
Seo Jun-Woo yang baru saja keluar dari ruangan itu segera menuju ke lokasi lorong di mana Choi Hana dan Viona berada, namun dia sudah segera disambut dengan kata-kata dingin.
"Hey, sialan! Kenapa kamu pergi buang air lama sekali? Tidakkah kamu tahu? Baru saja terjadi hal-hal aneh di Dungeon ini," kata Viona yang baru saja melihat kedatangan Seo Jun-Woo dengan ekpersi marah.
Seo Jun-Woo yang ditegur itu segera menjadi kaget tidak mengira jika gempa itu terasa sampai sana namun sekarang alasan apa yang harus dirinya buat?
"Yah, ini urusan laki-laki sedikit berbeda dengan perempuan!"
"Jangan bilang, kamu baru saja melakukan hal-hal yang tidak tidak di sini?"
"Tuduhan macam apa itu?"
Choi Hana yang mendengar dua orang itu kembali berdebat akhirnya mencoba untuk menengahi mereka berdua lagi.
"Cukup kalian, hal-hal penting baru saja terjadi ketika kamu pergi, kamu juga melihat pemberitahuan nya kan?"
Seo Jun-Woo menjadi bingung harus menjawab seperti apa tentu saja dirinya tahu namun pemberitahuan apa yang Choi Hana maksud?
Apakah soal Dungeon yang akan Outbreak tapi batal?
Atau soal Dungeon akan segera hancur?
"Ya, pemberitahuan itu apakah hal-hal yang serius?" Tanya Seo Jun-Woo lagi.
Kali ini, Viona yang menjawab pertanyaan itu,
"Tentu saja ini serius, pemberitahuannya itu hanya bilang bahwa Dungeon ini rusak! dan akan menghilang dalam waktu 2 jam kita tidak akan bisa keluar dari sini tanpa bisa mengalahkan Bos dalam dua Jam! Menurutmu apakah itu masuk akal?"
Seo Jun-Woo menjadi terkejut ternyata pemberitahuannya hanya sampai di sana hal-hal tentang Dungeon Outbreak hanyalah sebuah pemberitahuan yang dikirimkan padanya secara khusus, namun kenapa?
Apakah hal-hal itu karena dirinya terlibat dalam sihir pembentukan Dungeon?
Karena dirinya baru saja mengacaukan soal Dungeon itu?
"Ya Ini benar-benar serius baiklah Mari kita segera mencari tim utama atau menemukan Bos. Bagaimana menurut Nona Choi Hana? Pilihan Apa yang sebaiknya kita prioritaskan?"
Choi Hana yang ditanya itu, segera terdiam seolah berpikir langkah apa yang sebaiknya diambil, namun dia tidak lama sampai memutuskannya,
"Mari utamakan menemukan Bos Dungeon, aku yakin tujuan tim utama juga akan segera menemukan Bos itu, mungkin kita akan bertemu mereka dalam prosesnya,"
Setelah memutuskan kami kembali melewati lorong itu, namun kali ini daripada hanya mengikuti lorong tidak jelas kami membuat jalan sendiri dengan merusak dinding-dinding di sekitar lorong mencoba untuk mencari jalan keluar ke atas. Untungnya lorong ini terdiri dari tanah yang tidak begitu keras, cukup mudah untuk digali dengan kekuatan milik Choi Hana.
Sampai ketika mereka bertiga naik mereka tiba di sebuah hutan lagi, kali ini pandangan hutan di atas terlihat lebih mengerikan daripada yang dilihat pertama kali. Itu mungkin karena adanya banyak tengkorak di sekitar sini.
Tepat ketika sedang berpikir, mereka melihat sebuah Istana Hitam yang berada tidak jauh dari sana. Pandangan mereka bertiga saling bertatapan satu sama lain kemudian mengangguk, mereka jelas memiliki pikiran yang sama yaitu,
"Jangan mengatakan hal yang sudah pasti ayo segera ke sana saja," kata Viona segera berlagak seperti bos dan mulai berjalan lebih dulu.
Seo Jun-Woo akhirnya hanya menurut dan memastikan untuk berjalan mengikuti Gadis itu, sedangkan Choi Hana terlihat waspada dan melihat sekeliling memastikan tempat itu cukup aman dari jangkauan Monster.
Sayangnya mereka malah bertemu dengan beberapa monster di sana, ini Tipe Monster Kegelapan, tengkorak-tengkorak yang bisa berjalan segera mengelilingi mereka. Rasanya terlihat sangat mengerikan.
"Awas!!"
Karena jumlah musuh sangat banyak, Choi Hana jelas tidak mampu untuk bertarung sendiri, Seo Jun-Woo mulai turun tangan dan bertarung.
"Nona Choi Hana, kamu bisa fokus bertarung biarkan aku untuk melindungi Nona Viona,"
"Si-- Siapa yang butuh untuk kamu lindungi?" Protes Viona.
"Di saat seperti ini kamu jangan keras kepala!"
Seolah mengerti, Viona lalu segera merapalkan beberapa sihir dan mulai memberikan Buff pada Seo Jun-Woo dan Choi Hana. Pertarungan itu untungnya berjalan dengan cukup lancar. Namun jika melihat ke arah jalanan kastil, terlihat tidak ada yang pernah melewati tempat itu yang berarti tim utama mungkin belum menyadari keberadaan kastil itu.
Seo Jun-Woo lalu menatap ke arah belakang yang mulai melihat sebuah hutan yang lebih lebat yang ditutupi oleh kabut. Ketika Seo Jun-Woo melihat hal itu, dia entah bagaimana tidak tahu harus merasa senang atau merasa buruk.
Ya, senang karena tidak perlu untuk terjebak di hutan yang penuh dengan kabut ilusi di belakang, tidak tahu ilusi hebat macam apa yang akan diberikan yang akan menyesatkan orang-orang.
Buruk karena tadi sempat terjatuh ke lubang, Namun ada banyak keuntungan yang didapatkan selama berada di lorong bawah tanah. Ya, tidak tahu juga kenapa hal-hal itu terjadi, jadi Seo Jun-Woo memilih untuk fokus pada hal-hal yang ada di depan.
Karena monster-monster yang muncul semakin dekat ke arah kastil semakin berbahaya, ini juga Seo Jun-Woo untungnya sempat untuk mengambil celah, dan mengumpulkan energi kegelapan. Statistiknya masih saja terus meningkat namun sayangnya bagian dari fragmen kegelapan dalam tubuhnya tidak juga berubah, masih level B.
"Hey! Apa yang kamu lakukan kamu harus fokus ke depan!" Kata Viona setelah mengunakan Perisai pelindung pada Seo Jun-Woo yang terlihat melamun dalam pertarungan itu, Seo Jun-Woo Tentu saja tidak melamun namun mencoba memfokuskan untuk menyerap energi kegelapan, Namun sepertinya hal-hal ini tidak cocok dalam pertarungan interes ini.
"Maaf, Aku melakukan kesalahan,"
Mungkin, sebaiknya dia fokus saja nanti menyerap Bos Monster di dalam, lagipula karena sedang buru-buru pastinya nanti tidak banyak orang yang akan memperhatikan jika Core Bos hilang?
Sudahlah, karena Dungeon ini aneh jadi apa boleh buat?
Orang-orang pasti tidak akan curiga pula.
Seo Jun-Woo benar-benar bisa dengan mudah mengalahkan Monster level B-A sekarang, hanya dalam beberapa tebasan oleh pedangnya itu semua sudah segera hancur.
Keefektifan Volid Slash meningkat tajam, dan sudah bisa menyerang dari jarak jauh, untungnya kemampuan ini hampir terlihat mirip seperti Sword Aura, jadi bahkan Choi Hana yang sibuk bertarung itu tidak memperhatikan, apalagi Viona yang merupakan tipe pendukung. Seo Jun-Woo benar-benar berhasil mengambil celah itu untuk bisa mengaktifkan kemampuannya dengan cukup efektif.
Namun Hal-hal tentu saja tidak berjalan dengan lancar.