Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
34. Teknik Pedang terlarang



Menunggu selama 1 hari untuk liyana yang meningkatkan kemampuannya dan sampai sekarang belum selesai kagami pun memutuskan berlatih dengan Tenebris di dalam dimensi penuh dengan energi kegelapan.


"Huh apa masih lama? sudah lewat 1 jam menunggu dan memangnya lama vortex?" tanya kagami banyak tanya kepada vortex.


"Untuk pengguna sihir darah sangat lama dan yang paling sebentar hanya kurang dari 1 bulan" ucap vortex memberikan penjelasan kepada kagami.


"Begitu yah akan membosankan sekarang" ucap kagami seketika tenebris dan hoaxen mendekati kagami.


"Bagaimana kalau berlatih dengan kami" ucap vortex dan hoaxen berbicara kepada kagami.


"kalau aku sih ayo saja dan jaga Mikhaile dengan liyana dengan baik vortex" ucap kagami kepada vortex.


"Baiklah serahkan padaku" ucap vortex berjanji kepada kagami untuk menjaga liyana dan Mikhaile.


TRANK! TRING! (suara jentrikan jari Tenebris)


Kagami, hoaxen dan Tenebris pun menghilang dari tempat sana dan muncul di dimensi kegelapan yaitu tempat biasa berlatih Tenebris.


"Dimana ini?" tanya kagami kepada hoaxen di di dekatnya.


"Ini adalah tempat latihan kak tenebris dan di sini tersembunyi pedang kegelapan yang bisa berubah bentuk 3x dan juga peninggalan terakhir yang paling kuat tidak sembarangan orang yang bisa menggunakannya" ucap hoaxen memberitahukan kepada kagami.


"Baiklah sudah untuk mengobrolnya sekarang mulai berlatih" ucap tenebris yang menyegerakan kagami agar cepat berlatih sekarang juga.


"Ya jadi pertama latihan apa?" tanya kagami karena tidak tau ingin berlatih apa.


"Untuk pertama latihan bermain pedang sambil meningkatkan fisikmu yang masih lemah dan hoaxen berikan buku cara belajar ilmu pedang yang legendaris" ucap tenebris melihat kagami kurang kuat membuat kagami kesal.


"Ya ini silahkan di pelajari" ucap hoaxen mendekati kagami dan memberikan buku bermain pedang sesungguhnya.


"Beri waktu aku 2 jam untuk mempelajari buku ini" ucap kagami yang berbicara kepada hoaxen dan Tenebris membuat terkejut.


"Baiklah kami akan beri waktu" ucap hoaxen memberi jawaban kepada kagami.


Setelah lewat 2 jam kagami pun selesai membaca buku lalu berdiri dan mengeluarkan pedangnya sendiri dari sarung pedang lalu mencoba gerakannya.


"Sepertinya memang benar yang di katakan tuan kita dulu kak yaitu sebagai penyelamat untuk dunia yang sudah hancur ini" ucap hoaxen terkejut dengan perkembangan kagami yang baru sebentar saja.


"Ya lihat saja selanjutnya apa mampu menemukan pedang kegelapan yang selama ini aku cari tidak ketemu" ucap tenebris bangga pada orang baru seperti kagami.


Setelah kagami selesai melakukan gerakannnya dengan diri sendiri dan terasa aliran energi yang mengalir di dalam tubuhnya.


"Baiklah dan kamu hebat nak bisa menghafal gerakan pedang terlarang dalam jangka waktu 2 jam" ucap tenebris memberikan pujian kepada kagami atas peningkatannya.


"Ada beberapa gerakan yang belum bisa aku kuasai tapi aku akan berusaha sebisa mungkin" ucap kagami menyemangati diri sendiri.


"Haha bagus berusaha sebisa mungkin" ucap hoaxen.


Setelah beberapa lama kagami istirahat kemudian melanjutkan latihannya di dalam dimensi kegelapan milik Tenebris dan setelah melewati 3 hari di dalam dimensi kegelapan kemudian sudah bisa menguasai gerakan pedang berkat usahanya sendiri.


"Hahhhh akhirnya bisa menguasainya dan sudah berapa lama latihan di sini yah hoaxen?" tanya kagami kepada hoaxen yang sedang memperhatikan kondisi kagami latihan.


"Sepertinya 3 hari yang di habiskan oleh latihanmu sendiri" ucap hoaxen kepada kagami.


"Lama juga yah? dan di mana Tenebris kok tidak kelihatan dari tadi?" tanya kagami kepada hoaxen yang juga baru menyadarinya.


"Tidak tau aku tidak menyadari dia pergi dan mungkin pergi keluar dari sini akibat bosan" ucap hoaxen yang mengingatkan kembali pikirannya tentang Tenebris pergi ke mana.


"Apakah bosan hoaxen?" tanya kagami kepada hoaxen karena ingin mencoba yang sudah di pelajarinya.


"Ya lumayan dan apakah ingin bertarung denganku untuk mengisi kebosanan ini?" tanya lagi hoaxen ingin bertanding dengan kagami.


"Baru aku ingin bicara dan kau sudah bicara begitu dan baiklah aku menerima tantanganmu" ucap kagami bersama dengan hoaxen pun langsung menjauh dan bersiap untuk bertanding di dalam dimensi kegelapan.


"Dark Energi Ball!" kagami langsung menyerang dan melemparkan bola energi kegelapan kepada hoaxen.


Hoaxen pun terkena bola energi kegelapan pun dan di depan mata hoaxen meledak membuat luka lumayan fatal dan hoaxen tidak mau kalah.


Hoaxen pun mulai menumbuhkan sayapnya lalu menyerang balik ke arah kagami berada dan menabraknya secara langsung secara membabi buta yang menyebabkan kagami terlempar jauh akibat tabrakan hoaxen.


"Dark Spiral Descent..!!" kagami kembali menuju tempat hoaxen berada lalu melemparkan serangan bola hitam dari langit ke arah hoaxen berada.


"Arrgghh!!" hoaxen yang kesakitan akibat serangan dasyat kagami dan hoaxen berubah wujud menjadi serigala yang sangat besar.


"Woh sudah mulai serius yah" ucap kagami lalu berubah wujud menjadi Darkness Risestion.


Mereka bertarung bertukar serangan dasyat dan setelah beberapa lama bertanding kagami dan hoaxen pun terjatuh dari langit karena mereka sudah lelah.


"Ternyata hasil seimbang mereka berdua bertarung sama sama kuat tetapi Kagami belum mampu mengeluarkan semua potensinya" ucap tenebris melihat hasil pertandingan antara kagami dan hoaxen.