The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 108: Gerbang Dimensi (Part 2)



Di tempat lainnya, terlihat beberapa orang berjubah tengah berkumpul mengelilingi sebuah lingkaran sihir yang ada disana. Saat seorang yang memimpin ritual mulia membacakan mantra, sinar keunguan mulai muncul dari lingkaran sihir, lalu secara beruntun cahaya keunguan juga mulai terpancar dari berbagai arah yang cukup jauh, mulai saling terhubung satu sama lainnya.


[Ritual Summoning Gate di mulai]


[10% Sihir mulia terserap]


.


.


.


.


[19% Sihir mulai terserap]


.


.


[35% Sihir mulai terserap]


Ketika pemberitahuan mulai muncul didepan orang yang memimpin ritual itu, dia mulai tersenyum senang. Ini adalah salah satu percobaan berharga untuk mencoba menghubungkan dimensi ini dengan dimensi kegelapan.


Sampai tiba-tiba, salah satu bawahannya mulai mendekat, dan berbisik padanya.


Ekpersi Pria itu segera menjadi buruk.


"Ada apa?"


"Maaf, Master ada beberapa Masalah."


"Kenapa?"


"Ada seseorang yang menyusup ke dalam Desa,"


"Kenapa musti lapor padaku segala? Segera habisi dia,"


"Maaf, Master justru itu, dia cukup kuat dan berhasil menghabisi salah satu Assasin kita,"


"Cih, cepat utus lebih banyak orang sebelum dia mengagu rencana kita,"


Ketika mereka mulai berdiskusi tiba-tiba, simbol sihir yang ada ditengah-tengah mereka menujukan tanda-tanda keanehan.


DUARRR


Sebuah ledakan segera terdengar dari suatu tempat, gelombang energi kegelapan yang tidak beraturan segera terbentuk. Simbol-simbol sihir yang awalnya terhubung itu, perlahan-lahan mulai terguncang dengan tidak stabil.


"Ada apa ini? Astaga!!"


Pria yang memimpin ritual itu, jelas saja menjadi marah melihat energi yang tidak beraturan itu, membuat lingkaran sihir yang sebelumnya sudah di gambar mengalami beberapa keanehan.


"Akhhhhh...."


"Akhhhhh..."


Lalu, terdengar berbagai teriakan dari arah penduduk Desa yang sebelumnya terhipnotis, beberapa dari mereka mulai mengembalikan sedikit kesadaran dan mulai berteriak karena kesakitan efek dari energi kehidupan mereka di serap.


"Sial! Ritualnya jadi tidak stabil!"


Pria berambut pirang itu, yang mulai marah, segera mencoba untuk membaca beberapa mantra sihir lagi untuk menstabilkan ritual yang dia lakukan. Namun, berapa kali pun dia mulai mengaktifkan sihir untuk memperbaiki semuanya hal-hal itu menjadi berantakan.


"Jangan bilang ini ulah orang itu?? Akhhhhh!! Cepat kalian habisi orang itu!" Katanya dengan marah.


####


[Kemampuan Dark Nova diaktifkan]


Dia segera membuat ledakan energy Kegelapan disekitarnya untuk melenyapkan orang-orang yang dari tadi terus-menerus untuk menghadangnya. Dia lalu melarikan diri dengan naga kecil itu, menuju kearah simbol sihir lainnya.


Bagaimanapun dia berjalan, dia hanya merasakan gelombang energi kegelapan yang sangat besar. Seo Jun-Woo tahu, jika membiarkan semua ini jelas tidak baik. Dia juga mulai medegar orang-orang yang awalnya terhipnotis itu sekarang mulai berteriak kesakitan.


Darah mulai muncul dari tubuh mereka, membuat teriakan kesakitan makin banyak.


"Huwaaa..... To... Tolong!!"


"Sakit!! Ini sakit!!"


"Akkkhhhh... Apa yang terjadi!!"


Melihat orang-orang dalam kondisi buruk, jelas Seo Jun-Woo tidak merasa senang. Jika hal ini dibiarkan lebih lama orang-orang mungkin saja akan mati. Seo Jun-Woo merasakan dimana energi dari orang-orang itu, di serap oleh kabut hitam yang mengelilingi desa ini, lalu dari arah kabut, energi itu di kumpulan dalam simbol sihir.


Dengan cepat, Seo Jun-Woo sekali lagi, mulai menghancurkan satu demi satu simbol sihir yang ada di sekitar sana Tentu saja itu masih dengan dikejar oleh musuh yang menyadari keberadaannya.


Sampai akhirnya, Seo Jun-Woo tiba kembali ke sebuah patung simbol desa yang pertama kali dia lihat. Berbeda dengan simbol-simbol sihir yang lainnya entah kenapa simbol kali ini terlihat memiliki energi yang lebih besar.


Namun ini bukan saatnya untuk banyak berpikir, dia merasa dikejar oleh waktu.


DUARRR


Dengan Dark Nova, dia mulai meledakkan patung, itu disaat itulah, sekali lagi sebuah lubang hitam misterius muncul, namun kali ini berbeda dari yang sebelumnya.


Ada energi aneh yang tiba-tiba menyedot Seo Jun-Woo masuk kedalamnya. Seo Jun-Woo tahu, bukan hal yang baik jika dia terserap oleh lubang hitam itu.


Namun sebuah energi yang menariknya itu benar-benar sangat kuat. Beberapa gumpalan berwarna hitam mulai mengelilingi Seo Jun-Woo, mencoba menariknya masuk kedalam lubang. Untuk bertahan, dia mencoba memegang Naga miliknya agar menahannya dari tarikan, namun sayangnya energi dari lubang itu semakin besar.


Ini terjadi begitu cepat, begitu Seo Jun-Woo menyentuh Lunang hitam itu, tiba-tiba kegelapan menyelimutinya. Rasanya, kepalanya tiba-tiba menjadi pusing dan tidak nyaman.


Gelap


Semua yang dia lihat adalah kegelapan, ketika dia mencoba membuka matanya. Karena merasa aneh Dia segera mengaktifkan salah satu kemampuan miliknya untuk melihat Dalam Gelap.


Namun, Walaupun dia mengaktifkan kemampuannya tidak ada apapun yang bisa dia lihat selain kegelapan.


"Ini... Dimana?"


Karena tidak ada apapun di sana dan hanya kegelapan.


Langit hitam kelam, tanah hitam kelam, seolah tempat yang dipijaknya benar-benar tidak memiliki kehidupan. Seo Jun-Woo tiba-tiba merasa tidak nyaman. Mungkin karena dia pernah melihat tempat semacam ini sebelumnya.


Dulu, dia hanya melihat itu dari balik retakan.


Namun kali ini...


Tunggu tidak mungkin?


Lalu bagaimana ini?


"Po... Po!"


Ketika Seo Jun-Woo merasa hampir putus asa itu, dia mendengar suara kecil yang juga kehangatan kecil menyentuh pipinya. Seekor Naga kecil berukuran seperti kucing bertenger di bahunya.


"Ah, jadi begitu, aku mengerti sekarang kenapa orang-orang suka memiliki Pet,"


Dia mulai memejamkan matanya dan kembali memfokuskan pikirannya.


"Pasti kita akan keluar dari tempat ini! Dimanapun ini, tidak ada yang bisa menjebakku di sini!"