Equilibrium [slow update]

Equilibrium [slow update]
Confession Stage



stage (n): a raised floor or platform, typically in a theater, on which actors, entertainers, or speakers perform


.


.


[Minor editing as always | mention of song lyrics]


.


.


.


Perkuliahan di semester baru sudah berjalan selama beberapa pertemuan. Sudah mulai disibukkan dengan tugas-tugas ataupun persiapan untuk project. Para ormawa mulai mengadakan open recruitment (oprec) alias pembukaan pendaftaran bagi para maba atau mahasiswa tahun kedua dan ketiga untuk bergabung di organisasi mereka.


Semua fakultas memiliki agenda yang sama yaitu oprec. Termasuk di FT sendiri.


Selain itu, salah satu proker awal-awal BEM FT juga akan dilaksanakan di akhir bulan Februari ini. Acaranya adalah acara amal yang dikemas dengan kegiatan bertema Hari Kasih Sayang. Acara akan diadakan selama dua hari di akhir pekan nanti di lapangan hijau. Dan itu terbuka untuk umum.


Mereka menjuluki acara itu sebagai 'Panggung Confession'. Jadi nanti akan ada sebuah panggung yang digunakan untuk confess, menyampaikan pesan atau menampilkan sesuatu. Orang-orang yang hadir nanti akan memberikan sumbangan seikhlasnya di kotak yang sudah disediakan.


Mereka juga boleh memberikan semacam 'tip' ke kotak yang ada di dekat panggung untuk setiap penampil yang berhasil menghibur dengan pertunjukannya sebagai bentuk apresiasi.


Semua dana yang terkumpul akan disumbangkan untuk yang berhak membutuhkan.


Jadi pihak BEM FT tidak mengambil keuntungan dari dana donasi itu. Disamping itu, acara tersebut juga digunakan sebagai tempat oprec ormawa yang ada di FT. Jadi tiap ormawa dan Hima akan membuat stan untuk oprec mereka selama acara berlangsung.


Semua yang ingin keatas panggung bersifat suka rela. Jadi siapapun bisa tampil atau melakukan pengakuan untuk seseorang. Namun, tentu tetap ada beberapa penampil dan kegiatan lain yang memang sudah direncanakan oleh panitia.


Sebuah acara yang terbilang cukup cerdik dan pertama kali di FT untuk menarik mahasiswa agar ikut bergabung di ormawa. Acara yang dicetuskan oleh ketua BEM FT itu sendiri, yaitu Aji.


BEM FT juga bekerja sama dengan duta FT dalam mempersiapkan acara tersebut.


Makanya, Kai dan Freya akhir-akhir ini sibuk dengan segala persiapan dan harus membagi waktu dengan kuliah mereka. Untungnya, rapat selalu diadakan selesai kuliah atau paling tidak sore atau malam. Di waktu yang sekiranya tidak menganggu dengan perkuliahan.


"Untuk antisipasi hujan, kita buat tenda dan panggung diberi payung atap. Opsi lain kita pakai aula," kata Aji yang memimpin rapat panitia pada sore hari. "Gimana?"


"Bisa," salah satu ketua divisi BEM, Dewo dari Teknik Mesin tahun ketiga. "Atau untuk panggung sama stan di lapangan kita bikin yang gampang dibongkar pasang cepet. Kalau hujan kita bisa langsung alihin ke aula. Terus yang di aula, harus dipersiapkan juga tempatnya."


Dewo bertanggung jawab sebagai koordinator perkab di kepanitiaan.


"Aula aman buat acara besok?" tanya Naufal. "Takutnya dipakai gitu."


"Sejauh ini masih aman," Eva menjawab. Selain sebagai ketua tim KSK Isimaja FT, Eva tahun ini diamanahkan sebagai sekretaris satu di BEM FT.


"Antisipasi aja. Kita booking dulu buat acara dua hari secepatnya. Biar nggak grudugan bingung nyari tempat kalau-kalau aula dipakai pas hari-H," Aji memberi saran.


"Siap, Ji," sahut Dewo.


Karena BEM belum memiliki anggota atau staf baru—mereka seperti ormawa lain akan mulai oprec secara serentak saat acara besok—jadi panitia yang bekerja menyiapkan acara Panggung Confession adalah pengurus inti, para ketua departemen, staf ahli, duta FT, dan perwakilan dari masing-masing pengurus hima dan ormawa.


Rapat diakhiri setelah lebih dari sejam. Masing-masing panitia lalu membubarkan diri dan melanjutkan kegiatan masing-masing.


Ada yang langsung pulang, mampir makan, atau masih mengurus hal lain di ruang sekretariat BEM di Gedung PKM lantai satu itu.


Naufal, Aji, Dewo, Eva dan Kikan—bendahara satu, termasuk orang-orang yang masih melanjutkan diskusi terkait tempat yang akan mereka gunakan nanti.


"Kak Alin, ayo pulang," ajak Kayvan pada senior kesayangannya. Aylin yang tadinya mengobrol dengan Megan—dia merupakan salah satu staf ahli di BEM FT tahun ini—menoleh ke arah Kayvan yang sudah menunggunya di lobi PKM.


Aylin mengangguk lalu berpamitan pada Megan sebelum berjalan ke arah Kayvan.


"Duluan ya Mbak Meg," ujar Kai pada Megan.


"Yo. Hati-hati di jalan ya kalian berdua," sahut Megan sambil tersenyum ke arah dua orang itu.


Kemudian, Kai dan Aylin berjalan beriringan keluar gedung PKM.


Sebagian besar anak-anak FT, terutama anak-anak BEM, sudah mulai terbiasa dengan Kai dan Aylin yang memang terkadang pulang bersama. Meski tak jarang Megan masih melihat Aylin yang merasa tak nyaman dengan banyak mata yang tertuju padanya.


Apalagi Megan tahu masih ada orang-orang yang belum terbiasa dan bahkan tidak terima dengan hubungan keduanya.


Megan hanya bisa mendoakan agar hubungan Aylin dan Kai langgeng sampai seterusnya dan keduanya bisa melalui hari-hari dengan baik bersama-sama.


Dan sebagai teman dekat Aylin, Megan akan berusaha selalu ada kalau Aylin butuh bantuannya.


"Kita mau makan apa hari ini?" tanya Kai ke Aylin yang berdiri di sebelahnya. Mereka tengah berada di tempat parkir, di mana motor Kai berada.


Kalau pulang bareng seperti ini, keduanya memang suka mampir untuk beli makan. Hitung-hitung quality time berdua. Apalagi mereka sudah tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi.


"Lagi pengen makan di lesehan. Tapi kalau kau ada keinginan lain juga boleh," jawab Aylin.


"Lesehan? Boleh. Mau di tamkul atau yang deket FBS Kak?"


"FBS yuk?"


Kai tersenyum ke arah Aylin, "Boleh."


.


.


.


Hari ini adalah hari-H. Semua panitia dan pengurus ormawa dan hima sudah mulai sibuk mempersiapkan segalanya sejak kemarin sore. Sejak kemarin juga, cuaca sudah cukup mendukung meski sempat saat Jumat pagi diguyur hujan deras.


Untungnya, lapangan yang sekarang sudah tidak gampang banjir atau becek seperti beberapa tahun lalu. Sistem drainase-nya sudah diperbaiki semenjak semakin banyak keluhan soal lapangan yang tergenang.


Semua yang terlibat dalam acara hari ini dan besok berdoa agar cuaca cerah atau setidaknya mendung tanpa hujan.


Panggung Confession akan dibuka tepat pukul sembilan nanti. Yang artinya sebentar lagi. Namun, sudah ada cukup banyak orang-orang yang berdatangan. Untungnya, panitia menyediakan beberapa stan untuk makanan dan minuman yang dikelola oleh mahasiswa maupun pengurus kantin yang ingin berkonstribusi.


Pukul sembilan, Panggung Confession dibuka oleh MC fenomenalnya FT, Seno dan Galang. Galang adalah staf ahli di BEM dan Seno sendiri merupakan salah satu kepala departemen BEM.


Memang tidak sedikit anak-anak FT yang ikut panitia Isimaja FT merupakan aktivis kampus atau tergabung di ormawa dan hima. Karena biasanya yang mau repot-repot mengurus agenda kampus dan merelakan jatah liburnya berkurang adalah mereka yang memang doyan berorganisasi.


Karena terbuka untuk umum, jadinya tidak hanya mahasiswa FT yang hadir. Mahasiswa fakultas lain dan bahkan masyarakat umum juga ada. Mereka penasaran dan tertarik dengan konsep acara yang tertera di poster yang tersebar.


Aylin bertugas sebagai koordinator keamaan di kepanitiaan. Hampir mirip saat dia bertugas sebagai TPK. Seperti saat Isimaja, Aylin membagi anggota keamanan—tentunya hanya terdiri dari beberapa orang—ke beberapa titik, terutama di pintu masuk dan di dekat panggung. Dia juga membagi ke dalam dua shift agar bisa saling bergantian untuk istirahat atau sekedar menikmati acara.


Tentunya, Aylin dan timnya bekerja sama dengan satpam yang bertugas hari ini dan besok.


Dan coba tebak siapa yang menjadi salah satu bagian dari tim keamanan?


Ya, Kayvan Candra.


Cowok itu memang ditugaskan dibagian keamanan oleh Aji, sementara Freya dibagian tim medis. Ya, mereka memang menyediakan tim medis untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sakit.


Hal yang disyukuri Kayvan karena dia bisa bekerja langsung dengan sang pacar.


Kalau kalian pikir Kai bisa melancarkan modusnya, jawabannya tidak.


Aylin itu profesional sekali. Hal yang membuat Kai semakin kagum dengannya. Apalagi melihat sisi kharismatik pacaranya dari dekat dan secara langsung.


Kai dan Freya merupakan satu-satunya maba yang tergabung dalam panitia Panggung Confession.


Kenapa begitu?


Pertama karena Kai dan Freya adalah duta kampus FT terpilih yang baru.


Kedua, mahasiswa angkatan pertama yang sebelumnya ikut magang di ormawa dan hima baru akan mendaftarkan diri sebagai anggota resmi di organisasi yang mereka pilih mulai hari ini.


.


.


.


Ridwan, Ojan, Teo, dan Neo datang ke mini festival hari ini. Teo dan Neo yang memang ingin mendaftar ke salah satu ormawa, Ojan yang masih bimbang, dan Ridwan yang belum ada minatan untuk menjadi mahasiswa aktivis.


Kaki kiri Ridwan yang sempat cedera sudah bisa dibilang sembuh. Bahkan sejak lebih dari seminggu yang lalu.


Beberapa hari di awal bahkan dia sempat memakai kruk untuk membantunya berjalan. Namun, karena dia sedang malas untuk keras kepala, dia benar-benar mengikuti saran dokter bagaimana merawat kakinya.


Alasannya adalah karena dia tidak bisa leluasa dan itu menurutnya sangat amat merepotkan.


Sekarang dia sudah bisa menggerakkannya dengan leluasa karena untungnya cedera yang dialami tidak sampai tahap sangat serius.


Bahkan sekitar seminggu lalu, dirinya sudah pergi ke Malioboro dan menemani hunting foto di sana. Sampai dia tak sengaja melihat sahabatnya, Kai, tengah berkencan dengan seniornya, Aylin di sana.


Kondisinya benar-benar seperti tidak pernah didorong jatuh sampai membuatnya cedera.


Di sisi lain, Budi, Rima, dan Taufan tengah menikmati makanan yang mereka beli dari stan makanan sambil mengamati sekeliling yang ramai. Acara semacam Panggung Confession merupakan hal baru juga bagi mereka.


Karena ini memang baru pertama kali diadakan di FT.


"Nggak salah ikut timses dia sama Nopal buat jadi ketua BEM," timpal Budi. Merasa puas dengan keputusannya mendukung sang sahabat.


"Kudengar dari anak-anak Hima Teknik Elektro, si Aji emang ide dan kebijakannya selalu out of the box. Banyak yang suka kinerja dia. Makanya nggak heran juga sih kalau Aji pada akhirnya menang di pemilwa," kata Rima memberitahu.


"Kayak Bang Tegus pas masih jadi DPM ya? Mirip-mirip gitu," kata Taufan.


"Ditambah sama si Nopal yang udah kita tahu dia gimana 'kan?" tambah Budi. "Bakalan makin cerah FT setahun ke depan."


Ketiganya lalu berjalan mendekati panggung setelah mampir ke stan hima jurusan masing-masing.


Semakin siang acara semakin ramai. Apalagi cuaca hari ini sangat mendukung, tidak terlalu panas dan berawan—hal yang sangat disyukuri para panitia.


Yang naik ke panggung pun sudah bervariatif. Ada yang benar-benar murni ingin menampilkan pertunjukan seperti nyanyi, nari, dan bahkan ada yang stand up komedi. Ada juga yang benar-benar memanfaatkan Panggung Confession untuk confess atau mengutarakan perasaannya pada orang yang disukai.


Terhitung sudah ada lima orang cewek yang confess kalau mereka suka atau naksir pada seorang Kayvan Candra.


Lalu ada Frans juga bernasib sama. Bedanya kebanyakan adalah maba yang belum tahu siapa pacar Frans. Selain itu, tidak ada yang berani mengusik leader mereka.


Pamor Frans sudah seperti ketua geng yang ditakuti musuhnya tetapi dihormati anggotanya. Padahal dalam kamus Frans, tidak ada yang namanya geng dan dia jadi ketuanya.


Kelima sekawan sudah berkumpul bersama di salah satu titik di dekat panggung. Budi dan Taufan menggoda Aylin perihal Kai yang mendapat banyak pernyataan cinta dari penggemarnya.


Aylin yang sudah jengah dan merasa terganggu dengan celotehan Budi dan Taufan, cewek itu lalu menendang kaki keduanya sampai mengaduh kesakitan.


Rima tertawa melihat nasib keduanya sementara Naufal hanya menggelengkan kepala seolah sudah tidak kaget lagi dengan apa yang terjadi.


Sejujurnya Aylin tidak begitu peduli dengan mereka yang mengatakan perasaan di atas panggung untuk pacarnya. Oh oke, mungkin dia sedikit peduli.


Karena sejauh ini, mereka confess ya hanya sekedar confess. Tanpa mengharap berbalas atau sampai mengancam untuk merebut Kai dari Aylin. Bahkan banyak dari mereka yang mendoakan hubungan Kai dan Aylin tetap langgeng.


Kembali ke suasana Panggung Confession saat ini, di atas panggung, Frans berdiri membawa gitarnya. Di sampingnya ada sang pacar alias Bimala.


Sepupu Aylin itu memang datang ke sini bersama Maul dan Pasha. Bahkan dari sudut matanya, Aylin bisa melihat Maul dan Pasha berdiri dengan minuman di tangan mereka.


Setelah basa-basi super singkat untuk menyapa penonton dari keduanya, Frans mulai memetik senar gitarnya.


"We've got the kind of love a blind minde could see. Johnny and June got nothin' on you and me...."


Suara Bimala mendominasi penampilan nyanyi mereka.


"With you I'm wild and free..."


Dan sempat-sempatnya mereka membuat baper orang-orang dengan saling menatap dengan lembut selama beberapa saat.


"Dasar tukang PDA," gumam Aylin yang sudah jengah.


"Bilang aja kau juga pengen Lin. Kan sakarang udah ada dek pacar," Budi yang mendengarnya lalu menimpali dengan kerlingan menggoda.


"Diam kau sialan!" desis Aylin makin jengkel.


"I can't forget you, you're written on my heart. Like the sheets that we stained with wine from the liquor mart...."


Suara keduanya menyatu dalam harmoni yang selaras. Apalagi chemistry yang mereka tampilkan benar-benar tersampaikan.


"...But we found it in this song I wrote for us. We've got American love."


Dan ya! Keduanya sukses menyihir para penonton yang datang dengan penampilan mereka. Begitu lagu selesai, para penonton menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah.


Bimala termasuk jarang tampil di atas panggung untuk bernyanyi. Sehingga tak banyak yang tahu seberapa bagus suaranya. Namun dibanding Aylin, Bimala cukup suka jadi pusat perhatian. Dia tidak akan merasa canggung dan langsung menguasai panggung lebih baik daripada sepupunya.


Mereka menampilkan lagu sekali lagi dengan judul Sad Song dari band We the Kings.


Sekali lagi, mereka membawakan lagunya dengan penuh penghayatan. Membuat mayoritas cewek yang melihatnya tersentuh. Bahkan ada yang sampai berkaca-kaca.


Seolah-olah Frans dan Bimala menyampaikan perasaan mereka melalui lagu yang mereka nyanyikan untuk satu sama lain.


"Without you, I'm just a sad song...."


Dan sekali lagi, tepuk tangan meriah menyambut berakhirnya penampilan mereka hari ini. Tanpa banyak kata, Frans dan Bimala bergandengan tangan lalu membungkuk sekilas ke arah penonton.


"Duh jadi baper," komentar Rima yang masih bertepuk tangan bersama yang lain meski Frans dan Bimala sudah turun dari panggung. Tak sedikit yang memberikan tip apresiasi untuk penampilan keduanya di kotak yang ada di dekat panggung.


Sementara Aylin yang berdiri di sebelahnya tersenyum. Dirinya juga masih ikut bertepuk tangan bersama yang lain. Apa yang dia lihat tadi membuatnya semakin lega dan bahagia karena akhirnya Bimala perlahan mulai lepas dari mimpi buruknya.


Tak berselang lama kemudian, penonton—terutama cewek-cewek—kembali heboh dengan penampil berikutnya. Di atas panggung sana, berdiri seorang Kayvan Candra dengan senyum khasnya sambil membawa gitar.


Kai akan tampil hari ini.


Sebelum dia tampil, dia mengatakan sesuatu.


"Sebelumnya, saya menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang confess pada saya di atas panggung ini. Saya menghargai keberanian kalian Maaf saya tidak bisa membalasnya dan terima kasih untuk doa-doa baiknya.."


"Saya di sini ingin membawakan lagu buat orang yang spesial. Dan aku harap setelah mendengar ini, dia tidak perlu lagi mendengar omongan orang atau merasa insecure. Karena dia sempurna dengan dirinya apa adanya."


"Karena sosok dirinya itu yang membuatku jatuh cinta."


Kai melemparkan senyumnya ke arah Aylin yang kini memang tengah menatapnya.


"Kak Alin, lagu ini buat Kakak. Jadi tolong dengarkan baik-baik ya?"


Kai mulai memainkan gitarnya.


"Oh her eyes, her eyes, make the stars look like they're not shining. Her hair, her hair, falls perfectly withour her trying. She's so beautiful, and I tell her every day...."


"Yeah, I know, I know when I compliment her she won't believe me...."


Aylin terdiam di tempatnya. Pandangannya tak pernah lepas dari sosok Kayvan yang ada di atas panggung sana.


"When I see your face. There's not a thing that I would change. 'Cause you're amazing, just the way you are...."


Kai juga membalas tatapannya. Kedua mata bertemu dan seolah-olah waktu melambat. Seoalah-olah hanya ada mereka berdua di sana.


Cowok itu tak melepaskan tatapannya. Sejak lagu dimulai, pandangannya fokus tertuju pada satu orang. Sorot matanya begitu dalam dan lembut secara bersamaan.


Membuat Aylin tersihir dengan tatapan itu. Tak dipedulikan keempat sahabatnya yang menggodanya dengan heboh. Dengan pipinya yang mulai menghangat dan senyum kecil perlahan terulas di bibirnya.


"'Cause girl you're amazing, just the way you are...."


.


.


.


.


.


...["Mas Budi! Udah lama aku ingin bilang dass ich dich mag!"...


..."E-eh...? Hei tunggu!" seolah tersadar dari keterkejutannya, Budi segera berteriak memanggil entah siapa namanya. Mencoba mencegah orang itu untuk pergi....


...Bahkan Naufal dan yang lainnya terkejut dengan kejadian barusan. Mereka juga ikut mencari-cari siapa yang nekat confess ke Budi tadi. Namun, orang itu sudah kabur lebuh dulu membaur dalam kerumunan....


...Siapa dia?...


...Budi tak sempat melihat wajahnya dengan jelas. Namun, dia yakin kalau orang itu bukan dari FT....


...Dan dia bilang apa tadi? Budi tidak paham dengan apa yang orang itu katakan. Salahkan kenapa pakai bahasa yang tidak bisa dimengerti Budi.]...


.


.


.


.


.


a.n.


maaf kalau aneh ya


udah lama pengen nulis bagian frans sama bimala nyanyi lagu American Love (lagu itu bener-bener gambarin mereka) 😄


dan bayangkan kai nyanyi lagunya versi cover-an dari boyce avenue


nah udah mulai ada sesuatu yang menarik, hopefully


Nah di situ ada sedikit spoiler buat part depan 🙂


so.. see you next week