
Saat ini, Seo Jun-Woo dan yang lainnya, di berikan kamar Istirahat untuk masing-masing ruangan berisi dua orang, hal itu dilakukan untuk masalah kemanan. Mereka saat ini masih menunggu untuk menuju Penjamuan Malam yang akan diadakan beberapa hari lagi.
Beberapa orang tentu saja, ada yang merasa tidak tenang ketika berada di ruangannya. Berbeda dengan Seo Jun-Woo yang terlihat cukup santai.
Kim Jung-Hwa yang duduk di tempat tidur sebelah melihat Seo Jun-Woo baru saja selesai meditasi.
"Constellation-Nim, Anda terlihat sangat tenang, Apakah anda pernah datang ke Penjamuan Malam Constellation semacam ini?"
Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba Seo Jun-Woo segera menjawab,
"Begitulah, aku pernah ikut acara semacam ini. Ini sebenarnya, hanya salah satu acara membosankan di mana Para Constellation biasanya bersenang-senang, dan bermain-main. Ini jadi membuatku penasaran Apakah mereka benar-benar ingin membicarakan hal serius dengan yang ini di acara semacam itu?"
Kim Jung-Hwa yang mendengar jawaban itu hanya mengangguk, dan berkata lagi,
"Para Constellation memang tidak bisa di tebak."
"Terlebih kali ini Tuan Rumahnya, Para Archagel. Aku tidak tahu Kenapa tempat itu dipilih,"
"Aku dengar, mereka habis di serang Raja Iblis, sebenarnya tempat itu yang paling rawan dari semua tempat."
"Hmm, mereka sepertinya cukup cerdas, dengan menjadi tuan rumah semacam itu itu artinya, membawa Para Constellation ke tempat mereka. Bahkan Para Raja Iblispun, masih akan berpikir dua kali untuk menyerang ke sana setidaknya selama acara pertemuan," kata Seo Jun-Woo mencoba menyimpulkan situasi yang terjadi.
"Benar. Kecuali orang itu gila, baru berani menyerang di tengah penjamuan."
Mendengar itu, Seo Jun-Woo tiba-tiba memiliki firasat tidak enak. Jika membicarakan soal 'Gila', dia baru saja ingat dengan Constellation tertentu yang mengikutinya dan pernah memaksa sampai memberikan Quest aneh agar jadinya mau menjadi avatarnya.
Constellation misterius, yang masih menyembunyikan namanya sampai sekarang. Melihat tindakannya yang bebas dan sewenang-wenang, apakah itu dari Constellation luar?
Seo Jun-Woo sejujurnya, belum bisa membayangkan seperti apa itu Constellation dari Luar, dan seberapa banyak dari mereka yang masuk ke sini?
"Mari nantikan saja."
####
Di tempat lainnya, saat ini tempatnya disebuah Istana yang terlihat megah. Seseorang dengan simbol mahkota dengan simbol petir besar sedang duduk santai di singgasananya. Disampingnya, ada sosok misterius yang mengenakan sebuah topeng hitam.
"Tuan Zeus, sepertinya anda sudah melakukan semua hal itu dengan baik. Sekarang, anda bisa menjadi satu-satunya Penguasa Petir yang Agung."
Pria yang duduk di singgasana itu selalu mengeluarkan semacam bola kristal berbentuk petir dari suatu kotak.
"Ini sejujurnya tidak sesuai perkiraanku. Lihatlah ini, ternyata hal-hal ini kosong. Aku tidak bisa menyerap kekuatannya seperti yang aku perkirakan, Aku tidak mengira di detik terakhirnya dia berhasil mentransfer kekuatannya ke tempat lain."
"Ini benar-benar tidak di duga. Tapi Anda tidak perlu khawatir kita pasti akan menemukan sumber kekuatan Thor, dan mengambilnya untuk anda,"
"Bener. Itulah kegunaanmu, temukan itu untukku,"
"Tentu saja, Tuan. Anda tidak perlu cemas."
Orang bertopeng dalam jubah itu, tiba-tiba segera menghilang dari ruangan itu seolah keberadaannya tidak pernah ada. Yang tidak mereka sadari adalah ternyata ada seseorang yang mengintip di balik pintu.
'Apa? Siapa orang itu?'
####
Lee Chae-won saat ini memiliki Ruangan Pribadi, alasannya tentu saja dia ingin bisa mengendalikan kemampuannya yang sudah meningkat. Dia mulai bermeditasi, sebuah petir mulai muncul ditangannya, dia mengumpulkan gelombang energi dan membuat konsentrasi energi petir yang baru saja dia dapatkan.
Namun sayangnya tiba-tiba energi itu meledak di tangannya dan dia terpental ke belakang.
"Sial, aku tidak mengira jika mengendalikan kekuatanku sekarang menjadi begitu sulit. Apakah ada seseorang yang bisa Aku mintai bantuan?"
Tiba-tiba dia teringat sebuah pertarungan tertentu, walaupun itu hanya sebentar, namun dia ingat seseorang itu, yang sepertinya ahli dalam menggunakan berbagai macam senjata.
Apakah itu tombak, pedang, atau hal-hal lainnya. Kemampuan elementalnya juga cukup bagus. Namun ada masalah serius yang Lee Chae-won rasakan.
"Sial, nanti dia pasti meledekku."
Pada akhirnya setelah perhitungan dan pemikiran yang cukup lama dia segera keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar tertentu.
Setelah mengetuk pintu muncul sosok tertentu yang menunjukkan ekspresi tidak senang.
"Kenapa kamu disini?"
Itu adalah Kim Jung-Hwa yang membuka pintu itu.
"Aku tidak ada urusannya denganmu Aku ingin bertemu dengan penghuni kamar ini yang lain,"
"Ada urusan apa kamu ingin bertemu dengannya?"
"Apakah aku harus mengatakan itu padamu? Aku rasa itu bukan hal yang perlu."
Terlihat ada tatapan saling bermusuhan satu sama lain di sana, sepertinya dua orang itu sudah bersiap ingin mengeluarkan senjatanya masing-masing jika bertemu lebih lama lagi.
Itu karena dari awal mereka memang tidak memiliki hubungan yang baik.
Seo Jun-Woo awalnya duduk tenang di dalam sampai dia melihat keributan yang ada di pintu. Dia segera datang, dan melihat keduanya,
"Astaga, Ada apa dengan kalian berdua? Jangan coba membuat masalah di tempat seperti ini!"
"Dia yang mencoba membuat masalah duluan!" Kata Kim Jung-Hwa dan Lee Chae-won bersamaan.
Seo Jun-Woo yang menatap keduanya segera memiliki ekspresi tidak senang. Kenapa dirinya harus berurusan dengan mereka?
"Tenanglah, Kim Jung-Hwa. Biarkan Lee Chae-won mengatakan tujuannya dulu,"
Lee Chae-won yang ditanya itu segera menjadi canggung, dan ingin mengalihkan tatapannya, terlihat ragu-ragu ingin mengatakan keinginannya.
Seo Jun-Woo yang melihat pria itu tidak jadi berbicara segera menjadi sedikit kesal.
"Apa? Kenapa kamu di sini? Cepat katakan tujuanmu!"
"Aku ingin berbicara denganmu berdua saja, tidak ingin ada gangguan dari orang luar,"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu segera menjadi kesal dan berkata,
"Sudahlah tidak perlu basa-basi cepat katakan saja,"
Lee Chae-won akhirnya membuang rasa gengsinya, dan berkata,
"Aku melihat sebelumnya kamu bisa menggunakan beberapa jenis senjata, apakah kamu juga bisa mengunakan Palu?"
Seo Jun-Woo sepertinya bisa menebak apa tujuan orang itu datang kemari. Apakah itu karena dia ingin berlatih menggunakan Mjölnir?
Seo Jun-Woo tentu saja selalu memiliki ketertarikan pada senjata legendaris semacam itu. Pasti cukup menarik jika bisa menggunakannya, minimal untuk mencobanya.
Kebetulan dirinya cukup ahli menggunakan berbagai macam senjata termasuk menggunakan Palu. Tapi senjata berat bukan gayanya, jadi dia jarang mengunakannya.
"Tentu saja, tidak masalah. Aku bisa,"