![Equilibrium [slow update]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/equilibrium--slow-update-.webp)
sport (n): an activity involving physical exertion and skill in which an individual or team competes against another or others for entertainment
.
.
[belum diedit lagi, maaf kalau gaje. I'll edit it later]
.
.
.
Setelah minggu-minggu akhir tahun dan awal tahun baru yang disibukkan dengan UAS, pengumpulan tugas dan remidi, pentas akhir tahun serta musyawarah akhir tahun akhirnya selesai juga.
Semester ganjil tahun ini pun berakhir. Tinggal menunggu nilai keluar dan persiapan untuk melakukan pembayaran UKT, registrasi ulang, dan pengisian KRS buat semester berikutnya.
Namun, sebelum itu, sekarang saatnya sport week!
Pekan olahraga menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu-tunggu para mahasiswa UHW. Diadakan setiap akhir semester sebagai ajang olahraga dan mempererat persahabatan antarfakultas.
Acara tersebut diadakan oleh BEM universitas yang bekerja sama dengan BEM fakultas dan duta kampus. Tiap fakultas wajib mengirimkan perwakilannya disetiap cabang lomba dan menyiapkan pasukan suporter untuk menyemangati perwakilan mereka serta memeriahkan acara.
Maka dari itu, tugas perdana Aji dan Naufal sebagai ketua dan wakil ketua BEM FT baru adalah pekan olahraga. Karena belum open recruitment anggota baru—bahkan untuk ormawa lainnya juga—dan anggota lama sudah demisioner, maka yang jadi panitianya adalah kepala divisi yang memang sudah ditunjuk oleh kepala divisi sebelumnya.
Tidak hanya di FT, tetapi juga baik semua fakultas dan di BEM univ sendiri.
Open recruitment anggota baru, baik untuk BEM, DPM, dan ormawa akan dimulai nanti setelah semester baru dimulai.
Persiapan di FT, dari pihak BEM sendiri lalu meminta ketua angkatan membantu menyampaikan informasi dan mendata siapa saja yang ikut ke para mahasiswa.
Jadi Teo sudah mulai sibuk mendata siapa saja yang ikut sejak seminggu ini. Dia juga meminta bantuan tiap ketua kelas masing-masing jurusan.
Neo dan Ridwan ikut tim basket putra yang terdiri dari tiga angkatan. Malah Ridwan menjadi salah satu pemain andalan karena selama latihan—yang sudah berjalan tiga kali—dia bermain dengan sangat jago.
Kai juga diajak ikut, tetapi dia memilih jadi pemain cadangan saja. Dia sudah cukup sibuk dengan tugasnya sebagai duta kampus.
Tiap cabor beregu diadakan seleksi kalau yang mendaftar ikut jumlahnya banyak, melebihi kuota yang ditetapkan. Basket menjadi salah satunya. Makanya saat Neo lolos, dia sangat senang karena awalnya dia tidak percaya diri melihat kemampuan yang lain sangat mahir.
Ojan lebih memilih ikut tim suporternya FT. Begitupun Rifa dan Maya serta mayoritas anak-anak FT lain. Tim suporter nanti juga akan dibagi untuk beberapa cabor yang diadakan bersamaan. Jadi tidak menumpuk di satu cabor.
Teo sendiri ikut futsal putra. Dia satu tim dengan Frans. Lalu ada Daffa yang ikut jadi salah satu perwakilan untuk lari marathon karena ternyata dulu ketika SMA, dia pernah ikut marathon.
Partner Kai sendiri, Freya, ikut di perwakilan estafet putri.
Sementara untuk para senior sendiri, mereka juga tidak kalah dengan para junior.
Naufal nanti akan ikut memperkuat tim sepak bola FT seperti sebelum-sebelumnya. Menjadi wakil ketua BEM baru tidak menjadikannya tidak ikut memeriahkan pekan olahraga semester ini.
Lalu ada Rima, atlet karate kita yang jelas akan mewakili FT nantinya. Rival terberatnya adalah sesama atlet karate fakultas lain, terutama anak FO.
Kemudian Budi dan Taufan yang memilih menjadi bagian dari tim suporter seperti tahun-tahun sebelumnya ketika pekan olahraga dihelat. Biasanya Budi akan menjadi salah satu korlap yang mengomando tim suporter FT. Cowok itu memang yang paling bersemangat kalau urusan suporteran.
Lalu bagaimana dengan Aylin?
Cukup banyak yang berasumsi kalau Aylin bakalan ikut basket.
Kenapa bisa begitu?
Bisa dibilang, Aylin itu cukup mahir bermain basket. Bahkan dia bisa mencetak three points dalam sekali lemparan. Aylin bisa main basket itupun karena kedua sepupunya, Nana dan Bimala. Nana yang memang atlet basket sekolah dan Bimala yang memang dasarnya suka basket selain bermain voli.
Apalagi tak jarang Bimala sering mengajaknya sparring di lapangan basket kampus.
Sayangnya tidak.
Meskipun cukup bisa men-dribble dan melempar bola basket, Aylin bukan orang seperti Nana atau Bimala yang menyukai basket. Dia bisa karena terpaksa. Bukan olahraga yang akan dia lakukan setiap ada waktu luang.
Lalu apakah Aylin akan berpartisipasi pekan olahraga semester ini?
Tentu, dia akan ikut. Seperti semester-semester sebelumnya juga.
Menjadi salah satu perwakilan FT di salah satu cabang olahraga.
.
.
.
"Hah? Kak Alin ikut badminton?" seru Rifa terkejut. Dia, Maya, dan beberapa maba yang tergabung dalam tim suporter terkejut mendengar dari Budi.
Freya yang sudah selesai dari lomba estafetnya—dia dan perwakilan lain masuk ke babak berikutnya—menyusul untuk menyaksikan pertandingan bersama tim suporter.
Budi, sebagai salah satu korlap suporter, memang membagi anak-anak FT ke dalam beberapa tim agar bisa mendukung perwakilan mereka di tiap cabor. Baru nanti saat puncak—biasanya di akhir—tim suporter akan dikumpulkan lagi untuk dinilai kekompakannya dan mendukung beberapa cabor yang memang finalnya di akhir acara. Saat itu juga akan diumumkan semua juara dari masing-masing cabor.
Dan tim yang diikuti Rifa dan Maya, dibawah komando Budi, akan mendukung pertandingan bulutangkis di GOR.
Budi mengangguk. "Hooh. Kalian nggak tahu? Oh iya ding, masih maba."
"Alin emang jadi salah satu wakil tunggal putri di badminton FT. Semester lalu dia jadi juara dua habis lawan anak FO yang emang atlet badminton."
Rifa, Maya, Freya, dan para maba yang mendengarnya berdecak kagum. Mereka juga masih tidak menyangka ternyata diam-diam ketua TPK mereka sekeren itu. Mereka jadi penasaran dengan permainan seniornya itu nanti.
Mereka lalu segera masuk ke GOR dan mencari tribun yang memang disiapkan untuk mereka. Budi dan beberapa senior lalu menata peralatan dan atribut seperti banner, bendera, dan drum.
Maya, Freya, Rifa, dan anak-anak FT lain yang tergabung dalam tim ini segera duduk menempatkan diri.
Di bawah sana, tepatnya di lapangan. sudah disulap menjadi dua lapangan bulutangkis yang akan digunakan untuk pertandingan kali ini. Babak penyisihan sebelum nanti pemenang di gim ini akan lanjut ke perempat final.
Semua sedang bersiap di sana.
Termasuk Aylin yang mengenakan celana olahraga selutut dan kaos lengan pendek terlihat melakukan pemanasan. Rambutnya yang panjang dikepang dengan rapi. Cewek itu tengah fokus melakukan pemanasan.
Hari ini adalah jadwalnya pertandingan bulutangkis tunggal putri dan ganda campuran. Masing-masing akan bermain di masing-masing lapangan yang disediakan. Tiap perwakilan fakultas juga tidak akan ditandingkan dalam waktu bersamaan, jadi tim supoter bisa mendukung perwakilan mereka tanpa harus membagi diri.
Maksudnya?
Jadi, misalnya pada pukul 09.30 adalah pertandingan tunggal putri FT. Baru nanti, misal pukul 13.00 adalah pertandingan ganda campuran FT.
Waktu bisa saja berubah tergantung durasi masing-masing permainan. Bisa lebih cepat atau harus mundur jamnya. Atau malah bisa diganti hari.
Namun, harapannya adalah tak banyak yang berubah untuk rundown acaranya.
Suara suporter mulai terdengar ketika pertandingan akan segera dimulai. Tim suporter FT semakin heboh ketika Aylin memasuki lapangan dengan raketnya. Orang-orang yang belum pernah melihat ketua TPK mereka seperti ini semakin heboh.
Apalagi saat permainan dimulai. Saat Aylin memulai servisnya dan berlanjut dengan servis dan pukulan lain. Terlihat begitu fokus dan menguasai permainannya.
Lawannya di babak penyisihan ini adalah salah satu perwakilan dari Fakultas Pertanian.
Bukan lawan yang berat, tetapi tidak serta merta meremehkannya.
Mengingat ini baru babak awal. Masih jauh dari final.
FT sendiri punya dua perwakilan untuk tunggal putri. Aylin dan yang satunya adalah maba bernama Yessi, anak jurusan Teknik Geologi, yang baru akan bertanding besok melawan perwakilan FO.
Babak penyisihan langsung melawan atlet! Rival Aylin di pekan olahraga UHW cabor bulutangkis tunggal putri. Yang selalu menyabet gelar juara pertama.
Hal yang membuat Yessi cukup cemas untuk besok. Namun, Aylin sebagai senior yang baik dan sesama perwakilan FT menyemangatinya agar tidak usah terlalu memikirkan. Fokuslah pada permainanmu besok dan keluarkan kemampuanmu yang paling maksimal.
Teriakan tim suporter FT kembali bergema dengan heboh saat babak pertama selesai dengan Aylin yang berhasil memimpin dengan skor 21-14 dalam waktu cukup singkat.
"FT?!"
"JAWARA! HU~ HAH!"
"ALIN! SEMANGAT LIN! JANGAN SAMPAI RUBBER!" Budi berteriak disela-sela hiruk pikuk suporter yang saling bersautan. Membuat suasana GOR terasa hidup.
"YOK BISA YOK!"
Percaya atau tidak, Aylin adalah salah satu pemain bulutangkis andalannya FT!
Ha? Kok bisa?
Ya memang bisa. Begini-begini Aylin mahir main badminton. Olahraga itu menurupakan olahraga favoritnya dan percaya atau tidak, Aylin itu pecinta badminton alias BL alias badminton lover.
Sejak kecil dia suka sekali menonton tiap pertandingan bulutangkis, baik di televisi maupun langsung. Bahkan dulu pernah bercita-cita untuk jadi atlet badminton. Ikut latihannya tiap Selasa dan Jumat sore di balaidesa—yang memang ada pelatihan resminya. Ikut pertandingan dan beberapa kali juara.
Namun, sayangnya impiannya untuk jadi atlet profesional harus terhenti ketika dia masih SMP karena cedera. Padahal tidak lama lagi ada pertandingan dari ajang bergengsi.
Dan pertandingan kala itu seperti sebuah tiket emas.
Lalu kesibukannya di SMP di mana dia terpilih jadi pasukan tonti dan menjadi komandan peletonnya cukup menyita waktu. Aylin jadi jarang ikut latihan di balaidesa.
Meski salah satu impiannya pupus dan sempat kecewa, Aylin tetap tidak meninggalkan bulutangkis. Dia lalu mengubahnya jadi hobi. Apalagi ayahnya yang memang suka main bulutangkis juga. Jadi ada teman.
Pernah suatu kali, saat SMA—di mana Aylin sudah yakin kalau impiannya jadi atlet tidak akan terwujud karena faktor usia—ayahnya yang pulang dari tugas dan sedang libur beberapa hari mengajaknya menonton Indonesia Open yang kala itu dilaksanakan di Jakarta.
Lalu pertemuan tak terduga dengan atlet Indonesia favoritnya menjadi salah satu alasan terbesar kenapa dia tetap main bulutangkis sampai sekarang. Kala itu idolanya menjadi juara pertama di sektor ganda putra.
Bahkan sampai sekarang, Aylin masih mengingat-ngingat apa yang atlet itu ucapkan padanya. Benar-benar tertanam di hatinya.
Cerita Aylin dan bulutangkis untuk lain hari saja. Sekarang kita kembali ke saat ini. Di mana semua orang tengah melakukan persiapan untuk pekan olahraga minggu depan.
Budi dan para senior tahun ketiga sudah mengumpulkan teman seangkatan dan para junior yang akan ikut tim suporter. Menyiapkan atribut untuk memeriahkan euforia dan kekompakan, membagi tugas dan plotting, lalu tentu saja latihan agar kompak.
Siapa tahu bisa menyabet juara tim suporter terbaik untuk pekan olahraga semester ini 'kan?
Tidak hanya anak-anak Fakultas Olahraga yang ambis masalah olahraga, tetapi fakultas lain juga. Apalagi anak-anak Fakultas Teknik.
"Pertandingan kali ini dimenangkan Fakultas Teknik dengan skor akhir 21-9!"
Seketika pendukung FT kembali heboh.
.
.
.
Beberapa hari berlalu sejak dibukanya Sport Week UHW akhir semester ganjil ini. Masing-masing cabang olahraga sudah berjalan beberapa kali. Bahkan ada yang sudah memasuki semi final—kebanyakan yang jumlah pesertanya lebih sedikit dan tidak perlu memakan durasi waktu yang banyak.
Perwakilan FT sendiri ada yang gugur di awal dan ada yang masih lanjut ke babak berikutnya—dan mayoritas masih lanjut berjuang untuk babak berikutnya. Anak-anak Fakultas Teknik punya harga diri tinggi dan bisa dibilang berambisi untuk jadi juara. Jadinya, mereka benar-benar berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik.
Musuh bebuyutan FT selama pekan olahraga itu ada FO, FGK, dan Fisipol. Keempat fakultas itu punya ambisi yang sama dan sama-sama tidak mau kalah.
Hanya saat agenda-agenda yang melibatkan antarfakultas keempatnya benar-benar menunjukkan diri sebagai rival.
Apalagi FT dan FGK yang memang terkenal sebagai rival sejati. Dua fakultas yang terletak tidak begitu jauh satu sama lain itu memang kerap kali bersaing dan apabila ada yang kalah, terkadang pihak yang kalah tidak akan terima.
Lalu mencari gara-gara.
Meski dikenal rival, dua fakultas itu tak jarang saling bekerja sama. Apalagi ketika ada proyek yang berkaitan dengan jurusan masing-masing.
Kembali ke perwakilan FT. Aylin tentu masih berjuang untuk babak selanjutnya. Dia jadi harapan satu-satunya FT di sektor bulutangkis tunggal putri karena Yessi harus kalah saat menghadapi perwakilan dari FO.
Yang merupakan rival Aylin!
Mereka bisa berhadapan lagi seperti semester lalu di final kalau mereka bisa mengalahkan lawan mereka di semi final nanti.
Momen yang ditunggu-tunggu Naufal and the gang serta para senior yang suka bulutangkis dan pernah melihat keduanya berhadapan. Mereka tahu bagaimana keduanya di lapangan saat pekan olahraga semester lalu.
Momen yang juga ditunggu Kayvan dan para maba lain yang penasaran setelah mendengar cerita dari senior mereka.
Jadi tidak sabar!
Kemudian, untuk Sport Week UHW kali ini, ada sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru semester ini diikutkan untuk memeriahkan agenda rutin ini.
Selain pertandingan olahraga dan lomba kekompakan suporter, ada satu lomba lagi yang ditambahkan yaitu lomba menyanyi.
Iya benar!
Ide itu tercetus dari sang wakil BEM univ sendiri. Lalu diikuti persetujuan mayoritas para menteri dan duta kampus. Tujuannya untuk semakin memeriahkan pekan olahraga.
Siapa saja boleh ikut. Mulai dari mahasiswa bahkan tenaga pendidikan yang ada di UHW. Tema lagu yang diminta adalah tentang persahabatan, sportifitas, dan sejenisnya. Intinya yang sesuai dengan suasana Sport Week UHW.
Yang paling unik dari lomba menyanyi ini adalah, peserta harus tampil dalam sebuah tim yang berjumlah minimal delapan orang!
Apalagi harus ada tarian atau koreografi saat tampil nanti. Tidak hanya tampil bernyanyi biasa.
Waduh, bagaimana tuh?
Mana tiap tim diharapkan agar tidak menggunakan lagu yang sama lagi!
Nah, itulah tantangannya. Peserta harus mempersiapkan tim, lagu, dan konsep koreo yang ingin mereka tampilkan dalam waktu yang tak begitu banyak.
Jadi nanti yang dinilai itu adalah kekompakan, ide, dan ketepatan lagu dengan tema. Itupun tidak begitu saklek. Asalkan kompak sudah jadi nilai plus.
Pemberitahuan tentang lomba itu sudah jauh-jauh hari. Bahkan lebih dulu pengumuman tentang lomba menyanyi daripada soal pekan olahraga itu sendiri. Namun, pendaftaran baru akan dibukan di pertengahan acara pekan olahraga.
Lalu kapan lombanya?
Sehari sebelum acara puncak pekan olahraga atau sebelum final dan pengumuman kejuaraan.
Jadi memang lombanya bisa dibilang spontan.
Namun, itulah yang seru bukan?
Hadiah untuk lomba menyanyi ini memang tidak semewah seperti turnamen di pekan olahraga. Namun, yang jelas, hadiahnya bisa dinikmati bersama-sama.
Di FT sendiri, begitu tahu tentang lomba itu, Budi langsung dengan gercep mengusulkan untuk ikut. Dia seperti seorang sales yang berhasil mempengaruhi untuk membeli dagangannya.
"Biar tambah gayeng, nggak menang nggak papa kalau yang ini. Kan buat memeriahkan," katanya waktu itu.
Lalu siapa saja yang akan tergabung dalam sebuah tim?
Budi dengan cerdiknya mengumpulkan anak-anak yang jago nyanyi dari tiap angkatan. Lalu mengumpulkan anak-anak yang sekiranya bisa dikorbankan.
Sialannya, Budi bahkan sudah mengantongi nama-namanya setelah dia tahu soal pengumuman lomba itu.
Licik sekali memang.
.
.
.
.
.
.
a.n.
that's all. maaf kalau aneh. aku sedang membangun mood dan mengingat kembali rencana plot yang mau kutulis sebelum aku break sebentar untuk fokus ke real life sebelumnya. aku akan mengeditnya lagi nanti
maaf kalau lama ya
see u on the next chapter!