
Kagami yang langsung melakukan latihannya lalu liyana hanya tiduran sambil menatap langit.
Kagami yang berlatih lagi untuk meningkatkan fisiknya menjadi lebih kuat lagi.
"Hahhhh akhirnya selesai dan lelah juga" kagami yang langsung berhenti lalu duduk sambil menatap langit.
Liyana langsung bergiliran untuk mulai latihannya dan berjalan mendekati kagami yang sedang duduk.
"Bagianku sekarang latihannya dan jaga matamu sekarang" liyana yang langsung menyentil jidat kagami dengan keras.
"Iya tau yang aku harus lakukan dan lupakan masalah itu" kagami yang langsung membuat beberapa bayangan hewan lumayan banyak.
"Hei ini terlalu banyak tau!" Liyana yang kesal.
"Selesaikan saja" kagami langsung mengendalikan beberapa bayangan untuk langsung menyerangnya.
Liyana yang kesal langsung mencoba menyelesaikannya dengan cepat sedangkan kagami hanya diam mengumpulkan stamina hingga pulih.
Sekian lama melihat liyana yang kelelahan lalu kagami langsung membuat semua bayangan hewannya berhenti.
"Istirahatlah dan sekarang kau kembali untuk bersiap besok pergi sambil istirahat sana" kagami yang langsung mengeluarkan senjata Lexalicus.
"Baiklah kau juga harus cepat selesai dan istirahat juga" liyana yang tidak terlalu kesal lagi sepertinya.
"Ya akan aku selesaikan dengan cepat" kagami langsung membuka portal untuk kembali ke alam kamarnya.
Lalu liyana yang langsung pergi kembali menuju kamarnya langsung bersiap untuk tidur sedangkan kagami masih melanjutkan berlatihnya sendiri.
"Hah hah hah sepertinya sudah cukup untuk sekarang" kagami yang telah berhasil mengalahkan semua bayangannya hewannya.
Kagami langsung membuka portal untuk kembali menuju kamarnya dan melihat liyana yang sudah tidur lalu kagami langsung tidur di atas tempat tidurnya bagiannya sendiri.
Malam yang damai berubah menjadi pagi hari yang lumayan dingin berbeda seperti biasanya.
"Brr dingin sekali" kagami yang terbangun.
"Iya lihat itu kau lupa menutup jendela sebelahmu" liyana yang terbangunkan lalu melihat jendela di sebelah kagami terbuka.
Lalu angin dingin lumayan kencang masuk ke dalam dinginnya lalu kagami langsung sigap menutup jendelanya karena udaranya dingin.
"Ahh kalau begini tidur lagi enak" kagami langsung kembali naik ke atas tempat tidur.
"Cepat mandi jika ingin segera pergi' liyana memarahi kagami.
"Kenapa aku dulu sih dan kau bisa duluan?" Kagami yang malas.
"Cepat pokoknya kau dahulu" liyana langsung mendorong kagami hingga jatuh dari tempat tidurnya.
"Ugh baiklah terserah kau saja" kagami yang langsung bangun dan mengambil handuknya untuk mandi.
Liyana yang hanya menahan tawanya lalu kagami yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya lalu mengambil air hingga membasuhi badannya.
"Argh dingin!" Kagami yang berbicara di dalam kamar mandi yang bisa bisa kedinginan.
"Cepat jangan lelet" liyana yang meledeknya sambil menahan tawanya.
Setelah sekian lama mandi akhirnya selesai dan kagami langsung mengganti bajunya di dalam kamar mandi setelah itu lalu keluar dan melihat liyana diam.
"Ya aku mandi dahulu" liyana langsung mengambil handuknya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Kagami yang menunggu liyana lama lalu menyiapkan beberapa makanan untuk di perjalanan dan beberapa baju untuk ganti kalau baju rusak.
Lalu sekian lama membereskan akhirnya selesai dengan bersamaan liyana yang baru saja selesai mandi dengan mengganti bajunya.
Liyana yang melihat kagami membereskan baju dan lain lain lalu liyana langsung merapikan bajunya yang ada di dalam lemarinya.
Setelah mereka siap lalu kagami dan liyana langsung pergi keluar kamar untuk memberikan kunci kamarnya karena waktu menginap sudah habis.
"Ini kuncinya dan terimakasih tempatnya nyaman untuk tidur" liyana yang memberikan kunci kamarnya.
"Ah ya terimakasih atas kesannya dan apakah sekamar dengan laki laki adalah suamimu?" Pelayan penginapan sangat senang dengan kesan yang di bicarakan oleh liyana.
"Umm bagaimana yah? Mungkin calon tapi madih ragu" liyana yang malu membicarakannya.
"Semangat nona pasti bisa dan jangan lupa kembali lagi kesini lagi" pelayan penginapan itu bicara.
"Iya sampai jumpa" lalu liyana langsung berjalan mendekati kagami yang menunggu di luar penginapan.
Lalu Liyana yang berjalan menuju keluar penginapan dan setelah sampai di luar lalu kagami melihat liyana setelah itu langsung mengajak pergi sambil berjalan menuju gerbang kota.
Dan pada saat berjalan beberapa penjaga yang berjaga di depan gerbang lalu langsung membuat barisan.
"Ada apa ini?" Kagami yang bertanya kepada salah satu penjaga.
"Saya yang menyiapkannya karena saya meminta informasi kepada tempat penginapan yang kalian berdua tempati jadi sebagai tanda perpisahan dari kami semua" Bataliyon yang menepuk pundak kagami dari belakang.
"Ahh begitu baiklah terimakasih semuanya kami pergi dahulu dan lain kali tidak usah begini malah aku jadi tontonan orang lain" kagami yang sebenarnya tidak terlalu suka dengan keramaian seperti ini.
"Sampai jumpa kembali" suara semua penjaga serempak.
"Itu sih kebiasaanmu yang tidak mau" liyana yang berbicara di sebelahnya.
"Haha pasti tau lah" kagami yang tertawa sambil berjalan mendekati gerbang kota Havensi.
Kagami dan liyana yang sudah berjalan menjauhi kota yang belum terlalu jauh dan berjalan ke arah kembali menuju kastil malaikat.
"Kagami em itu sampai di sana apakah akan jauh?" Liyana yang bertanya kepada kagami.
"Sepertinya lumayan jauh dan mungkin sampai kalau jalan begini 3 hari 2 malam baru sampai" kagami sambil berjalan memasuki hutan terlarang lagi.
"Keluarkan Tenebris agar cepat sampai di sana dengan cepat" liyana yang bersemangat.
"Ya nanti kalau sudah sangat jauh dari kota aku akan keluarkan Tenebris" kagami bicara sambil melihat di depannya.
"Bagaimana kita cepat saja?" Liyana yang mengajak untuk berlari.
"Ayo aku siap" kagami langsung bersiap.
"Baiklah dan siapa yang sampai di depan hutan terlarang dia pemenangnya" liyana juga bersiap.
"Ayo aku tidak takut" kagami langsung memberikan aba aba untuk mulai.
Lalu setelah kagami memberikan tanda mulai lalu liyana dan kagami langsung berlari dengan cepat dan Kagami langsung melesat secepat cahaya yang hampir mengalahkan liyana.