
Kekacauan itu segera berakhir ketika Phoenix datang dan mulai membakar Monster yang ada di sekitar dengan ganas, juga dia yang membakar beberapa orang mencurigakan yang mengenakan Jubah Hitam, mungkin karena dia terlalu emosi, sampai tidak ada mayat yang tersisa.
Seo Jun-Woo sendiri merasa kecolongan ketika salah satu orang misterius melarikan diri dari sergapannya berkat bantuan dari pihak luar. Namun Seo Jun-Woo sempat menemukan seberapa petunjuk tersisa dari orang-orang itu.
Ada tanda semacam tato kalajengking di tangan orang yang dia lawan barusan.
"Sialan!!"
Dia selalu mulai kembali melihat ke arah sekitar di mana kekacauan sepertinya sudah berakhir dan monster-monster sudah dikalahkan. Juga tidak ada lagi kalajengking tersisa yang keluar dari lubang sebelumnya.
Namun bukan itu hal-hal yang terpenting sekarang, Seo Jun-Woo segera mendatangi ke tempat di mana Choi Hana berada, yang telah disamping tubuh Viona. Seperti Choi Hana cukup terluka parah itu juga di letakan di tempat yang aman oleh Master Guild mereka setelah dia datang.
Seo Jun-Woo melihat beberapa luka tusuk dari gadis yang berbaring di lantai itu, dia segera mencoba untuk memeriksa keadaan Choi Hana, yang untungnya Gadis itu bernafas dengan baik. Ada sedikit kelegaan di hatinya, setidaknya Choi Hana aman. Namun ketika Seo Jun-Woo menatap kearah tubuh gadis disamping Choi Hana, segera perasaan lega itu hilang dan berubah menjadi kesedihan.
Melihat Choi Hana terbaring disini, Seo Jun-Woo menebak sepertinya Kim Jung Hwa kemungkinan juga tahu tentang keadaan Viona. Pantas saja, Arena disekitar sana sekarang benar-benar penuh dengan api, mayat monster benar-benar terbakar oleh api mengerikan itu.
Ketika Seo Jun-Woo masih melamun, Phoenix segera datang kesana, menatap dua member Guild nya yang ada dalam key menyedihkan, Dia juga membawa salah satu Penyembuh dari Guild lainnya.
"Tolong segera periksa keadaan Dua gadis ini,"
Seo Jun-Woo yang mendengar kata-kata itu segera menatap kearah Pria yang ada di belakangnya itu. Hatinya tiba-tiba menjadi gugup. Jadi dia belum tahu jika Viona sudah...
Sang Penyembuh lebih dulu memeriksa keadaan Choi Hana, dan mulai mengunakan Kemampuannya.
"Nona Choi Hana mengalami luka cukup parah namun saat ini Saya sudah berhasil memberikan pertolongan pertama, dia sudah melewati masa kritis nya setidaknya, namun ada sebuah masalah,"
Mendengar kata-kata sang penyembuh, baik Seo Jun-Woo atau Master Guild Starlight itu, bertanya dengan gugup,
"Kenapa?"
"Apa yang terjadi pada Nona Choi Hana?"
"Saat ini, sepertinya Tubuh Nona Choi Hana terkena racun, lagu ini cukup mematikan, jika dibiarkan terlalu lama dan menyebar ini akan menjadi sangat tidak baik, dan dia mungkin akan kembali memasuki masa kritis nya,"
"Apa? Racun? Kenapa kamu tidak mencoba untuk mengeluarkan racunnya?"
"Maaf, Saya hanya Penyembuh biasa, tidak memiliki kemampuan Pemurnian Racun, hanya bisa menyembuhkan Luka, namun tidak dengan racun," kata Penyembuhan itu memberikan penjelasan seadanya.
"Dasar tidak berguna," respon Phoenix dengan dingin. Lalu pria bertopeng itu segera menatap kearah gadis yang berada di samping Choi Hana. Dia segera memberikan perintah baru,
"Lalu segera Periksa gadis disampaignya itu, Hah seandainya Viona cepat sadar dia pasti akan bisa memurnikan racun dalam tubuh Choi Hana,"
Seo Jun-Woo yang mendengar itu tiba-tiba wajahnya menjadi cukup buruk tidak tahu harus mengatakan apa, soal keadaan Viona bahwa dia....
Sang penyembuh segera berbalik untuk memeriksa Viona, namun segera wajah penyembuh itu berubah menjadi pucat.
"Ada apa? Bagaimana keadaan Viona?"
"Nona ini... Dia sudah tidak ada,"
"Apa maksudmu dengan tidak ada?"
"Dia sudah meninggal,"
Ekpersi Phoenix kelas aja menunjukkan kemarahan dibalik topeng itu, mencoba mencekam kerah baju Penyembuh itu.
"Coba periksa lagi kamu pasti bohong!!"
"Ini benar, ketika aku memeriksanya gadis itu sudah tidak lagi bernafas sepertinya sudah beberapa saat sejak dia meninggal,"
"Tidak kamu pasti bohong!!" Katanya dengan marah, merasa tidak terima dengan hal-hal yang barusan dia dengar.
Seo Jun-Woo yang merasa tidak tahan akhirnya segera menepuk pundak Kim Jung Hwa yang masih terlihat tertekan itu.
"Viona sudah meninggal, tidak ada gunanya kamu seperti ini,"
Pria bertopeng itu segera menepis tangan itu dan berbalik dengan marah,
"Kamu tidak tahu apapun jangan bicara omong kosong!!"
"Cukup! Aku tidak ingin berdebat denganmu lebih lanjut! Aku melihat bagaimana Viona terbunuh,"
"Apa yang barusan kamu katakan?"
"Tidakkah kamu merasa penyerangan ini aneh dari awal? Hanya ... Ketika Aku sedang melakukan penyelidikan tentang sumber serangan Kalajengking itu, Hujan Panah datang dari Suatu tempat, lalu Viona ... "
Seo Jun-Woo masih tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya.
"Panah kamu bilang? Sumber serangan Kalajengking?"
Seo Jun-Woo lalu menuju ke arah lubang tertentu di tengah arena, gimana disana ada sangat banyak mayat kalajengking. Phoenix jumlah segera buru-buru menuju ke arah itu, diikuti oleh Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo juga belum sempat memeriksa hal-hal itu sebelumnya karena situasi tidak memungkinkan dan sekarang ketika memeriksa nya, dia melihat sejenis simbol sihir aneh.
"Ini... Disiapkan oleh seseorang, serangan monster ini di segaja hanya untuk menyerang Anggota Guild mu," katanya memberikan sebuah hipotesis.
"Aku tidak pernah menyerah ada orang-orang yang begitu berani melakukan hal-hal ini di tengah Kekacauan Dungeon berbahaya ini, siapa yang berani melakukannya!!"
"Aku sebenarnya memiliki beberapa kecurigaan, jika Member Zodiak terlibat,"