Equilibrium [slow update]

Equilibrium [slow update]
(filler) Mini Fic: King



[minor editing | hal yang ada di sini kemungkinan besar tidak terjadi di dunia nyata | berdasar imajinasi dan beberapa cerita yang pernah kubaca]


.


.


.


King


.


.


Siapa yang tidak kenal dengan Fakultas Teknik? Salah satu fakultas yang lain daripada yang lain. Fakultas yang juga punya banyak julukan tersematkan.


Fakultas tukang.


Fakultas rajawali utara.


Fakultas merah marun.


Fakultas dengan mahasiswa terbanyak.


Dan masih banyak lagi julukan yang dimiliki fakultas yang terkenal dengan sistem hierarki yang masih kental. Tak lupa dengan semboyan satu rasa satu korsa yang dijunjung tinggi oleh anak-anak FT.


Bahkan, anak-anak FT sendiri punya julukan tersendiri yang disematkan oleh fakultas lain di UHW.


Para serigala.


Iya, mereka dijuluki para serigala oleh anak-anak fakultas lain. Entah julukan itu bermula darimana. Padahal lambang FT sendiri adalah burung rajawali.


Tidak ada serigala di sana.


Mungkin karena dalam sistem hierarki yang mereka miliki, mereka punya alfa yang disegani. Tak jarang banyak yang memperebutkan gelar itu. Namun, tentu saja hanya satu yang jadi pemenangnya.


Entah itu dari pertarungan sengit atau memang orang itu sudah menang sejak awal.


Selain Fakultas Olahraga, FT memang dikenal sebagai fakultas terkuat di UHW. Kemudian si alfa sendiri adalah orang yang kuat selain punya karisma dan disegani di berbagai angkatan.


Dan alfa sendiri punya pengaruh pada anak-anak FT sendiri.


Seperti pemimpin.


Bos mereka.


Seperti hari ini, ketika waktu ishoma berlangsung. Kantin FT mulai dipenuhi para mahasiswa yang kelaparan. Aktivitas mereka sedikit terhenti ketika melihat beberapa orang berjalan ke arah kantin.


Penampilannya tidak mencolok, bahkan sama seperti anak-anak tahun kedua FT lainnya. Namun, aura yang mereka keluarkan jelas terkesan berbeda. Apalagi orang yang bertubuh jangkung dengan wajah terkesan dingin di antara mereka.


Tidak ada yang tidak kenal mereka. Dari para junior tahun pertama sampai para senior kenal dengan empat orang itu.


Pamor mereka bahkan melebihi ketua BEM terpilih FT dan pentolan tiap angkatan.


Keempatnya terlihat tidak terusik dengan banyak pasang mata yang tertuju pada mereka. Entah sudah biasa atau memang bersikap masa bodoh.


Empat orang yang dijuluki Empat Serangkai dan juga merupakan pentolannya angkatan tahun kedua itu bahkan dikenal oleh fakultas-fakultas lain.


Mengingat salah satu dari mereka adalah sang alfa itu sendiri.


Atau dengan kata lain juga disebut si raja teknik.


Johan Abimanyu atau biasa kita kenal dengan panggilan Frans.


Iya, kalian tidak salah kok. Frans pada akhirnya jadi raja teknik menggantikan Teguh yang kini mengurus yudisiumnya.


Awalnya memang cowok itu menolak mentah-mentah. Namun, karena banyaknya desakan dan Teguh yang juga tidak mungkin terus menerus jadi raja teknik, akhirnya dengan enggan Frans menerimanya.


Apalagi hal itu juga sudah mutlak karena ya siapa lagi kalau bukan Frans? Ada satu junior yang punya potensi, tetapi sekali lagi orang itu masih junior dan belum memungkinkan.


Kembali ke sosok raja teknik kita. Entah dia sadar atau tidak, peduli atau tidak, Frans itu disegani banyak pihak. Dia juga karismatik dan terkenal kuat. Dia jago berkelahi. Fakta yang mungkin tidak banyak orang tahu. Apalagi pembawaan Frans yang terlihat kalem dan tidak neko-neko.


Apalagi perawakan tubuhnya yang tinggi dan matanya yang tajam bisa membuat orang lain terintimidasi.


Siapa sih yang bisa mengalahkan sepuluh orang sendirian? Ada, tetapi mungkin jarang dan mungkin hanya bisa dilakukan oleh praktisi beladiri yang memang sudah ahli.


Sedangkan Frans sendiri tidak pernah ikutan latihan beladiri. Oh mungkin hanya boxing itupun dulu dia lakukan buat olahraga dan saat sempat saja.


Cowok itu hanya memunculkan sisi bahayanya saat benar-benar diusik. Tidak serta merta adu jotos seenaknya. Makanya, orang yang tidak begitu mengenal Frans sering meremehkan kekuatannya.


Kalau Frans jadi raja teknik, maka ketiga sohibnya otomatis juga ikut terseret. Haris, Asep, dan Adi dijuluki sebagai para jenderal. Bahkan Asep yang merupakan anak rohis FT dan terkenal paling ramah di antara mereka berempat juga disegani (bukan dalam konotasi buruk) dan cukup membuat anak-anak FT lain sungkan.


Tidak hanya Haris dan kawan-kawan—mereka cukup menikmati predikatnya sebagai jenderal, terutama Haris—yang terseret dengan Frans yang jadi raja teknik. Namun ada Bimala alias sepupunya sang ketua TPK FT alias pacarnya Frans sendiri.


Loh kok bisa? Jelas-jelas Bimala itu bukan anak FT.


Orang luar FT mungkin tidak akan paham dengan cara kerja anak-anak FT yang punya sistem hirearki dan menjunjung tinggi persaudaraan alias brotherhood. Namun, bagi anak FT, siapapun yang terlibat atau punya hubungan dengan anak FT akan dilihat pantas atau tidaknya mereka.


Meski terkesan diluar nalar, toh itu semua sudah jadi rahasia umum.


Bimala yang sudah cukup tahu tradisi nyeleneh Fakultas Teknik dari Aylin, tidak begitu terkejut ketika banyak pasang mata memperhatikan gerak-geriknya saat dulu awal jadian dengan Frans.


Terutama anak-anak tahun kedua dan mayoritas maba. Mereka terlihat seperti menatap dengan pandangan menilai.


Bahkan Bimala meladeninya saat mereka mengetesnya. Apalagi setelah tahu kalau cewek itu ternyata tidak bisa dianggap remeh begitu saja, membuat mereka mulai menaruh respect padanya.


Membuatnya punya back up karena anak-anak FT tak akan segan menolong seseorang yang sudah jadi bagian dari mereka.


Pasha dan Maul saja sampai berkomentar kalau Bimala itu sudah jadi saudara angkat anak-anak FT, bahkan 'ratunya'.


Namun, hal itu juga bisa jadi pisau bermata dua. Andai Bimala menghianati mereka, mereka akan menganggapnya bukan siapa-siapa.


Seperti tikus liar yang hidup di gorongan.


Sadis? Bisa jadi.


Lalu bagaimana dengan para dosen dan jajaran pengurus kampus? Mereka sudah biasa. Karena sejujurnya, tradisi ini sudah ada sejak lama. Entah kapan pastinya belum ada orang yang tahu.


Merubah pun akan sangat sulit bahkan bisa jadi tidak ada gunanya. Jadi mereka lebih memilih membiarkan dengan berbagai catatan penting yang digaris bawahi.


Dan semua anak FT bahkan alumni sekalipun tahu akan hal itu.


Lagipula, kondisi hirearki sekarang jelas berbeda dengan yang dulu.


.


.


Di sisi lain, terlihat Lima Sekawan yang tengah menunggu pesanan mereka datang. Para senior tahun ketiga itu sejak tadi memperhatikan ketika keempat serangkai masuk area kantin dan reaksi yang mereka timbulkan.


"Emang nggak salah ya milih Frans jadi raja teknik," celetuk Rima.


"Pengaruhnya kayaknya malah lebih besar dari Bang Teguh dulu," sambung Naufal. Taufan dan Aylin mengangguk setuju.


"Bukan kaleng-kaleng emang si Frans itu," ujar Taufan.


"Kuakui sih angkatan tahun kedua emang jos semua anak-anaknya," kata Budi kemudian. "Ingat nggak pas Aqisol dulu? Pas Frans memberontak eh malah diikuti banyak maba terang-terang. Kayak udah nganggep kalau Frans ketua mereka. Edan-edan."


"Si Alin yang jadi tangan kanannya Mas Zul yang terjun langsung di lapangan aja kewalahan, kan Lin?" tanya Rima ke Aylin.


Aylin mengangguk. "Apalagi Mas Zul, ketuanya sendiri."


"Emang sih anak-anak tahun kedua sekarang itu solid-solid," kata Naufal. "Udah kelihatan sejak maba. Makanya pas Frans jadi raja teknik, mereka jadi tambah mendalami peran mereka."


Angkatan tahun kedua yang terkenal sangat solid begitu menghormati Frans seperti pemimpin mereka. Padahal Frans bukanlah ketua angkatan. Lalu siapa ketua angkatannya?


Adi, salah satu sohib Frans.


"Frans itu luarnya aja yang kalem-kalem cuek," sahut Rima. "Diam-diam ternyata ya... hmm...."


"Kasihan yang jadi musuh atau lawannya dia," Taufan berujar prihatin.


"Tapi Frans itu tipe yang nggak akan ngusik kalau nggak kepepet diusik duluan," komentar Aylin. Yang lain mengangguk setuju.


"Jadi penasaran, kira-kira ada nggak ya yang bisa menggantikan Frans," kata Rima kemudian.


"Entah. Frans itu udah kayak paket lengkap, hahaha!" sahut Taufan.


"Yang sifatnya cukup mirip itu ada," kata Budi yang tumben hari ini dia terlihat lebih serius dari biasanya.


"Ha? siapa?" tanya Rima penasaran.


"Cuman cocoklogi doang sih. Tapi ada salah satu maba yang sifatnya itu mirip-mirip dikit lah sama Frans. Tapi nggak tahu ya ke depannya gimana," Budi mengangkat kedua bahunya sekilas.


Oh Aylin tahu siapa yang dimaksud Budi di sini. Aylin akui memang orang itu


"Dah itu mh urusan Frans mau gimana nantinya," ujar Naufal pada akhirnya.


.


.


.


.


a.n.


that's all. aku harap nggak terlalu aneh ya 😅


minggu depan insya Allah sudah kembali ke main plot (termasuk side story karena aku mengkategorikannya tetap sebagai main plot). dan untuk filler mini-fic ini mungkin akan ada lagi, tergantung dapat idenya apa


see u