![Equilibrium [slow update]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/equilibrium--slow-update-.webp)
rival (n): a person or thing competing with another for the same objective or for superiority in the same field of activity
enemy (n): a person who is actively opposed or hostile to someone or something
.
.
.
[baru minor editing]
.
.
.
Hari adalah puncak dari Sport Week semester ini. Di mana final untuk cabor yang tersisa, penilaian kekompakan suporter, dan tentu saja pensi alias pentas seni serta pengumuman kejuaraan.
Semua terlihat antusias menyambut puncak acara tiap semester itu. Terlihat dari orang-orang yang sudah memadati lapangan olahraga, tempat diadakannya final atletik dan penilaian kekompakan suporter tiap fakultas.
Selain punya gelanggang olahraga indoor yang biasa digunakan untuk berbagai pertandingan dan acara resmi seperti wisuda dan Isimaja univ, UHW juga punya lapangan outdoor yang tak kalah luasnya. Lapangan yang biasa digunakan untuk sepakbola dan atletik. Lapangan tersebut juga jadi tempat oleh timnas sepak bola yang tengah singgah di UHW untuk berlatih tiap paginya.
Tribun yang tersedia sudah terisi oleh para mahasiswa dengan atribut fakultas masing-masing. Mereka sudah siap untuk unjuk kekompakan dalam mendukung jagoan mereka.
Peluit berbunyi nyaring. Menandakan dimulainya pertandingan cabor atletik pagi itu. Keempat belas fakultas berjuang semaksimal mungkin untuk jadi yang terbaik di pekan olahraga kali ini.
Tidak hanya para atletnya, tetapi juga para suporternya memberikan dukungan yang terbaik dengan kekompakan dan ciri khas mereka.
Membuat suasana lapangan begitu meriah.
Perlombaan atletik berlangsung sampai siang menjelang sore. Baru selesai tepat sebelum azan ashar berkumandang. Lalu dengan jeda satu sampai dua jam ke depan, final basket akan digelar di dalam GOR.
Sekaligus puncaknya acara pekan olahraga semester ini.
Mayoritas memanfaatkan waktunya untuk makan, istirahat, atau sekedar bersantai. Ada juga yang balik ke asrama atau kos untuk tidur sejenak. Ada juga yang masih sibuk wira-wiri menyiapkan keperluan untuk acara nanti—terutama para panitia.
Di sebuah warmindo di dekat Fakultas Olahraga, kelima sekawan tengah menikmati makan siang mereka yang telat. Kenapa telat? Karena untuk dibilang makan siang, waktu jam makan siang sudah berlalu sejak tadi.
Mereka hanya sempat untuk jeda shalat, makan snack, lalu lanjut lagi dengan kegiatan suporteran dan pertandingan atletik hari ini.
Kalau belum makan nasi, belum makan artinya. Padahal snack untuk perwakilan FT dan tim suporter tadi terbilang cukup komplit dan cukup mengganjal perut.
“Gaes, nanti basket kita final lawan mana?” tanya Rima.
“FGK dong…” jawab Taufan.
“Eh? Serius?” tanya Rima lagi dengan tak percaya.
“Pokoknya nanti bakalan ajep sih,” kata Budi. “Hahahaha!”
“Awas aja ya fakultas sebelah bikin ulah nanti,” gerutu Rima mulai kesal.
“Yah… kita lihat aja sih nanti,” kata Naufal dengan nada santai. Namun dari gelagatnya, cowok itu siap kalau nanti terjadi apa-apa.
Persaingan antara Fakultas Teknik dengan Fakultas Geografi dan Kependudukan memang sudah jadi rahasia umum di seantero UHW.
Apalagi ditambah dengan adanya persaingan tidak sehat yang sering dilakukan oleh FGK yang memicu perseteruan keduanya. Kedua fakultas juga punya karakteristik yang cukup mirip.
Lalu ketika dua fakultas itu berseteru, fakultas lain tentu ada yang memihak dan ada yang netral.
Beberapa fakultas yang netral itu seperti Fakultas Psikologi, FMIPA, Fakultas Filsafat, FKH, FH, FIP, dan FBS. Namun terkadang FBS berpihak pada FT di beberapa kejadian.
Fakultas yang jadi sekutu FT itu ada FO—meski mereka sering bersaing tetapi secara sehat, FK—secara mengejutkannya di beberapa tahun terakhir ini, dan Fisipol.
Sedangkan yang jadi sekutu FGK ada Fakultas Pertanian dan FEB.
Di sisi lain, tak jarang juga FT dan FGK berkolaborasi.
Jadi hubungan kedua fakultas seperti love-hate relationship. Namun lebih sering ‘hate’-nya.
Lalu sejak kapan perseteruan dua fakultas yang ada di sisi utara UHW itu dimulai?
Sebenarnya, persaingan antarfakultas udah ada sejak dulu. Namun mereka bersaing secara sehat dan dengan ciri khas masing-masing. Itupun mereka bersaing saat ada agenda yang memang mengharuskan untuk menunjukkan keunggulan masing-masing fakultas seperti pekan olahraga dan duta kampus.
Baru beberapa tahun belakangan ini, persaingan antara FGK dan FT mulai kurang sehat. Kurang lebih empat tahun lalu saat mereka sama-sama bertemu di final pekan olahraga. Dimulai dari FGK yang berbuat curang lalu FT yang tidak terima.
Entah apa pemicunya. Namun, banyak rumor yang beredar—ada dua versi—kalau anak-anak FGK tidak terima kalau selalu jadi nomor dua tiap kali mereka berhadapan dengan FT dan sering dibanding-bandingkan. Ada lagi yang bilang kalau anak-anak FT begitu arogan dan suka meremehkan fakultas lain.
Sempat terjadi insiden tawuran juga karena masalah yang semakin membesar. Sampai harus otoritas turun menangainya. Untungnya tidak sampai berbuntut panjang dan berakhir dengan damai.
Sebenarnya tiap fakultas punya sisi hitamnya masing-masing. Tidak hanya FGK dan FT. Namun, memang perseteruan yang jadi rahasia umum adalah persaingan FGK dan FT.
Itulah sebabnya salah satu proker utama duta kampus dan BEM univ adalah tetap menjaga kesatuan semua fakultas yang punya karakteristik masing-masing.
Jadi, saat tahu FT dan FGK kembali berhadapan, banyak yang mewanti-wanti. Namun, sejauh ini masih terbilang aman.
Dan semoga saat final penutupan nanti juga aman.
Yah semoga.
Meski sepertinya agak meragukan.
Kenapa? Basket merupakan salah satu olahraga kebanggaan FGK karena mereka sering unggul lewat olahraga itu.
Lalu ketika orang-orang tahu, mereka hanya bisa tersenyum seperti emoji ini “😃”.
“Yok kita ke GOR sekarang,” ajak Budi ketika mereka sudah selesai makan.
“Gas!” sahut Naufal.
Kelimanya sampai di GOR yang sudah ramai dengan anak-anak UHW dari berbagai fakultas.
Tribun-tribun mulai penuh—meski masih ada space kosong. Budi selaku salah satu korlap suporter segera menempatkan diri bersama korlap lain. Cowok itu juga menggeret Naufal dan Taufan untuk ikut membantu karena massa yang hadir lebih banyak dari tadi—secara ini adalah final yang banyak ditunggu-tunggu.
Aylin bergabung dengan teman-teman sekelasnya, Ana, Malisa dan Yuna—khusus di kelasnya Aylin yang kelas kecil, hanya ada empat orang mahasiswi. Sisanya cowok semua.
Sementara Rima sudah siap dengan kamera kesayangannya. Dia jadi salah satu yang bertugas sebagai tim dokumentasi.
“SELAMAT DATANG DI FINAL BASKET PEKAN OLAHRAGA, UNIVERSITAS HAYAM WURUK!”
Pembukaan dari pembawa acara disambut dengan meriah oleh suporter yang hadir.
“Dari sisi kanan, kita sambut tim basket dari Fakultas Teknik!”
Anak-anak FT dan suporter lain yang mendukungnya menyambut dengan yel-yel andalan. Terlihat di sana semua personel tim basket FT berlari kecil memasuki lapangan. Mereka mengenakan seragam dengan warna fakultas—didominasi warna merah marun.
“Dari sisi kiri, kita sambut tim basket dari Fakultas Geografi dan Kependudukan!”
Sambutan dari para pendukung tim basket FGK juga tidak kalah heboh.
Kedua tim lalu melakukan pemanasan setelah diberi waktu oleh wasit. Mereka melakukannya di masing-masing sisi lapangan dengan memasukkan bola basket ke dalam ring.
Suara suporter kembali terdengar bergemuruh ketika peluit dibunyikan. Tanda pertandingan akan dimulai.
Masing-masing dari tim berdiri melingkar untuk mendengar pesan dari pelatih sekali lagi. Lalu melakukan tos yang disambut teriakan para suporter.
Ridwan, kapten baru dari tim FT berhadapan dengan kapten dari FGK untuk melakukan ambil bola.
Bagaimana bisa Ridwan yang masih maba bisa langsung jadi kapten? Sebenarnya, kapten tim basket yang asli masih menjabat. Namanya Bambang dari Teknik Geologi angkatan kedua. Namun, Bambang mengalami cedera saat perempat final melawan tim Fisipol.
Jadinya, Ridwan yang ditunjuk untuk mengisi posisi kapten sementara oleh pelatih dan Bambang sendiri.
Lagipula, Ridwan merupakan salah satu pemain terbaik dan atlet basket. Apalagi dia juga mantan kapten basket SMA. Jadi, keputusan memunjuk Ridwan itu sangat tepat. Terlebih semua juga setuju soal itu.
Bola basket dilempar dan berhasil Ridwan rebut.
Suasana GOR mulai memanas karena performa kedua tim hari ini tidak main-main. Mungkin juga didukung karena keduanya adalah rival yang bertemu di final untuk memperebutkan gelar juara.
Kedua tim saling mengejar perolehan poin. Untuk di babak pertama, FT unggul sementara dari FGK. Hanya saja selisih poin mereka sangat tipis. Bisa saja sewaktu-waktu terkejar.
Untungnya, babak pertama dimenangkan FT dengan selisih poin yang masih sama selama beberapa menit terakhir. Tinggal apakah mereka bisa mempertahankannya di babak kedua nanti atau tidak.
Peluit kembali dibunyikan.
Babak kedua dimulai. Kali ini FGK bisa memimpin perolehan poin sementara. Selisih poin juga tidak terlalu jauh.
Sudah ada pergantian pemain dari kedua tim juga. Dan Kayvan menjadi pemain yang menggantikan di tim FT.
Peluit kembali dibunyikan dan babak ketiga dimulai. FT kembali memimpin dengan perolehan poin yang lebih banyak dari FGK. Penyumbang poin terbesar sampai saat ini adalah Ridwan. Dia jadi bintang di lapangan saat ini.
Pertama kali Ridwan turun bertanding saat babak penyisian awal di pekan olahraga, kemampuan dan bakatnya langsung terlihat. Banyak yang mempertimbangkan dan menunggu-nunggu dia main.
Bahkan tim basket univ berencana merekrutnya untuk jadi salah satu pemain. Beberapa bulan lagi akan ada pertandingan persahabatan antarperguruan tinggi di Jogja.
Di babak keempat nanti, tinggal apakah tim FT bisa kembali unggul dan keluar sebagai juara atau justru FGK dan membuat harus ada babak tambahan lagi untuk menentukan juara.
Peluit kembali berbunyi nyaring.
Suasana semakin memanas. Terlihat tim FGK yang kini terkesan agak lebih santai dari babak sebelumnya. Namun juga terlihat berambisi. Seperti mereka sangat yakin dengan strategi yang dimiliki.
Ridwan berhasil menangkap bola operan dari Neo dan berlari sambil mendribble untuk memasukkannya ke dalam ring.
BRUUKK!!!
Tiba-tiba cowok itu terjatuh dengan keras. Membuat bolanya lepas dan menggelinding menjauh.
Dibelakangnya ada dua pemain FGK yang berdiri berdekatan. Entah sebuah kebetulan atau bukan.
Terlihat Ridwan meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan kakinya. Matanya menatap tajam ke salah satu pemain FGK.
“Sialan… sshh—”
Tim basket FT terlihat tidak terima. Nyaris saja terjadi keributan kalau saja wasit tidak segera menengahinya.
Para suporter terlihat bertanya-tanya apa yang terjadi di lapangan. Sampai ada dari tribun penonton, lebih tepatnya di tempat di mana anak-anak FT berada, seseorang berteriak keras.
“Curang!”
“Yang pake bandana tadi sengaja menjegal Ridwan!”
Lalu diikuti sahutan-sahutan lain yang meneriakan kecurangan dan proteran tidak terima.
“HUUUU! CURANG!”
“CURANG! CURANG!”
“NGGAK KAPOK-KAPOK YA TERNYATA!”
“HUUU!”
“Kejadian empat tahun lalu keulang lagi deh,” gumam Naufal yang berdiri di sebelah Budi yang ikut berteriak ‘curang’.
Untungnya ada footage yang bisa dijadikan bukti kecurangan. Panitia memang merekam dan menyiarkan agenda sport week di akun resmi mereka.
Sesuai peraturan dan konsekuensi yang ada, FT berhak mendapatkan freethrow dan FGK nanti akan mendapatkan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan.
Sayangnya, Ridwan tidak bisa melanjutkan permainannya, yang seharusnya dia yang melakukan freethrow. Untuk berdiri saja dia harus menahan ngilu di pergelangan kakinya. Apalagi sebelumnya, dia memang sempat terkilir dua hari lalu. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena terlalu lama menumpu pada kaki kirinya, yang akan melakukan freethrow adalah Kayvan.
Tim medis yang memang berjaga di tepi lapangan dengan sigap segera melakukan pertolongan pertama setelah membantu memapah Ridwan ke tepi lapangan.
Wajah sang duta kampus terlihat tenang saat dia bersiap untuk melakukan freethrow di titik pinalti. Nyatanya dia cukup gugup. Jujur saja, Kai memang tidak sejago Ridwan untuk memasukkan bola ke dalam ring.
Bahkan Aylin pernah mengalahkannya saat mereka sparing beberapa hari yang lalu. Kencan yang berakhir mencoba main basket bareng saat melewati lapangan basket.
Aylin bisa dengan cukup mudah membuat three points hari itu karena dia sering diajak main basket oleh adik sepupunya, Nana.
Suasana terasa hening, menunggu Kayvan melempar bolanya. Dan saat cowok itu melemparnya, detik-detik bola melayang menuju ring terasa bergerak lambat.
Hingga akhirnya…
HOP! Masuk dengan sempurna!
Detik-detik menegangkan itu berakhir dengan para suporter berseru menyambut kemenangan dari tim basket FT.
Akhirnya FT bisa keluar sebagai juara dan mengalahkan sang rival!
Terlihat anak-anak basket FT melakukan selebrasi kecil mereka. Ada yang berlari kecil, melompat-lompat, lalu berpelukan bersama. Ridwan tersenyum di tempatnya sambil dipapah Neo. Terlihat puas dengan hasilnya meski pergelangan kaki kirinya harus cedera.
Untungnya saat tadi dicek tim medis yang memang bertugas selama pekan olahraga berlangsung, cedera yang dialami Ridwan termasuk ringan. Dia hanya disarankan untuk benar-benar istirahat dan mengurangi aktivitas yang menekan angkel kirinya selama beberapa hari.
“FT! FT! FT, FT, FT! HOY!”
FT! FT! FT, FT, FT! HOY!”
.
.
.
“Udah kuduga bakal begini,” celetuk Taufan.
“Gila sih fakultas sebelah, berani banget main curang pas final.”
“Masih nggak terima ya aku!” kata Budi dengan keras. Ekspresinya benar-benar kesal. “Harus dikasih pembalasan!”
Budi lalu misuh-misuh sendiri sampai sumpah serapah keluar dari mulutnya.
“Woi tahan dulu bro,” seloroh Naufal. “Kalem. Kalem dulu.”
“Mereka udah dapat hukuman. Untung aja ada footage yang ngerekam kecurangan mereka. Pihak kita jangan ikutan nyari gara-gara. Kalian masih ingat kan kasus empat tahun lalu?”
Taufan dan Budi mengangguk. Walaupun saat itu mereka belum jadi mahasiswa UHW, tetapi cerita itu termasuk jadi rahasia umum di antara anak-anak FT dan FGK.
“Kena blacklist juga nggak sih?” kata Taufan.
Naufal mengangguk. “Iya. Fakultas manapun yang ketahuan main curang bakal di-blacklist dari turnamen selama setahun. Jadi nggak boleh ngirim perwakilan buat agenda pekan olahraga ataupun turnamen antaruniv.”
“Tahun ini lebih ketat ya peraturannya? Bagus sih… pantesan kau sama Aji koar-koar buat tetap sportif apapun yang terjadi,” komentar Budi.
Aji dan Naufal yang merupakan ketua dan wakil ketua BEM terpilih FT memang lagi gencar mensolialisasi ke anak-anak FT agar bersaing secara sehat saat pekan olahraga. Proker itu juga menjadi proker utama ketua BEM univ tahun ini.
“Ya itu salah satunya. Biar fakultas kita nggak dapat blacklist. Kan nggak enak kalau citra fakultas kita malah kecoreng.”
“Keren, keren…” Taufan mengacungkan jempolnya.
“Ngomong-ngomong nih ye, duo kucr*t kemana deh,” kata Budi saat sadar kalau Aylin dan Rima tidak bersama mereka.
“Lah iya,” sahut Taufan juga baru sadar. “Kita keluar GOR dari tadi cuman bertiga doang.”
“Kayaknya Rima masih sama tim dokumentasi tadi. Kalau Alin tadi kulihat bareng temen sekelasnya,” Naufal mengingat-ingat.
“Tungguin atau tinggal aja nih?” tanya Taufan.
“Udah.. tinggal aja. Capek c*k. Mau tidur dulu sebelum nanti ke sini lagi,” sahut Budi dengan cepat.
Pada akhirnya Taufan dan Naufal setuju. Mereka juga merasa lelah padahal hanya duduk menonton dan melakukan aktivitas suporteran. Lalu mereka balik ke asrama. Tak lupa mengirim pesan di grup agar Rima dan Aylin tahu.
Apa yang terjadi sebenarnya…
Rima selesai melakukan tugasnya sebagai tim dokumentasi kegiatan. Dia sudah memilih foto-foto yang akan dikirimkan ke folder utama tim dokumentasi FT. Lalu cewek itu bergabung bersama anak-anak dokumentasi lain untuk rapat sejenak perihal nanti malam. Apa jobdesk mereka nanti.
Setelah itu selesai. Dia berencana menyusul Naufal dan lainnya yang sudah keluar lebih dulu dari GOR. Namun, dia baru ingat sesuatu.
Ada seseorang yang harus dia kunjungi terlebih dulu. Ingin memastikan kalau dia baik-baik saja.
Rima saja sampai ngilu melihatnya jatuh tadi. Apalagi sakit dipergelangan kakinya.
Saat hendak mengunjungi posko tim medis, yang dia yakin orang itu ada di sana, Rima tak sengaja melihat Aylin yang berjalan keluar GOR setelah pamitan dengan teman-teman sekelasnya.
Rima pikir Aylin bakalan menyusul Naufal dan kawan-kawan. Jadi, dia tak ambil pusing dan melanjutkan jalannya.
Yang Rima tidak tahu, Aylin bukan pergi ke arah Naufal dan yang lain berada. Melainkan ke arah berlawanan di mana dia ada janji dengan seseorang. Dia sudah berjanji akan menemuinya selepas pertandingan selesai.
Kalian sudah bisa menebak dengan siapa bukan?
.
.
.
.
.
a.n.
aneh ya? maaf kalau aneh dan dipaksakan kesannya. maaf kalo deskripsi terkait permainan basket ada yang salah, bakal kuedit nanti pas luang
rencana mau sekalian malam puncaknya, tapi kupikir bakal kepanjangan. jadi buat besok aja
oh iya, part ini aku nulis sambil dengerin lagu imagine dragon - enemy :D
so... see u next week i guess?