
"Tuan, apakah anda berniat memperpanjang menginap disini?" Kata Resepsionis pada Seo Jun-Woo yang baru saja dapat panggilan, karena sudah melebihi batas waktu awal menginapnya. Seo Jun-Woo sendiri, awalnya hanya berniat menginap paling lama sepuluh hari, namun ternyata selain soal masalah Scorpio tempo hari, belum lagi di temukan petunjuk tentang Para Pemuja Dewa Kegelapan.
Ini juga sudah empat hari lebih sejak kejadian itu, Seo Jun-Woo tidak juga mendapatkan kabar dari Kim Jung Hwa melalui Email, atau dia berbagi informasi tentang hal yang dia temukan. Sungguh, Seo Jun-Woo benar-benar kesal jika memikirkan itu.
"Tuan Seo Jun-Woo? Bagaimana? Apakah anda mau memperpanjang atau tidak?"
Mendengar pertanyaan ulang, Seo Jun-Woo segera berkata,
"Ya, Aku akan memperpanjang seminggu lagi."
Dia mengagap ini harusnya waktu yang cukup untuk mencoba mencari Informasi di Ibu Kota Utama ini. Setidaknya, Seo Jun-Woo yakin jika Markas Para Pemuja Dewa Kegelapan itu ada di suatu tempat di kota ini, begitulah Infomasi yang dia dapatkan sebelumnya setelah mengacak-acak Laboratorium penelitian sebelumnya dengan Clone Bayangan miliknya.
"Baik, kami akan memproses penjangannya, mohon tunggu sebentar."
Seo Jun-Woo menatap tidak tertarik kearah meja resepsionis, lalu mulai menatap kearah Lobi, dimana ada beberapa orang lewat, beberapa pegawai yang shifting, atau beberapa beberapa orang mulai bergosip.
Awalnya tidak ada yang menarik dari gosip-gosip yang di bicarakan oleh Para Tamu. Namun beberapa pegawai yang sedang beristirahat mulai bergosip hal-hal yang cukup menarik.
"Apakah kamu tahu? Nenek Rebecca yang biasa mengantarkan Box Susu Segar ke Hotel ini, tiba-tiba saja meninggal."
"Astaga, Nenek Rebecca? Padahal belum lama Aku bertemu dengannya saat mengantarkan Susu, Aku lihat dia masih sehat-sehat saja."
"Memang, Aku juga kira begitu."
"Atau apakah faktor Usia? Dia sudah enam puluh tahun lebih setelah semua."
"Kalau karena itu mah, Aku tidak akan membicarakannya. Hanya saja, kenapa Aku membahas ini, lebih tepatnya karena jenazah Nenek Rebecca memiliki beberapa keanehan."
"Keanehan apa?"
"Menurut Tetangga Korban, tubuh Nenek Rebecca di penuhi oleh bintik-bintik hitam."
"Apakah itu semacam penyakit?"
"Entahlah, Keluarganya juga tidak terlalu meminta penyelidikan, mungkin itu hanya semacam penyakit biasa, belakangan memang sering terjadi hal semacam itu sejak ada Dungeon bukan?"
"Maksudmu Wabah Dungeon?"
"Ya, Dunia telah berubah begitu pula virus-virusnya. Kabarnya ada semacam Virus Mutasi dari salah satu Dungeon yang sempat Outbreak beberapa saat lalu di pinggiran Kota."
"Tidakkah Asosiasi menindak itu? Apakah itu menular?"
"Asosiasi sepertinya sudah bertindak, dan menurut penelitian itu tidak menular."
"Jadi menurutmu itu ada hubungannya dengan Kematian Nenek Rebecca?"
"Tentu saja bisa. Bukankah Nenek Rebecca sering ke Pinggiran Kota mengantar Susu ke sana juga?"
"Ah... Sungguh? Aku benar-benar menjadi takut sekarang,"
Seo Jun-Woo menjadi sedikit curiga ketika mendengarkan gosip itu. Yah, bukan berati itu mengarah pada Pemuja Dewa Kegelapan, namun bisa saja kan?
"Ini Kartunya Tuan Tuan Seo Jun-Woo, perpanjaganya sudah selesai."
Mendengar kata-kata resepsionis itu, Seo Jun-Woo segera mengaguk, mengabil kartu debitnya, dan segera pergi dari sana. Hal-hal pertama yang ingin dia selidiki adalah tentang wabah aneh dari Dungeun.
Ternyata setelah berbagai macam penyelidikan, ciri-ciri wabah dan kematian Nenek Rebecca sangat cocok satu sama lain.
"Baik, Terimakasih atas Informasinya soal kematian Nenek Rebecca." Kata Seo Jun-Woo sopan setelah mulai bertanya kepada salah satu tetangga orang itu. Dan menurut petunjuk, sepertinya Nenek Rebecca benar-benar terkena Wabah dari Dungeon tidak ada hubungannya dengan Pemuja Dewa Kegelapan. Beberapa gosip yang beredar ternyata hanya dilebih-lebihkan saja.
Ada sedikit keputusasaan ketika dia gagal menemukan petunjuk.
"Tidak masalah, Tuan Hunter. Hah, sejak Dungeon muncul memang sering terjadi hal-hal aneh."
"Hal aneh apa kalau boleh tahu?"
"Salah satu orang dari Kompleks sebelah, tiba-tiba saja menghilang,"
"Menghilang? Apakah sudah di laporkan?"
"Tidak ada petunjuk, bagian keamanan hanya membuat alasan dia mungkin korban dari Dungeon Outbreak sebelumnya. Jelas aku yakin mereka hanya mengada-ada karena tidak mau repot mencari warga sipil biasa yang miskin. Hah jika yang hilang itu orang kaya mereka pasti akan berbondong-bondong untuk memecahkan kasus,"
Orang itu mulai mengeluh soal masalah yang dia dengar dari Komplek sebelah itu. Seo Jun-Woo tentu saja cukup tertarik juga dengan kasus itu walaupun ini mungkin saja seperti sebelumnya tidak ada hubungannya dengan Pemuja Dewa Kegelapan, namun apa salahnya menyelidikinya?
Para Pemuja Dewa Kegelapan terkenal dengan tindakan aneh dan eksentrik mereka dari dulu selalu membuat kehebohan dan kekacauan dimana-mana, entah itu secara terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi.
"Namun bisa jadi kan dia benar-benar Korban Dungeon Outbreak?"
"Tidak. Salah satu tetangganya sempat melihat orang itu masih di Rumahnya setelah Dungeun Outbreak, namun beberapa saat setelah berada di rumahnya itu dia tiba-tiba pergi lalu menghilang, tanggalnya memang mendekati ketika Dungeon Outbreak, namun harusnya saat itu Dungeun Outbreak sudah selesai di bersihkan oleh Pada Hunter,"
"Hmm, jadi begitu."
"Apakah kamu ingin mencoba menyelidiki kasus itu?"
Seo Jun-Woo lalu tersenyum, tidak berniat menjawab ataupun mengelak.
"Terimakasih banyak atas informasinya, saya sendiri tidak boleh terlibat terlalu banyak kasus selain yang ditugaskan kepada saya."
"Hah, baiklah-baiklah,"
Dengan itu, Seo Jun-Woo melanjutkan untuk penyelidikan berikutnya yaitu menuju ke arena kompleks sebelah. Namum ketika dia menuju tempat itu dia segera merasakan energi kegelapan.
Dengan skill deteksinya dia mulai mencari dari mana arah sumber energi kegelapan itu. Mana tahu, ketika dia melewati sebuah gang sepi, ada sebuah tanda sihir kegelapan yang ada disana.
"Tunggu... Ini sihir Shadow Mark?"
Seo Jun-Woo tentu saja cukup familiar dengan tanda itu, Shadow Mark, untuk menandai seseorang, dan bisa jadi diberikan efek khusus setelah di tandai. Hanya melewati tempat ini saja, Shadow Mark akan ada pada seseorang.
"Mau bagaimanapun juga ini pasti perbuatan mereka."
Seo Jun-Woo jadi curiga, jangan-jangan kasus hilangnya warga itu ada hubungannya dengan Shadow Mark ini?
"Hah, akhirnya aku menemukan petunjuk tentang kalian awas saja nanti!!"
Seo Jun-Woo segera bergerak menuju lokasi hilangnya warga sipil itu. Mana tahu, tiba-tiba ponselnya berbunyi itu adalah tanda dari Email masuk. Namun merasa barangkali ada yang penting dia segera membuka ponselnya, dan menjadi terkejut ketika melihat siapa yang mengirimkannya Pesan.
Ini Phoenix alias Kim Jung-Hwa!