Fight In The Trash Game

Fight In The Trash Game
106. Pertarungan Perebutan Sebuah Harta



Setelah semuanya turun dari Perahu layar bersama dengan beberapa prajurit yang di bawa Kagami sambil di pimpin oleh Zhiyu sang kepala ibukota Azteria dan Kagami yang pertama kali gugup bicara kepada ayahnya sendiri namun Liyana langsung mencoba menenangkannya Kagami.


"Liyana jadi disini kota tempat tinggalmu?” Elaina yang melihat begitu banyak toko di kota tersebut.


"Bukan kita itu baru saja memasuki kota Aztazia dan rumahku berada di kota Aztec yang masih jauh benar bukan Kagami?” Liyana langsung mencoba memastikan perkataannya kepada Kagami agar Elaina percaya.


"Iya benar masih jauh jadi sabarlah Elaina” Kagami yang langsung menyuruh Elaina harap sabar.


"Ah baiklah dan kota ini sangat luas aku jadi ingin berkeliling disini tapi nanti saja deh” Elaina yang langsung mengurungkan niatnya untuk berkeliling.


"Berkeliling saja bersama Liyana jika kamu sangat ingin melihat-lihat dahulu” Kagami langsung berhenti lalu bicara kepada Elaina bersama Liyana.


"Bagaimana denganmu Kagami?” Liyana yang ingin mengecek kondisi adiknya.


"Uh itu aku ada urusan jadi pergilah kalian berdua lalu akan aku tinggalkan masing-masing 1 bayangan milikku” Kagami kembali melanjutkan langkahnya.


"Yasudah aku akan pergi berkeliling dahulu bersama Elaina” Liyana yang hanya mengikuti Elaina berjalan berbeda arah.


"Haah semoga saja mereka aman tidak terkena masalah” Kagami sambil mengeluh.


"Mereka akan baik-baik saja tuan” Bayangan Leviathan muncul kembali di pundak Kagami.


"Iya tau” Kagami dengan murung.


"Tuan apa anda memikirkan tentang pulau kematian yang ingin anda ketahui?” Tanya Bayangan Leviathan kepada Kagami.


"Eh beritahukan kepadaku” Kagami yang berjalan sambil ingin tau lebih lengkap informasi Pulau kematian yang sudah di jaga ribuan tahun olehnya.


"Baik jika tuan ingin mengetahui saya akan memberitahukannnya jadi pulau kematian yang saya jaga selama ribuan tahun berisi puluhan undead dengan Monster kuat sepertiku namun semua monster disana sering memakan satu sama lain yang saya tau monster disana tidak terkontrol” Leviathan langsung memberitahukan kepada Kagami.


"Memangnya dulu semua monster yang berada di sana tidak menyerang satu sama lain?” Kagami yang ingin memastikan saja.


"Ya Tuan apakah anda ingat yang saat itu Tuan lihat tentang saat saya tidur di bawa laut merasakan sebuah tekanan energi hingga saya tidak bisa keluar dari bawah lautan untuk melihat ke daratan” Leviathan yang mulai mengingatkan kembali kepada Kagami.


"Ah iya aku ingat yang saat dirimu menunjukkan diri pulau itu sudah di halangi oleh sebuah penghalang sihir yang sangat kuat dengan ada begitu banyak asap seperti Racun?” Kagami yang langsung mencoba menebak sambil mengingat kembali.


"Dulu monster yang berada di pulau kematian sering menunjukkan diri hingga mengobrol denganku namun setelah kejadian itu saya merasakan sebuah energi yang sangat menakutkan dalam pelindung tersebut dan hingga saat itu saya mencoba melindungi teman-teman saya yang berada di dalam pulau tersebut meskipun saya sudah mencoba menghancurkan pelindung tersebut tapi gagal saya hanya bisa menjaga pulau tersebut dari jangkauan manusia” Bayangan Leviathan mulai memberitahukan perasaan sebuah monster kepada manusia seperti Kagami.


"Yasudah nanti aku akan membantumu membalaskan kepada seseorang yang sudah membuat teman-temanmu mati” Kagami yang tidak tega jika harus mengabaikan bantuan dari bayangan Kagami yang sudah mati.


"Tuan saya hanya punya satu permintaan saja jika tuan berniat membantu bisakah anda tolong hidupkan mereka menjadi Bayangan anda saya akan berjanji mereka akan membantu anda itu juga jika anda akan ada waktu” Bayangan Leviathan langsung yang meminta tolong kepada Kagami.


"Aku janji jika ada waktu akan mendatangi pulau kematian yang kamu jaga ribuan tahun” Kagami yang mulai berjanji untuk membantu Leviathan.


"Terimakasih tuan” Bayangan Leviathan langsung menghilang dari pundak Kagami dengan perasaan cukup senang.


Disisi lain Kagami yang berjalan sambil berbicara sendirian membuat ayah Riziel merasa anaknya bersikap aneh sedangkan tuan Alexi bersama beberapa prajurit di barisan belakang sambil mengikuti Zhiyu hanya memakluminya karena sudah mengetahui sesuatu yang Kagami miliki.


Lalu setelah beberapa menit berjalan kaki akhirnya sampai di depan Kerajaan Azteria yang masih belum berubah sama sekali dan para parjurit yang berada di belakang Kagami mulai kembali bekerja.


"Karena ayah disini aku ingin memberikan ini untuk membantu masalah keuangan ayah” Kagami langsung mengeluarkan 2 kantung berisi uang yang sebelumnya di berikan tuan Alexi.


"Terima kasih nak kamu sudah cukup banyak membantu kepada ayahmu ini” Zhiyu yang langsung menepuk pundak Kagami dengan cukup bangga sambil mengambil 2 kantung berisi uang.


"Itu tidak seberapa untukku karena yang aku hanya ingin melihat kehidupan disini lebih baik saja” Kagami yang kembali diam.


"Saya tau yang kamu lakukan yang kamu lakukan sudah menyelesaikan beberapa masalah hingga tuntas lalu kamu menciptakan Beberapa Pilar anti sihir sudah di aktifkan itu sangat membantu” Zhiyu yang cukup senang.


"Ahaha aku mendapatkan material itu dari petualanganku selama dua setengah tahun terakhir ini dan aku hanya ingin melindungi yang ayah ingin lindungi” Kagami yang langsung memberitahukan alasannya kepada ayahnya.


"Ehem sepertinya memang benar sikap anakmu sangat mirip dengan ayahnya sendiri” Tuan Alexi langsung mencoba menghentikan obrolannya dahulu.


"Ah maaf saya melupakan anda Tuan Alexi apakah ada sesuatu yang ingin anda katakan?” Tanya Zhiyu Kepada Tuan Alexi.


"Tidak banyak jika anda ingin mendengarkannya” Tuan Alexi yang sebenarnya ingin banyak mengobrol dengan Zhiyu.


"Kalau begitu aku boleh pergi ayah?” Kagami yang merasa kurang nyaman.


"Baiklah kamu boleh pergi nak tapi besok akan ada yang saya obrolkan bersamamu” Zhiyu yang langsung memberitahukan kepada Kagami.


"I-iya ayah akan aku ingat” Kagami langsung berjalan pergi menjauh.


"Mari ikuti ke ruangan saya agar nyaman mengobrol” Zhiyu yang langsung menuntun jalan kepada Tuan Alexi.


"Ya sepertinya anda sangat bangga kepada anakmu satu-satunya” Tuan Alexi langsung berkata jujur kepada Zhiyu.


"Seperti itulah banyak yang ingin saya pada anakku sendiri yang sudah berubah seperti sudah memahami kehidupan ini” Zhiyu yang benar-benar Bangga kepada satu-satunya anaknya sendiri.


*****


Kagami yang bertanya kepada setiap pelayan Demi-human sekitar Kagami yang mencari keberadaan rekan-rekannya yang sudah di tinggalkan beberapa hari.


"Tuan teman anda berada di dalam perpustakaan tadi baru saja kembali karena menanyakan anda tuan muda” Pelayan yang langsung memberitahukan kepada Kagami.


"Baiklah terimakasih informasinya” Kagami langsung dengan cepat pergi ke perpustakaan.


Tidak lama berjalan sampai di depan pintu perpustakaan yang terbuka lalu Kagami langsung berjalan masuk ke dalam perpustakaan.


"Ah kak gami akhirnya kembali dimana kakakku?” Lucia yang langsung berlari mendekati Kagami.


"Sedang menemani seseorang berkeliling di kota Aztazia lalu dimana yang lain?, Kenapa kamu disini sendiri?” Kagami yang tidak melihat yang lainnya.


"Kami sedang bermain saling bersembunyi dan aku yang harus menemukannya karena perpustakaan luas aku sulit menemukan mereka semua jadi mau bantu aku tidak kak gami?” Lucia yang meminta bantuan kepada Kagami.


"Itu namanya curang tapi aku akan membantumu” Kagami yang juga ingin bertemu dengan rekan-rekannya termasuk Igris.


"Hore ayo cari kak” Lucia dengan semangat.


"Pegang tanganku dahulu” Kagami agar mudah membawa Lucia bersamanya.


‘Eyes Of Fire : Invisibility Vision!’ Kagami langsung menggunakan kemampuan jarang di gunakan.


"Baik kak” Lucia langsung memegang tangan Kagami.


Kagami langsung pergi menemukan satu persatu rekan-rekannya yang berusaha bersembunyi belum menunjukkan diri jadi Kagami pergi mencari mereka semua bersama Lucia.


Kagami bersama Lucia pertama kali menemukan Hoaxen yang bersembunyi di balik setiap rak buku sambil berpindah-pindah lalu yang kedua menemukan Igris bersembunyi di rak buku sambil membaca buku.


Kemudian Tenebris bersama Vortex yang bersembunyi dengan membuat kendali ruang menciptakan sebuah tempat tidak terlihat dengan demikian semuanya sudah di temukan bantuan Kagami.


"Huh curang pakai bantuan Lucia” Igris yang kesal karena membaca sedang membaca buku.


"Sudah kalian sehat seperti sebelumnya diriku sangat senang” Kagami yang senang melihat semuanya akrab meskipun Igris masih mempunyai niat balas dendam.


Wu!


Rubah kecil baru saja bangun lalu memunculkan kepalanya keluar dari dalam saku baju Kagami sendiri karena merasakan begitu banyak keberadaan yang berbeda.


"Ah kak gami apa itu di sakumu perlihatkan padaku” Lucia yang tampaknya cukup menyukai hewan.


Wuu!


"Baiklah jika ingin keluar berkenalan dengan mereka” Kagami langsung mengeluarkan Rubah kecil dari dalam saku bajunya.


"Wah lucunya boleh aku pegang Kak gami?” Lucia yang ingin memegangnya namun sedikit takut.


"Cobalah pegang” Kagami yang merasa Rubah kecil tidak keberatan.


Wuu! Wuu!


Rubah kecil yang merasa begitu senang lalu lucia langsung mencoba mengusap tubuhnya yang sangat putih seputih salju.


"Ah lembut sekali bulunya dan Igris kemari lalu lihat yang Kak gami bawa” Lucia langsung menarik tangan Igris.


"Ada apa sih Lucia? Igris yang merasa terganggu lagi.


Wuu!


Lalu Igris yang melihat Rubah kecil mendekatinya langsung terkejut lalu Rubah kecil meminta Igris untuk mengulurkan tangannya dan Igris dengan takut langsung mengulurkan tangannya dengan penuh ketakutan.


Rubah kecil yang langsung naik ke pundak Igris melalui tangannya yang di ulurkan lalu Rubah kecil langsung mencoba bersandar kepada Igris untuk menenangkan pikirannya.


Igris yang merasakan sebuah kelembutan dari bulu Rubah yang berwarna putih terasa hangat dekat pipinya hingga membuat Igris mengeluarkan air mata lalu menangis di hadapan semuanya hingga membuat Agares tersadar.


"Tuan selamat datang kembali dengan aman dan apa yang terjadi pada Igris tuan?” Agares yang langsung bertanya kepada Kagami.


"Tidak apa-apa Igris hanya membutuhkan waktu menenangkan diri untuk terlepas sebentar dari dendam yang dirimu ceritakan padanya” Kagami yang hanya menjelaskan kepada Agares.


"Kak gami apa Igris baik-baik saja?” Lucia langsung mendekati kagami sambil bertanya.


"Iya biarkanlah sendiri dahulu” Kagami sambil menarik tangan Lucia.


"Iya” Lucia yang diam disisi Kagami.


"Tuan terimakasih sudah meminta Lucia mengajarkan kami membaca sekarang kami sudah bisa membaca tulisan bahasa manusia sehingga kami sudah banyak mempelajari sesuatu dari dalam sebuah yang namanya buku” Vortex yang bicara kepada Kagami.


"Tidak masalah karena kalian bertiga sudah tanggung jawabku jadi aku melakukan hal tersebut karena untuk kalian bertiga” Kagami yang sudah menganggap Hoaxen, Vortex bersama Tenebris adalah bagian dari keluarganya.


"Tuan maafkan saya yang selalu harus terkena masalah dan akhirnya di selesaikan oleh tuan sendiri” Hoaxen langsung berubah wujud menjadi manusia langsung memeluk Kagami.


"Mau itu kalian terkena masalah kalian sudah aku anggap menjadi bagian keluargaku sendiri dan aku tidak pernah keberatan jika kalian membutuhkan bantuanmu karena aku akan membantu kalian” Kagami yang langsung menepuk pundak Hoaxen.


Setelah Ketiga monster bersaudara berkata jujur kepada Kagami tentang semuanya yang Kagami ingin bantu membuat mereka terharu sekaligus Igris yang sudah mulai tenang sepertinya ingin bicara kepada Kagami.


"Maafkan aku yang selama ini tidak pernah memahami diriku sendiri karena hanya berharap bisa membalaskan dendam yang harus di ketahui oleh semua Iblis tapi aku mengerti kenapa anda sangat peduli padaku jadi maafkan sikap egois diriku sebelumnya Kagami” Igris sambil meminta maaf kepada Kagami.


"Tidak apa aku juga salah tidak mengajarkanmu dengan baik jadi mau belajar denganku lagi untuk membimbingmu menjadi kuat sehingga bisa merasakan kehidupan yang aku jalani sekarang” Kagami langsung mengulurkan tangannya kepada Igris yang berada di hadapannya.


"Mau guru Kagami!” Igris yang langsung mengangkat wajahnya dengan penuh semangat sambil meraih tangan Kagami.


Wuu!


"Pelajaran pertama pahami kekuatan milikmu kemudian cobalah mengontrol kemampuan milikmu” Kagami langsung memukul kepalanya karena sudah bersikap egois.


"Ugh sakit Baik akan aku lakukan” Igris sambil mengusap kepala yang sakit.


"Itu hukuman dariku karena sudah ingin berlatih sendiri tanpa mengetahui batasan tubuhmu sendiri lalu ini untukmu hanya sebuah buku teknik bertarung biasa sih” Kagami langsung memberikan buku teknik bertarung pedang.


"Ini hebat terimakasih Guru” Igris Sambil membuka buku yang Kagami berikan.


"Itu hanya untuk pegangan bertarung sementara jadi ciptakanlah cara bertarung dirimu sendiri karena aku memberikan itu hanya memberikan kau bayangan untuk menciptakan cara bertarungmu sendiri mengerti?” Kagami langsung menjelaskan kepada Igris.


"Baik akan aku usahakan menciptakan cara bertarungku sendiri” Igris yang sungguh mengerti.


"Baiklah jika seperti itu karena kalian terlalu lama disini bagaimana jika keluar untuk berjalan-jalan” Kagami yang menyarankan kepada Semuanya.


"Ayo kak aku ingin bertemu ayah, ibu” Lucia yang juga beberapa hari ini ingin bertemu orangtuanya.


"Ayo guru aku juga sudah bisa mengontrol kemampuan mengubah penampilanku” Igris yang juga tidak sabar melihat dunia luar.


"Baiklah bagaimana dengan kalian bertiga?” Kagami yang langsung bertanya kembali kepada ketiga monster bersaudara.


"Kami seperti biasa saja karena kami tidak terlalu suka keramaian” Tenebris yang langsung angkay bicara.


Wuu!


Rubah kecil juga mulai melompat turun lalu berlari menuju Kagami karena merasa Kagami akan pergi lalu Kagami juga menunjukkan portal menuju domain tempat latihannya.


"Kalian bisa masuk dan kamu juga sebaiknya jangan terlalu banyak bergerak karena membuat bajuku merasa kurang nyaman di pakai” Kagami langsung menurunkan kedua tangannya lalu mengangkat kembali Rubah kecil yang suka bertindak sendiri dan memasukkannya ke dalam saku baju Kagami.


Lalu setelah Tenebris, Hoaxen dan Vortex masuk ke dalam domain tempat latihan Kagami lalu Kagami pergi bersama 2 anak kecil yaitu Igris dengan wujud manusia dan Lucia yang rambutnya sudah menjadi merah tidak hitam lagi.


Kagami langsung pergi menuju tempat ayahnya berada untuk meminta izin pergi keluar berjalan-jalan agar tidak ada yang bertanya lagi Kagami akan pergi kemana dengan kedua anak kecil di sampingnya.


"Ayah aku akan keluar untuk mengajak kedua anak kecil di sebelahku apa boleh?” Kagami bersama Lucia dan Igris baru saja sampai di ruangan Zhiyu yang Kagami langsung masuk.


"Oh kedua anak itu yang ada di perpustakaan lalu rambut merah itu ugh” Zhiyu yang melihat lagi anak yang sebelumnya ternyata masih termasuk keluarga Nero lagi untuk kedua kalinya.


"Ayah apa baik-baik saja?” Kagami langsung mendekati Zhiyu.


"Hahhh iya jika ingin pergi berjalan-jalan silahkan saja” Zhiyu sambil memegangi kepalanya yang masih ada rasa bersalah yang belum pernah berani di sampaikan.


Lalu Seorang penjaga kota barat yaitu Aztasia langsung masuk ke dalam ruangan dengan begitu buru-buru seperti ingin memberitahukan kepada Zhiyu sang kepala Ibukota.


"Tuan Zhiyu Ada Ribuan Pasukan yang di komandani oleh seseorang yang sangat kuat berasal dari kota Alagadda telah menyerang tempat pertambangan dan sekarang akan datang menyerang Kota barat yaitu Aztasia” Komandan ARihon yang langsung memberitahukan.


"Ugh kenapa mereka datang kemari!, Datang merebut hasil pertambangan milik kotaku dan mereka mengetahui informasi penjagaan hasil pertambangan menurun sial!” Zhiyu yang benar-benar kesal.


"Siapkan Prajurit yang kita miliki untuk mempertahankan Kota Aztasia sekaligus merebut kembali pertambangan milik kita dan evakuasi semua orang yang berada disana menjauh laksanakan sekarang!!” Kagami langsung bertindak tanpa harus berfikir.


"Nak jangan bertindak ceroboh Komandan yang berasal dari Kota Alagadda itu sangatlah kuat kita bukanlah lawannya” Zhiyu yang benar-benar tidak berani apa lagi kondisinya masih belum pulih sepenuhnya.


"Jika kita diam kota itu akan hancur lebih baik menunjukkan diri bahwa diriku masih peduli dari pada harus diam dan menunggu berapa banyak orang mati” Kagami yang tidak akan membiarkan satu nyawa pun.


Lalu Komandan ARihon yang masih belum berani mengambil keputusan dari Kagami sendiri sebelum Tuan Zhiyu sendiri yang memberikan perintah namun disisi lain Zhiyu yang melihat sosok bayangan Sahabatnya di sisi Kagami membuat dirinya mulai percaya.


"Lakukan yang di perintahkan putraku sekarang waktu tidak banyak!” Zhiyu langsung memberikan perintah kepada Komandan ARihon.


"Baik laksanakan” Komandan ARihon langsung pergi keluar ruangan.


"Ayah percayalah padaku akan aku buat mereka mengetahui balasannya sudah menyerang kota yang ayah dirikan” Kagami langsung menunjukan semangatnya kepada Zhiyu.


"Guru bawa aku bersamamu” Igris yang langsung menarik tangan Kagami.


"Boleh saja ini adalah pelajaran kedua untukmu berani menghadapi masalah dengan menunjukkan hasil latihanmu sendiri dan jangan Ragu dalam sebuah perang” Kagami langsung memberitahukan kepada Igris.


"Kak gami bagaimana denganku?” Lucia yang masih ingin bertemu orangtuanya.


"Tenang saja akan aku antar dengan sesuatu” Kagami langsung mengeluarkan Bayangan Rubah.


Sosok Bayangan Rubah dengan Aura kekuatannya lumayan besar dengan penampilan Ekor 5 dari Bayangan Rubah yang telah berhasil meningkatkan kemampuannya.


Wuu!


"Naiklah Ke Badan Rubah tersebut dan antarkan pulang ke rumahnya sesuai dengan ingatan milikku” Kagami yang langsung memberitahukan kepada Bayangan Rubah dan Lucia.


"Saya mengerti tuan dan mari nona Lucia” Bayangan Rubah bicara kepada Lucia.


"I-iya” Lucia dengan gugup.


"Hati-hati di perjalanan Lucia lalu guru kita akan pergi sekarang?” Igris yang langsung bertanya kepada Kagami.


"Iya aku pergi dahulu hati-hati disana Igris” Lucia langsung mulai pergi bersama Bayangan rubah milik Kagami.


"Ya mari pergi” Kagami langsung mengajak Igris pergi.


Saat Kagami sudah pergi bersama Igris di situlah Zhiyu tidak percaya anaknya sudah berubah menjadi sama seperti temannya dulu yaitu rivalnya.


"Zhiyu kau masih saja sempat berfikir dalam hal seperti ini benar-benar tidak berubah sejak beberapa tahun berlalu ya tapi percayakanlah putramu” Tuan Alexi langsung menepuk pundak Zhiyu beberapa kali.


"Diriku masih menyesali perbuatanku dahulu yang sudah membuat kehilangan Rivalku sendiri hingga membuat hubunganku buruk dengan keluarga Nero hingga saat ini aku belum berani untuk mendatanginya langsung tapi saat melihat putraku bisa berhubungan baik dengan dua orang yang berasal dari keluarga Nero diriku cukup lega meskipun diriku masih merasa bersalah” Zhiyu dengan murung melihat ke bawah.


"Sudah tidak perlu di pikirkan bagaimana jika kita lihat pertarungan di perang ini agar dirimu tau seberapa besar kemampuan putramu kali ini mau?” Tuan Alexi langsung mengajak Zhiyu untuk melihat anaknya bertarung.


"Ya tunjukan jalannya padaku” Zhiyu juga ikut karena di buat penasaran oleh Tuan Alexi tentang kemampuan anaknya.


Zhiyu bersama Tuan Alexi juga mulai pergi menuju arah barat yaitu Kota Aztasia yang masih bagian dari Ibukota Azteria.


Kagami bersama Igris sampai di depan kota Aztasia yang sudah banyak Beberapa prajurit langsung mengevakuasi beberapa rakyat dari dalam kota untuk menjauh.


Kagami juga saat sampai disana mengerahkan seluruh pasukan Bayangan Orcs untuk membantu evakuasi disana agar cepat tanpa tersisa satupun orang di kota Aztasia.


Setelah tidak terlalu lama diam di atas bangunan memperhatikan mengevakuasi para rakyat agar menjauh dengan aman sambil memperhatikan pergerakan pasukan dari kota Alagadda yang sudah mulai mendekati kota Aztasia.