yang ingin tidur tetapi tidak bisa.
"Yasudah sini tidur disisiku saja atau aku buat api unggun dulu untuk menghangatkan diri?" bertanya kagami kepada liyana.
"Lebih baik cari kayu aja untuk membuat api unggun dan aku ikut kalau ingin mencari kayu" ucap liyana memberi keputusan kepada kagami.
"Baiklah ayo cari dan bila ada orang yang mengikuti kita dari belakang aku bisa diketahui dengan penglihatan api hitamku kok" ucap kagami agar tidak khawatir.
"Baiklah aku ikut saja" ucap liyana yang ingin ikut bersama dengan kagami.
Ketika sedang mangambil kayu yang tiba tiba liyana yang langsung terkejut dengan sesuatu yang mengagetkannya.
"Aaahhh" suara liyana yang menjerit ketakutan langsung memeluk kagami.
"Kenapa liyana dan ada apa mengagetkan saja aku kira siapa?" tanya kagami.
"Tidak ada hanya kaget mendengarkan suara lolongan serigala sangat dekat" ucap liyana dan kagami langsung mengalirkan eneri api hitam ke dalam matanya.
"Sangat jauh serigalanya dari sini tenang saja liyana dan aku akan menjagamu kok liyana" ucap kagami menenangkan liyana sambil menggandeng tangannya dan sesudah mengambil ranting kayu kagami bersama liyana kembali menuju tenda dan langsung mendirikan api unggun depan gua.
"Apinya dari mana masa harus buat sih" ucap liyana yang tidak tau.
"Aku ada sihir api kok santai" ucap kagami sambil melemparkan api biasa ke tumpukan kayu dan setelah selesai langsung duduk berdua.
"Aku mengantuk sekali tapi di dalam tenda tidak nyaman untuk tidur" ucap liyana yang berbicara kepada kagami.
"Ya baiklah apa tidak keberatan?" tanya lagi liyana kepada kagami.
"Ya tidak apa" ucap kagami langsung duduk dan liyana tiduran di paha kagami.
"Kagami sampai kapan akan berpetualang begini?" tanya liyana kepada kagami.
"Entah sampai tujuanku terpenuhi mungkin dan apakah nyaman tiduran posisimu begitu?" ucap kagami membuat liyana masih punya.
"Tidak apa nyaman kok dan aku tidur dahulu kalau sudah pagi jangan lupa bangunkan" ucap liyana.
"Ya baiklah tuan putri pemarah" ucap kagami sambil meledek liyana.
"Hmph" suara liyana yang langsung tidur karena kagami mengejeknya dan kagami pun langsung mengusap kepala liyana agar tidur.
"Kalau mau tidur tidur aja biarkan aku sendiri sambil membaca buku yang kamu pilih liyana terimakasih sudah memilihnya" ucap kagami tapi tidak ada jawaban mungkin sudah tidur langsung mengusap kepalanya liyana lagi.
Kagami sambil menunggu pagi sedang meningkat kekuatan sesudah itu pagi pun tiba dan kagami pun langsung membangunkaan liyana yang sedang tidur tapi melihat liyana masih nyenyak tidur.
"Mungkin jangan di bangunkan kasihan" ucap kagami langsung melepas bajunya sebagai bantal tidur liyana dan kagami langsung olahraga pagi.
"Halo kak kagami" ucap lilia yang ceria.
"Pagi juga" ucap kagami sambil melakukan push up 100x setelah mendengar suara berisik liyana pun bangun melihat kagami tidak pakai baju.
"Kyyaaa" suara liyana yang menjerit kaget oleh kagami tidak pakai baju.
"Suuttt aku sedang olahraga diam jangan mengagetkan begitulah" ucap kagami kaget sedang push up langsung berdiri dan mengambil bajunya yang di pakai liyana sebagai bantal.
"Kamu sih kenapa gak membangunkan sih kan tadi malam ku suruh bangunkan dan kenapa olahraga di depanku ya pasti aku kaget" ucap liyana marah karena di kagetkan oleh kagami.
"Ya ya maaf dan sekarang mari kita bereskan dahulu tenda dan yang lain baru mulai pergi menuju kota Ferdinia" ucap kagami yang bersemangat.
"Liyana dan aku akan merapikan tenda, lilia dan Mikhaile membersihkan barang yang sudah di gunakan" ucap kagami mrmberi perintah dan membagi bagi tugas.
"Baiklah siap laksanan" ucap liyana, Mikhaile dan lilia.
Setelah selesai membereskan semuanya mereka pun pergi menuju kota Ferdiania tetapi di tengah jalan ada masalah yaitu di kepung oleh kelompok Black Scorpions.
"Tangkap mereka" ucap pemimpin penjahat itu.
"Mikhaela jaga lilia dan liyana dan tunggu aba abaku pergi sejauh mungkin dan secepat mungkin" ucap kagami memberi perintah.
"Tidak akan aku biarkan kalian pergi kemana mana" ucap pemimpin pasukan no 38.
"Pergi sekarang!!!! lakukan yang kalian bisa" ucap kagami menyuruh pergi.
FIVE SHADOWS..!!! kagami mengeluarkan 5 bayangan untuk menghadang para penjahat agar tidak bisa kabur.
"Sial kejar mereka LIGHT STEP..!!" Salah satu pergi menjauh tapi kagami menahannya.
LIGHTNING SPEAR : DEAD SHOT..!! kagami lanhsung melempar spear kepada penjahat yang lari dan langsung mati mengenaskan.
"Sekarang bermain lah denganku sebentar saja!!" SEAL CHAMBER CONTROL..!! kagami langsung membuat kendali ruang yang tidak dapat di hancurkan.
NECRO : UNDEAD..!! salah satu dari penjahat mamanggil zombi yang lumayan banyak.
FIRE STRONGER : INFERNO PUNCH..!! kagami langsung membuat ledakan api hitam yang cukup dahsyat dan membuat luka yang lumayan fatal.
"AAARRRRGGGGHH SIALAN DIA LUMAYAN KUAT" Ucap salah satu dari mereka.
NECRO : BLACK DRAGON..!! pemimpinnya lalu mengeluarkan summon naga hitam dan langsung maju ke hadalan kagami.
"Ohh naga hitam yah baiklah aku akan turuti kemauanmu" ucap kagami dengan santainya.
"Tekanan apa ini sangat kuat dan mengerikan sampai hewan summon naga pun kalah?" tanya pemimpin itu kepada kagami.
"Selamat datang di wujudku bernama Black Dragon Stronger" ucap kagami langsung mengeluarkan tekanan yang cukup kuat mendorong para kelompok penjahat itu dan mengubah penampilannya.
"Bagaimana mungkin ini tidak mungkin monster tamatlah riwayat kita" ucap salah satu bawahannya yang sudah putus asa.
"Sekarang matilah dengan tenang!!" ucap kagami dengan sisi kejamnya.
MAHARAJA EXSPLOSION PUNISMEN..!! kagami mengeluarkan sihir ledakan besar gabungan dari api hitam dan petir hitam.
"AARRRGGGGHHH TIDAK MUNGKIN" Ucap pemimpin penjahat no 38 telah gugur dan terhapus menjadi debu.
"PPRRANNGG" Suara kendali ruang sampai terasa tekanan sihir yang kuat berasal dari kagami dan ledakan lumayan besar.
"Hah hah hah aku terlalu mengeluarkan banyak kekuatan sampai dampak kepada tubuhku tidak terlalu fatal dan aku lebih baik menyusul yang lain" ucap kagami yang jalan sempoyongan tetapi memaksakan untuk terbang dan mencari yang lain.
Setelah kagami terbang mencari ketemu juga langsung kembali ke daratan untuk bertemu Mikhaile, Liyana dan lilia.