![Equilibrium [slow update]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/equilibrium--slow-update-.webp)
wrecked (adj): having been wrecked.
.
.
.
[baru minor editing, part pendek. warning! mentioned of song lyrics, PTSD but in brief]
.
.
.
...
One more lie
But I felt so numb
It barely hurt...
.
Bimala adalah aktor yang handal. Dia memerankan peran sangat baik yang bisa menipu banyak orang. Yang membuat orang-orang beranggapan bahwa dia adalah Bimala yang selama ini mereka kenal.
Cewek itu akan tersenyum dan tertawa. Bertingkah jahil seperti biasanya. Dan semua orang akan percaya. Bahkan terkadang dirinya sendiri percaya dengan lakon yang dia mainkan.
Sayangnya, Bimala tidak bisa menipu orang-orang yang mengenalnya lebih dari mereka yang mengenal Bimala.
Bagi orang-orang itu, mereka tahu apa yang sedang ditutupi Bimala. Bagaimana dia berlindung dibalik topeng baik-baik saja.
Mereka tahu, tetapi tidak mendesaknya.
Tidak, tidak perlu. Terlalu banyak luka belum mengering yang harus ditutupi. Kalau dipaksa dibuka, takut hanya akan meninggalkan rasa perih sampai jadi mati rasa.
Bimala hanya ingin terlihat baik-baik saja. Tidak ingin dikasihani. Walau sebenarnya kejadian itu menghancurkannya.
Senyumnya tak sama lagi. Dia tersenyum, tetapi tidak sampai menyentuh matanya. Sorot matanya sering kali terlihat kosong, tidak hidup.
Saat semua orang pergi, Bimala melepas topengnya. Dia bukan perempuan tangguh seperti yang dia tampilkan.
Dia hanya sosok rapuh yang bisa saja hancur lebur kapan saja.
Dihantui mimpi buruk. Rasa ingin membersihkan dirinya begitu kuat. Dia menangis dan marah setiap kali dia menggosok badannya sampai memerah.
Dia merasa begitu kotor.
Rasanya seperti ingin mati.
.
.
.
And I fell forward into your darkness
Broken, down to nothing
.
"Dek..." Gio memanggil adiknya dari luar kamar. Dia membawakan sarapan yang kesiangan untuk adiknya yang dari kemarin mengurung diri di kamar.
Hari ini Gio membolos kuliah. Begitupun sama seperti beberapa hari yang lalu. Hanya ada dirinya dan asisten rumah tangga mereka yang datang pada pagi hari lalu akan pulang saat sorenya. Kedua orang tua Gio dan Bimala masih dinas di luar kota. Mereka baru akan pulang seminggu lagi.
"Bia?" Gio memanggil sekali lagi sambil mengetuk pintu kamar adiknya itu.
Tidak ada respon. Gio mencoba membuka pintu yang ternyata tidak dikunci.
Kamar kosong. Tidak ada adiknya di sana. Namun, tempat tidurnya masih terlihat berantakan.
Gio menaruh nampan yang berisi sarapan ke atas meja sambil menyapukan pandangannya untuk mencari sosok Bimala.
Pendengarannya menangkap suara air menyala di kamar mandi di kamar Bimala.
Buru-buru Gio mengeceknya dan hal yang ditemukannya membuat matanya melotot. Cowok itu luar biasa terkejut.
"BIMALA!"
Buru-buru Gio menghampiri adiknya yang duduk di lantai kamar mandi. Shower menyala dan Bimala yang masih mengenakan piyamanya terlihat basah kuyup.
Gio mendapatinya menangis dalam keadaan basah kuyup sambil menggosok-gosok tangannya. Seolah-olah mencoba menghilangkan kotoran. Membuat tangan pucatBimala berubah kemerahan.
Gio mendekap Bimala. Adiknya itu sempat memberontak, tetapi akhirnya tenang saat Gio berusaha menenangkannya. Lalu Gio membawanya kembali ke kamar setelah mengambil handuk. Tak memedulikan kini bajunya juga ikut basah.
Tangisan pilu adiknya membuat hatinya teriris sakit. Matanya ikut berkaca-kaca. Namun, dia berusaha keras menahan tangisnya.
Dia harus kuat.
Untuk Bimala, adiknya.
"Tenang... tenang... Mas di sini," Gio berusaha menenangkan adiknya. Sekuat apapun dia mencoba menahan diri, suaranya tetap bergetar.
"Udah ya gosok tangannya. Nanti tanganmu sakit. Udah ya? Mas di sini kok..."
Gio tak tega melihat adiknya. Empat kali ini sejak kejadian beberapa hari yang lalu dia memergoki Bimala melukai dirinya. Dan saat itu juga, hatinya ikut hancur.
Dia marah. Sangat marah pada dirinya sendiri karena dia tidak bisa melindungi adiknya sendiri.
Gio selalu mencoba terlihat kuat dan selalu ada untuk Bimala. Namun, ketika dia mengurung dirinya di kamar, air mata mulai berjatuhan membasahi pipinya.
Dia menangis sendirian. Tak ingin orang lain tahu, tidak ingin Bimala tahu, kalau dia juga ikutan menangis.
Berulang kali dia menyalahkan dirinya.
Dia gagal.
Dia telah gagal sebagai seorang kakak.
.
.
.
I was wrecked by you
Torn apart and left in two
.
Rangga mendapatkan ganjarannya, dia dipenjara dan dikeluarkan dari sekolahnya. Namun, Gio tak puas dengan hasilnya. Hukum berat sebelah karena ternyata salah satu keluarga Rangga punya kekuasaan lebih. Dan alasan berikutnya karena Rangga masih di bawah umur.
Bahkan dirinya sempat berang karena ada yang menyarankan untuk menikahkan keduanya.
H*ll! Bimala masih lima belas tahun! Orang gila mana yang menyarankan pernikahan adalah penyelesaian terhadap kasus pelecehan?
Apalagi mereka sama-sama masih di bawah umur! Kemana tadi ucapan kalau si pelaku masih di bawah umur?
Kasus itu adalah kasus tertutup. Bahkan kedua orang tuanya tidak dia beritahu. Gio bertindak sebagai wali Bimala saat kasus itu ditangani.
Pada awalnya, Gio ingin sekali memberitahu orang tua mereka. Keduanya berhak tahu.
Namun, Bimala memohon-mohon padanya agar jangan beritahu mereka. Dia tidak mau orang tua mereka kecewa dan kepikiran. Apalagi dirinya merasa malu dan jijik pada diri sendiri.
Gio tidak setuju tentu saja. Dia berusaha membujuknya. Di sisi lain, Gio juga tidak tega.
Tidak tega melihat adiknya yang sampai memohon-mohon sambil menangis pilu.
Apapun itu.
Gio juga bilang, cepat atau lambat ayah dan ibu mereka pasti akan tahu.
.
.
.
You won that night
But I had to lose to learn to fight
With open eyes
Cause every match just needs a strike
.
Orang tua mereka akhirnya tahu juga. Ayah sempat memarahi Gio karena merahasiakan masalah sebesar ini. Pria itu kecewa dengan putranya. Sang ibu terpukul mendengar kalau putrinya terluka dan dirinya tidak ada disampingnya saat itu.
Gio memberi alasan kalau ini semua permintaan Bimala dan memohon agar jangan menyalahkan adiknya itu.
"Apapun alasannya, hal ini tetap masalah yang serius," ayahnya berujar dengan kalut, "Ayah macam apa yang nggak tahu kalau putrinya jadi korban tindakan menjijikan?"
Bagaimana mereka bisa tahu?
Keduanya sempat curiga dengan Gio yang membolos kuliah, Bimala yang pendiam dan selalu mengurung diri di kamarnya, dan kunjungan mereka ke psikolog dan psikiater.
Keluarga mereka memang membiasakan untuk sesekali berkonsultasi ke psikolog. Namun, untuk kali ini sepertinya berbeda dan terlihat serius.
Pada akhirnya, dengan tidak rela, keduanya tetap bersikap seperti biasanya. Mungkin jadi lebih perhatian dan protektif.
Ayah dan ibu akan lebih memantau secara tidak langsung.
Demi putri mereka agar bisa kembali seperti sedia kala.
Bimala sempat cuti dua bulan dari sekolah. Alasannya karena dia tidak mau pindah sekolah ketika Gio menyarankan untuk pindah saja.
Selain itu, dia punya mimpi dan ambisi yang harus diwujudkan.
Bimala memang terpuruk, masih dihantui mimpi buruk, dan dorongan untuk membersihkan dirinya serta tidak mau di sentuh cowok asing masih kuat, tetapi ambisinya juga besar.
Begitu besar sampai membuat Bimala memaksa dirinya untuk bangkit berdiri lagi. Meski kepayahan rasanya.
Dia juga ingin menunjukkan kalau kejadian itu tidak bisa menghancurkannya begitu saja. Meski kenyataannya sebagian besar dirinya rasanya sudah hancur. Setidaknya, sisanya, walau itu secuil sekalipun, masih utuh.
Selama dua bulan itu, Bimala rutin berkonsultasi ke psikiater.
Dia berusaha keras melawan ketakutan dan traumanya. Berusaha agar terlihat baik-baik saja.
Dia tidak mau dipandang kasihan.
Dia benci itu.
Dan dia lebih benci dengan dirinya sendiri yang lemah ini.
.
.
.
But I'm back on my feet again
And I'm better than you left me
Better since you wrecked me
.
Sejak saat itu, Bimala menjadi aktor yang baik. Dia berhasil bersikap seperti dia sebelumnya.
Seolah-olah kejadian itu tidak pernah terjadi.
Gio, Aylin, Maul, Nana, dan Pasha tahu kalau Bimala yang sekarang bukanlah Bimala yang dulu mereka kenal. Meski mereka masih tetap merasa dia adalah Bimala.
Hanya saja, ada yang berbeda.
Julukan The Heart Breaker mulai Bimala dapatkan. Sudah berapa banyak cowok yang patah hati karena Bimala. Namun, mereka masih memuja Bimala seolah tak terjadi apa-apa.
Aylin dan dua sahabat Bimala yang satu sekolah dengannya begitu khawatir melihatnya. Namun, mereka tak bisa berbuat banyak.
Mereka hanya bisa membuat diri mereka selalu ada untuk Bimala. Dan tentu saja sebisa mungkin menjaga dan menjauhkan Bimala dari kejadian yang bisa memicu traumanya.
Apakah ini adalah upaya balas dendam dari Bimala atas kejadian yang menimpanya?
Entahlah.
Hanya Bimala seorang yang tahu.
Dia begitu keras kepala.
Oh andai mereka tahu, sebenarnya Bimala berlindung dibalik julukan barunya. Ketakutan itu masih ada. Dan hatinya rasannya sudah kebas, mati rasa.
Di sisi lain, Gio juga sangat cemas dengan adiknya. Ingin sekali dia selalu ada di rumah dan menemani adiknya. Apalagi Bimala mengalami PTSD atau post traumatic stress disorder. Yang tentunya upaya penyembuhannya bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Walau Bimala kini terlihat baik-baik saja, tetapi Gio tahu adiknya masih cukup sering bermimpi buruk.
Dan Gio ingin membantu menyembuhkan adiknya.
Namun, ayah dan ibu tidak menerima alasan Gio untuk tetap di rumah.
Gio sudah terlalu lama membolos. Cukup banyak mata kuliah semester ini yang berakhir diulang semester depan atau saat semester pendek.
"Kalau kau ingin membantu adikmu sembuh, uruslah dulu kuliahmu. Luluslah dengan terhormat dan jadilah psikolog yang profesional," kata ayahnya pada suatu hari saat pria itu pulang ke rumah setelah jadwal operasi yang panjang. Raut wajahnya terlihat kelelahan. Membuatnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
"Kalau kau masih sering membolos begini, bagaimana kau bisa membantu adikmu sembuh? Sedangkan kau saja nggak becus kuliah."
Kata-katanya begitu tajam. Namun, mampu membuat Gio tersadar.
Ada alasan kenapa dia mengambil jurusan Psikologi di UHW. Berbeda dari harapan orang-orang untuk mengikuti jejak kedua orang tuanya.
Bagi Gio, tidak hanya kesehatan fisik yang penting, tetapi juga kesehatan mental. Dan Gio ingin sekali membantu orang-orang yang butuh bantuan atau sekedar berkonsultasi tentang keluh kesah mereka.
Dan alasan Gio sekarang bertambah. Membuat Gio semakin bertekad agar tidak ada lagi orang-orang yang mengalami hal serupa seperti adiknya.
.
.
.
.
.
.
.
a.n.
yap ini bonusnya, maaf kalo aneh dan emang sengaja nggak detail di sini, tapi kuharap gambarannya tersampaikan. the song is credited to Natalie Taylor - Wrecked. lagu ini bener-bener menggambarkan cerita Bimala di sini
see you next thursday, hopefully, soon
btw part notice kemarin dipunyaku udah dihapus, tapi di sini nggak bisa dihapus. jadi abaikan saja (mana blm tak ganti judulnya) 🙃