Belinda

Belinda
12. Menjalankan rencana



Hari sudah menjelang pagi ketika Belinda membuka mata. Ia merasakan kehangatan menyebar di sekujur tubuh, sebuah lengan yang terasa kuat dan kekar memeluk pinggangnya.


Belinda menunduk, mengumpulkan kesadaran dengan mata terus menatap ke arah lengan kecoklatan yang melingkari pinggangnya tersebut.


Dengan sangat pelan, Bel memegang pergelangan tangan Verga, lalu mengangkat untuk memindahkan lengan suaminya itu. Ketika ia sudah berhasil dan bermaksud menggeserkan tubuh dari sisi Verga, lengan tersebut malah menguncinya kembali.


"Kau mau kemana?" Suara Verga terdengar masih mengantuk.


Belinda menoleh, melihat sepasang mata yang masih setengah berkedip menyesuaikan cahaya matahari pagi yang menembus kaca.


"Aku ingin ke kamar mandi," ucap Belinda. Ia mengutuk dalam hati, kenapa pria itu mudah sekali terbangun. Padahal ia sudah berusaha membuat suami barunya itu lelah dengan merayu dan memaksanya bercinta sepanjang malam.


Setelah sore pertama penyatuan mereka untuk pertama kali, Verga bermaksud memberi jeda pada isterinya itu untuk pulih kembali. Ia tahu hubungan intim pertama kali bagi isterinya itu pasti membuat gadis itu tidak nyaman dan kesakitan.


Dengan sangat lembut dan penuh sayang, Verga memandikan isterinya dengan air hangat setelah penyatuan itu, lalu memberikan makan malam untuk mereka berdua yang sudah disiapkan di ruang makan di lantai bawah. Belinda bahkan agak malu dengan sikap mesra yang Verga tunjukkan.


Pria itu menyuapinya, memancing percakapan dengan gurauan, banyak bertanya tentang diri Belinda. Setelahnya, Verga mengajak Bel berjalan-jalan, namun Belinda menolak. Mereka akhirnya hanya mengobrol ringan di halaman depan, memandang pinggiran pantai sambil mendengar suara ombak.


Ketika malam menjelang dan mereka kembali ke kamar mereka, Belinda dengan sengaja membuka pakaiannya di depan Verga. Reaksi yang ia inginkan terkabul. Suami barunya itu tampak tidak bisa menahan diri. Padahal ia berkata bahwa ia akan memberi waktu istirahat untuk isterinya itu.


Belinda merayu suaminya lagi, mengatakan berulang kali di dalam hati bahwa ia memberikan bayaran untuk kebebasannya dari keluarga Antolini pada pria itu. Memberikan kepuasan dan kenikmatan yang diinginkan suaminya sebanyak apapun pria itu mau. Tapi hanya untuk malam ini saja.


"Perlu bantuanku?" Verga masih memeluk pinggang Belinda, sehingga wanita itu tidak bisa bangkit dari tempat tidur.


"Tidak usah. Aku bisa sendiri. Kau tidurlah kembali."


Ketika merasakan lengan suaminya melonggar, Belinda bergeser ke pinggir tempat tidur. Namun, ia menoleh ketika merasakan tubuh Verga juga ikut bergerak. Laki-laki itu dengan gesit turun dari tempat tidur, seketika wajah Belinda berubah warna karena merona. Suaminya masih dalam keadaan telanjaang.


"Ayo ...."


"Ini tidak perlu," cetus Belinda.


"Sangat perlu. Kau kelelahan."


Belinda tidak menanggapi ucapan suaminya. Ia hanya bisa mengutuk dalam hati, kenapa pria itu malah terbangun. Bel yakin sahabatnya Vito pasti sudah menunggunya di suatu tempat, bersiap menjemput.


Mereka tiba di dalam kamar mandi yang lumayan luas. Verga menurunkan Belinda, lalu mulai mengisi bath tub dengan air hangat. Belinda membalikkan tubuh agar matanya tidak terus melihat ke arah pemandangan suaminya yang polos, ia memutuskan mencari kesibukan sendiri dengan menggosok gigi.


Batin Belinda berperang, mengatakan bahwa suami yang telah dipilihkan ayah dan kakaknya itu sangatlah baik, juga bersikap amat lembut terhadapnya. Lalu sedetik kemudian Bel menggeleng, mengatakan bahwa ini baru sehari, ketika waktu telah berjalan, maka sikap Verga pastilah tidak jauh dari perilaku ayahnya dan Benjamin. Dia pasti mengekang dan juga akan mengatur hidupnya.


Belinda tidak menyadari bahwa ia sudah terlalu lama menggosok gigi, sampai sebuah lengan menghentikan gerakan tangannya.


"Apa yang kau pikirkan? Ayo, air mandimu sudah siap."


NEXT>>>>>>


*********


From Author,


Ya ampunnnn, mo ngajak mandi sama-sama.ya Kang? hahaha....


Jangan lupa dukungannya dengan tekan like, love, bintang lima dan vote ya. terimakasih banyak.


Salam. DIANAZ.