Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
24. Hari Yang Menyenangkan



Setelah kejadian semalam kagami berdua dengan liyana di atas atap bercerita dan telah menjelang pagi kagami yang masih tidur dan liyana yang sedang mandi pagi dan kagami pun terbangun dengan suara bising yang di lakukan oleh adiknya liyana atau lucia dan ayahnya bercanda tawa.


"Haduh suara apa sih? berisik sekali!!" ucap kagami terganggu dan bangun dari tempat tidur.


Kagami yang sedang melamun dan duduk di tempat tidur seketika liyana yang sedang mandi di kamar mandi keluar.


"Kyyaaa kagami mesum keluar dari kamar cepat!!! ucap liyana yang kaget melihat kagami sudah bangun tidur.


Dan kagami yang sedang melamun langsung sadar dan kagami mendengar suaranya liyana dan memandang liyana langsung kaget dan pergi meninggalkan kamarnya liyana sendiri.


"Hah hah hah sial banget sih aku lagi melamun ada ada aja masalahnya datang dan ini nih masalah aku satu kamar dengan perempuan aaarrrrgggghh" ucap kagami sambil marah marah tidak jelas dan datang lah lucia ke hadapan kagami.


"Ada apa kak kagami tadi kok marah marah?" tanya lucia kecil.


"Ti-tidak ada apa pun kok hanya ingin keluar saja" ucap kagami malu ketahuan adiknya liyana.


"Ohh baiklah dan kalau ada yang mencari kakak bilang saja ada di atap ok lucia?" tanya kagami.


"Baiklah kak dan bolehkan aku panggil kak gami?" tanya lagi lucia.


"Ya tidak apa lucia dan aku pergi dahulu" ucap kagami sebelum pergi sambil mengusap kepala lucia dan pergi ke atas atap.


"Kak gami" ucap lucia.


***Liyana POV***


"Dasar kagami menyebalkan kenapa dia bangun pagi sih padahal kan dia tidur malam harusnya bangunnya nanti agak siang" ucap liyana yang marah dan kesal karena kesalahannya sendirinya karena tidak tau.


"Hah selesai pakai baju sekarang tinggal cari kagami yang belum mandi dan mesum itu" ucap liyana yang keluar dari kamarnya yang sudah mandi dan mencari kagami.


"Lucia sini?" panggil liyana kepada lucia.


"Ya kak ada apa dan apakah itu kalung dari kak gami kemarin?" tanya lucia kecil kepada kakaknya.


"I-Iya tapi jangan bilang bilang nanti kakak beri permen lolipop dan di mana kagami?" tanya liyana pada lucia.


"Horee dan kak gami ada di atap sana kak" ucap liyana.


"Nanti permen lolipop tapi jangan berisik" ucap liyana mengancam adiknya sendiri.


"Baik kak" ucap lucia menuruti perintah liyana.


"Kakak pergi dulu" ucap liyana dan pergi ke atas atap untuk menemui Kagami.


***Normal POV***


Kagami yang sedang duduk di atas atap sambil memperhatikan keadaan kota dan terlihatlah seseorang perempuan cantik yaitu liyana yang langsung duduk di sebelah kagami.


"Kagami maaf membuatmu tadi kaget baru bangun tidur pasti masih pusing?" tanya liyana kepada kagami.


"Ya tidak apa apa dan aku sedang melamun kamu bicara begitu langsung refreks pergi dari sana dan ke sini" ucap kagami.


"Dan sekarang kamu pergi mandi bau sana mandi nanti baru pergi ke pasar untuk membelikan permen lolipop untuk lucia" ucap liyana.


"Baiklah tuan putri saya siap mematuhi perintah dan aku pinjam handukmu ada di mana liyana?" ucap kagami dengan nada sopan sambil bercanda.


"Ada di lemari bagian atas berwarna biru gelap pakai yang itu saja dan aku akan menunggumu di sini dan jangan lama" ucap liyana.


"Siap tuan putri liyana" ucap kagami membuat liyana tersipu malu dan segera pergi menuju kamar mandi.


Kagami langsung pergi mengambil baju yang ada di cincin penyimpanan dan mengeluarkan celana jeans hitam dan baju kemeja warna hitam dan Merah gelap yang bagus coraknya ada gambar naga merah dan kagami pun mandi.


"Sebaiknya ganti saja di dalam kamar mandi agar tidak ada kejadian seperti sebelumnya" ucap kagami sambil mandi dan selesai mandi langsung memakai baju yang telah di ambil.


"Hah memang segar mandi pagi dan sudah terbiasa bangun pagi" ucap kagami dan liyana datang ke dalam kamar.


"kagami lama banget sih mandi aja juga" ucap liyana yang jengkel.


"Maafkan aku mandi sambil ganti baju di dalam kamar mandi agar tidak sepertimu tadi dan aku hanya punya firasat kesitu aja" ucap kagami menjelaskan kepada liyana.


"Ya aku maafkan dan mari kita pergi keluar" ucap liyana mengajak kagami.


"Ini terima kasih sudah meminjamkan handuknya sangat wangi hehe" ucap kagami.


"Ya terserah kamu saja lah dan simpan saja di lemari yang ada gantungan baju simpan di situ dan mari kita keluar" ucap liyana.


"Ya sabar aku simpan dulu dan sekarang mari kita pergi" ucap kagami mengajaknya.


"Ayoo" ucap liyana kegirangan senang.


"Ohh iya tidak akan pamit pergi dulu?" tanya kagami pada liyana.


"Ohh iya lupa hehe" ucap liyana terkekeh.


"Ayah aku pergi dahulu bersama kagami ke bazar di kota yah?" tanya liyana kepada rizel.


"Bersama kagami yah tidak apa apa dan agar kalian bisa tambah akrab satu sama lain ayah dan ibu setuju kok" ucap rizel mengecungkan jempol kepada liyana dan liyana yang mendengar perkataan tadi tersipu malu dan pergi menjauh dengan kagami.


Kagami dan liyana pun pergi ke bazar untuk berbelanja berduaan.


"Kagami tau tidak hari ini kenapa sangat senang sekali?" tanya liyana kepada kagami.


"Pasti karena bisa berduaan seharian penuh?" ucap kagami masih bertanya lagi.


"Kurang tepat coba lagi ayo" ucap liyana menggoda kagami.


"Sudahlah aku menyerah apa itu?" ucap kagami menyerah menebak.


"Karena kamu sudah mengungkapkan perasaan kepadaku pada saat malam kemarin yang tidak akan aku lupakan" ucap liyana


"Termasuk Ciuman pertamamu juga itu kah liyana?" tanya kagami kepada liyana yang membuat liyana sangat malu mengingat itu kembali.


"Mesum bukan itu yang aku ingin bicarakan tau!!" ucap liyana marah dan jengkel kepada kagami.


"Ya" ucap liyana singkat.


"Sekarang ingin mencari apa di bazar ini?" tanya kagami kepada liyana.


"Antarkan aku membeli baju persediaan bajuku sangat sedikit" ucap liyana sambil menggandeng tangan kagami membawanya ke toko baju wanita dan pria.


"Nah ini toko baju pasti bagus dan apakah ingin membeli di sini liyana?" tanya kagami kepada liyana.


"Ya emang di mana lagi kan hanya ini satu satunya yang ada" ucap liyana yang masih marah.


"Maklum dong dari kecil aku di dalam kerajaan mulu dan sekarang aku di ajak keluar bersama wajar tidak tau liyana dan jangan ngambek dong" ucap kagami masih meminta maaf.


"Ya gak apa apa mari lihat baju yang bagus untukku?" ucap liyana.


"Ya ayo" ucap kagami dan liyana memasuki toko baju.


"Selamat datang tuan dan nyonya apakah ingin melihat pakaian yang bagus untuk kalian?" tanya pelayan toko itu kepada kagami dan liyana.


"Ya benar tolong bantu pacarku ini memilih baju yang cocok" ucap kagami membuat malu karena dengan menyebutnya dengan pacar.


"Tu-tunggu kagami tidak akan sekalian mencari baju untukmu juga?" tanya liyana kepada kagami sambil menahan pelayan membawa pergi.


"Hmm boleh lah sambil mencari yang cocok denganku tapi aku kurang pintar memilih baju" ucap kagami memberi tau kepada liyana.


"Kalau begitu serahkan saja padaku tuan dan nyonya" ucap pelayan toko baju itu.


"Baiklah lakukan yang terbaik untuk kami" ucap kagami.


"Ya mari ikuti saya akan menunjukan jalan menuju tempat baju yang cocok untuk kalian" ucap pelayan baju itu.


Kagami, liyana dan pelayannya berjalan menuju tempat baju yang bagus bagus.


"Silahkan coba pakaian ini sepertinya cocok untuk kalian pakai" ucap pelayan sambil mengambil pakaian khusus pasangan sangat cocok untuk kagami dan liyana.


"Bukannya ini bajunya agak bagaimana yah bilangnya?" tanya kagami sedikit ragu ragu.


"Ini sepertinya cocok sekali untuk kita tau mari kita coba ke tempat ganti baju" ucap liyana sangat senang sambil memegang baju gaun berwarna putih dengan corak bunga berwarna merah dan biru tetapi yang kagami celana berwarna hitam bercorak putih dan hitam dan bajunya bercorak Batik buatan manusia dan liyana langsung mengajak kagami ke tempat ganti baju.


"Hahhh terpaksa harus coba baju ini" ucap kagami sambil mengganti baju dan setelah selesai melihat cermin dan keluar sekalian melihat baju liyana.


"Pelayan bagaimana penampilan kami" ucap liyana yang sangat senang ingin di puji orang.


"Sangat cocok sekali dan serasi sangat pas dengan kalian yang di pakai" puji pelayan itu kepada kagami dan liyana.


"Berapa harganya pakaian kita berdua ini" Ucap kagami langsung ke intinya.


"Hanya 20 ruby saja bagaimana jadi membeli?" tanya pelayan itu kepada kagami.


"Baiklah kami beli" ucap kagami langsung menuju kasir dan membayarnya dan setelah selesai membayar pergi.


"Ohh iya liyana kamu sangat cantik memakai baju itu apakah baju ini ingin di simpan atau di pakai saja?" tanya kagami kepada liyana.


"Hmm bagaimana yah? simpan saja deh untuk lain kali nanti ini untuk kejutan suatu saat nanti bagaimana?" tanya liyana.


"Baiklah mari kita pergi ganti dahulu ke tempat ganti baju lagi dan mumpung kosong sepi" ucap kagami langsung mengganti pakaiannya menjadi yang awal dan setelah mengganti pakaian langsung pergi dan pulang ke rumah tetapi liyana baru ingat membelikan permen untuk adiknya yaitu lucia.


"Tu-tunggu aku melupakan sesuatu" ucap liyana yang melupakan sesuatu.


"Apa itu yang kamu lupakan apakah membelikan permen lolipop untuk adikmu" tanya kagami kepada liyana.


"Ya itu ayo belikan itu untuk lucia dahulu" ucap liyana mengajak kagami.


Kagami dan liyana pun langsung pergi ke bazar dan setelah membelinya langsung pulang menuju rumah liyana.


"Kami pulang" ucap kagami dan liyana berbicara bersama.


"Selamat datang kak gami dan kakak mana permenku?" tanya lucia.


"Ini sabar dong" ucap kagami sambil memberikannya kepada lucia.


"Terima kasih kak gami" ucap lucia.


"Yah sama sama" ucap kagami sambil mengusap kepala lucia.


"Harusnya aku yang beri kepada lucia kenapa kamu sih harusnya olehku karena dia adikku" ucap liyana kesal.


"Ya maaf maaf aku lupa" ucap kagami meminta maaf kepada liyana.


"Dan kalian dari mana saja sore hari begini baru pulang?" tanya rizel kepada kagami dan liyana.


"Ya maaf kami terlambat dan lupa waktu untuk mencari informasi menjelajah ke tempat mana lagi hehe" ucap kagami.


"Ohh begitu kapan kalian berangkat lagi pergi berpetualang lagi?" tanya rizel kepada kagami.


"Mungkin besok dan sekarang akan siap siap untuk berangkat pergi berpetualang bagaimana liyana?" tanya kagami kagami kepada liyana.


"Ya boleh saja apakah akan ajak Mikhaile?" tanya liyana.


"Tentu saja sekalian untuk menjagamu agar tidak terluka dan di culik" ucap kagami.


"Aku bukan anak kecil!!" ucap liyana dengan kesal.


"Ohh iya nak ayah ingin bicara denganmu bisa?" tanya rizel kepada liyana.


"Ya baiklah bisa ayah" ucap liyana kepada rizel.


"Liyana aku pergi dahulu ke kamar saja ingin istirahat capek" ucap kagami.


"Ya silahkan istirahat saja nanti aku kesana" ucap liyana sambil meninggalkan kagami dan berpisah sampai di situ.