![Equilibrium [slow update]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/equilibrium--slow-update-.webp)
on the hop (phrase; informal, british): bustling around; busy
.
.
.
[minor editing]
.
.
.
"Hari ini display UKM. Yang izin ikut display siapa aja jadinya?" tanya Aylin.
TPK tengah melakukan briefing internal. Begitu selesai shalat subuh, mereka langsung berkumpul di dekat pos jaga parkiran dekat aula besar. Langit masih terlihat cukup gelap.
"Aku Lin," Rima mengangkat tangannya. "UKM Karate. Tapi nanti masih bisa bantu-bantu sampai GOR bentar sebelum persiapan."
"Oke. Yang lain?" Aylin mengangguk paham.
"Jadinya aku ikut display buat Menwa Lin," Andre berujar. "Sama Kevin."
Cowok yang namanya disebut mengangguk.
Kemudian ada beberapa TPK yang juga izin ikut display juga. Ada yang ikut buat UKM Mapala, UKM Teknologi, BEM dan DPM serta display ormawa fakultas di GOR setelah ishoma.
Total ada dua belas orang yang izin tidak bisa full bertugas di TPK.
"Fix 12 orang ya yang izin, termasuk Frans nanti buat orasi di sesi dua. Nanti kalau udah beres, udah selesai, balik lagi bertugas," kata Aylin.
Tidak semua TPK yang ikut UKM atau ormawa bisa ikut display. Hanya pengurus dan kehadirannya memang lebih dibutuhkan di sana. Kalau ikut semua, yang jadi TPK nanti siapa kalau anggotanya makin berkurang?
"Siap, Lin!"
"Oke...!"
Mereka lalu melanjutkan membahas tugas-tugas hari ini seperti apa. Tiga puluh menit kemudian, Aylin membubarkan mereka. Tidak lupa melakukan tos untuk menyemangati diri masing-masing buat hari ini.
Beberapa TPK segera berpencar ke pos masing-masing untuk melakukan tugasnya. Sementara sisanya ikut Aylin untuk menghadiri briefing bersama panitia lain di aula besar.
Tahun lalu, Aylin juga izin ke Zul mengikuti display UKM ketika hari kedua Isimaja. Dia izin ikut display Menwa kala itu. Namun, tahun ini, tentu saja hal itu tak mungkin dia lakukan lagi.
Cewek itu adalah ketua TPK yang tentu punya tanggung jawab lebih terhadap tugas dan anggotanya. Daripada hanya sekedar ikut display di GOR. Prioritasnya sudah berbeda.
Lagipula, hari ini juga bakal hectic. Dia dan ketua TPK fakultas lain sudah mewanti-wanti untuk hari ini. Apalagi ketika display dimulai.
Kenapa?
Prioritasnya dari tahun ke tahun adalah ketertiban saat menunggu giliran display. UKM seperti LPM Narasi terkenal cukup kontroversial dengan display mereka yang membawa spanduk atau kertas bertuliskan segala keresahan mahasiswa di UHW. Biasanya menyindir petinggi jajaran senat dan rektorat atas segala kebijakannya yang dianggap berat sebelah.
Tidak masalah sebenarnya untuk menyampaikan aspirasi, hanya saja jangan sampai memancing keributan dan jadi rusuh tidak etis.
Tahun lalu bahkan ada anggota LPM Narasi yang nekat meletakkan spanduknya di depan rektor. Lalu mereka menyanyikan lagu Darah Juang. Entah bagaimana nasib orang itu sekarang. Apakah baik-baik saja atau dicap sebagai tidak sopan.
Entahlah.
Lalu ada para ormawa FBS yang eksentrik. Bisa dibilang fakultas itu paling beda dari yang lain. Selain Fakultas Filsafat di UHW—walau nyentrik juga, mereka terbilang lebih kalem dari FBS. Mereka bahkan membawa bendera besar yang dipasang di bambu panjang—yang tentu saja terlihat seperti mau pasang umbul-umbul untuk tujuh belasan, mengecat wajah dan tubuh mereka, dan segala keunikan yang lain.
Benar-benar seperti mau pawai karnaval tujuh belasan. Apalagi membawa rombongan yang sangat banyak.
Tidak lupa juga dengan Fisipol. Ciri khasnya sebelas dua belas dengan LPM Narasi. Membawa spanduk, banner, atau poster yang berisikan isu-isu kemahasiswaan atau perkuliahan. Seperti mau melakukan demonstrasi.
Bukan berarti UKM dan ormawa lain lebih aman dari ketiganya.
Dan untuk mengantisipasi segala keriwehan itu, dari TPK univ sepakat kalau akan dibatasi dan diawasi.
"Cek cek... TPK Enggar, masuk, TPK Enggar," Aylin mencoba menghubungi Enggar yang sudah standby di GOR.
Saat ini Aylin ikut berlari kecil mendampingi maba menuju GOR. Dia harus menjauh sedikit dengan berlari di depan mereka agar bisa mendengar suara Enggar.
Para maba, seperti kemarin, berlari kecil sambil menyanyikan yel-yel dipimpin oleh Galang yang memegang toa pelantang.
"Cek, masuk. Ya gimana ketua?" suara Enggar terdengar.
"Gimana kondisi di TKP?" tanya Aylin.
"Aman Lin," jeda beberapa detik sebelum suara Enggar kembali terdengar.
"Barusan dapat info dari panitia display buat segera saja ke GOR. Mayoritas fakultas udah datang. Acara dimulai tiga puluh menit lagi."
"Baik, dimengerti. Ini lagi dijalan."
Hari ini, FT memang sedikit lebih lambat dari kemarin. Alasannya adalah karena menunggu maba yang telat. Aylin bisa saja membiarkannya dan meninggalkannya. Namun, dia memberikan toleransi waktu lima menit tambahan sebelum semua maba diarahkan ke GOR.
Aylin sedikit lebih toleran daripada Teguh. Teguh dulu bahkan sepuluh menit sebelum keberangkatan, semua maba sudah dikerahkan untuk ke GOR. Itulah sebabnya dulu Aylin terlambat selain karena kesiangan.
Dan untuk maba hari ini yang terlambat, Aylin menyerahkannya ke pemandu yang bersangkutan dan TPK yang di fakultas. Maba gugus yang telat akan ditunggu salah satu pemandunya, baru diantarkan ke GOR.
Dan buat maba yang terlambat, dia akan mengurusnya nanti.
Alasan lainnya adalah jadwal display UKM lebih maju dari protokoler kemarin karena untuk mengantisipasi selesainya acara yang terlalu sore. Diharapkan hari ini bisa selesai pukul tiga, maksimal pukul setengah empat.
Tidak lebih. Kalau bisa malah lebih cepat.
"Ayo, ayo, ayo! Larinya dipercepat!" seru Aylin ke semua maba. Cewek itu lalu mengisyaratkan ke Galang untuk mempercepat lari mereka.
"Ayo gaes, kita percepat ya larinya," kata Galang melalui toa pelantang.
"Yang belakang larinya dipercepat! Depannya jangan kecepetan juga, kasihan yang belakang!" seru TPK lain yang ikut mendampingi.
Beda dengan para TPK yang mendampingi, para pemandu menyemangati anak gugus mereka.
Para korlap sudah berada di GOR. Mereka akan menggunakan dresscode untuk hari ini. Galang juga akan berganti pakaian setelah ini. Jadi, begitu sampai di GOR nanti, Galang akan menyerahkan sementara ke TPK saat pengondisian maba.
Beberapa menit kemudian, mereka semua sudah sampai di area GOR. Dari luar, sudah terdengar sorakan maba fakultas lain yang sudah hadir. Suasana euforia mulai terasa. Kali ini begitu kental daripada kemarin.
Aylin dan TPK yang sejak awal mendampingi segera mengarahkan para maba untuk segera masuk ke GOR. Kali ini melewati pintu masuk sebelah timur. FT hari ini mendapat tempat di tribun timur.
"SELAMAT DATANG MABA FAKULTAS TEKNIK...!" seorang MC menyambut mereka.
Berbeda dari kemarin, para maba FT hanya bisa berteriak membalas sapaannya karena mereka masih sibuk melakukan pemlotingan tempat duduk.
Ketika semua maba sudah duduk di tempatnya, di mana hari ini gugus yang kemarin duduk di paling atas, kini duduk di depan. Aylin menaiki meja yang disediakan untuk korlap utama alias Galang untuk sekali lagi menekankan aturan buat hari ini.
Di mana untuk maba yang izin ke toilet harus izin ke pemandu dan TPK dan tidak boleh terlalu sering keluar masuk GOR. Lalu untuk maba yang merasa sakit segera bilang ke Tim Medis yang berjaga atau pemandunya. Jangan tidur saat acara berlangsung. Dan jangan main ponsel dan sibuk ngobrol sendiri.
Para maba kembali diambil alih oleh Galang yang sudah masuk bersama korlap lain. Para korlap FT kini mengenakan baju bengkel alias wearpack safety berwarna merah marun dengan garis kuning. Galang dan beberapa korlap lainnya bahkan mengenakan bandana segala.
Untung tidak memakai helm proyek dan goggle sekalian biar totalitas.
Terlihat korlap fakultas lain juga mengenakan atribut khas fakultas mereka. FBS yang mengenakan kostum wayang—tentunya yang lebih sederhana dan tidak bertelanjang dada karena pakai kaos putih, FMIPA yang mengenakan jas lab mereka, FKH dan FK yang memakai jas dokter, dan FO yang tidak terlalu mencolok dengan pakaian olah raga dan topi kuning.
Karena, semua maba FO memakai topi kuning.
Fakultas lain ada yang tetap memakai jas almet dan ada juga yang pakai kaos.
Di hari kedua Isimaja, dresscode semua maba adalah memakai kaos polo UHW.
Di tribun seberang FT, yang berhadapan langsung, dikuasai maba FBS. Terlihat tidak hanya banner dengan logo Isimaja FBS, tetapi juga ada sebuah ogoh-ogoh berbentuk ular naga terbuat dari sterofom menggantung di atas belakang. Bahkan sampai dipasang lampu di bagian matanya.
Gila, bukan main-main memang. Sangat totalitas!
Di tribun utara, diisi oleh Fisipol, FIP, FK, FEB, Fakultas Filsafat, dan FGK. Sementara di tribun selatan diisi FH, FKH, FMIPA, Fakultas Psikologi, FO, dan Fakultas Pertanian. Terlihat sebagian kecil maba Fakultas Pertanian dan FGK duduk di tribun barat, bersisian langsung dengan FBS.
Berbeda dengan FT yang benar-benar menguasai tribun timur.
"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH!"
"SELAMAT DATANG KEMBALI MABA UHW...!"
Pasha dan Cindy yang kembali menjadi MC sesi ini menyapa semua maba yang telah hadir.
"Apa kalian siap untuk hari ini?!"
"YAA!" jawab semua maba.
"Hari ini adalah saatnya menunjukkan semangat kalian. Masing-masing fakultas harus tunjukkan semangat membara kalian! Nanti di akhir acara kita akan pilih, siapa sih fakultas terheboh tahun ini?"
"Apakah FBS seperti tahun lalu?" ucapan Pasha disambut teriakan heboh dari maba FBS.
"Atau FT yang selalu jadi jawaranya?" perkataan Cindy lalu disambut teriakan tak kalah heboh dari FT. Bahkan maba FT sampai menghentakkan kakinya.
"Atau apakah FO sang tuan rumah?" maba FO juga berseru tak kalah heboh.
"Fisipol mungkin?" teriakan maba Fisipol terdengar.
"FMIPA barang kali?" maba FMIPA berteriak di tempat mereka.
"Siapapun nantinya, yang penting kita harus menunjukkan semangat dan kekompakan lebih dulu," kata Cindy.
"Apa kalian siap?!"
"YAA..!"
"APA KALIAN SIAP?"
"YAA...!!"
.
.
.
Sejak display UKM dimulai, Aylin sudah sibuk ke sana kemari melakukan tugasnya. Mulai berkoordinasi dengan anak buahnya serta ketua TPK fakultas lain. Suara gemuruh euforia para maba terdengar sampai luar GOR.
Di halaman luar GOR, sudah berdiri banyak anak-anak UKM dan ormawa yang melakukan persiapan dan menunggu giliran mereka untuk tampil. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, semua UKM univ yang ada akan dibagi dalam kelompok kolaborasi. Tiap kelompok ada tiga sampai empat UKM.
Tujuannya untuk menghemat waktu.
Masing-masing kelompok diberi durasi lima belas sampai dua puluh menit. Total UKM di univ ada 43, tidak termasuk BEM dan DPM univ karena mereka nanti akan memimpin orasi ormawa pada sesi kedua.
Saat ini Aylin tengah berada di lantai dua di sisi timur GOR. Mengecek keadaan dan menyampaikan pemberitahuan terbaru ke anggotanya yang berjaga.
"Kondisi gimana? Aman?" tanya Aylin ke Burhan.
"Sejauh ini aman, Lin. Tapi tadi ada lima maba yang dibawa ke posko kesehatan. Kondisi mereka cuman pusing sama mungkin butuh udara segar di luar," jawab Burhan. "Belum ada yang collapse, semoga aja nggak ada di fakultas kita."
Aylin mengangguk mendengarnya.
"Pastikan juga maba jangan ada yang melamun atau pikiran kosong."
"Siap Ketua."
Biasanya hal itu terjadi karena kondisi tubuh yang sudah capai dan dibuat melamun atau pikiran kosong. Euforia yang berlebihan bisa jadi salah satu pemicunya. Bahkan pernah ada kejadian sampai ada yang kerasukan. Entah bagaimana itu bisa terjadi.
Makanya, Aylin sejak tadi sibuk ke sana kemari, mulai dari berkoordinasi dengan TPK, pemandu, dan Tim Medis buat memastikan kalau hal itu tidak terjadi. Terutama pada maba FT.
Karena hal itu sudah terjadi pada salah satu maba FEB beberapa saat yang lalu. Padahal masih pagi, baru pukul sepuluh. Namun, kejadian itu tidak bisa ditebak. Bisa jadi karena orang yang bersangkutan atau hal lain.
Kita hanya bisa mewanti-wantinya.
Aylin bertemu Naufal dan PI lainnya di dekat posko kesehatan FT di lantai dua. Mereka sempat berbicara sejenak sebelum Aylin kembali melanjutkan tugasnya. Cewek itu harus ke bawah, ke sisi timur GOR untuk berkumpul sebentar dengan ketua TPK lain.
Namun, sebelumnya, dia ingin memastikan kalau semua yang di tribun timur di mana FT berada, aman terkendali.
Saat hendak menuju tangga, seseorang menyerukan namanya.
"Semangat Kak Aylin!"
Cewek itu menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke sumber suara. Dia melihat sosok maba yang selalu membuatnya kesal dari TM dan Aqisol.
Siapa lagi kalau bukan Kayvan Candra. Cowok itu kini tersenyum memperlihatkan geliginya.
Aylin memperhatikan sekelilingnya, memastikan kalau tidak ada maba atau panitia lain. Hanya ada beberapa pemandu, seorang TPK, dan Tim Medis dengan jarak yang cukup jauh dari mereka. Jadi di area ini terbilang cukup sepi.
"Ngapain kau di sini?" tanya Aylin judes. Bukan karena apa, ini masih belum waktu ishoma. Apalagi maba itu sendirian di luar sini. Perlu dipertanyakan.
"Habis dari toilet, Kak. Ini saya lagi nunggu teman saya Kak," jawab Kayvan. "Pemandu saya ada di sebelah sana."
Cowok itu menunjuk seorang pemandu yang tengah berbicara dengan pemandu lain di kejauhan. Tidak terlalu jauh sebenarnya, hanya beberapa meter, tetapi cukup jauh untuk jarak dengar percakapan normal.
HT yang dipegang Aylin berbunyi.
"TPK Aylin, masuk TPK Aylin. Tolong untuk segera ke lokasi."
"Segera balik ke tempat kalian. Jangan membuat masalah," kata Aylin pada Kayvan. Lalu tanpa basa-basi lagi, cewek itu bergegas pergi sambil menjawab panggilan di HT.
"Semangat Kak!" sekali lagi Kayvan berseru ke Aylin yang hendak menuruni tangga. Di dekat tangga ada satu TPK yang berjaga, entah dari fakultas mana. Aylin hanya mengangkat tangan kanannya sekilas, seolah mengusir.
Cewek itu terlihat buru-buru.
Sekali lagi, sang duta kampus terpilih menyunggingkan senyum. Hingga temannya yang sudah selesai dari toilet menatapnya heran.
"Kau tersenyum ke siapa? Tadi kau juga terdengar berbicara dengan seseorang."
Cowok itu hanya menggelengkan kepalanya tidak menjawab. Kemudian, mengajaknya untuk segera kembali.
.
.
.
Selesai melakukan rapat koordinir sebentar dengan ketua TPK lainnya, Aylin bisa sedikit santai sejenak. Namun, tetap saja dia harus nyanding HT dan siap sedia kalau ada sesuatu yang perlu ditangani.
Aylin mampir sebentar ke tempat di mana anak-anak Menwa berkumpul dan bersiap-siap. Ada Andre dan Kevin yang sudah memakai seragam dan atribut lengkap.
"Yo, Ketua!" Andre menyapa Aylin dengan gaya khasnya. Anggota lain yang kenal dengan Aylin ikut menyapa.
"Menwa jadinya sama UKM apa aja?" tanya Aylin.
"Kita bareng UKM Pramuka sama UKM Mapala," jawab Huda, ketua Menwa saat ini.
"Sama kayak tahun kemarin berarti?"
"Iya, Lin," jawab Andre. Cowok itu tengah memakaikan cat hitam ke kedua pipinya dengan jarinya.
"Semangat ya kalian!" Aylin menyemangati mereka.
"Yo, kau juga Lin. Semangat bertugas jadi ketua TPK," Huda menyahut. Begitupun yang lain.
"Semangat Mbak Lin!" seru beberapa anggota Menwa cewek sambil mengepalkan tangan mereka.
Aylin tersenyum sampai lesung pipi kanannya terlihat dan ikut mengepalkan tangannya. Mumpung tidak ada maba, dia bisa melepas topengnya.
Setelah itu, Aylin pergi dari sana. Dia ingin mampir sebentar ke tempatnya Rima berada. Yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat anak-anak Menwa berkumpul.
Terlihat anak-anak karate sudah siap, tinggal menunggu giliran.
"Alin!" Rima melambai heboh begitu melihat sahabatnya. Aylin balas melambai, tetapi lebih kalem.
"Tampil kapan?" tanya Aylin.
"Habis ini. Sekarang lagi adu yel-yel di dalam," jawab Rima. Dia mengencangkan sabuknya agar tidak lepas saat tampil nanti.
"Kelompok kolaborasinya sama siapa aja Ma?" tanya Aylin sekali lagi.
"Pencak silat, taekwondo, sama judo."
"Lah, beladiri semua berarti."
Rima mengangguk. "Iya. Jadi nggak terlalu ribet mikir konsep buat latihan."
Untuk penampilan display UKM, semua UKM—yang sudah dibagi kelompoknya oleh panitia display beberapa bulan sebelum Isimaja—memang ada latihan selama persiapannya. Secara mereka menampilkan semacam pertunjukan agar menarik maba untuk bergabung di UKM mereka.
Setelah siap, mereka melakukan beberapa kali gladi bersih saat mendekati hari H di GOR pada saat malam hari. Jadi, ketika TPK dan ketua Isimaja fakultas melakukan survei dan pemlotingan tempat serta para perkap dan PDD memasang perlengkapan yang dibutuhkan, anak-anak UKM akan melakukan gladi bersih.
Jadi, Aylin sudah sempat melihat bagaimana konsepnya penampilan mereka.
"Semangat yak!" Aylin merangkul Rima. Cewek itu balas merangkul Aylin.
"Kau juga semangat. Ingat Lin, masih ada anggotamu yang bisa kau suruh-suruh pas kau butuh istirahat. Oke?"
"Iya, iya. Dah sana siap-siap," mereka melepaskan rangkulan mereka.
.
.
.
"SUNNY!!" panggi Bimala dengan riang ketika melihat Aylin. Cewek itu beserta beberapa Tim Medis univ lainnya berjaga di posko kesehatan di sebelah utara GOR. Ada mobil ambulan terpakir di tempat parkir tidak jauh dari gerbang masuk.
Berkat teriakan Bimala, beberapa orang menoleh ke arah mereka. Membuat Aylin malu karena jadi pusat perhatian.
Dasar Bimala!
Untung tidak ada maba di posko kesehatan bagian sini. Secara posko ini diutamkan untuk yang paling mendesak dan butuh tenaga lebih ahli, alias di bawa ke dokter.
Tiap fakultas punya posko kesehatan masing-masing di GOR. Bahkan setiap fakultas juga menyewa satu mobil ambulan. Lalu ada posko tambahan dari univ di luar GOR sebagai bentuk antisipasi juga.
Dengan banyaknya maba UHW yang ribuan, hal itu tentu wajar dan merupakan prosedur standar sesuai kesepakatan semua Tim Medis.
"Ish! Jangan teriak-teriak. Bikin malu orang aja," gerutu Aylin. Sementara itu, Bimala hanya cengengesan mendengarnya.
"Aku ini profesional tau!" kata Bimala, "Tanya aja sama Maul."
Maul yang mendengar namanya disebut hanya memutar kedua matanya jengah.
"Suka-sukamu lah," ujarnya.
"Btw, Frans nanti jadi izin ikut rombongan ormawa?" tanya Bimala. Kalau kalian lupa, Frans masih bertugas sebagai duta FT sebelum digantikan Kayvan nanti. Jadi pas sesi kedua nanti, cowok itu jelas ikut untuk display ormawa dan orasi ketua BEM.
Frans dan duta kampus lainnya akan memberikan orasi juga setelah ketua BEM. Dan untuk Pasha nanti, dia hanya kan merepresentasikan FK saja. Karena yang terakhir akan diringkas atau ditutup oleh orasi ketua BEM univ.
Bedanya orasi ketua BEM dan duta kampus apa? Konten atau isinya. Biasanya keua BEM lebih mengarah ke urgensi atau isu-isu terkait kemahasiswaan secara general sesuai visi misi fakultas. Sedangkan duta kampus lebih ke representasi tentang fakultas itu sendiri. Lebih ke motivational speech kenapa kau memilih berkuliah di fakultas itu.
Intinya melengkapi orasi ketua BEM secara lebih personal ke maba fakultas yang bersangkutan.
"Iya," Aylin mengangguk.
"Wah... pengen lihat si sayang ngasih orasi...." kata Bimala.
"Jangan bucin. Ingat tugasmu apa," Aylin mengingatkan sepupunya itu. "Kau juga masih bisa lihat di live streaming kan?"
"Tapi kan beda rasanya..."
Mulai deh!
Aylin masih cukup sering kagok melihat Bimala bucin ke pacarnya. Apalagi Frans yang merupakan juniornya. Semoga mereka bertahan sampai akhir. Sampai menikah, sampai jannah kalau bisa.
They're really into each other that hard. They complete each other like a piece of puzzle.
"Bentar lagi masuk ishoma nih," Bimala mengecek jam tangannya. "Tapi udah masuk waktu dzuhur. Kau shalat nggak Lin? Mending shalat dulu nggih, mumpung maba masih di dalam GOR."
"Ishoma jam setengah satu kan?" tanya Aylin memastikan. Bimala mengangguk. Sekarang jam setengah dua belas. Memang sudah memasuki waktu bedug. [dzuhur, tengah hari]
"Aku lagi halangan. Kau ajak Maul aja. Mumpung selo juga kan?" ujar Bimala. "Serahin dulu ke anak buahmu bentar. Mereka juga pasti paham. Gantian."
Aylin berpikir sejenak. Dia sudah mengecek semuanya. Sejauh ini juga anggotanya tidak mengabari ada hal urgent yang harus dia turun tangan langsung. Mendekati waktu ishoma memang bisa dibuat santai sebentar sebelum kembali sibuk lagi.
"Yaudah deh," katanya akhirnya.
"Ul, shalat dulu sana," kata Bimala. "Yang lain shalat dulu aja, gantian. Mumpung selo gaes."
"Hooh, bener. Gantian shalat gaes. Biar ada yang standby di posko kalau ada apa-apa," seorang anggota Tim Medis yang Aylin tidak tahu namanya berujar menyetujui perkataan Bimala.
"Iya, mumpung selo. Manfaatkan waktu sebaik mungkin," sahut anggota lain.
Di sisi lain, Aylin memberikan arahan ke anggotanya yang ada di area GOR untuk bergantian jaga. Ada yang shalat dulu beberapa, ada yang lanjut jaga. Mumpung waktunya pas.
"Yuk, Mbak Lin," kata Maul yang sudah siap. Ada dua anggota Tim Medis lainnya yang ikut.
"Ke mushala aja. Yang nggak banyak orang."
Mereka lalu pergi ke mushala di timur GOR, dekat gedung kuliah FO. Jaraknya memang agak jauh dari GOR dan biasa digunakan panitia untuk shalat juga selama Isimaja.
.
.
.
.
.
.
.
a.n.
lanjut di next part, dan mungkin bakal lambat update (diusahakan around 1 week) karena lagi sibuk nyiapin bahan buat kerja
pas display ukm emang berkesan sih pas ospek dulu :)) semua yang ada di part ini based on the real event ya (kecuali duta kampus) dan ya fbs emang seheboh itu :') fakultas aing wkwk
see you^^