Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
98. Rubah Mythical Beast



Liyana bersama yang lain baru sampai melihat Kagami yang masih penuh bimbang dalam menghidupkan kembali induk dari Rubah ekor 3 dalam melawan Pimpinan Serigala.


"Kagami apa yang kau pikirkan!” Liyana yang mencoba menyadarkan Kagami yang sedang dalam kebingungan.


"Tuan lakukan jika anda ingin merebut Blood Stone tapi jika tidak ini bisa membahayakan rekan anda yang mengikuti anda sebelumnya” Bayangan Leviathan langsung memberitahukan kepada kagami.


"Uh maafkan aku rubah kecil karena aku tidak punya pilihan lain” Kagami kemudian berdiri sambil menghapus perasaan kasihan kepada Rubah kecil.


Ouu!


Rubah kecil yang tidak mengerti perkataan Kagami namun tidak merasakan energi buruk dari setiap perkataan Kagami dan Rubah kecil hanya diam memperhatikan yang Kagami ingin lakukan.


‘Darkness Evocation : Resurgent..!!’ Energi kegelapan langsung menyelimuti tubuh Induk Rubah berekor 3 sehingga bayangan miliknya bertambah lagi satu.


"Tuan” Induk Rubah berekor 3 langsung memberikan hormat kepada Kagami.


Ouu! Awwuu!


Rubah kecil langsung senang melihat induknya hidup kembali dan memberanikan mendekati induknya.


Induk Rubah yang masih mempunyai ingatan sebelum kematiannya Langsung mendekati anaknya sambil mengadukan kepalanya pelan.


Kagami sambil mendekati juga Rubah kecil sambil mengangkatnya untuk menjauh dan menitipkan kepada Elaina yang bertarung jarak jauh.


"Jaga sebentar Elaina bisa?” Kagami yang langsung memberikan Rubah kecil kepada Elaina.


"Wah lucunya iya aku akan mencoba melindunginya” Elaina cukup menyukai hewan Rubah yang masih kecil.


"Tolong jaga keduanya untukku” Kagami langsung meminta tolong kepada Tuan Alexi.


Lalu Kagami langsung kembali ke tempat semula di mana pedangnya sendiri berada bersama dengan Induk Rubah berekor 3.


"Sekarang maju dan bantu diriku merebut Blood Stone di tangan para manusia bersama ras Serigala sebelum di gunakannnya” Kagami langsung memberikan perintah kepada bayangan barunya seekor Rubah salah satu dari Mythical Beast untuk kedua kalinya.


"Baik akan saya lakukan” Bayangan Rubah langsung melesat menyerang kepada semua orang yang ada disana.


"Heh jadi ini kemampuanmu mari coba kombinasikan” Riziel yang cukup sangat terkejut dengan kecepatan kebih cepat di bandingkan Kagami sendiri.


Kagami langsung mengambil kembali kedua senjatanya di atas salju lalu menyelimutinya dengan 2 energi yaitu api hitam dan petir hitam untuk memudahkan menebas semua pengganggu.


Kagami yang terus maju sambil membunuh satu persatu yang ingin mencoba merebut Blood Stone bersama dengan Bayangan Rubah barunya.


"Apa kau baik-baik saja Liyana?” Liyana yang langsung menyentuh pundak Liyana.


"Aku kira musuh hampir saja menebasmu dan aku senang kau sudah baik-baik bagaimana jika mau lakukan bertarung bersama-sama?” Liyana dan Kagami sambil menempelkan tubuhnya untuk berjaga-jaga jika ada yang menyerang.


"Heh ayo lakukan!” Kagami yang cukup senang Liyana mengajaknya.


Kagami bersama Liyana langsung berpisah lalu melesat menyerang sedangkan Kagami langsung mencoba mengeluarkan semua bayangannya untuk menyerang secara besar-besaran.


‘Black Hole : Capture..!’ Kagami langsung mencoba menjebak sisanya ke dalam dimensi kegelapan.


"He kerja bagus” Liyana yang hanya tersenyum tipis sambil menebas sambil merebut kembali Blood Stone.


"Kalian berdua ingin mencoba merebut ini dariku bukan?” Pemimpin Ras Serigala langsung bicara kepada 2 orang cukup kuat yaitu Kagami bersama Liyana.


"Ha! Dasar binatang rendahan kembalikan Blood Stone kepadaku karena kau tidak berhak menerimanya sekarang kembalikan padaku!” Liyana yang langsung memprovokasi Pimpinan Serigala.


"Benar sekali bersiaplah mati oleh kami berdua” Kagami langsung muncul disisi Liyana.


"Manusia kesombonganmu cukup berani mengatakannya kalau begitu rebutlah jika bisa!” Pimpinan Serigala langsung menancapkan Blood Stone langsung pada tubuhnya sendiri.


"Rubah, Leviathan, King Orcs maju dan bertahan” Kagami langsung menyiapkan rencana.


"Baik tuan!” Ketiga bayangan milik Kagami langsung menuruti perintah Kagami.


Kemudian Rubah bersama Leviathan langsung menyerang Pimpinan Leviathan dengan cepat untuk membunuhnya dengan cepat.


"Ayo lakukan!” Liyana sambil tersenyum kepada Kagami.


"Heh baiklah” Kagami yang langsung dengan semangat langsung memegang kedua pedang dengan erat.


‘Domain Dark Blood God..!’ Liyana langsung menggunakan teknik yang jarang sekali di gunakan sehingga rambutnya berubah menjadi hitam pekat.


‘Half-Body Killer Of God..!’ Kagami untuk petama kalinya mencoba mengubah wujud sehingga tubuhnya sendiri di selimuti energi kegelapan dari atas langit yang sangat tidak terbatas.


Wuusss! Wuung!


Langit berubah menjadi gelap di sekitar pegunungan Utara yaitu energi tidak terbatas milik Kagami yang tidak akan bertahan cukup lama.


Kagami bersama Liyana langsung melesat Maju menuju Pimpinan Serigala dengan Sangat cepat.


Sedangkan Elaina bersama Tuan Alexi yang baru saja selesai membereskan semua manusia yang mencoba menyerang Elaina bersama Tuan Alexi lalu melihat Liyana bersama Kagami sedang serius memperebutkan Blood Stone.


"Tuan Alexi ayo bantu mereka berdua?” Elaina yang sangat ingin membantu meskipun sebelumnya merasa takut karena dirinya sendiri namun sekarang sudah membaik berkat Tuan Alexi.


Awwung!


"Iya karena mereka berdua tanggung jawabku juga termasuk dirimu juga” Tuan Alexi yang langsung mengatakan kepada Elaina.


Kemudian Elaina Bersama Tuan Alexi langsung pergi membantu Liyana bersama Kagami yang jaraknya lumayan jauh.


Bam! Bam!


Di sekitar tempat pertarungan Liyana bersama kagami mulai di tutupi oleh akar tumbuhan yang berasal Elaina untuk membantu mengurus sisanya yaitu para Ras Serigala yang lain ingin mengganggu Kagami bersama Liyana.


"Serahkan pada kami berdua dan kalian fokus saja pada musuh di hadapan kalian berdua” Tuan Alexi langsung bicara kepada Kagami.


"Benar fokus saja pada musuh kalian” Elaina yang langsung memberikan semangat kepada Kagami dan Liyana.


Oung!


"Cih baiklah ayo serang bersama Liyana” Kagami yang tidak akan mengira bahwa Elaina bersama Tuan Alexi akan membantunya.


"Ayo lakukan” Liyana sambil tersenyum bersemangat untuk bertarung bersama.


"Kalian hanyalah manusia tidak mengerti apapun tentang kami Ras serigala karena kalian manusia hanya bisa memangsa saja yang bisa kalian makan” Pimpinan Serigala langsung melesat menyerang Kagami bersama Liyana.


Trang! Krak!


Liyana langsung menahan cakar Pimpinan Serigala yang sangat kuat di tambah lagi dengan Blood Stone yang sudah di tancapkan pada tubuhnya.


"Jika kau sebagai pemimpin saja sudah salah memilih jalan untuk balas dendam kepada manusia apa kau memikirkan apa yang akan terjadi pada sesamamu sendiri lihatlah!!” Liyana yang masih menahan ledakan energi dari Blood Stone yang sudah di gunakan dengan kekuatan dirinya sendiri.


Kagami langsung melihat celah yang berhasil mengajak Liyana berbicara dengannya sendiri lalu Kagami langsung menebasnya.


Srak! Duash!


Tangan pimpinan Serigala langsung berhasil putus oleh tebasan Kagami yang sangat kuat hingga bisa menebas kulit yang keras.


"Brengs*k jika diriku sebagai pemimpin sudah salah maka hancur saja dunia ini bersama kalian!!” Pimpinan Serigala langsung meledakkan kekuatan Blood Stone sehingga energi kebencian yang berada di dalam Blood Stone langsung melahap Pimpinan Serigala bersama semua mayat di sekitarnya.


Bam! Duar!


Kagami yang langsung menjauh namun Liyana tidak sempat menjauh karena jaraknya sangat dekat.


"Rubah, 4 Penjaga King Orcs selamatkan Liyana bersama Elaina, Tuan Alexi sekarang! Dan Leviathan Serang dan bertahan Dari Sosok mengerikan sebenarnya dari kekuatan mengerikan Blood Stone lalu King Orcs bantu Leviathan menyerang!” Kagami merasa ini jauh lebih kuat daripada yang sebelumnya pernah di lawan.


Setelah mereka berempat berhasil menyelamatkan diri menjauh dari Monster yang melahap yang ada di sekitarnya.


"Huahh aku kira akan mati” Elaina yang memasang wajah ketakutan.


"Benar sebenarnya apa itu?” Tuan Alexi yang juga ikut sangat takut karena tekanan energi sangat kuat di tambah monster besar.


"Ehh fou dimana kau?” Elaina yang langsung mencari sesuatu.


"Siapa itu fou?” Liyana yang tidak mengetahui ada yang bernama fou.


"Itu Rubah kecil yang aku berikan nama fou agar mudah memanggilnya” Elaina sambil menunduk malu.


"Kalau begitu aku akan pergi untuk menyelamatkannya” Kagami yang langsung memberitahukan semuanya.


"Kagami bawa aku bersamamu dan akan aku bantu menyelesaikannya ini” Liyana langsung menahan Kagami pergi.


"Baiklah dan kalian berdua diamlah disini” Kagami dengan wujud Half-body God Killer dengan tekanan energi sangat kuat.


"Saya mengerti” Tuan Alexi langsung bicara kepada Kagami.


"Hati-hati dan kalian berdua kembalilah dengan baik-baik saja” Elaina yang langsung mendekati Liyana sambil memegang tangan Liyana.


"Semuanya akan baik-baik saja jadi jangan bicara apapun apa lagi yang buruk” Kagami langsung menyimpan Pedang Guardians lalu menggenggam tangan Liyana.


"Hehe maafkan aku” Elaina yang hanya bisa menggaruk kepalanya sendiri karena terlalu banyak bicara.


"Heh” Kagami langsung melakukan teleportasi kembali menghadapi Monster yang mengamuk.


"Huh semoga kalian berdua masih bisa bertahan” Elaina sambil memegangi dadanya sendiri.


"Tenang saja mereka berdua adalah pasangan yang kuat” Tuan Alexi langsung menepuk pundak Elaina.


Lalu Kagami bersama Liyana yang langsung sampai di hadapan Bayangan Leviathan yang sedang bertahan dari setiap tubuh yang tajam menyerang semua monster Bayangan milik Kagami.


Oung! Awwuu!


"Ah syukurlah kau ada disini” Liyana yang langsung mendekatinya.


"Jagalah dahulu dan aku akan mengakhiri semua ini lalu mari kita lihat berapa lama monster sepertimu akan bertahan berapa lama!” Kagami sambil mengambil kembali Pedang kedua yaitu Sword Guardians.


Kagami langsung melesat menyerang monster besar yang lebih kuat atau hampir setara dengannya sendiri sekarang.


‘Teknik terlarang ke-5: Perfect Judgement Cut End..!!’ Kagami yang langsung menebas di tambah dengan di selimuti energi api hitam.


Blam! Bam! Deg!


Kagami yang sudah tidak kuat menahan beban kekuatan besar lebih lama hingga tubuhnya mulai sakit lagi.


"Mati..amarah..kehidupan..tidak..berguna” kata kata yang di katakan oleh Monster di hadapan Kagami sambil


‘Absolute Domain Eternity..!!’ Liyana yang langsung menebas kembali monster tersebut yang hampir menyerang Kagami.


"Hah hah terima kasih Liyana” Kagami merasakan tubuhnya mengalami kesakitan lagi seperti sebelumnya.


"Kau baik-baik saja kagami?” Liyana yang langsung berjalan mendekati kagami yang mulai memegangi dadanya kesakitan.


‘Hunting Ground Of Darkness : The Last Frontier..!!’ lalu sebuah Portal besar muncul dari bawah tanah hinga membawa Kagami bersama Monster tersebut.


"Kagami biarkan aku ikut!” Liyana yang tidak di perbolehkan masuk.


"Maaf dan sekarang waktunya kau lenyap dari muka bumi ini!” Kagami yang langsung fokus ke monster hadapannya.


‘Star Burst Stream Destruktif..!!’ Kagami langsung mengeluarkan energi yang di punya karena di dalam Domain miliknya.


Wusshh! Bam! JDuaarr!


"Dan ini salam untuk mengirimmu ke neraka!”


‘Teknik terlarang pertama : Demonic Cruiser Sky Blade..!’ Kagami langsung menebas dengan kekuatan penuhnya.


BAM! DUAARR!


Kagami yang penglihatannya mulai buram dengan tubuhnya mulai lemas lalu Domainnya sekarang hancur dan Kagami berhasil mengalahkan monster tersebut dengan Blood Stone sudah ada di tangannya dengan kondisi Kagami pingsan.


Liyana yang melihat Kagami dalam keadaan pingsan sambil memegang Blood Stone yang berhasil di kalahkan oleh Kagami.


Liyana yang khawatir langsung memulihkan luka-luka Kagami dan tidak lama Tuan Alexi bersama Elaina datang lalu memutuskan untuk membangun tenda untuk istirahat sampai menunggu Kagami bangun dari pingsannya.


1 hari berlalu Liyana yang masih menunggu Kagami terbangun sambil menyerap kekuatan dari Blood Stone yang telah di dapatkan oleh Kagami dengan usahanya sendiri mengalahkan tanpa bantuan Liyana.


"Ugh..uh dimana ini?” Kagami yang baru saja terbangun kepalanya masih terasa pusing sekali.


Bersamaan dengan Kagami terbangun Liyana baru saja selesai menyerap dengan Rambut berubah menjadi merah kegelapan.


"Kagami syukurlah sudah bangun aku sangat khawatir” Liyana yang langsung mengeluarkan air mata langsung memeluk Kagami dalam keadaan tertidur.


"Huh ternyata kau menungguku terus saat aku pingsan dan maaf selalu membuatmu khawatir” Kagami memaksa tangan kanannya bergerak mendekati kepala Liyana.


Kagami langsung menggerakkan tangan kanannya mengusap Kepala Liyana untuk menghentikan Liyana menangis untuknya Kagami yang di anggap oleh Liyana sangat berharga bagi Liyana.


Bersamaan dari Liyana sadar lalu Tuan Alexi yang sengaja ingin mendatangi tenda Liyana dan bicara untuk membuka tenda milik Liyana.


"Apa nona Liyana sudah selesai? Saya ingin bertanya sesuatu pada anda?” Tuan Alexi bicara dari luar tenda.


"Ahh iya tunggu sebentar” Liyana langsung membuka tendanya sendiri.


Lalu Tuan Alexi masuk ke dalam tenda Liyana bersama Kagami yang baru sadar di ikuti dengan Rubah kecil yang langsung berlari masuk ke dalam Tenda Kagami.


Awwuu! Awwu!


Rubah kecil yang memberitahukan ada sesuatu yang datang lagi mendekati cukup banyak.


"Baiklah Leviathan urus semua yang mendekat kesini olehmu” Kagami yang langsung bicara kepada Bayangan Leviathan.


"Baik tuan” Leviathan langsung pergi keluar mengurus semua pengganggu yang mendatanginya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?” Liyana yang tidak mengerti bahasa rubah kecil bicara kepada Kagami.


"Ada sesuatu yang datang kemari sepertinya sekelompok Serigala lagi namun ini lemah Leviathan bisa mengurusnya” Kagami yang percaya dengan kemampuan Leviathan.


Awwung!


Rubah kecil langsung berlari menaiki tangan Riziel dan diam di pundak Kagami karena cukup merasa nyaman.


"Huu Kagami milikku bukan milikmu seenaknya diam di pundak Kagami” Liyana yang merasa iri dengan Rubah kecil langsung diam di pundak Kagami.


"Sudahlah biarkan saja dan sini jika kau merasa cemburu” Kagami langsung mengangkat kedua tangannya.


"Kagami memang pengertian” Liyana mendekati Kagami.


Wuu!


"Kalian ini baru kenal tapi bertengkar mulu dan tuan Alexi maafkan sebelumnya datang kemari ada apa?” Kagami langsung mengusap kepala Liyana dan Rubah dengan lembut.


"Tidak masalah dan hanya ingin bertanya apa urusan kali ini sudah selesai tentang mengurus para Serigala yang menyerang kota Gradeuz?” Tuan Alexi sedikit takut tentang kejadian sebelumnya.


"Sebetulnya kabar buruk Ras Serigala dendam kepada manusia yang sudah membunuh sebagian Serigala namun sekarang Ras Serigala sudah mempunyai Satu Blood Stone yang membuat mereka mempunyai kekuatan untuk melakukan evolusi menjadi Half-Wolf atau sebanding dengan manusia” Kagami sambil memberitahukan Kabar buruknya.


"Lalu apa masalah ini tidak akan berakhir?” Tuan Alexi yang sudah merasa putus asa.


"Masih ada kesempatan yaitu merebut kembali Blood Stone lalu membantai semua Ras Serigala tanpa sisa” Kagami langsung menjelaskan kondisinya.


"Bukankah itu masalah akan menjadi lebih besar?” Tuan Alexi yang masih belum mengerti.


"Jika membiarkan Ras Serigala hidup apakah anda bisa membuat mereka hidup bersama lalu mengerti manusia sekaligus menghapus dendamnya?” Kagami yang ingin dengar keputusan dari Tuan Alexi.


"..” Tuan Alexi yang masih tidak bisa memberikan keputusannya sendiri.


"Jadi ini masalah besar namun masalah terakhir ada badai salju yang sudah kehilangan tuannya akan menyebabkan badai salju yang menggila hanya Liyana yang bisa mengaturnya” Kagami langsung memberitahukan masalah terakhir.


"Ehh kenapa aku? Bukannya Induk Rubah sudah bisa di bangkitkan olehmu kenapa harus olehku?” Liyana yang masih malas mengurusi sesuatu hal.


"Induk Rubah sudah mati dan tubuhnya saja sekarang sudah menjadi bayanganku jadi kesimpulannya kemampuan masing-masing bayangan milikku memang masih ada namun tidak dengan tubuh mereka bisa menunjukkan diri sesuai dengan mana yang aku miliki jika manaku habis bayanganku tidak bisa keluar untuk menunjukkan diri” Kagami langsung menjelaskan kepada Liyana.


"Lalu bagaimana dengan dia?, Bukankah ekornya lebih banyak dari induknya pasti dia bisa mengurusnya” Liyana yang hanya ingin di manja oleh Kagami.


"Ck Rubah ini masih belum bisa menampung energi es sangat banyak jika di paksakan pasti mati jadi hanya dirimu yang bisa mengurusnya maukan membantu sekali lagi untukku?” Kagami sambil mengusap kepala Liyana.


"Huh baiklah akan aku lakukan” Liyana yang mulai setuju karena tidak ada pilihan lain jika Kagami memaksanya.


"Untuk masalah mengurus Ras Serigala jika anda takut sebaiknya kembali saja bersama Elaina karena aku tidak ingin kalian terluka parah selanjutnya” Kagami yang memohon kepada Tuan Alexi.


"Saya akan pertimbangankan kembali keinginan atas kebaikan anda” Tuan Alexi langsung bicara sopan kepada Kagami.


"Ya sebaiknya istirahatlah besok pagi aku bersama lain akan mengurusnya” Kagami langsung mencoba memberitahukan kepada Tuan Alexi untuk menyampaikan kepada Elaina juga.


Lalu Tuan Alexi langsung pergi menuju tendanya sendiri untuk istirahat lagi mengumpulkan tenaganya kembali.


"Sekarang fou mau diam disini?” Kagami yang langsung bertanya ke Rubah kecil di pundaknya.


Wuu! Wu!


"Baiklah Liyana bisakah minggir sebentar?” Kagami yang ingin membuat badannya tertidur.


"Iya aku mengerti” Liyana langsung menyingkir dan membiarkan Kagami tidur dengan nyaman.


Lalu setelah Kagami selesai menemukan posisi tidur nyaman Kagami langsung tidur dan Liyana langsung tidur di sebelahnya lalu Rubah kecil langsung tidur di atas perut kagami.