The Constellation Comeback To See The Hero

The Constellation Comeback To See The Hero
Episode 48: Pembukaan Museum (Part 2)



Seo Jun-Woo china saja diliputi kemarahan bener-bener tidak sabar untuk menyerang orang yang berada di atas panggung namun dia mencoba untuk mengendalikan dirinya sendiri. Dan masih mendengarkan cerita orang yang berada di atas panggung itu, cerita berikutnya benar-benar lebih di Luar Nalar.


"Ya, awalnya semua orang tidak akan pernah mengira bahwa Ketua Tim kami ini adalah pengikut Dewa Kegelapan karena dia memilih Elemen Cahaya, namun apakah kalian tahu? Kenyataan yang hanya kami berlima ketahui ketika berada di Dungeon? Bahwa, Dewa Kegelapan sudah membunuh Constellation Dewa Cahaya dengan bantuan Avatarnya, yaitu Seo Jun-Hee ini, dia memiliki Kekuatan Cahaya yang sangat kuat karena menyerapnya dari Constellation of The Light, dia sebenarnya juga memiliki kemampuan Kegelapan, dia adalah Avatar dan penjelmaan Dewa Kegelapan itu sendiri, Sang Penghianat Seo Jun-Hee. Mungkin ini hanya semacam cerita masalalu, hah rasanya seperti baru kemarin semua insiden itu terjadi,"


Orang-orang yang berada di sana jelas aja menjadi kaget dan gempar tentang semua yang barusan mereka tahu, sebuah insiden yang terjadi jauh puluhan tahu lalu, kenyataan sebenarnya yang akhirnya terungkap.


"Sialan, Si Brengsek itu, ternyata yang menghianati Kelima Pahlawan,"


"Memang, untungnya kelima pahlawan sudah menyalahkan di brengsek itu dia mungkin sekarang sudah berada di Neraka,"


"Orang jahat sepertinya cocok,"


Seo Jun-Woo mendengar beberapa bisikan yang ada di sekitarnya, hatinya benar-benar dipenuhi dengan rasa kemarahan dan kesedihan. Tidak mengira reputasi nya menjadi hancur gara-gara Lima Pahlawan, tidak hanya mereka berlima mengambil semua prestasi yang dia miliki ketika masih menjadi 'Seo Jun Hee', namun mereka ternyata juga membuat fitnah kejam semacam ini?


Sekarang, Seo Jun-Woo akhirnya mengerti kenapa ketika dirinya menjadi Constellation, dia menjadi 'The Forgetten Hero', tidak hanya karena kisah kepahlawanan yang dia miliki dilupakan, namun karena kisahnya sudah dibelokkan, dan dipelintir, di mana perannya bukan menjadi pahlawan namun menjadi penjahat, itulah juga kenapa dia memiliki poin kecil saat menjadi Constellation?


Bersama dengan itu, pidato sambutan yang ada di depan juga segera berakhir dan museum itu segera resmi dibuka. Seo Jun-Woo tentu saja tidak berat badan tetap bersikap tenang, dia tentu saja ingin berurusan dengan Zhang Wei, namun merasa ini bukan saat yang cocok, jika Zhang Wei dibunuh seperti ini, bukankah dia hanya akan mati terhormat sebagai Pahlawan?


Hah, sayangnya yang lainnya sudah mati.


Namun setidaknya, Seo Jun-Woo merasa perlu untuk memperbaiki namanya dimasalalu, dan mengungkapkan kejahatan Zhang Wei dan keempat Pahlawan lainnya. Namun bagaimana?


Seo Jun-Woo lalu mulai berjalan minggir dari kerumunan mencoba mencari jejak kepergian Zhang Wei, yang ternyata sepertinya pergi memasuki museum juga.


Museum itu, sesuai namanya di sana dipajang berbagai barang berharga peninggalan Pahlawan. Beberapa Replika Artefak Lama.


Namun dari semua hal-hal yang ada di sana, ada sebuah senjata yang paling menarik perhatian Seo Jun-Woo. Itu adalah sebuah tombak yang familiar. Disana lalu di tuliskan, bahwa itu adalah Replika dari Senjata Reliq Legendaris milik Pahlawan Zhang Wei.


"Tombak ini..."


Seo Jun-Woo ingat, ini adalah adalah tombak miliknya, yang sempat dia pinjamkan kepada Zhang Wei karena Dungeon terakhir mereka sangat berbahaya. Ini adalah senjata kesayangan selain pedang miliknya.


Seo Jun-Woo, benar-benar merasa marah. Namun tetap mencoba menahan dirinya, dan mencari keberadaan Zhang Wei. Jujur, Seo Jun-Woo merasa tidak nyaman hanya membiarkan orang itu hidup dengan damai, dia memiliki beberapa rencana bagaimana untuk menenor orang itu?


Yah, beberapa hal kecil mungkin?


Setidaknya bisa membuat orang itu teringat tentang dosanya di masa lalu.


Seo Jun-Woo lalu mulai mengingat ingat lagi ciri khasnya, saat menjadi Seo Jun-Hee.


Salah satu, Kemampuan yang hanya dimilikinya dan lagi sekarang karena sudah menguasai kemampuan Fregmen of The Light lagi, Seo Jun-Woo sepertinya sudah bisa menggunakan kemampuan itu lagi.


Seo Jun-Woo menggunakan Shadow Step, dan mulai menyusup diam-diam ke dalam Moseum, lalu mengambil tombak sebelumnya, walaupun itu hanya replika, namun sepertinya masih bisa digunakan.


"Hah, lihat saja, setidaknya aku tidak akan membuatmu hidup tenang,"


Seo Jun-Woo berhasil mengambil hal hal itu secara diam-diam dan segera menyelinap ke hotel tempat Zhang Wei menginap, namun merasa sepertinya jika menyerap di dalam hotel terlalu mencolok?


Tepat ketika Seo Jun-Woo tidak memiliki ide tentang bagaimana cara memancing Zhang Wei keluar, ternyata orang itu malah keluar sendiri. Seo Jun-Woo awalnya tidak menyadari penampilannya karena penyamaran, namun Seo Jun-Woo bisa merasakan energi dari Fregmen Cahaya yang ada dalam tubuh orang itu.


Seo Jun-Woo kelas tiba-tiba merasa curiga kenapa orang itu keluar di tengah malam seperti ini?


Seo Jun-Woo diam-diam mengikuti orang itu yang ternyata beri jalan ke taman belakang dekat hotel, tempat itu cukup sepi dan tidak ada orang di sana dia hanya ditemani oleh Dua Bodyguard.


Tidak lama setelahnya, ada seseorang yang datang kesana. Seseorang mengenakan sebuah jubah yang terlihat memiliki simbol yang familiar.


Seo Jun-Woo yang juga sudah memakai topeng, menyembunyikan keberadaannya, dan mulai mengamati sosok yang datang dan bertemu dengan Zhang Wei itu.


Terutama simbol Guild di jubah orang itu yang familiar.


Simbol Serigala, milik Guild Wicked Wolves. Seo Jun-Woo melihat orang itu sepertinya menyerahkan sesuatu pada Zhang Wei, itu semacam botol cairan misterius.


Seo Jun-Woo tentu saja kurang lebih tahu, jika Guild Wicked Wolves ini salah satu Guild jahat milik Zodiak, Yang sepertinya berspesialisasi pada penelitian namun entah penelitian macam apa itu. Dia tidak akan pernah mengira jika Guild itu memiliki hubungan juga dengan Zhang Wei.


"Ah, setelah semua orang itu adalah Avatar Leo."


Pertemuan itu cukup singkat, sampai orang berjubah pergi. Dan Zhang Wei terlihat akan segera kembali ke hotelnya.


Seo Jun-Woo merasa bahwa ini saatnya untuk sebuah penyergapan.


Seo Jun-Woo segera mengeluarkan Tombak miliknya itu, memastikan berada di jarak yang cukup jauh agar keberadaannya tidak dideteksi.


[Kemampuan Holy Smite diaktifkan]


Energy Cahaya yang cukup kuat, berkumpul di Tombak Seo Jun-Woo, ini salah satu dari kemampuan uniknya, yang di spesialisasikan khusus untuk serangan jarak jauh dengan tombak, cahaya itu menyelimuti tombak dengan sebuah pola unik yang hanya bisa dibuat olehnya.


Dengan kecepatan yang cepat, tombak itu segera menuju kearah Zhang Wei dan Para Bodyguard nya.


Kecepatannya, hampir tidak terlihat oleh mata saking cepatnya.


"Anggap saja, Itu adalah sebuah sambutan hangat dariku," guma Seo Jun-Woo pelan, lalu bersiap untuk melarikan diri dari tempat itu.