Equilibrium [slow update]

Equilibrium [slow update]
The New Official Duties



Duty (noun): a task or action that someone is required to perform


.


.


.


[baru minor editing]


.


.


.


.


Akhir bulan Mei menjadi hari-hari sibuk semua mahasiswa di UHW karena melaksanakan ibadah UAS Genap. Apalagi ujian akhir semester genap dilaksanakan bertepatan di pertengahan bulan puasa tahun ini. Mereka harus berjuang memeras otak sambil menahan haus dan lapar. Di tambah cuaca pada bulan Mei yang sudah memasuki musim kemarau.


Panas.


Di Fakultas Teknik sendiri, suasana hectic tak beda jauh dari fakultas-fakultas lain. Fakultas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di UHW terlihat sibuk dengan banyaknya mahasiswa yang belajar di area kampus atau sekedar beristirahat menunggu jam ujian selanjutnya.


"Lin, pinjam catatan Kalkulus II punyamu dong. Aku melihat catetanku kok malah bingung sendiri ya," Naufal, yang duduk di sebelah Budi yang asyik bermain game di ponselnya, berujar ke Aylin.


"Kau nyatetnya waktu itu 'kan setengah sadar, jadi pantes kau nggak paham tulisanmu sendiri," kata Aylin sambil menyerahkan buku catatannya.


"Ya pas itu ngantuk banget aku, Lin. Pak Darmo kayak mendongeng sih."


Aylin dan Naufal satu kelas besar, kelas A. Namun, kelas kecilnya berbeda. Kelas besar terdiri dari dua kelas kecil digabung menjadi satu dan biasanya terdiri sampai lima puluh mahasiswa. Sedangkan kelas kecil biasanya hanya terdiri dari dua puluh sampai dua puluh dua mahasiswa. Kelas besar biasanya digunakan untuk mata kuliah umum atau mata kuliah jurusan yang tidak terlalu memerlukan pembelajaran intensif. Sedangkan kelas kecil digunakan untuk mata kuliah jurusan yang paling pokok dan perlu pembelajaran intensif.


Begitulah sistem pembagian kelas di UHW. Biasanya dibagi berdasarkan jalur masuknya dan urutan NIM ketika mau memasuki semester satu. Dan UHW sendiri, pada saat mengambil SKS harus sesuai dengan kelas masing-masing. Meskipun tetap ada segelintir yang bandel dan menyerobot kelas lain sehingga menyisakan mahasiswa yang melakukan registrasi akhir-akhir harus menerima sisa yang ada.


Atau harus menghubungi admin jurusan masing-masing untuk membukakan kelas lagi. Dan sang admin yang tahu kasusnya, akan segera mengeluarkan mahasiswa yang menyerobot kelas lain dari daftar presensi dan membiarkan mahasiswa yang berhak untuk mengambil kelasnya.


"Bud, kau nggak ada jadwal ujian lagi hari ini?" tanya Taufan penasaran. Dia tengah sibuk membuat contekan—yang semoga saja bisa dia buka pas nanti ujian jam sebelas—sementara itu Budi terlihat sangat santai.


"Udah selesai tadi. Hari ini kelasku cuman satu matkul, lainnya ngumpulin tugas," jawab Budi tanpa mengalihkan pandangannya.


"Ih, kok enak banget!" seru Rima tidak terima. Dia dan Budi satu jurusan, tetapi beda kelas—kelas besar dan kecil—yang artinya beda jadwal karena dosen yang mengampu juga berbeda. Dan hari ini cewek itu ada ujian pukul sebelas sampai pukul tiga sore dengan jeda sebentar untuk ishoma.


"Emang kau udah bikin tugasnya?" tanya Rima sangsi.


"Gampang lah nanti."


Rima hanya mencibir mendengarnya. Sepupunya ini memang terlalu santai. Dia bisa menebak nanti Budi hanya akan menyalin punya temannya.


"Oh iya, jangan lupa ada rabes perdana Isimaja ya kawan-kawan," Naufal mengingatkan.


Terdengar keluhan dari teman-temannya.


"Telat nggak apa-apa 'kan Pal?" tanya Taufan, "Mau ketemu dosen ngumpulin tugas."


"Iya nggak apa, Pan. Asal ketua tim-mu udah dikasih tahu juga."


"Lin, aku izin nyusul ya? Masih ada ujian," kata Rima pada Aylin. Sementara yang bersangkutan hanya mengangguk dan berkata, "beres".


Tahun ini adalah tahun kedua mereka mengikuti panitia Isimaja FT. Naufal sebagai ketua panitia Isimaja setelah melewati berbagai tes kelayakan dan memang dulu pas maba juga ditunjuk oleh ketua pada masanya. Tahun sebelumnya, Naufal merupakan anggota Tim Pemandu dan salah satu yang menjadi Korlap atau koordinator lapangan juga.


Aylin yang menjadi ketua Tim Penegak Kedisiplinan FT dan Budi yang menjadi ketua Tim Perkap. Sementara Rima tetap menjadi anggota TPK dan Taufan di Tim Konsumsi seperti tahun sebelumnya.


Open recruitment panitia Isimaja sudah dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Dan pengumuman panitia yang lolos seleksi sudah diumumkan dua minggu yang lalu.


Para ketua tim memang sudah ditunjuk dan diminta oleh ketua tim sebelumnya. Tinggal melakukan pendaftaran terbuka untuk semua mahasiswa FT, maksimal semester empat saat pendaftaran, sebagai anggotanya.


Sebelum rabes atau rapat besar hari ini, para ketua dan pengurus inti sudah mengadakan rapat untuk membahas beberapa hal terkait kepanitiaan. Info rabes biasanya dibagikan ke grup whatsapp masing-masing tim yang telah di bentuk sejak pengumuman panitia lolos seleksi oleh ketua tim masing-masing. Dan segala perizinan anggotanya harus melalui ketua tim masing-masing untuk sementara waktu.


Sebelum nantinya akan dibagi beberapa anggota TPK yang bertugas sebagai penanggungjawab untuk segala perizinan di setiap tim. Jadi, semua anggota harus melalui TPK dan tak lupa memberitahu ketua timnya ketika hendak melakukan izin yang bisa dipertanggungjawabkan dan mendesak.


Sejujurnya, Aylin sangat gugup mengingat dirinya adalah ketua TPK tahun ini. Bukan karena apa, tetapi dirinya adalah ketua TPK perempuan pertama di FT sejak mahasiswi pertama menjabat hampir dua dekade yang lalu.


Bahkan bisa dibilang sangat jarang ada ketua TPK perempuan di UHW.


Mungkin di FMIPA, FIP, atau Fakultas Psikologi akan menemukan ketua TPK perempuan sesekali. Beda lagi dengan fakultas lain. Terlebih FT yang mayoritas mahasiswanya adalah laki-laki.


Aylin masih mempertanyakan kenapa Teguh, ketua TPK waktu dirinya masih maba, memilihnya menjadi ketua TPK selanjutnya. Padahal ada pilihan lain yang lebih baik.


Yang dia ingat, dulu gara-gara dirinya telat lima menit waktu hari pertama Isimaja protokoler di GOR, dia dihukum lari keliling lapangan beberapa kali dan push up beberapa seri oleh Teguh. Dan setelah itu, Teguh mulai 'mengincarnya' selama inaugurasi berlangsung.


"Kalau kau jadi ketua TPK selanjutnya, bagaimana menurutmu? Apa kau mau?" tanya Teguh kala itu ketika penutupan Isimaja FT.


Aylin bingung harus menjawab apa.


"E-eh..?"


"Kuharap kau memikirkan jawabannya baik-baik. Tapi aku mau kau jadi kandidat selanjutnya, menggantikan Zul nanti. Dan kuharap kau menerimanya."


Teguh menepuk bahu kanannya sebelum berlalu pergi. Meninggalkan Aylin yang linglung dengan pikiran berkecambuk.


Pada akhirnya dia menerimanya dengan berbagai pertimbangan dan juga Teguh yang sesekali menagih persetujuannya ketika bertemu. Dan ketika dia bertanya ke seniornya itu alasannya memilihnya sebagai ketua TPK padahal dirinya seorang perempuan, seniornya itu menjawab:


"Aku melihat dedikasimu saat aku menghukummu di lapangan dekat GOR. Kau nggak mengeluh dan menyelesaikan perintah tugas dengan baik. Jadi, kuputuskan saat itu juga kau cocok jadi ketua TPK."


"Aku nggak memandang cewek atau cowok yang jadi ketua TPK, tapi memang, jabatan itu diisi oleh cowok karena banyak faktor. Salah satunya, mentalnya harus jadi dan bijak ngambil keputusan buat aturan dan hukuman. Dan aku punya feeling kau punya kriteria itu," lanjut Teguh kala itu.


Padahal Aylin itu tipe yang pendiam dan lumayan pemalu. Bahkan ketika dia memberitahukan hal ini ke keluarganya, banyak yang tak percaya. Apalagi sepupunya, Bimala. Meskipun, memang, dia dulunya merupakan pasukan peleton inti SMP dan SMA serta pernah bergabung dalam tim paskibra provinsi, tetap saja Aylin itu orangnya tidak suka pusat perhatian, kikuk, dan pemalu.


Semoga saja tahun ini berjalan lancar tanpa masalah dari maba.


.


.


.


Mayoritas anggota panitia Isimaja FT sudah berkumpul di aula besar, tempat di mana rapat besar perdana dilaksanakan. Banyak yang izin masih melaksanakan ujian, jadi dimaklumi. Panitia tahun pertama masih terlihat cukup canggung berbaur dengan panitia tahun kedua.


Sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, tetapi belum juga dimulai oleh Naufal. Terlihat ketua tim dan pengurus inti tengah melingkar di sudut ruangan sedang membahas sesuatu. Beberapa saat kemudian, rapat kecil itu dibubarkan dan semua ketua tim kembali ke tempat masing-masing.


Semua panitia duduk membentuk persegi panjang besar, di mana di sebelah selatan adalah pengurus inti dan ujung yang berlawanan dengannya, dekat pintu masuk, adalah tempat personil TPK duduk menggerombol.


"Baik, sebelumnya, assalamu'alaikum teman-teman!" Naufal menyapa yang kemudian dibalas panitia yang lain.


"Saya mau mengucapkan selamat pada panitia yang berhasil bergabung dan juga selamat datang di agenda rabes perdana kita sebagai panitia Isimaja FT 20XX," lanjutnya.


Mayoritas panitia terlihat bertepuk tangan.


"Di sini saya, Naufal Pratama, yang beramanah sebagai ketua Isimaja FT 20XX memohon bantuan dan kerjasama kalian semua dalam menyambut maba FT tahun ini. Semoga hajat yang kita usahakan bersama-sama dapat tercapai dan terlaksana dengan baik, aamiin."


"Aamiin," semua panitia mengamini.


"Sebelum kita mulai membahas agenda lebih lanjut, alangkah baiknya kita perkenalan dulu untuk ketua masing-masing tim yang bertanggung jawab di tim mereka. Beberapa mungkin ada yang sudah kenal, beberapa ada yang belum. Jadi, kalau ada keperluan dengan tim yang bersangkutan, kita tahu siapa yang mau kita cari," kata Naufal.


"Di mulai dari ketua Tim Acara ke kiri ya, baru nanti pengurus inti yang terakhir. Perkenalkan nama, berapa personilnya, dan tugasnya."


Naufal menyerahkan pelantang yang dia pegang ke ketua Tim Acara yang duduk tak jauh darinya. Orang yang bersangkutan mengenalkan diri sebagai Seno Abiyasa dari jurusan Teknik Geologi. Kemudian menyebutkan total anggota Tim Acara yang berjumlah enam belas orang dan tugas mereka.


Kemudian dilanjut ketua Tim Pemandu yaitu Andika Galang Wisesa dari jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Total anggota Tim Pemandu merupakan yang terbanyak, yaitu ada 120 orang. Lalu ada cowok agak gondrong bernama Peter Arif Yunanto dari Teknik Informatika sebagai ketua Tim PDD dengan anggotanya ada tiga belas orang. Sampai tiba giliran Aylin untuk memperkenalkan diri.


"Saya Aylin Maharani dari Teknik Industri," katanya singkat dengan wajah datar. Perkenalannya benar-benar singkat dan terkesan dingin. Banyak panitia yang merasa sedikit canggung tiba-tiba.


Namun, dalam hati sebenarnya, Aylin agak gugup dan takut ada kesalahan.


"Total anggota ada empat puluh sembilan dan anggota TPK bayangan berjumlah sepuluh orang."


TPK merupakan satu-satunya tim yang sejak awal pembentukan memiliki tambahan anggota yang dirahasiakan identitasnya. Tujuannya adalah untuk mengawasi jalannya agenda dengan membaur bersama maba dan bertugas untuk mencegah informasi-informasi palsu yang sering kali beredar dikalangan maba saat pandaftaran Ospek. Sekaligus untuk mengawasi awak media yang berniat meliput dengan atau tanpa memiliki izin.


Karena media luar bisa saja menuliskan berita dari hasil wawancara dari orang yang tanpa sadar malah membocorkan segala informasi yang ada di kepanitiaan maupun agenda Isimaja secara umum. Intinya, mencegah berita miring karena kita tidak sadar telah diwawancarai untuk kepentingan berita.


Bahkan lembaga pers mahasiswa yang ada di UHW pun harus mendapatkan izin dari TPK langsung dan hanya ketua Isimaja saja yang boleh diwawancarai.


Intinya, selain menegakkan kedisiplinan, TPK juga menjaga keamanan agar tetap kondusif.


Kemudian berlanjut ke perkenalan khas a la Arif Budi Prasetyo alias Budi sebagai ketua Tim Perkab dari Teknik Sipil dengan anggotanya ada tujuh belas orang. Dibandingkan dengan tim lainnya, sepertinya Tim Perkab dan Tim PDD-lah yang terlihat sangat santai. Entah dari segi penampilan ataupun tingkah lalu mereka.


Jika diurutkan setelah Tim Perkab, urutannya menjadi seperti ini:


Tim Konsumsi yang berjumlah lima belas orang termasuk ketuanya, Marisa Nurul Andini dari Pendidikan Tata Boga. Tim di mana Taufan bergabung untuk kedua kalinya dalam susunan kepanitiaan Isimaja FT.


Selanjutnya adalah Tim Medis yang terdiri dari tiga puluh empat orang—karena kita butuh personil yang banyak untuk mengurusi lebih dari seribu maba—yang diketuai oleh Fatimah Larasati dari jurusan Pendidikan Tata Busana.


Kemudian ada Tim KSK atau Kesekretariatan, tempat pertama maba berinteraksi langsung dengan seniornya untuk urusan administrasi Isimaja dan informasi terkait lainnya. Di tim ini juga yang bekerja sama langsung dengan para TPK dalam menjaga data para mahasiswa baru dan informasi seputar Isimaja. Serta mengurusi isu-isu terkait agenda inaugurasi. Terdiri dari empat belas orang dan diketuai oleh Eva Yuliana dari Pendidikan Teknik Elektro.


Tim Humas dan Sponsorship yang diketuai oleh Dini Wardani dari Pendidikan Tata Boga dan beranggotakan enam belas orang termasuk Dini sendiri. Salah satu tim yang tugasnya cukup berat tetapi juga cukup menyenangkan karena bisa touring Jogja untuk memasukkan proposal sponsorship ke berbagai badan usaha atau lembaga. Mereka menyebut diri mereka tim lambe nyinyir nggolek duit, karena mereka harus pintar-pintarnya merangkai kata saat mengajukan proposal dan harus siap mental juga andai ditolak. [bibir nyinyir (buat) mencari uang]


Lalu di sebelahnya ada Tim Advokasi yang kebanyakan anggotanya merupakan anak-anak DPM atau Dewan Perwakilan Mahasiswa. Beranggotakan dua puluh orang dan dipimpin oleh Nur Sulistyo Hermawan dari Teknik Otomotif. Tugas mereka ya sebagai perwakilan mahasiswa untuk mendapatkan hak-haknya dan lain sebagainya.


Dan yang terakhir merupakan pengurus inti. Terdiri dari Naufal dari Teknik Industri sebagai ketua, Suci Ramadanti dari Pendidikan Tata Busana sebagai sekretaris satu, Rika Anggita Putri dari Teknik Kimia sebagai sekretaris dua, Winda Ardani dari Pendidikan Teknik Sipil sebagai bendahara satu, dan Ageng Cahyanto dari Teknik Elektro sebagai bendahara dua.


Semua ketua tim dan pengurus inti merupakan mahasiswa tahun ketiga semester depan, kecuali Rika dan Ageng yang merupakan tahun kedua semester mendatang. Biasanya, sekbend dua memang diisi mahasiswa tahun kedua agar di tahun berikutnya bisa mengisi sekbend satu karena sudah ada pengalaman dan tahu seluk beluk tugas sekbend di kepanitiaan.


Setelah selesai sesi perkenalan, Naufal lalu melanjutkan pembahasan mengenai teknis Isimaja secara umum dan pembahasan kesepakatan dan aturan dari pihak universitas dan fakultas khususnya.


Hari pertama rabes hanya membahas hal-hal yang masih umum. Rabes berlangsung sampai pukul setengah lima sore dengan jeda shalat ashar. Kemudian, Naufal juga memberi PR ke Tim Acara untuk menentukan tema Isimaja FT tahun ini, TPK untuk segera merumuskan peraturan buat panitia dan maba, dan Tim Pemandu untuk mulai menyicil membuat yel-yel.


Tak lupa Naufal juga berpesan ke Tim KSK untuk melaporkan tiap perkembangan administrasi maba yang sudah ada⸺maba dari jalur SNMPTN untuk sementara.


Sesuai kesepakatan hari ini juga, rabes akan diadakan seminggu sekali setiap hari Rabu di aula besar FT. Rabes akan dimulai pukul satu siang agar tidak terlalu sore selesainya. Setiap tim juga harus melakukan rapat internal untuk membahas ketentuan, tugas, dan rencana masing-masing sebelum dilaporkan pada saat rapat besar. Waktu pelaksanaan sesuai kesepakatan masing-masing tim asal tidak bertubrukan dengan jadwal rabes.


Dan tak lupa rapat ketua tim dan pengurus inti untuk membahas hal-hal signifikan dalam persiapan agenda Isimaja FT. Mereka juga harus menghadiri rapat dengan fakultas lain yang dipimpin oleh koordinator dari panitia Isimaja universitas. Pekerjaan mereka memang jauh lebih banyak dan lebih sibuk daripada anggotanya.


Eksekusi Isimaja FT akan dilaksanakan dalam waktu kurang lebih tiga bulan lagi. Dan banyak hal yang perlu dipersiapkan.


Semoga semuanya berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.


Semangat para kakak panitia!


.


.


.


.


.


.


a. n.


dan jargon lambe nyinyir nggolek duit itu bukan punyaku. credited to the owner (sie humas dan sponsor at that time in my faculty)