![Equilibrium [slow update]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/equilibrium--slow-update-.webp)
protocol (n): the official procedure or system of rules governing affairs of state or diplomatic occasions
.
.
.
[baru minor editing, banyak narasi semoga nggak membosankan]
.
.
.
Suasana di dalam GOR yang semulai ramai, kini menjadi lebih tenang. Maba semua fakultas sudah duduk di menempatkan diri di tempat masing-masing. Jajaran rektor, senat, dan guru besar juga sudah masuk ke GOR dan menempatkan diri. Para panitia yang bertugas sudah standby di pos masing-masing. Terutama TPK, Tim Medis, dan PDD bahkan wartawan yang meliput baik dari mahasiswa maupun media publik sudah menempatkan diri.
Suasananya juga mulai terasa formal. Lalu di bawah sana, dua orang MCR yang merupakan duta kampus tahun lalu membuka upacara inaugurasi pada hari ini.
"Upacara Inaugurasi Majapahit Universitas Hayam Wuruk dengan tema 'Mendidik generasi profetik dan humanis dalam standar world class untuk menyongsong era industri 5.0 tahun 20XX' yang dilaksanakan pada 22 Agustus 20XX di Gelanggang Olahraga Universitas Hayam Wuruk."
"Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakilkan oleh...."
Pasha dan Cindy saling bergantian membacakan sususan acaranya. Mereka berdua terlihat dan terdengar seperti pembawa acara profesional.
Setelah pembukaan, acara berikutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UHW. Semua yang semula duduk dipersilakan berdiri untuk menyanyikan kedua lagu tersebut.
Begitu selesai, semua dipersilakan duduk kembali. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pengenalan dekan dan guru besar masing-masing fakultas yang hadir. Mulai dari perwakilan pemerintah DIY, ketua senat UHW, drh. Sutrisno Santoso yang berasal dari Fakultas Kedokteran Hewan dan merupakan rektor UHW, sampai ketua Isimaja UHW.
Acaranya terasa begitu lama. Apalagi hanya mendengarkan pembicaraan yang monoton. Bahkan beberapa maba yang berulang kali menguap ditegur sampai ditegur pemandunya atau TPK yang berjaga.
Maba yang perlu ke kamar mandi diantar oleh pemandunya dalam beberapa kelompok. Namun, diingatkan lagi oleh TPK agar jangan terlalu sering keluar. Ketika mau keluar pun harus seizin TPK yang bertugas. Para TPK membatasi berapa yang diizinkan keluar dan kapan harus keluar.
Tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban dan menghomarti yang tengah mengisi acara.
Sambutan yang cukup monoton terpecah ketika giliran ketua Isimaja UHW. Cowok bernama Rasyad dari Fakultas Pertanian itu menyampaikan sambutannya dengan intonasi yang tegas dan bersemangat. Bahkan saat Rasyad mengucap "Salam Satu Nusantara"—jargon salam khusus untuk UHW sendiri—dibalas salam masing-masing fakultas.
"Acara selanjutnya adalah serah terima mahasiswa baru Universitas Hayam Wuruk tahun 20XX."
"Mahasiswa baru angkatan 20XX akan diwakilkan oleh Duta Terpilih Universitas Hayam Wuruk, Kayvan Candra dari Fakultas Teknik dan Freya Sukma Palupi dari Fakultas Teknik. Kepada Rektor Universitas Hayam Wuruk, Prof. drh. Sutrisno Santoso dipersilakan untuk mengalungkan tanda pengenal sebagai simbolis serah terima."
Di bawah sana, Kai dan Freya berjalan tegap dari sisi selatan menuju depan panggung. Di mana Pak Rektor berdiri menunggu, bersiap mengalungkan nametag sebagai simbolis serah terima. Nametag yang dimaksud adalah nametag milik keduanya yang tadi dilepas untuk acara ini.
Pak Rektor yang berwajah ramah itu mengalungkan nametag dari Kai ke Freya. Lalu menjabat tangan keduanya sambil mengucapkan selamat. Adegan itu disambut tepuk tangan meriah dari semua maba yang ada.
Lalu masing-masing korlap dari tiap fakultas mengarahkan maba mereka untuk mengenakan atribut yang sebelumnya dilepas. Kecuali untuk FBS yang sejak awal hanya melepas nametag. Mereka tidak mungkin melepas iket kepala mereka juga. [iket/ ikat: ikat kepala dari kain batik berbentuk segitiga, bisa dibentuk menjadi blangkon]
.
.
.
Selesai melakukan tugas mereka, Kai dan Freya menuju backstage di mana akan ada orang yang menjemput mereka dan mengantarkan ke tribun tempat FT berada. Begitu tadi kata salah satu panitia selesai serah terima.
Saat ini tengah berlangsung inti dari acara yang diisi oleh Pak Rektor.
"Sekali lagi selamat buat kalian, Kayvan sama Freya," kata Pasha. Cowok itu bersama Cindy tengah beristirahat sejenak begitu ada kesempatan sebelum kembali bertugas.
"Makasih Kak," kedua maba FT itu menjawab.
"Kalau ada apa-apa langsung tanya ke kita aja, oke? Terutama soal tugas duta kampus itu sendiri gimana," ujar Cindy terdengar ramah. Cewek cantik dengan wajah angkuh itu sesekali melirik ke arah Pasha yang tengah minum. Cowok itu terlihat cuek dan tidak menyadarinya.
Kai dan Freya tersenyum sopan dan sekali lagi mengucapkan terima kasih.
"Iya bener," Pasha berujar menimpali setelah selesai melepas dahaganya.
"Kalau masalah univ bisa tanya ke aku atau Cindy. Dan buat fakultas, kalian bisa tanya ke Frans atau Vera yang lebih paham."
Mereka sedikit berbincang selama beberapa saat sebelum Pasha tiba-tiba menyapa seseorang dari arah belakang Kai dan Freya.
"Yo bro!"
Kai dan Freya membalikkan badan dan melihat sosok senior yang mereka kenal. Senior bertubuh jangkung yang mengenakan dresscode TPK hari ini. Sepertinya TPK yang dimaksud Aylin di awal yang akan menjemput mereka itu adalah Frans.
Frans mengangkat tangan kanannya, menyapa balik Pasha. Mereka lalu mengobrol sejenak. Terlihat begitu akrab. Walau sesekali saling melempar lontaran sinis satu sama lain. Bahkan Pasha yang tadi terlihat kalem dan berwibawa kini tertawa ngakak sementara Frans mendecih kesal.
"Kai, aku baru tahu kalau Bang Frans sama Kak Pasha sedekat itu," kata Freya dengan pelan. Masih memperhatikan interaksi dua senior tahun kedua itu.
Di sebelahnya, Kai mengangguk. "Sama. Sepertinya mereka emang berteman dekat."
"Bisa jadi."
"Dah sana. Anterin itu kedua juniormu balik ke tribun," kata Pasha ke Frans. "Sayang sekali si Bia jaga posko di lantai dua. Jadi nggak bisa ketemu deh..."
"Udah tadi, sempat ketemu bentar. Dan dia bilang kalau aku ketemu kau, suruh bilang jangan sok kecakepan jadi MC."
"Idih...! Dasar sohib macam apa itu."
"Oh iya, bro. Pan-kapan sparing futsal lagi yo, Kedokteran lawan Teknik," kata Pasha kemudian.
"Oke."
Setelah itu, Frans mengisyaratkan Kai dan Freya untuk mengikutinya berjalan keluar. Mereka menuju pintu masuk sebelah barat. Tempat di mana tribun FT berada.
"Aku baru tahu kalau ternyata Bang Frans dekat dengan Kak Pasha," kata Kai. Freya mengangguk di sebelahnya.
"Lumayan. Cukup sering sparing futsal juga. Lagipula, dulu aku juga pernah di posisi kalian pas seleksi duta kampus," Frans merespon dengan kalem.
"Ah iya, benar juga."
Mereka menuju area tribun barat dalam keadaan hening. Banyak panitia yang hilir mudik, para pemandu yang tidak bertugas di dalam duduk ngemper di luar, da nada beberapa maba yang menuju toilet. Selain itu Frans sedang berada di mode Tim Penegak Kedisiplinan.
Kai dan Freya memasuki GOR di lantai dua lewat pintu yang dijaga beberapa TPK. Bahkan dari luar terdengar tenang, tidak ada teriakan euforia karena masih sesi protokol.
Pertama, Frans mengantarkan Freya ke tribun bagian depan di mana gugusnya berada. Baru ke bagian tengah tempat di mana Gugus 19 berada. Setelah memasrahkan keduanya ke pemandu masing-masing, Frans beranjak pergi untuk melanjutkan tugasnya.
Kai di sambut teman-temannya. Namun tidak bisa heboh karena mengingat situasi dan kondisi sekarang. Kemudian, cowok itu duduk di sebelah Ridwan yang sengaja menyisakan tempat untuknya.
"Psstt! Kai," panggil Ojan dengan berbisik keras.
"Gila sih sampai diantar sama TPK segala," bisiknya sambil mengacungkan jempol.
"Mana yang seremnya selevel sama Kak Aylin lagi," Neo menambahkan.
Kai hanya terkekeh pelan.
"Padahal Bang Frans nggak seserem itu lho..."
"Bang Frans?" Teo membeo penasaran.
Belum sempat Kai menjawab, mereka sudah ditegur oleh TPK yang berjaga untuk fokus ke depan dan tidak ngobrol sendiri. Mau tidak mau mereka kembali memperhatikan pembicara yang tengah mengisi.
.
.
.
Benar kata Galang, hari pertama tidak banyak melakukan yel-yel. Begitu upacara resmi selesai, waktu sudah memasuki ishoma. Setelah masing-masing fakultas sedikit unjuk jargon untuk melepas penat, mereka lalu diistirahatkan. Di mana beberapa fakultas yang masuk kloter pertama akan melakukan ibadah shalat dzuhur bagi yang menjalankan dan sisanya makan siang.
Para mahasiswa pascasarjana tidak ikut acara setelah ishoma. Jadi, deretan kursi depan yang kosong diisi maba lain. Sementara deretan kursi belakang diberesi oleh tim perkap.
"Pegel banget duduk berjam-jam," kata Ojan sambil meregangkan ototnya. Dirinya, Kai dan Ridwan tengah mengantre untuk mengambil air wudhu. FT mendapat kloter kedua bersama sisa fakultas lain yang belum untuk melakukan shalat dzuhur.
Tempat shalat berada di lahan parkir yang cukup luas di luar GOR. Beberapa keran tambahan di pasang untuk mengurangi antrean buat wudhu.
"Habis ini masih protokol lagi nggak ya?" Ojan bertanya.
"Kayaknya nggak. Tadi kan udah ditutup kan sama MC-nya," kata Kai.
"Lagian yang pasca udah pada keluar malahan," Ridwan menimpali.
"Syukur deh..."
Mereka lalu kembali ke dalam GOR selesai shalat dzuhur berjamaah. Sambil sesekali mengobrol sepanjang jalan.
Di dalam GOR, mayoritas maba sudah selesai dengan ishoma mereka. Di tribun FT sendiri pun demikian. Karena mereka kloter kedua untuk shalat dzuhur, mereka telah memakan makan siang yang disediakan.
"MABA UNIVERSITAS HAYAM WURUK MANA SUARANYA..?!" di bawah sana, sepasang MC menyapa dengan semangat. Kali ini bukan Pasha dan Cindy. Sapaan kedua MC itu disambut teriakan heboh dari seluruh maba UHW yang ada di GOR.
"Masih semangat ya rupanya," kata MC bernama Brian.
"Iya dong. Kan habis makan siang juga kan..." sahut MC satunya, Niken.
"Sebelumnya, kita sapa-sapa dulu yuk fakultas-fakultas yang ada di UHW," ujar Brian.
"Maba Fakultas Olahraga mana suaranya...!" seru Brian dengan keras.
"SALAM OLAHRAGA!!" dijawab oleh maba FO.
"Fakultas Hukum?!" kali ini Niken yang berteriak.
"SALAM KEADILAN!!"
"FISIPOL mana suaranya?!"
"SALAM REVOLUSI!!"
"FBS...?!"
"SALAM BUDAYA!!"
"Fakultas Ilmu Pendidikan..!"
"SALAM PENDIDIKAN!!"
Brian dan Niken bergantian memanggil nama-nama fakultas lainnya dan dibalas salam masing-masing fakultas. Sampai yang terakhir disebutkan adalah FT.
"Dan yang terakhir fakultas dengan pasukan terbanyak, FT mana suaranya...!" Brian berseru lantang.
"SALAM JAWARA!!"
"HU~ HAH!"
Kedua MC menjelaskan tentang acara selanjutnya yang merupakan parade maskot masing-masing fakultas. Parade itu akan dipimpin oleh Pasha dan Cindy sebagai duta kampus.
"Kita sambut dengan meriah, para maskot fakultas Universitas Hayam Wuruk..!!"
Para maba bertepuk tangan heboh. Sorot lampu kini diarahkan ke pintu masuk sebelah barat. Sayangnya, FT yang berada di tribun barat tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di bawah.
Musik mengiringi masukkan Pasha dan Cindy dengan setelan hitam putih UHW dan selempang duta kampus. Pasha membawa bendera berlogo UHW. Keduanya disambut tepuk tangan meriah dari semua maba. Dibelakangnya ada orang-orang berkostum maskot didampingi duta masing-masing fakultas sebelumnya—atau para senior lain yang membawa bendera masing-masing fakultas.
Bendera fakultas—berwarna khas masing-masing fakultas dengan logo UHW di tengahnya.
Yang pertama ada maskot khas FIP yang merupakan burung hantu berwarna hijau dan biru memakai toga. Tidak jauh dibelakangnya ada maskot dari FK yang mengenakan jas putih khas dokter dan membawa tongkat ular. Maskot FK adalah dewa kesehatan dari mitologi Yunani, Asklepios—yang secara juga merupakan lambang kesehatan dunia. Hanya saja maskot FK UHW dibuat secara lebih melokal saja.
Maskot-maskot lain mengikuti dibelakangnya. Ada FKH dengan maskot anjing yang juga membawa tongkat ular, FH dengan maskot berupa wanita bertunik yang membawa timbangan—dewi keadilan, dan kemudian disusul FBS—yang tiap tahun selalu ganti karena menurut mereka kebudayaan itu sifatnya bebas dan fleksibel—kali ini adalah buto wungu dengan empat dayangnya. [raksasa ungu]
Maskot asli FBS itu sebenarnya adalah dewi kesenian dari kepercayaan Hindu, Saraswati. Namun, untuk membedakan dari ISI maka selalu berganti-ganti sesuai tema tiap tahunnya.
Lalu ada maskot FT yang merupakan burung rajawali yang mengenakan kalung gir di lehernya. Ada Frans dan Vera yang memakai blazer korsa khas FT serta beberapa senior lain yang mendampingi sang maskot. Frans terlihat mencolok karena cowok itu terlihat datar, tidak heboh seperti yang lain.
Mungkin karena masih bertugas sebagai TPK selain sebagai duta FT tahun lalu.
Maskot-maskot lain menyusul dibelakang. Dengan lambang, warna, dan ciri khas masing-masing fakultas. Kalau didaftar jadi seperti ini:
FMIPA dengan maskot astronot berwarna biru dan putih.
Fisipol dengan maskot semut merah.
FEB dengan maskot tupai berwarna coklat yang membawa sebuah neraca.
FO dengan maskot harimau berwarna kuning.
Fakultas Pertanian dengan maskot dewi kesuburan dan panen, Dewi Sri.
FGK dengan maskot berang-berang yang membawa peta.
Fakultas Psikologi dengan maskot burung merpati dengan lambang trisula di kepalanya.
Fakultas Filsafat dengan maskot kupu-kupu bersayap abu-abu.
Para maskot dan iringannya melakukan kirab melewati jalan di tengah-tengah deretan kursi yang diduduki maba. Lalu ketika sampai depan panggung, berpencar menuju bawah tribun fakultas masing-masing. Ada yang berdiri di depan atau di sebelah fakultasnya yang berada di bawah.
Semua maba tiap fakultas mengeluarkan jargon dan yel-yel mereka ketika maskot mereka muncul dan atau ada di bawah tribun atau di dekat mereka.
Benar-benar riuh suasananya. Semua saling bersahut-sahutan.
Pasha dan Cindy berdiri di atas panggung bersama maskot UHW itu sendiri. Bukan, bukan sesuai namanya alias orang berkostum raja Majapahit itu sendiri. Melainkan seseorang berkostum boneka orang-orangan yang memakai pakaian layaknya mahasiswa UHW dengan jas almamater ditambah toga. Maskot itu dipanggil Tuan Sarjana.
Setelah parade maskot selesai, di mana semua maskot kembali ke tempatnya. Acara diambil alih lagi oleh Brian dan Niken. Acara selanjutnya akan diisi beberapa penampilan dari bintang tamu yang diundang.
Penampilan pertama adalah nyanyi. Seorang alumni UHW jurusan Seni Musik yang kini sudah berkancah di skala nasional. Jebolan ajang pencarian bakat dan masuk tiga besar sebelum tereliminasi.
Tidak ada yang tidak kenal Wari, nama penyanyi itu. Cewek manis dengan suara merdunya.
Lalu ada band kampus dan band lokal yang unjuk kemampuan. Walau beberapa ada yang baru tahu, tetapi penampilan mereka juga patut diacungi jempol. Band kampus itu sendiri aslinya terbentuk dibawah naungan BEM univ bagian seni budaya. Jadi bukan dari UKM atau Ormawa tersendiri. Namun terbuka untuk semua mahasiswa UHW yang ingin bergabung dalam band.
Setelah konser bersama, acara kembali diambil alih oleh kedua MC. Kali ini Brian dan Niken memberikan sejenak ruang untuk beberapa fakultas unjuk yel-yel.
Fakultas pertama yang disebut adalah FEB. Mereka menyanyikan yel-yel mereka dengan cukup kompak. Lalu dilanjutkan FMIPA. Di mana fakultas dengan salam Saintis Muda itu kini menyanyikan yel-yel tak kalah kompak.
Kemudian ada FBS. Fakultas dengan pasukan kedua terbanyak setelah FT itu menyanyikan yel-yel andalannya. Yel-yel yang bertahun-tahun bertahan dan menjadi ciri khas mereka.
Terlihat korlap mereka mengaba-aba dengan berteriak FBS Susu. Lalu dijawab oleh semua maba FBS dengan, "Sayang kamu..." sambil menggerakkan kedua tangan seolah sedang memanah. Kemudian mereka mengangkat tangan tinggi-tinggi, bersiap untuk tepuk tangan.
"AKU CINTA FBS, HINGGA TETES TERAKHIR... AKU CINTA FBS, HINGGA TETES TERAKHIR...! CERDAS DALAM BERKARYA, HUMANIS BERBUDAYA... AKU CINTA FBS..! HINGGA TETES TERAKHIR...! KAMPUS UNGU KAMPUS FBS!" mereka bernyanyi sambil bertepuk tangan.
Kini maba fakultas lain mulai ngeh kenapa senior mereka kadang bergurau menyebut FBS sebagai Fakultas Bakul Susu. Ternyara gara-gara yel-yel andalan FBS yang memakai lagu iklan jadul susu kental manis. [Jual]
Benar-benar eksentrik.
"SALAM BUDAYA!" dibalas salam dari fakultas lainnya.
Setelah FBS ada Fisipol. Fakultas yang identik dengan warna merah dan hitam itu menyanyikan yel-yel andalannya.
Setelah sesi formal tadi, euforia Isimaja UHW kali ini benar-benar terasa. Apalagi dengan penampilan bintang tamu yang tidak kalah keren. Seperti melihat konser.
Bintang tamu selanjutnya adalah penampilan treatikal dari komunitas budaya. Komunitas itu bersifat umum jadi mahasiswa universitas lain boleh bergabung. Treatikal dramatis yang ditampilkan mampu memukau semua penonton.
Acara hari ini ditutup dengan jargon dan yel-yel dari beberapa fakultas lain yang belum di sebut. Sayangnya tidak semua fakultas yang belum disebut mendapatkan kesempatan karena waktu.
FT menjadi salah satunya. Namun, maba FT, dipimpin para korlapnya, berinisiatif melakukan jargon penutup sebelum diarahkan oleh para pemandu dan TPK keluar GOR.
Seperti tadi pagi, para maba FT diminta berbaris tiga banjar. Bedanya, kali ini hanya berjalan santai menuju fakultas. Walau lelah, untungnya suasana euforia masih terbawa sehingga tidak terlalu kentara.
"SEMANGAT YAA!" seru Galang yang kini membawa toa pelantang.
"Habis ini kalian langsung pulang saja setelah pengondisian sama istirahat bentar di lapangan. Istirahat yang cukup sama jaga kesehatan jangan lupa. Besok kita masih di GOR. Siap?"
"YA!!"
.
.
.
.
.
.
a.n.
nggak tau nulis apa nih wkwk :') semoga bisa dapat gambarannya ya
dan yel2 FBS itu asli beneran ada ya, sama julukannya yang fakultas bakul susu WKWKWK dulu pas maba diceritain sama senior emang fbs kadang dipanggil gitu sama fakultas lain. terus pas jadi panitia, denger langsung sendiri (saking seringnya kali ya pakai yel2 itu dari tahun ketahun nggak berubah wkwk)
dan buat maskot sama simbolnya, sebaian ngarang tapi sebagian lagi nggak (yg fbs itu yg bener emang tiap tahun ganti maskot tergantung tema sama logo, dan ISI Jogja emang make lambang dewi saraswati di logonya. bukan FBS)
fyi, fakultas ilmu sosial di univ-ku tempat kuliah emang salamnya 'salam revolusi'. pertama kali denger itu: wihhh dalem banget
see you^^