The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 184: Kekuatan Sesungguhnya (Part 1)



Suasana Perjamuan Makan Malam itu menjadi sedikit lebih tegang sejak nama Zodiak ketigabelas mulai disebut-sebut oleh Hermes. Seo Jun-Woo juga menunjukkan ekspresi tidak senang memikirkan hal itu, bahwa musuh saat ini kemungkinan memiliki kekuatan besar yang tidak diketahui.


"Heh, apalagi yang kalian takutkan? Kamu pikir hanya tukang turu semacam itu bisa mengalahkanku? Dia hanya Zodiak tidak berguna, lagi pula dia sudah pernah menghilang dan di segel setelah kalah dari Zodiak yang lainnya, jadi dia tidak sekuat yang kalian pikirkan," kata Constellation The Great Sage Equals to Heaven dengan penuh percaya diri.


Seo Jun-Woo cukup puas dengan jawaban itu, itu benar walaupun mereka memiliki musuh yang sangat kuat namun ada The Great Sage, melawan Sang Constellation jagoan mereka tentu saja adalah hal yang sulit.


Semua orang juga sedikit menunjukkan wajah lega setelah mendengar kata-kata itu. Beberapa mulai cukup optimis juga dengan situasi mereka.


"Itu benar, bahkan kira memiliki kekuatan tambahan. Bukankah disini ada seseorang yang mewarisi kemampuan God of Thunder? Pihak kita saat ini belum kehilangan banyak hal," kata Orion mencoba menenangkan keadaan.


Mendengar kata-kata itu sekarang tatapan semua orang menuju ke arah Lee Chae-won. Lee Chae-won yang ditatap itu hanya tersenyum canggung ke arah semuanya. Dan menjadi bahan pembicaraan semua orang setelahnya.


Namun disini, selalu ada orang-orang yang merasa tidak puas dengan keberadaannya, dia adalah seorang Pria yang yang mengenakan baju perang yang memiliki banyak tangan, dan memegang senjata berbeda dimasing-masing tangannya.


Dia adalah Constellation God of War Master of Weapons, Asura. Terkenal sangat pilih-pilih dalam hal kemampuan, sangat sulit menjadi Avatarnya, dan sejauh ini hanya segelintir orang saja yang pernah menjadi Avatarnya.


"Aku tidak yakin manusia semacam itu akan berguna di pihak kita. Aku merasa dia hanya akan menjadi beban, dan malah mempersulit rencana kita,"


Lee Chae-won yang dipanggil beban itu jelas saja merasa tidak senang.


"Jangan bicara sembarangan, siapa yang kamu panggil beban?"


Jelas dia tidak menunjukan ekspresi takut sedikitpun bahkan ketika menghadapi tatapan menakutkan dari Asura. Dia masih begitu percaya diri dengan kemampuannya.


"Manusia selalu banyak omong kosong," kata Asura dengan nada meremehkan.


"Mari lihat apakah aku benar-benar berguna atau tidak! Jangan hanya berbicara!"


Kali ini Lee Chae-won mentap Sang Constellation dengan ganas, menunjukkan permusuhan yang jelas dan hal itu jelas membuat Asura merasa tersinggung.


"Hey, bocah tidak tahu diri! Kamu sepertinya memiliki nyali! Kamu benar-benar tidak sadar tempat mu sekarang!"


Asura mulai mengeluarkan aura mematikan yang ditujukan kepada Lee Chae-won, hal itu juga membuat semua orang yang berada di ruangan itu menjadi cukup tegang. Namun hebatnya, Lee Chae-won bisa menahan aura mematikan itu.


Hermes yang melihat pertengkaran antara keduanya itu menilai ini adalah hal-hal menarik jadi dia mulai mengusulkan suatu ide gila,


"Kenapa kalian tidak coba bertarung saja? Kita kebetulan membutuhkan beberapa hiburan ringan,"


Seo Jun-Woo melihat hal-hal yang ada di depannya kurang lebih merasa ini hal yang mungkin terjadi. Memang, tidak mungkin Perjamuan Makan Malam hanya berakhir dengan tenang seperti ini pasti ada saja masalah yang terjadi.


"Cih, tidak ada gunanya untuk melawan manusia sepertinya," kata Asura masih terlihat sangat marahnya Lee Chae-won.


Lee Chae-won yang marah itu segera bangun dari kursinya dan berkata,


"Untuk seseorang yang takut melawanku, Tuan Constellation sepertinya sangat banyak omong,"


Mikaela sebagai tuan rumah Acara merasa pusing menghadapi kedua orang yang gila bertarung itu, namun pada akhirnya mengalah dan membawa mereka semua menuju ke Arena latihan yang dia miliki.


"Itu, apakah Tuan Lee Chae-won akan baik-baik saja?" Tanya Emiliana terlihat menunjukkan wajah cemas dan bertanya pada Seo Jun-Woo.


Seo Jun-Woo menjawab dengan tenang dan berkata,


"Dia berada di tempat ini karena dia kuat jadi kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Setidaknya dia tidak akan mati di sini,"


"Itu artinya dia mungkin akan mengalami cedera serius?"


Seo Jun-Woo hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun. Dan hanya mengikuti rombongan itu untuk menuju ke ruang latihan.


Dan sekarang diarena latihan berdiri dua orang disisi yang berbeda. Salah satunya adalah Constellation yang memiliki julukan God of War, Asura dan yang satunya mantan Avatar Thor Sang Constellation God of Thunder, Lee Chae-won.


Sejujurnya, hal-hal ini juga membuat para Constellation lainnya, menilai apakah manusia yang mereka bawa itu benar-benar memiliki kegunaan ataukah akan menjadi beban saja.


Disana, Lee Chae-won tentu saja sedikit memiliki perasaan gugup dalam dirinya. Mungkin karena pancaran kekuatan yang mengerikan ada di depannya.


Ini bukan pertama kalinya, Lee Chae-won merasakan kengerian ketika melawan Constellation. Dulu, dia memiliki bantuan, tidak melawannya sendiri. Sejujurnya, Lee Chae-won juga bertanya-tanya tentang batas kemampuannya saat ini.


Selama latihan beberapa hari ini dia sudah sedikit bisa menstabilkan kemampuannya dan mengendalikannya dengan baik. Hal yang masih kurang adalah pertarungan yang cukup nyata, dan tidak ada tempat yang lebih baik daripada ini, yaitu bertarung melawan Constellation.


Asura sendiri sudah mulai mengeluarkan senjata dari sarungnya senjatanya, mengarahkan hal-hal tajam itu pada Lee Chae-won.


Lee Chae-won bukan tipe penyerang jarak dekat, jadi dia mulai mundur dan menjaga jarak, sambil mulai mengaktifkan kemampuan jarak jauh.


[Kemampuan Blink Thunder diaktifkan]


Dia mulai berubah menjadi kilat, dan mulai mengelilingi tempat itu dengan kecepatan penuh berharap bisa menemukan celah untuk menyerang Asura. Dia siap dengan senjata pedang ringan miliknya.


Dia mulai melancarkan serangan petir kearah Asura dalam kecepatan cahaya.


CRASSS


Sayangnya, serangan petir yang lakukan baru saja di belah menjadi dua oleh kampak yang Asura pegang. Dia yang melihat serangan itu langsung bergerak secepat kilat memiliki ke arah Lee Chae-won, mengajukan pedang dan tombaknya, menerjang secara langsung.


Lee Chae-won tentu terkejut dengan gerakan yang tiba-tiba itu tidak mengira, jika serangannya akan terbaca. Dia mulai terdorong mundur beberapa meter, namun tetap berusaha melarikan diri dari serangan itu.


[Kemampuan Lighting Saber diaktifkan]


Gelombang energi petir mulai muncul di sekitarnya dan diarahkan langsung ke arah Asura.


Seo Jun-Woo yang berada di samping menyaksikan pertarungan itu dengan rasa ingin tahu juga. Memikirkan, seberapa kuat Lee Chae-won sekarang, dia memang sempat melatihnya, namun bukan berarti keduanya pernah benar-benar bertarung secara langsung.