
Di tempat lainnya, saat Seo Jun-Woo masih bertarung, Kim Jung-Hwa yang berpisah darinya, juga mulai lari ke arah lorong jauh dari tempat pertarungan itu. Dia mulai memegangi sisa luka di tubuhnya, dan mencoba menahan rasa sakit dari racun yang mulai menyebar kedalam tubuhnya.
Walaupun sudah melakukan pertolongan pertama itu tidak benar-benar mencegah racun untuk menyebar hanya memperlambat proses menyebarkannya saja. Kim Jung-Hwa jelas menahan rasa sakit, namun dia tetap berusaha berjalan bersama dengan shadow yang dikirimkan oleh Seo Jun-Woo.
Alasan dia pergi menjauh karena tidak ingin menjadi beban tambahan dalam pertarungan itu. Dia tahu, Constellation-Nim nya akan melakukan apa saja jika dirinya sampai dalam bahaya, dan bahkan sampai mengorbankan dirinya.
Kim Jung-Hwa sangat tidak suka untuk menjadi sosok yang merepotkan dan harus selalu dilindungi seperti itu. Jadi yang bisa dia lakukan saat ini adalah melarikan diri sementara dan mencari tempat yang aman.
Dari arahnya, masih terdengar suara ledakan-ledakan efek dari pertarungan di jauh sana. Dia mulai menatap ke arah sekelilingnya mencoba mencari tempat bersembunyi.
Sampai tiba di ujung lorong, dia menemukan sebuah ruangan aneh. Itu karena ada sebuah patung besar yang ada didepannya. Mengingat patung-patung yang bisa menyerang sebelumnya, Kim Jung-Hwa menjadi lebih waspada, dia memperhatikan apakah patung itu akan menyerangnya atau tidak.
Namun ternyata walaupun dia mendekat tidak ada tanda-tanda pergerakan patung itu. Merasa cukup aman, Kim Jung-Hwa akhirnya memasuki ruangan itu.
Kali ini, ruangan yang dia masuki, tidak berisi apa-apa dan benar-benar kosong. Tidak ada perabotan atau sesuatu, tidak ada juga lukisan di dinding. Dia mencoba mengecek apakah ada jebakan di dalamnya, dengan Shadow milik Seo Jun-Woo.
Merasa tidak ada yang aneh akhirnya dia mulai masuk ke dalam, menutup pintu dan mulai duduk di lantai dekat sana.
Merasa akhirnya dia cukup aman untuk beristirahat. Kali ini, Kim Jung-Hwa mencoba untuk setidaknya ingin memperlambat aliran racun yang ada di dalam dirinya agar tidak meluas.
Karena akhirnya menemukan tempat yang terbilang cukup aman dia kali ini mencoba bermeditasi, untuk menstabilkan juga energi baru yang didapatkannya.
Energi Fregmen Cahaya yang barusan dia dapatkan sangat besar dan benar-benar meningkatkan statistiknya cukup banyak. Namun tubuhnya belum terbiasa. Dia perlahan-lahan, mulai mengaktifkan satuan cahaya dalam tubuhnya dan mengalirkan ke seluruh tubuhnya untuk mencoba menyaring racun jahat yang ada di dalam tubuhnya.
Rasanya sangat menyakitkan ketika racun-racun yang ada di tubuhnya mulai terpengaruh oleh cahaya yang didalam dirinya, mencoba melawan racun yang menginfeksi tubuhnya itu.
Ini adalah racun aneh yang dia dapatkan dari serangan Pria misterius sebelumnya, racun yang sepertinya berasal dari energi misterius yang tidak diketahui dan memiliki efek yang mematikan. Kalau tidak energi fragmen cahaya yang ada di dalam tubuhnya mungkin dia sudah lama tidak bertahan.
Benar, ini karena sepertinya efek energi misterius dalam racun, sepertinya bertolak belakang dengan Fregmen Cahaya tersebut.
"Sial, sebenarnya siapa identitas mereka..."
Sayangnya, tidak ada yang menjawab pertanyaannya itu dia hanya kembali fokus pada penyembuhannya.
Beberapa waktu berlalu, krigat mulai muncul, dan Kim Jung-Hwa mulai muntah darah namun darah yang dimintakannya bukan warna merah melainkan kombinasi ungu hitam dan sedikit kemerahan.
"Ini racunnya..."
Sebagain racun berhasil untuk ditarik keluar, namun ini belum sepenuhnya sembuh. Tapi paling tidak, Kim Jung-Hwa sudah merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan tidak begitu menyakitkan lagi.
Dan sekarang, Kim Jung-Hwa yang sudah bisa berdiri sendiri itu mulai mengelilingi ruangan itu untuk melihat-lihat. Mungkin ada semacam ruangan rahasia atau semacamnya di sana.
Namun berapa kali pun dia melihat-lihat tidak ada apa-apa.
Sampai ketika dia menyentuh salah satu batu bata di dinding, gelombang Fregmen Cahaya yang ada di dalam dirinya mulai bereaksi.
[Fregmen of The Light Beresonansi]
"Ini...."
Kim Jung-Hwa tidak mengerti, namun seolah energi yang ada di dalam tubuhnya tertarik oleh sesuatu, sesuatu yang ada di dalam dinding. Dia lalu mencoba menarik batu bata yang ada ditangannya, dan hal berikutnya yang dia temukan adalah sebuah kotak penyimpanan kecil yang di simpan dibalik batu bata. Ini baru beberapa bagian yang terlihat itu artinya dia harus membongkar bata-bata di sekitar sini juga.
Dan dal sekejap, Kim Jung-Hwa akhirnya bisa mengambil kotak aneh yang ada didalamnya. Kunci dari kotak itu beresonansi dengan Fregmen Cahaya miliknya, seolah-olah kotak itu, baru saja menemukan pemiliknya.
[Kamu menemukan peninggalan Constellation of The Light]
Tepat ketika ada notifikasi itu, kotak yang ada di tangannya segera terbuka. Didalamnya ada sebuah kunci.
[Key of Altar The Light]
Informasi: ??????
Tidak ada informasi jelas yang ada di dalamnya, atau apa sebenarnya kunci itu, hanya nama dari kunci itulah yang tertera.
"Apakah ini semacam kunci Kuil milik Constellation of The Light?"
Sudah bukan rahasia umum, di dalam Dungeon, terkadang akan ditemui sisa-sisa kuil dari Constellation of The Light. Kuil-kuil ini, akan mengungkap misteri keberadaan Dungeon, Dewa Kegelapan, misteri-misteri lainnya yang belum di ketahui tentang Dunia.
"Jika ada yang belum di ketahui... Ini tentang Dewa Kegelapan..."
Saat ini, sosok Sang Dewa Kegelapan yang menelan Constellation of The Light masih menjadi sosok misteri yang tidak pernah menampakan dirinya. Apa sebenarnya itu?
Tidak ada penjelasan lebih lanjut selain sosok kegelapan yang menelan segalanya.
"Sudahlah, mari nanti beritahu Constellation-Nim, mungkin dia tahu benda apa ini."
Setelah memasukan kunci kedalam Inventorynya, Kim Jung-Hwa hendak kembali beristirahat. Namun Shadow yang dari tadi menemaninya itu tiba-tiba bergetar hebat.
Dan dalam sekejap, Shadow itu mulai menghilang bagaikan asap.
"Apa yang terjadi?"
Kim Jung-Hwa tiba-tiba memiliki firasat buruk soal ini. Karena hanya satu kemungkinan kenapa Shadow yang di buat oleh Seo Jun-Woo menghilang.
"Tidak... Ini tidak mungkin kan? Mungkin ada situasi lainnya."
Dengan cemas, Kim Jung-Hwa segera keluar dari ruangan itu menuju ke suara-suara pertarungan sebelumnya yang sekarang sudah cukup hening. Dari dari ruangan, sepertinya kedap suara jadi tidak mendengar suara-suara yang ada di luar.
Namun melihat Shadow tiba-tiba menghilang.
"Sebenarnya apa yang terjadi...."
Kecemasan segera meliputinya dan dia mulai mempercepat langkahnya, mencari keberadaan Seo Jun-Woo.
####
Di ujung jauh, tempat Para Constellation Arcangel dan Para Raja Iblis bertarung, kekacauan benar-benar buruk.
Saat ini, Raja Iblis yang sedang bertarung dengan Sang Acrhangel Mikaela itu, berubah menjadi panik, karena serangannya terdorong mundur dan monster yang barusan dia panggil itu di kalahkan oleh Sang Acrhangel.
Walaupun Sang Raja Iblis Agares percaya diri dengan kemampuannya, namun dia masih tidak sekuat Tuan mereka Lucifer dan di katakan, Sang Acrhangel Mikaela memiliki kemampuan yang setara dengan Tuan mereka. Awalnya, dia tidak percaya dengan rumor itu sampai benar-benar bertarung dengannya secara langsung.
Dia memang sudah diperingatkan sebelumnya agar hati-hati jika bertemu dengan Sang Acrhangel, namun karena terlalu percaya diri dia bersikap sedikit ceroboh.
DUARRR
Serangan dari dua kubu saling bertemu. Agares mencoba untuk mengaktifkan komunikasinya dengan dua Seaven Deadly Sin lainnya, apakah mereka berhasil mendapatkan barang yang diinginkan atau belum.
Karena itu yang paling penting, sehingga bisa cepat-cepat pergi dari sini dengan portal darurat yang sudah disiapkan.
Namun berapa kali pun dia mencoba membuka komunikasi dengan keduanya, tidak ada jawaban.
'Sial, bukankah katanya Mereka akan menemukan barang itu dengan mudah? Sialan! Memang tidak pantas untuk menyerahkan tugas penting seperti itu pada orang-orang luar itu!'
Agares menjadi lebih emosi, dan mulai mengeluarkan lagi kekuatannya, untuk menghalau serangan dari Mikaela.