
Mereka bertiga, mulai menyusuri lorong batu yang ada di depan mereka, tempat itu ternyata penuh dengan beberapa Iblis Rank B, dan bahkan ada Iblis Rank A. Tentu saja, pertarungan itu berjalan cukup mudah karena ada Choi Hana di depan, yang benar-benar menetes semua musuh yang ada.
Seo Jun-Woo tetap mencoba mencari celah agar bisa menyerap kekuatan dari Core Monster disekitar sini. Sepertinya Choi Hana ini, tidak begitu berminat dengan Core Monster semacam itu, dan lagi karena hanya bertiga, Tidak cukup waktu untuk mengambil Core-core itu.
"Tempat ini benar-benar menjijikan," ucap Viona sambil menatap mayat-mayat Iblis di lantai, yang saat ini mengeluarkan darah hitam dan lagi berbau busuk.
"Memang, di tempat semacam ini Apa yang kamu harapkan? Sesuatu yang enak di lihat? Ini adalah Dungeon bukan tempat piknik," kata Seo Jun-Woo dengan ekspresi kesal karena melihat gadis yang ada di sampingnya dari tadi mengeluh bahkan tidak ingin terkena darah monster.
Berbeda dengan Choi Hana yang di depan, dia menebas para monster tanpa ampun, bahkan ketika beberapa darah hitam mengenai bajunya, namun dengan Kekuatan Angin miliknya, dia membersihkan bajunya dengan cepat.
"Sialan, kamu seorang Pria memang tidak tahu estetika, lain kali kamu terluka Aku tidak akan menyembuhkanmu!"
"Siapa juga yang butuh kamu sembuhkan aku tidak berniat untuk terluka!"
Ketika mereka bertengkar itu, ada moster yang tiba-tiba muncul di belakang Viona, Seo Jun-Woo untungnya cukup tanggap dan segera menarik Gadis itu ke dalam pelukannya dan menebas monster yang ada dibelakangnya.
"A-- Apa Yang coba kamu lakukan! Kamu pasti sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan!"
"Ada Monster di belakang mu! dan siapa juga yang ingin mengambil kesempatan darimu? Benar-benar tidak ada untungnya!" Kata Seo Jun-Woo segera melepaskan Viola, dan menjaga jarak darinya.
Dua orang itu mulai terlibat bertengkar sendiri. Choi Hana yang melihat sisi belakang bagaimana dua orang itu bertengkar hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa pasrah.
"Sudahlah Kenapa kalian berdua begitu ribut-ribut?"
"Tapi Kak Hana, Hunter dari Asosiasi ini sangat menyebalkan! Lihat sikap sombongnya itu yang meremehkan wanita! Itulah kenapa dia masih jomblo sampai sekarang!"
"Hey, siapa yang kamu tuduh sembarangan? Apakah Aku jomblo atau tidak, ini jelas tidak ada urusannya dengan Dungeon!"
Seo Jun-Woo juga tidak tahu kenapa dia jadi emosi berbicara pada Viona ini, padahal awalnya baik-baik saja, yah sampai mereka terjebak di tempat memuakkan ini, untuk waktu yang entah Sudah berapa lama sepertinya beberapa jam sudah terlewat, dan tidak ada tanda-tanda dari lorong itu akan berakhir.
"Baik, mungkin kita perlu istirahat di sini saja tempat ini cukup tenang," kata Choi Hana sambil melihat ke sekeliling lorong di mana di sana sedikit lebih luas, memang tempat yang cocok untuk Istirahat.
Viona yang lelah, Dia segera duduk di pinggiran Lorong bersama dengan Choi Hana yang sepertinya sedang mengeluarkan beberapa makanan dari Inventorynya.
Seo Jun-Woo ada dipinggiran arah yang berlawanan dari mereka. Mulai mengambil hal-hal di Inventorinya, dia juga cukup lelah setelah menjelajahi Dungeon berjam-jam.
Sudah berapa lama sejak mereka masuk?
Itu lebih dari 12 jam lalu.
Berapa lama mereka terjebak disini?
Ini sekitar, 7 jam, lalu, dan monster yang ada di bawah sini lebih merepotkan daripada yang ada di atas terutama jumlah mereka yang meningkat.
Seo Jun-Woo jelas merasa bahwa lorong itu sangat aneh, seperti ada sesuatu yang jangal. Dia mulai memikirkan Apakah sebaiknya mencoba menyelidiki daerah ini?
Yah, ini juga bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk pergi sendiri tanpa dua orang itu. Namun bagaimana cara membuat alasan?
"Maaf, sebenarnya Aku ingin ijin untuk buang air kecil,"
Viona yang mendengar itu segera tertawa dan kata,
"Kenapa tidak disini saja? Owh, jangan bilang kamu malu? Malu karena milikmu kecil?"
Seo Jun-Woo yang mendengar ledekan itu segera ingin menjadi marah, namun mencoba menahan emosinya.
"Berhenti membuat lelucon yang vulgar!"
"Bukankah kamu dulu yang mulai!"
Choi Hana mencoba untuk menengahi mereka berdua,
"Ya, kamu pergilah ke sekitar lorong saja, namun jangan terlalu jauh takut-takut ada monster berbahaya,"
"Biarkan saja, Kak Hana biar anunya di gigit monster!"
Seo Jun-Woo menatap kesal kearah Viona, namun tidak mengatakan apa-apa dan segera berjalan menuju sisi lorong yang lainnya.
Kebetulan, tempat luas ini ternyata memiliki beberapa cabang lorong. Seo Jun-Woo berjalan menyusuri lorong, mencoba mencari petunjuk tentang lorong aneh ini. Karena sekarang jarak yang dimilikinya dengan dua gadis itu cukup jauh dia mulai mengaktifkan kemampuan deteksinya.
Dan dia mulai menemukan sesuatu, seolah ada sebuah energi yang begitu kuat di tempat sekitar sana. Seo Jun-Woo lalu mulai berjalan menelusuri tempat itu, yang ternyata masih tidak ada monster, hanya saja Seo Jun-Woo lalu melihat tempat yang penuh dengan batu-batuan bercahaya tempat itu benar-benar sangat mencolok daripada tempat-tempat lain karena begitu terang.
Seo Jun-Woo merasakan ada beberapa energi tertentu yang ada di sekitar bebatuan bercahaya.
"Ini aneh, bukan Kekuatan Kegelapanku yang bereaksi, namun Fregmen Cahaya milikku?"
Rasanya, seolah ada suatu energi yang menariknya ke tempat ini, Seo Jun-Woo mulai meraba-raba daerah sekitar sana, tidak sengaja mengambil salah satu batu, kemudian dia melihat ada sebuah lubang kecil di dinding.
"Sudah aku duga ini semacam lorong rahasia,"
Seo Jun-Woo di masa lalu tentu saja cukup familiar dengan tempat-tempat semacam ini, dari mana dia tahu soal Dewa Kegelapan dan Dewa Cahaya jika bukan dari Informasi Dungeon?
Seo Jun-Woo mulai menggunakan fragmen cahaya yang ada di tubuhnya dan benar saja lubang kecil itu bereaksi dan segera, ada sedikit guncangan.
Sayangnya, muncul banyak monster disana setelahnya, monster-monster itu memiliki bentuk yang tidak beraturan. Seperti Ghoul atau Iblis, namun memiliki tubuh aneh dan cukup berantakan.
"Apakah itu mutan?"
Seo Jun-Woo segera mengeluarkan pedangnya, dan mulai menebas monster-monster itu dengan Void Slash. Monster itu, hanya Monster Rank B, namun yang membuat Seo Jun-Woo terkejut, adalah Jumlah energi kegelapan yang Para Monster itu miliki. Fregmen of The Light dalam tubuh Seo Jun-Woo sedikit bergetar, namun sudah tidak begitu menyakitkan seperti dulu, sepertinya kekuatan cahaya dalam tubuhnya juga mulai menyesuaikan dengan kekuatan kegelapan.
Namun yang aneh dari Monster itu, itu tidak begitu kuat walaupun Energi kegelapan yang dimilikinya tinggi.
"Apakah ada hubungannya dengan sesuatu di balik pintu ini?"
Dengan perasaan penasaran, Seo Jun-Woo segera melangkah memasuki pintu aneh itu. Dan segera dia merasakan sebuah ledakan energi yang seolah memanggilnya.
Ini mirip dengan situasi dimana Seo Jun-Woo melihat kearah portal Dimensi Kegelapan menuju Dunia Dewa Kegelapan, hal-hal yang ada di tengah-tengah ruangan itu seolah menariknya.
Namun itu bukan portal atau energi kegelapan.
Melainkan sebuah Cystal Besar bercahaya, yang berisi kemampuan yang sangat familiar.
"Ini... Fregmen Cahaya? Namun bagaimana bisa ada di tempat semacam ini?"
Seo Jun-Woo melihat struktur tempat itu bagaimana kristal besar itu tertanam di lorong bawah tanah, dan seolah-olah memberikan energinya ke lorong bawah tanah ini, agar tetap berdiri.
Seo Jun-Woo yang merasakan aliran energi itu yang memenuhi dinding-dinding dari gua batu ini jelas saja merasa aneh.
"Bagaimana bisa?"